Friday, October 19, 2018

[Fiksi] Princess 3

Suara pintu berderit di suatu pagi. Aku terkejut karena silau oleh cahaya yang datang dari pintu yang terkuak. Tunggu, bukankah hari ini sekolah libur?

“Kenapa harus ke sini Minggu pagi sih, aku tuh masih ngantuk. Besok-besok juga kan masih bisa,” omel sebuah suara perempuan.

“Biar sekalian jalan pagi di taman kota setelah ini, udaranya masih segar. Lagipula kalau hari kerja, kamu mau dilihatin murid-murid dan guru-guru baru yang enggak kenal kita?”

Aku ingat mereka! Mereka adalah Princess and her Prince yang dua tahun lalu berpamitan padaku untuk pergi dari sini. 

Princess seolah tak mendengar pertanyaan dari Alfa, ia malah berseru, “Aku kangen sekali dengan aroma buku-buku di sini!”

Alfa tertawa, “Welcome back to our corner!” Ia meraih tangan Princess ke arahku. Mereka akan melakukannya lagi, aku merasakan dejavu.

“Ya ampun, kamu! Aku juga kangen,” kata Princess sambil memelukku.

“Awas debu, Sayang,” Alfa mengingatkan.

Meski cemberut, Princess melepaskan pelukannya lalu mengelus-elusku dengan tangan kirinya.

“Ya sama aja, ngelus pakai tangan pun bisa kena debu juga,” Alfa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ini bersih kok, sepertinya Bu Ratna merawatmu dengan baik ya?” tanya Princess padaku. Aku mengangguk, meski kutahu Princess tak melihatnya.

“Jadi, kenapa kamu mengajakku ke sini sepagi ini?” Kali ini pertanyaan Princess jelas untuk Alfa.

“Aku hanya ingin membahagiakanmu, dengan membawamu kembali ke tempat yang dulu sangat kau sukai,” jawab Alfa.

Princess tersenyum, “Terima kasih. Aku selalu bahagia, asal berada di sampingmu.”

“Terima kasih kembali karena telah rela melepas semua yang kau miliki demi kumiliki.”

“Aku tidak pernah benar-benar melepaskan mereka. Toh, aku masih bisa mengunjungi papa mama sesekali. Mengajar pun masih bisa kulakukan di tempat-tempat baru meski tidak formal seperti di sini.”

“Kamu terbaik.” Tiba-tiba Alfa memeluk Princess. “Kamu harus menjalani hari-hari penuh tantangan demi menemaniku, terkadang aku merasa sangat egois.”

Princess menggeleng sambil meregangkan jarak di antara mereka. “Tidak banyak orang yang bisa menjalani hidup dengan melakukan cita-cita hati mereka, dan aku ingin kau menjadi salah satu yang spesial itu.”

Mata Alfa mengatakan segalanya, ia merasa sangat beruntung memiliki Princess. “Dan kehadiranmu semakin menambah spesial kehidupanku. Anak kita juga harus sespesial ibunya,” katanya berbinar. 

“Oh, I’m forget to introduce our little Princess to you.” Princess kembali memegang tubuhku, kali ini ia mendekatkan dirinya ke arahku.

“Mau kubantu?” Alfa bertanya tapi langsung mengangkatku tanpa menunggu jawaban dari sang istri. Ia memposisikan diriku tepat di samping perut Princess yang sedikit membuncit.

“Hai, Nak. Kenalkan, namanya Globby. Dia yang membuat ayahmu gila berkeliling dunia dengan menjadi relawan dan motivator. Dia juga yang hampir memisahkan kami, karena impian ayahmu begitu kuat sehingga ingin meninggalkan ibu di sini.”

Alfa tertawa terpingkal-pingkal mendengarkan sesi perkenalan absurd dari Princess. Aku tersenyum miring mendapati aku ternyata pernah dianggap Princess sebagai penghalang cinta mereka. Sial.

“Kita keluar sekarang ya, sudah habis kan kangennya?” Alfa kembali meletakkanku di tempat semula, di atas meja pajangan pada pojok ruangan.

Princess mengangguk, “Jangan sampai Pak Satpam mengira kita mau mencuri ya saking lamanya di sini.” 

Sekali lagi Alfa tergelak lalu menuntun istrinya keluar melewati pintu yang sama. Kalian, kembali lagi lah kapan-kapan, aku akan menunggu.[]

[Fiksi] Princess 2

Hari ini, aku resmi menjadi objek kegelisahan seorang Princess. Aku tahu dari caranya memegang dan memutar-mutar tubuhku. Setelah menghela napas berat ia berkata, “Kamu enggak bisa begitu, Alfa.”

“Aku harus begini,” jawab Alfa lirih. Sepertinya, aku juga akan menjadi saksi bisu sebuah perpisahan hari ini.

Raut wajah Princess sudah akan terlihat menangis, ketika Alfa berkata, “Ssst, jangan sedih. Ini untuk kebaikanmu.”

“Kamu enggak tahu apa yang terbaik untukku,” Princess berkata sambil berusaha  mempertahankan intonasi suaranya agar masih terdengar normal.

“Aku tahu dan inilah yang sedang aku lakukan.” Aku mendengar keraguan dari nada suara Alfa. 

“’It’s hurt me,” Princess menggelengkan kepalanya, “and you!”

“Aku enggak bisa egois membawamu pergi dari sini. Menjauhkanmu dari keluarga dan passion mengajarmu itu adalah pilihan terakhir yang akan kulakukan dalam hidup.”

“Tapi aku lebih bahagia jika bisa pergi bersamamu,” Princess tidak menyerah. Aku yakin dia sudah memiliki sifat keras kepala sejak lahir. 

“Princess, dengar, kamu adalah satu-satunya yang orangtua kamu miliki. Mereka akan sangat enggan melepaskan putri tercinta mereka pergi berkeliling dunia bersama orang yang baru mereka kenal kurang dari satu tahun.”

“Alfa, apa kamu mencintaiku?” Princess mengabaikan ‘nasihat’ Alfa, meski ia tahu itu benar.

Alfa bergeming membuat Princess menghela napas.

“Jika tidak, katakan saja. Setidaknya aku tahu alasanmu cukup kuat untuk tidak membawaku ikut serta dalam petualanganmu.”

Alfa menggeleng, “Kamu cukup tahu seberapa besar cintaku.”

“Dan aku mulai tidak yakin, bisa jadi itu pula yang kau katakan pada gadis yang kau temui di setiap tempat yang kau singgahi.”

Alfa mendekatiku, menunjuk ke salah satu titik di tubuhku. Memutarku sedikit, lalu menunjuk ke satu titik lagi. “Aku masih harus ke dua tempat lagi sebelum memutuskan untuk berlabuh selamanya …,” ia meraih tangan Princess, “ke hatimu.”

“Aku tidak menuntutmu untuk berhenti, Alfa. Kamu boleh pergi kemana pun, selamanya, asal aku ikut.” Princess menarik tangannya pelan, bukan karena ia marah, tapi lebih karena ia sungkan dilihat oleh para pengunjung lain ruangan ini.

“Ini tuh daerah konflik, aku enggak mau kamu kenapa-napa kalau ikut aku.”

“Kamu mau aku kenapa-napa sambil nunggu kamu di sini, iya?” tanya Princess sambil mengerling jahil, “Dilamar orang, misalnya.”

“Enggak, aku enggak mau!” Tak bisa diragukan, dari nada suaranya, Alfa sangat tidak ingin hal tersebut terjadi.

Princess tersenyum, ia tahu kali ini ia menang.

“Kalau begitu, Minggu nanti ngobrol sama papa ya? Tenang, aku temenin.”

Alfa mengangguk lambat-lambat sambil menatapku tajam.


To be continued ....

Tuesday, October 16, 2018

[Fiksi] Princess 1

“Kamu mau aku membawamu?” tanya seorang lelaki yang berdiri di sampingku.

Wanita di depannya mengangguk.

Si lelaki tertawa, “Aku bahkan belum akan pergi.”

“Kamu pasti pergi suatu hari nanti,” kata si wanita dengan wajah cemberut, “Dan bila hari itu datang jangan lupa mengajakku.”

Sang lelaki tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Akan kupikirkan nanti.”

“Alfa! Jawaban macam apa itu?” Si wanita hampir saja berteriak jika ia tidak ingat saat itu ia berada di ruangan publik yang butuh ketenangan. Ia kemudian memutar-mutar tubuhku.

“Kamu itu enggak bisa diam, kamu pasti akan ke sini, ke sini, bahkan ke sini!” Desisnya sambil menunjuk-nunjuk beberapa bagian tubuhku.

Alfa hanya tertawa, “Baiklah Princess, dugaanmu tak salah. Tapi bisakah kita tidak membahas itu hari ini. Sisa waktu kita tinggal 5 menit,” katanya setelah melirik arloji di tangan kanannya.

Wanita Princess itu mengalah, ia mengubah topik pembicaraan mereka hingga bel tanda masuk kelas berbunyi. Sebelum keluar ruangan, ia masih sempat saja menowel tubuhku sekilas dengan jarinya yang lembut.
**

“Kenapa kita harus selalu bertemu di sini?” tanya Alfa di awal kedekatan mereka. Mereka duduk di dekat tempatku berada.

“Karena, aku suka saja. Kamu tidak suka?”

Alfa menggeleng, “Tidak, aku tidak masalah. Hanya penasaran saja. Mengapa tidak di kantin atau janji di luar jam sekolah misalnya?”

Princess tertawa, “Apa, kamu mengajakku berkencan? Kamu mesti minta izin langsung dengan papa dulu –dan dan itu sulit. Kalau di sini rasanya cocok saja, meski ya kita tidak bisa berbicara terlalu keras. Di kantin terlalu ramai, aku tidak suka berisik.” Kemudian ia menyadari sesuatu, lalu cepat-cepat menambahkan, “Eh tapi, bukan berarti aku mencari tempat yang sepi untuk mengajakmu berduaan ya. Itu kita masih bisa melihat anak-anak dan Bu Ratna tidak sampai lima meter jauhnya dari kita.”

Alfa tertawa, “As you wish, Princess.”

“Princess?” Kening si wanita bertaut karena heran. 

“Boleh aku memanggilmu begitu? Sepertinya itu kata yang tepat untuk menggambarkanmu.”

Princess mengangguk pelan, ia tak bisa semu merah di pipinya. “Aku suka, meski tahu ini kekanakkan.” Tangan Princess terus memutar-mutar tubuhku, aku tahu ia sedang menghindari bertatapan langsung dengan sang pujaan hati.

Alfa tersenyum. “Kamu tidak takut digosipkan pacaran di sekolah?”

“Memangnya kita pacaran?” Princess balik bertanya hingga tak sadar kembali menghadap ke arah Alfa.

“Ya, ini hari pertama kita,” sahut Alfa enteng. “Dan, akhir pekan nanti aku akan minta izin kepada papamu untuk mengajakmu keluar.” Ia kemudian berjalan ke arah pintu keluar tanpa menunggu Princess bangkit dari kursinya.

Princess membutuhkan waktu sepersekian detik untuk mencerna perkataan Alfa. Ketika tersadar, ia langsung melepaskan pegangannya pada tubuhku dan hampir saja menggeserku dari tempat semula. “Alfa!”

Berkat teriakannya, ia sukses mendapatkan pelototan dari Bu Ratna dan bonus tatapan aneh dari para siswa. Beruntung, bel yang cukup nyaring berdentang menyelamatkan wajahnya.

[To be continued ….]

Monday, October 15, 2018

[Puisi] Kamu

Kamu bilang gerimis turun tadi pagi
Sedang aku tak menghidu petrichor sama sekali
Kau mulai merasa nyaman
Dengan aroma hujan yang kau nikmati sendirian

wix.com

Kamu bilang benci dengan langit
Karena hujan, badai, dan segala hal buruk bisa datang dari atas sana
Aku tertawa, karena tahu kau tidak sungguh-sungguh
Di suatu malam kupernah melihatmu bercerita pada bintang tentangku

Sunday, October 14, 2018

Apa Kabar Kursus Menjahit?

Well, bagi yang belum tahu, aku dulu pernah ikut kursus menjahit di sebuah yayasan pelatihan kerja. Apakah menjahit merupakan passion-ku sehingga aku memutuskan untuk kursus menjahit? Setelah menilik kondisiku sekarang, aku dengan mantap mengatakan bahwa aku aku tidak memiliki passion menjahit.

Namun, kuakui aku sedikit tertarik dengan kegiatan menjahit. Little bit. Yang mengenalkanku dengan kursus menjahit ini adalah seorang teman kerja yang sudah terlebih dahulu ikut kursus menjahit. Aku sendiri sebelumnya sama sekali tidak bisa menjahit menggunakan mesin jahit, meskipun punya di rumah. Itu punya mama dan jarang dipakai. Mama sendiri bukan orang yang terlalu ahli dalam jahit menjahit, enggak afdal rasanya kalau belajarnya cuma sama mama.

www.amazon.com

Hiburan Ramah di Luar Rumah pada Malam Hari

Di suatu malam Minggu, aku dan suami kebingungan mau cari hiburan ke mana. Really? Ya, kadang perasaan ingin menghibur diri itu ada. Menghibur diri di sini maksudnya mencari hiburan di luar rumah pada saat malam hari (terutama saat weekend, karena kami sama-sama pekerja). Masalahnya adalah, di kota kecilku ini tak ada hiburan yang cocok dengan seleraku.

Kenapa aku mesti menulis kata ramah di sini. Ya karena supaya jangan ada yang mengartikan hiburan ini hiburan yang mengarah ke maksiat, sih. Maksudku, jenis hiburan yang positif terutama untuk wanita. Jenis hiburan ini berfungsi mengembalikan semangat orang-orang yang capek dan jenuh dengan rutinitas.

Di kotaku, Kota Barabai sudah mulai menjamur beberapa kafe dan rumah makan yang ramah anak muda. Namun, karena aku dan suami sudah agak makan di luar jadi rasanya biasa saja. Itulah hiburan paling affordable dan tersedia di sini. Lagipula, kafe juga tidak sepenuhnya cocok dengan gaya kami. Kami ke tempat makan biasanya karena pengen nyari makan dan tahu sendiri lah ya makanan di kafe sepertinya didesain enggak untuk mengenyangkan perut. 

Makam Syekh H. M. Arsyad Al-Banjari [Datu Kalampayan]

Halo, ketemu lagi di pojok Travelling blog ini. Kali ini aku akan bercerita tentang salah satu destinasi religi yang ada di Kalimantan Selatan. Orang-orang Banjar pasti sudah tahu tentang tempat ini yaitu Kalampayan. Aku sendiri sebenarnya masih bingung cara penulisan kata ‘Kalampayan’ yang benar bagaimana, karena banyak variasi yang tertulis di papan nama dan halaman internet. Mulai dari Kalampayan, Kalampaian, Kelampayan, Kelampaian, Pelampayan, hingga Pelampayan. Btw, itu nama desa lokasi makam seorang ulama besar berdarah Banjar yang dijuluki sebagai Datu Kalampayan.

Makam Datu Kalampayan

Sial

“Seseorang hanya perlu satu kesialan untuk menyadari bahwa hidup itu tidak mudah.”

Aku kini merasakannya. Minggu lalu, aku didera kesialan dengan menjadi saksi rusaknya sebuah alat penting di kantor. Jadi ceritanya begini, saat itu aku dapat giliran bertugas di lapangan bersama dua juniorku. Seharusnya, hari itu salah satu seniorku bisa ikut tapi karena ada suatu hal mendadak jadi batal ikut. Seniorku yang satunya lagi sudah ke lapangan satu hari sebelumnya. Fix, aku sendirian yang handling semuanya. Bukan pertama kali begini sih, hanya saja hari itu aku sedang sial.

coaching-netz.info

Friday, October 12, 2018

Kacau

Beberapa hari ini aku agak kacau. Sebelumnya, karena ada alat yang rusak di kantor dan aku gagal memperbaikinya. Sebelumnya lagi, karena ada serangan pikiran-pikiran negatif akibat suatu peristiwa. Kali ini, masalahnya menurutku cukup serius.

Otak dan hatiku bersatu memikirkan dan merasakan hal yang aneh dan mustahil. Aku memang bermasalah dengan obsesi. Sejak dulu, keinginanku aneh-aneh. Selama masih dalam koridor norma dan agama, biasanya aku akan meladeninya. Dan ya sebagian besar aku berhasil mendapatkannya. 

Kali ini pikiran dan perasaanku tak bisa ditolerir, mendesak sekali. Seolah jika tak kuturuti akan meledak. Memang sih aku masih pengendali sepenuhnya atas diri dan tindakanku. Namun, aku bisa apa jika pikiran dan perasaan ini terus merongrong dan mengganggu pola hidupku?

www.gulalives.co

Tuesday, October 9, 2018

[Mini Biografi] Alfian

Namanya Alfian, seorang laki-laki yang terlahir yatim dari rahim perempuan setengah baya. Ayahnya, Juraid, meninggal saat ia berusia 3 bulan dalam kandungan. Ibunya, Siti Aliyah, berusia sekitar 40 tahunan ketika melahirkannya. Hari itu tanggal 10 Maret 1968, menjadi hari paling bersejarah baginya. Ia menyapa dunia sebagai bungsu dari 4 bersaudara.

Saat itu, Bangsa Indonesia sudah merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang. Namun, sistem kehidupan dan ekonomi masyarakat belum sepenuhnya merdeka. Rakyat kecil masih harus berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman. Begitu pula yang dirasakan oleh Alfian, sebagai anak kecil yang hidup dengan kondisi tidak menguntungkan tentu keadaan sangat berat. Ibunya hanya seorang petani di sebuah desa kecil di Kalimantan Selatan.

http://sms-for-u.mihanblog.com

Setelah menamatkan SD di kampung, ia kemudian melanjutkan SMP di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Di sini ia ikut dengan kakak keduanya yang sudah menikah dengan seorang lelaki yang memiliki banyak usaha. Jadi, selain sekolah ia juga membantu kakak iparnya. Mulai dari beternak macam-macam binatang hingga berkebun berbagai jenis tanaman. Kehidupan sangat keras ia jalani di sana.

Monday, October 8, 2018

Bagaimana Cara Mengendalikan Pikiran Negatif?

Baru-baru ini aku tersadar bahwa aku sepertinya terlalu sering berpikir negatif. Sepertinya, sifat perfeksionis dan preventif yang kumiliki memberikan andil yang besar dalam hal ini. Padahal, persepsi negatifku terhadap sesuatu/seseorang bisa mempengaruhiku dalam bersikap. Ini tentu tidak baik sama sekali. Baik untuk kesehatan jiwaku maupun untuk penilaian orang lain terhadapku. Oleh karena itu, aku berniat untuk mengendalikan kecenderungan pikiran negatif ini.

Meskipun harus diakui pikiran-pikiran jenis ini tak dapat dilibas 100%, aku hanya perlu mengendalikannya agar hati tenang dan hubungan sosial tidak terganggu. Karena seburuk apapun pikiran negatifku, itu hanya akan menjadi milikku jika tidak kukeluarkan. Namun, jika sudah ada yang mendengar, membaca, atau melihat pikiran tersebut maka itu sudah menjadi milik banyak orang. Kabar buruknya, mereka pun bisa memberikan feed back apa saja sesuai keinginan mereka.


Sunday, October 7, 2018

2nd Anniversary Female Blogger of Banjarmasin

Tanggal 6 Oktober 2018 kemarin, Female Blogger of Banjarmasin (FBB) genap berusia 2 tahun. Untuk merayakannya, sehari setelahnya diadakanlah syukuran yang dihadiri oleh para anggota. Bertempat di Restoran Rustric Bistro, lantai 2 Fave Hotel Banjarmasin, acara ini berlangsung dari siang hingga sore.

Selamat ulang tahun FBB yang ke-2

Aku pun turut datang untuk menghadiri perayaan tahunan ini. Tahun lalu, aku belum bergabung dan berarti aku belum sampai satu tahun gabung dengan komunitas ini. Namun, rasanya kebersamaan dengan para anggota di satu grup WhatsApp selama kurang lebih 10 bulan terakhir ini sangat hangat. Dan yang lebih penting, komunitas ini banyak membantuku ‘tumbuh’ sebagai seorang bloger.


Saturday, October 6, 2018

Piknik ke Pantai Turki

Salah satu pantai yang sedang hits di Kalimantan Selatan adalah Pantai Turki. Aku dan teman-teman pun tak ingin ketinggalan. Setelah stalking foto-foto orang yang sudah pergi ke sana, kami memutuskan untuk piknik ke Pantai Turki pada tanggal 9 Maret 2018. Laut biru dan langit lepas yang terekam dalam foto-foto tersebut membuat kami memiliki ekspekstasi yang tinggi terhadap pantai yang terletak di wilayah Kabupaten Tanah Laut ini.

Langit cerah yang mengiringi perjalanan kami menuju Pantai Turki seolah mendoakan agar pengalaman menyenangkan akan menyambut kami setiba di tujuan. Bermodalkan peta Mbah Google –karena semuanya belum pernah ke sana, kami pun mulai menyusuri jalan provinsi dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah hingga Tanah Laut. Tiba di Kota Pelaihari yang merupakan ibukota Kabupaten Tanah Laut, kami masih harus melanjutkan perjalanan ke arah Kabupaten Tanah Bumbu.

Friday, October 5, 2018

Daftar Tes CPNS Pasca Bencana

Seperti yang sudah kita tahu, tepat satu minggu yang lalu, telah terjadi gempa dan tsunami yang melanda tiga kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Ketiga kabupaten/kota tersebut adalah Palu, Donggala, dan Sigi. Infrastruktur kota dan perumahan warga luluh lantak, bahkan listrik baru dapat dinyalakan kembali beberapa hari kemudian.

Pada tulisan kali ini, aku tidak akan menyoroti bagaimana nasib semua korban bencana alam di sana. Namun, aku akan lebih fokus kepada pada job seeker yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Job seeker yang kumaksud disini adalah mereka yang berminat menjadi PNS. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, PNS masih merupakan salah satu pekerjaan yang aman dan nyaman.

Thursday, October 4, 2018

(B)untung Enggak Ada Sinyal

Aku tinggal di pedesaan. Jaringan internet adalah barang mahal di sini. Bukan karena aku tak mampu membeli, tapi karena memang tak dapat dibeli. Kecuali aku punya banyak uang untuk membangun tower pemancar sinyal salah satu provider internet.

Tidak memiliki akses yang baik terhadap jaringan internet terkadang membuatku sangat buruk. Aku jadi mudah bete karena pekerjaanku sering bergantung kepada sinyal ini. Satu-satunya alasan yang dapat membuatku pindah rumah mungkin adalah buruknya jaringan internet ini. Padahal aku sudah suka semua hal tentang rumah dan lingkunganku sekarang, kecuali sinyalnya.

https://rsinewsupdate.wordpress.com

Wednesday, October 3, 2018

From A to Z: Fakta tentang IWITA


Ada yang sudah pernah mendengar nama IWITA? Aku sendiri baru mendengar nama IWITA beberapa bulan yang lalu saat organisasi perempuan ini mengadakan Roadshow Serempak di Kota Banjarmasin. Jika ada yang masih asing dengan IWITA, yuk kenalan dulu. Mari baca ‘kamus’ IWITA berikut, from A to Z: fakta tentang IWITA.

A: Awareness adalah salah satu slogan IWITA yang mengedepankan kesadaran perempuan akan manfaat teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan pribadi.

B: Berkedudukan di Jakarta, IWITA setidaknya sudah memiliki 10 daerah operasional di seluruh Indonesia.

C: Channel Youtube IWITA adalah IWITA Jakarta. Di channel ini IWITA berbagi banyak kegiatan mereka dari seluruh Indonesia.

Tuesday, October 2, 2018

Review September 2018

September sudah berlalu dengan begitu cepat. Kehidupanku tenang, tapi tidak membosankan. Bagaimana ya cara menjelaskannya, mungkin karena aku bahagia. Meski ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginanku, tapi aku mencoba ikhlas dan berusaha lebih fokus bersyukur terhadap hal-hal yang sudah aku miliki. Itu cukup, dan inilah hal-hal yang terjadi padaku selama Bulan September.

Keluarga
Aku senang bisa hidup dekat dengan keluarga. Bersyukurlah aku karena bukan termasuk anak rantau. Keluarga suami juga tidak terlalu jauh, jadi lebih mudah dan praktis untuk kunjung-mengunjungi. Di bulan September, tidak ada event khusus bagi kami untuk berkumpul. Namun, di beberapa kesempatan kami bisa berkumpul sebentar. Tambah seru karena ada si kecil Davin.

Our favorite!

Monday, October 1, 2018

Kampung Pelangi Banjarbaru

Menjamurnya kemunculan kampung-kampung pelangi di Pulau Jawa, ternyata juga merembet hingga ke Kalimantan. Salah satunya ada di Kota Banjarbaru, kotaku tercinta. Sayang, kemunculannya tepat setelah aku lulus kuliah, sekitar tahun 2016. Sehingga aku tak dapat mengunjungi sering-sering, padahal lokasi dekat sekali dengan rumah kosku dulu. Hingga sekarang aku baru ke sana sebanyak dua kali.

Kampung Pelangi Banjarbaru

Berlokasi di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, kampung pelangi yang satu ini memiliki bentuk memanjang. Ya, karena tepat merentang di tengah-tengah kampung terdapat Sungai Kemuning yang menjadi nafas kehidupan warga. Sungai kecil ini dulunya agak kotor, perumahan di sekitarnya pun kumuh. Namun, setelah Kampung Pelangi Banjarbaru diresmikan keadaan tersebut berubah menjadi lebih bersih dan indah. 

Sunday, September 30, 2018

G30S/PKI: Sejarah Kelam Bangsa Indonesia

Hari ini, 30 September 2018, tepat 58 tahun setelah peristiwa kelam G30SPKI pada tahun 1965. Sebagian warga menaikkan bendera setengah tiang untuk memperingatinya. Aku sendiri menonton film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” hari ini untuk mengenang cerita kelam tersebut. 


Saturday, September 29, 2018

The Meg: Pertarungan Melawan Hiu Purba Raksasa

Aku baru saja selesai menonton film The Meg. Cukup lama tidak menonton film ber-genre science-fiction membuatku terpukau dengan fakta-fakta sains di dalam film ini. 

Source: www.mbtech.info.com

Friday, September 28, 2018

Lima Hal Berkesan dari Drama Korea Goblin

Drama Korea Goblin sempat booming beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku belum tertarik untuk ikut menontonnya. Beberapa orang pernah membocorkan genre drama ini yaitu setengah fantasy. Seperti biasa, aku ogah menonton drama jenis tak masuk di akal seperti ini.

Source: www.wikipedia.com

Cerita Pra-CPNS

Tanggal 26 September 2018 adalah hari pertama portal pendaftaran CPNS 2018 dibuka. Sayangnya, saat dicoba ada banyak calon pendaftar yang mengalami kegagalan mendaftar karena websitenya down. Entah karena saking banyaknya calon peserta yang ‘menyerang’ atau karena memang kualitas webnya yang belum maksimal.


Aku tidak akan membahas gangguan pada website SSCN tersebut. Karena hal itu juga pernah terjadi tahun lalu dan pada akhirnya akan normal dengan sendirinya. Ya, tahun lalu aku juga ikut berjibaku dalam proses pendaftaran CPNS ini. Hasilnya, karena aku masih akan ikut lagi jadi ya berarti belum berhasil lolos.

[Review] Pintar Kelola Keuangan

Buku berjudul Pintar Kelola Keuangan ini adalah buku tentang finansial ke sekian yang pernah kubaca. Iya, aku tertarik kepada ilmu finansial. Bukan untuk gengsi atau tertarik secara ilmiah, tapi lebih kepada sisi praktisnya. Bukan juga karena statusku sebagai seorang istri yang notabene harus pintar mengelola keuangan. Tapi lebih karena passion-ku tentang financial freedom. Meski jujur saja, temanya tidak bisa yang terlalu berat, menengah ke bawah saja. Urusan yang njelimet seperti saham dan penanaman modal tidak termasuk ke dalam minatku.

Judul: Pintar Kelola Keuangan
Penulis: Evita P. Purnamasari
Penerbit: KOBIS
Tahun terbit: 2015

Tuesday, September 25, 2018

Taman Selecta Batu

Beberapa waktu yang lalu, aku berkesempatan jalan-jalan ke Selecta bersama suami. Selecta adalah adalah salah satu taman wisata yang ada di Kota Batu, Jawa Timur. Karena areanya berada di ketinggian, udara di sana sangat sejuk. Aku sendiri cukup kedinginan dengan cuaca khas pegunungan ini, meskipun saat itu waktunya sudah hampir tengah hari.

Pemandangan di Selecta sangat indah. Kemana saja memandang, tampak hamparan bunga dan barisan tanaman yang tertata rapi berpadu apik dengan beberapa wahana permainan serta hiasan artifisial. Mengesankan! Sangat cocok sebagai tempat untuk berfoto-foto.

[Review] The Destinasean: Menjelajah Kisah di 10 Negara

The Destinaseans adalah buku antologi bergenre travelling. Ditulis oleh 10 orang traveller yang berjalan-jalan di sepuluh negara Asean. Setiap orang menuliskan dua pengalamannya. Semua ceritanya kusuka, terutama cerita oleh Puti Karina. Bahasanya unik dan isinya hangat. Setelah membaca dua tulisan ini, aku jadi kepo dan stalking IG dan blog penulis ini. Masih aktif menulis ternyata, keren.

Salah satu kutipan dari tulisan Puti Karina yang berjudul “Ketika di Ayutthaya”:
“Karena Tuhan yang aku percaya menciptakan segalanya; maka Dia tahu jalan terbaik untuk memusnahkannya.”(hal 129)

Tulisan lainnya yang kusuka dari buku ini adalah tulisan yang berjudul “Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sum-pah Gue Pusing”. Yup, Indonesia juga termasuk di dalam sepuluh negara yang menjadi destinasi dalam buku ini. Tulisan yang ditulis oleh Adis Takdos ini bercerita tentang pengalamannya keliling dua provinsi Sumatra. Selain isi tulisannya yang berkesan, bahasa yang ia gunakan juga mengesankan. Kocak tapi berisi.

Sunday, September 23, 2018

Tujuh Pesan Moral pada Drama Korea “Voice”

Aku baru saja selesai menonton sebuah drama Korea bergenre thriller-misteri. Cerita kasus-kasus pembunuhan di drama ini sebenarnya menakutkan bagiku. Namun, adegan penyelidikan dan cara penyelesaiannya membuatku tertarik. Dunia detektif dan kepolisian menjadi lingkaran utama drama ini. Drama genre ini juga pernah kutonton pada drama Three Hours dan Hello, Monster! Keduanya menjadi drama favoritku di samping drama romance.

Drama berjudul Voice ini bercerita tentang seorang polisi wanita bernama Kang Gwon Joo yang mampu mendengar bunyi sekecil apa pun. Keahliannya ini membawanya ke dalam kasus penyelidikan pembunuhan ayahnya. Di sisi lain, detektif Moo Jin Hyuk terpuruk selama 3 tahun setelah kematian istrinya yang dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin. Ternyata pembunuh keduanya adalah orang yang sama. Oleh karena itulah, Kang Gwon Joo dan Moo Jin Hyuk bersatu untuk memburu pembunuh psikopat ini.

Source 

Saturday, September 22, 2018

Salah Kaprah tentang Car Free Day

Hari ini, 22 September 2018 diperingati sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia. Hari bebas kendaraan bermotor lebih dikenal dengan sebutan Car Free Day (CFD). Peringatan ini diadakan dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara di dunia.

www.vancouversbestplaces.com

Beberapa kota di dunia, seperti Bogota dan Paris memperingati hari tersebut. Selain di dua kota tersebut, beberapa kota di Indonesia juga mengadakan CFD secara mingguan, biasanya hari Minggu pagi. Namun, sudahkah CFD diadakan sesuai tujuan awalnya?

[Review] The Secret of Room 403

Satu lagi novel seorang Riawani Elyta kubaca. Aku memang fans dengan penulis satu ini. Karya-karyanya bagus dan memotivasiku untuk terus menjadi penulis. Novel yang kali ini kubaca berjudul The Secret of Room 403. Dari judulnya sudah ketahuan kalau genre novel ini bertema misteri. Novel ini diperankan oleh seorang tokoh utama yang berprofesi sebagai penulis. Keren banget, hal ini semakin menarik minatku.

Judul: The Secret of Room 403
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Tahun terbit: 2016
Adalah Aliff yang diberi tugas menulis sebuah novel biografis seorang tokoh negara. Awalnya ia tidak menemukan masalah karena sumbernya cukup dan ia hanya perlu ‘mengungsi’ berkedok liburan ke Batam untuk merampungkan bukunya itu. Namun, beberapa kejanggalan pada saat proses penulisan terjadi. Terlebih ketika bundel yang berisi tulisan tangan sang tokoh tertinggal di rumah Revi, gadis yang menarik hati Aliff.

[Review] Dilan: Penyesalan Seorang Pembaca

Sebenarnya aku sudah lama selesai membaca novel Dilan 1, 2, dan 3. Marathon, karena sangat penasaran dengan isi ceritanya. Namun, menuliskan reviewnya ternyata tak semudah menamatkan novelnya. Mengapa? Karena aku hang over parah dengan ending cerita antara Dilan dan Milea. Setiap kali membaca atau menonton sebuah cerita, aku memang punya sifat yang terlalu berempati dengan tokoh-tokoh di dalamnya.


Wednesday, September 19, 2018

Ruang Terbuka Hijau Batumandi

Aku dan suami sama-sama suka traveling. Karena kami juga sama-sama pekerja yang masih terikat dengan instansi, jadi waktu traveling kami biasanya weekend atau malam hari. Destinasinya pun tidak jauh-jauh, hanya di sekitar kota. Paling banter ke kabupaten sebelah. 

Beberapa waktu yang lalu, aku dan suami jalan-jalan ke Kabupaten Balangan sambil mencari makan malam. Hah? Iya, kadang kami seabsurd itu. Mencari makan malam bisa sampai ke kabupaten sebelah. Selain karena ingin jalan-jalan, juga ingin mampir ke rumah seorang teman suami.

RTH Batumandi

Tuesday, September 18, 2018

Apakah Aku Mengidap OCD?

Setiap kali melihat tempat atau ruangan yang berantakan, aku selalu merasa tidak senang. Pikiranku seakan ikut kacau. Hal ini sudah kualami sejak sekolah dulu. Tak heran kamar dan meja kerjaku rapi.

Apakah aku mengidap OCD?

Bukan hanya itu, mendengar bunyi yang tidak normal saja kadang bisa membuatku tidak tenang. Misalnya bunyi tetes air dari keran air yang bocor, bunyi mesin rusak di motor, atau bip-bip KWH listrik yang mau kehabisan pulsa. Namun, jika suara normal seperti detak jarum jam atau air mengalir normal tidak masalah di telingaku.

Monday, September 17, 2018

[Review] Mimpi Punya Bisnis Sukses di Usia Muda


Siapa sih yang tidak ingin menjadi pebisnis sukses di usia muda? Hampir semua orang pasti ingin. Nah, Stella Olivia tahu betul apa yang banyak diimpikan anak muda zaman sekarang. Sukses berbisnis. Ya, itulah yang menjadi tema buku ini.

Buku ini unik karena tersusun dari bab yang diubah menjadi bantal. Pada bantal pertama yang berjudul passion, aku paling suka dengan quotesnya.

“Orang yang diletakkan di bidang yang salah cenderung kelihatan bodoh, atau lambat, atau bahkan kepayahan menjalani hari-harinya.” (hal 3)

Bantal kedua membahas tentang tujuan hidup. Ini oke banget sih sebagai bahan perenungan, karena nggak mungkin kita bisa menentukan mimpi kalau tujuan hidup kita saja tidak tahu. Bantal ketiga mengulik tentang produktivitas. Di bagian ini, Stella Olivia memperkenalkan 4 tingkatan prioritas dalam kegiatan sehari-hari.



Judul: Mimpi Punya Bisnis Sukses di Usia Muda
Penulis: Stella Olivia
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2017


Bantal keempat menekankan bahwa pentingnya komunitas alias konco-konco sepenanggungan. Tidak ada profesi yang tidak membutuhkan orang lain. Komunitas dibutuhkan agar kita semakin  kuat. Mendesain mimpi dibahas pada bantal kelima. Mendesain mimpi ini maksudnya mulai merencanakan mimpi hingga proses mengusahakan mimpi itu sendiri.

Bantal keenam berisi cadangan energi yang jika kita gagal dalam meraih mimpi bisa digunakan. Cadangan energi ini berguna agar kita nggak langsung jatuh ketika gagal, tapi tetap bertahan dan setia pada mimpi itu. Di akhir buku ada dua narasumber yang berbagi cerita bisnis inspiratif mereka.

Pada setiap pembahasan, Stella selalu menceritakan prosesnya sebagai penulis buku. Sangat menginspirasi sih, karena kebetulan aku juga punya mimpi yang sama dengannya. Bedanya, aku terus bermimpi sedangkan ia sudah mewujudkan mimpi-mimpinya. Buku ini adalah buku kesembilannya. Wow!

Sampulnya berwarna orange, cukup ngejreng, dan menarik perhatian. Ilustrasi di sampul dan di seluruh buku juga sangat menarik. Membuat aku tidak bosan membaca hingga halaman ke 170, halaman terakhir. Gaya bahasanya baku tapi tetap mudah dipahami.

“Orang yang sukses adalah orang yang berhasil menggapai mimpi-mimpinya.”

Ini salah satu buku motivasi terbaik yang pernah aku baca. Bentuk penyampaiannya ringan, tapi isinya cukup berat. Mampu mempengaruhiku sebagai pembaca. Yuk, baca buku ini juga! []

Sunday, September 16, 2018

Koleksi Boneka

Seperti kebanyakan anak perempuan lainnya, aku juga suka mengoleksi boneka. Jumlah boneka yang kumiliki tidak terlalu banyak, tapi setiap dari mereka memiliki cerita sendiri yang berkesan. Berikut beberapa anggota dari koleksi bonekaku.

Ma favorite!

1. Badut Biru
Boneka pertama yang kumiliki berbentuk badut dengan topi di kepalanya. Bukan wajahnya yang seperti badut, aku hanya tidak tahu harus menamainya apa karena boneka tersebut tidak mirip dengan binatang atau tokoh kartun apapun. Ukurannya sebesar orang dewasa, warna dominan biru dan putih. Boneka itu dibeli orangtuaku saat aku masih balita. Ketika aku SMA, bonekanya dimusnahkan karena sudah tidak layak peluk lagi.

Friday, September 14, 2018

[Review] Spy Hunter

Kurt Reid dituduh bersalah atas sebuah pembunuhan. Akhirnya, dia kabur ke Cina. Kini, Reid harus memasuki dunia spionase yang penuh intrik, di mana segalanya dan siapa saja tidak bisa dtebak. Di tempat pelarian, Reid bertemu Varinka Savischna, seorang gadis cantik asal Rusia. Varinka membantunya melarikan diri dari kejaran pihak berwajib. Namun, ternyata Varinka adalah seorang mata-mata. Apa yang selanjutnya terjadi? Mampukah Reid menyelamatkan dirinya?

Judul: Spy Hunter
Penulis: L. Ron Hubbard
Penerjemah: Lulu Rahman
Penerbit: Ufuk Publishing House
Tahun terbit: 2012

[Review] Klik & Klop

Hubungan persahabatan memang sangat sensitif. Terlebih lagi jika urusan cinta sudah memasuki hubungan itu. Dilema kerap menghampiri insan yang mengalaminya. Antara memilih persahabatan ataukah mempertahankan cinta dan perasaan. Meskipun itu dapat dilakukan secara bersamaan, idealnya mereka tidak mau mencampuradukkan keduanya.

Mita gadis periang, usia 6 tahun pindah bersama kedua orangtuanya. Di tempat tinggal barunya, ia mendapatkan seorang sahabat bernama Bayu. Mereka tumbuh dan menjadi dewasa bersama. Hubungan mereka terlalu dekat sehingga membuat orang lain menganggap mereka ada hubungan spesial.

Bagaimanakah kelanjutan cerita persahabatan mereka? Apakah mereka akan terlibat dengan urusan cinta?
**

Anak Panah Called “Status Shaming”

Pada postingan sebelumnya, aku menulis tentang body shaming. Kali ini aku akan menulis tentang status shaming. Entah, sebelumnya sudah ada yang pernah menggunakan istilah ini atau belum. Karena aku kepikiran begitu saja untuk menamai jenis shaming ini.

Status Shaming

Wednesday, September 12, 2018

Body Shaming isn’t Cool

Aku baru saja nonton videonya Paul dan Gita yang membahas tentang “Body Shaming”. Mendengar penuturan keduanya membuatku geleng-geleng kepala. Kok tega banget ya orang yangatain kekurangan fisik orang lain secara berulang-ulang. Padahal efek bagi orang yang terkena body shaming enggak bisa dikatakan sepele. Dari yang berkurangnya rasa percaya diri, tidak nyaman menjadi diri sendiri, atau bahkan menarik diri dari pergaulan.

Body shaming isn't cool

Tuesday, September 11, 2018

[Review] Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu

Salah satu jenis buku yang memenuhi rak bukuku adalah buku nonfiksi bertema beasiswa. Aku memang bercita-cita ingin mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri, meski belum mengusahakannya sama sekali karena sesuatu dan lain hal. Hiks.

Cukup curhatnya, sekarang aku ingin mereview sebuah buku kece dari penulis yang juga kece. Judulnya Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu. Bikin penasaran ya judulnya. Dari judulnya, bisa ditebak bahwa penulis adalah seorang anak yang berbakti. 

Judul : Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu
Penulis : Irfan Amalee
Penerbit : Mizania
Tahun terbit : 2013

Monday, September 10, 2018

Aku, Perpustakaan, dan Bulan Gemar Membaca #FBBKolaborasi

Halo semuanya, ketemu lagi dengan postingan FBB Kolaborasi di blogku. Bulan September ini, FBB Kolaborasi punya tema yang aku suka banget yaitu Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Bagi bookaddict sepertiku, tema sejenis ini adalah hal yang menyenangkan untuk ditulis.

Bukan tanpa alasan tema ini diambil untuk FBB Kolaborasi bulan September. Fyi, aku sendiri pun baru tahu kalau bulan September itu adalah bulan Gemar Membaca. Sedangkan Hari Kunjung Perpustakaan jatuh pada setiap tanggal 14 September. Kedua momen literasi ini berlaku nasional sejak dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1995.

Sunday, September 9, 2018

[Puisi] Seamplop Rindu

Berapa langkah sudah engkau berlari
Sejarak itulah kita berpisah
Bukan karena inginmu
Atau kehendakku

Bukan luka yang kau tinggalkan
Tapi mengapa sakit rasanya?
Pelangi seolah monokrom
Spektrum cahaya tak mampu membias warna
Aku sepi

Saturday, September 8, 2018

Itinerary 4 Hari 3 Malam Surabaya-Malang (II)

Hari ke-3, Senin 16 April 2018
Hari itu setelah bangun kami langsung siap-siap masak dengan bahan yang sudah dibeli malam sebelumnya. Hal ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kemarin yang sarapannya telat, tidak cocok untuk perut kami yang terbiasa sarapan cepat. Selesai siap-siap dan sarapan, kami langsung berangkat sekaligus checkout dari penginapan.

Destinasi kami pertama hari itu adalah perkebunan apel. Maklum, di Kalimantan kan nggak ada kebun apel. Tak heran kalau lokasi perkebunan dan aktivitas memetik buah apel di Kota Batu sering dikunjungi wisatawan seperti kami hari itu. Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu antusias. Aku lebih suka langsung beli apel dan memakannya. Ya ya, sebut aku pemalas. 

Friday, September 7, 2018

Itinerary 4 Hari 3 Malam Surabaya-Malang (I)

Pada awal tahun lalu, aku dan suami mengadakan perjalanan dalam rangka liburan. Nggak berdua saja sih, tapi ikut rombongan dengan teman-teman suami. Destinasi kami kali ini adalah Kota Surabaya dan Malang. 

Mengapa tulisan ini kuberi judul itinerary? Karena tulisan ini merupakan rangkuman perjalanan kami selama 4 hari 3 malam. Untuk detail pertempat wisata nanti akan kubuat post-nya sendiri-sendiri.

Hari Pertama, Sabtu 14 April 2018
Kami berangkat ke bandara dari rumah sejak jam 3 subuh. Sampai di bandara sekitar jam 7 pagi. Salat dan sarapan di perjalanan. Penerbangan kami sekitar jam 9 pagi jadi lumayan lama nunggu di bandara. 

Wednesday, September 5, 2018

Writerpedia

Buku ini berisi kumpulan kisah penulis dari nol sampai berdigit. Boleh dikatakan buku ini merupakan curhat para penulis pemula. Kebanyakan dari mereka memulai karir menulis dari ikut event-event kepenulisan antologi di Facebook. Ya, aku pun pernah melewati fase itu dan berhasil menelurkan 8 buah buku antologi.


Judul : Writerpedia
Penulis : Jamaah Zukzez
Penerbit : Zukzez Express
Tahun terbit : 2016

Ada 11 penulis yang masing-masing menulis satu tulisan tentang cerita kepenulisan mereka. Ada beberapa penulis yang pernah kudengar namanya di dunia nyata karena domisili mereka yang berdekatan dengan kota asalku atau karena pernah bertemu satu dua kali di beberapa acara. 

Artikel favoritku di antologi adalah tulisan dari Syifa An-Nabila yang berjudul Jejak-jejak Penaku. Aku suka kata-katanya yang bersayap, diksinya bagus. Kalau dari segi cerita setiap tulisan memiliki jalan berlikunya masing-masing. Selalu ada pengorbanan dan perjuangan.

Quote yang paling kusuka di buku ini:

“Aku menulis bukan karena memahami dunia, melainkan karena aku tidak memahaminya - Gerald Murnane (Hal 111)."

Buku berjumlah 158 halaman ini cukup menarik untuk dibaca. Membuka mataku bahwa jalan kepenulisan itu tidak mudah bagi yang memperjuangkannya. Apalagi bagi yang tidak pernah melakukan apa-apa sepertiku.

Buku ini memberikan banyak inspirasi kepada calon penulis muda untuk tidak menyerah terhadap mimpi mereka. Namun, isi cerita yang bagus tidak didukung dengan penyajian tulisan yang rapi. Juga masih ada beberapa typo yang terdapat di buku ini.

Secara umum, buku ini sangat recomended. Sangat cocok dibaca oleh para calon penulis. Two thumbs up untuk Writerpedia.[]

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Rezeki Nomplok dari Kontes Blog

Satu lagi buku tentang blogging yang baru selesai kubaca, judulnya Rezeki Nomplok dari Kontes Blog. Buku ini berisi tip dan trik cerdas menang kontes blog. Tips yang ditulis dalam buku ini sudah dipraktikkan oleh penulisnya, jadi jangan diragukan lagi keampuhannya. Penulisnya sendiri memang sudah banyak memenangi perlombaan blog. Hadiah yang pernah diterima penulis sendiri tidak tanggung-tanggung, hadiah yang paling wow adalah sebuah rumah.

Judul : Rezeki Nomplok dari Kontes Blog
Penulis : Harris Maulana
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2012

Buku mini berjumlah 98 halaman ini sangat bagus dibaca oleh blogger yang memang berminat mengikuti lomba blog. Buku ini dimulai dari pembahasan alasan seseorang nge-blog. Hal ini seperti mempertanyakan ulang niat para bloger saat memulai nge-blog.

Bagian kedua dari buku ini memuat hal-hal teknis tentang memilih dan membuat sebuah blog. Aku membaca secara scanning saja di bagian ini, karena sebagian besar sudah kupraktikkan semuanya.

Tips selanjutnya yang dibagikan penulis adalah mencari kontes blog yang berkualitas di beberapa media rekomendasi. Selanjutnya mencari data dengan cara eksplorasi dan mulai menulis.

SEO dan linking adalah hal selanjutnya yang dibahas dalam buku ini. Nah di bagian ini aku harus sedikit pelan-pelan membaca, karena aku masih terbata-bata dalam praktiknya.

Personal branding adalah hal terakhir yang dibahas penulis di buku ini. Bagaimana seorang bloger harus membuat branding yang baik dan itu berpengaruh terhadap hasil lomba dijelaskan dengan lengkap di bab ini.

Blurb

Buku ini juga dilengkapi dengan lampiran contoh tulisan penulis yang memenangkan lomba. Aku paling suka tulisan yang berjudul “Dari A sampai Z : Seandainya Harry Potter Pakai Simpati.” Kocak dan menarik.

Dari beberapa tulisan yang dilampirkan, aku dapat menyimpulkan bahwa tulisan Harris Maulana memang unik dan berbobot. Tidak heran jika dapat memenangkan kontes blog.

Jadi, kamu bloger yang ingin memenangkan kontes blog juga? Wajib baca buku ini kalau begitu.[]

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Tuesday, September 4, 2018

Review Agustus 2018

Halo, ketemu lagi dengan review bulananku. Kali ini aku akan bercerita tentang apa yang terjadi di bulan Agustus, bulan kemerdekaan RI. Btw, saat 17 Agustus aku di rumah saja, menikmati hari libur dan menonton upacara pembukaan dan penutupan dari televisi.

Keluarga
Bulan Agustus tahun ini bisa dibilang bulan keluarga bagiku karena keluargaku lumayan lebih sering ngumpul. Pertama, karena ada moment Hari Raya Idul Adha. Kedua, karena ada acara resepsi pernikahan sepupuku. Bahkan, adikku yang merantau jauh di sana pulang. Horeee.

Keluarga besar

Pekerjaan
Pekerjaanku di bulan Agustus lumayan santai. Banyak, tapi masih bisa kukendalikan. Hanya saja, di kantor seorang seniorku memutuskan resign. Sedih. Aku kapan bisa resign, yak? Hehe.

Kesehatan
Tidak ada masalah kesehatan yang berarti di tubuhku pada bulan Agustus. Alhamdulillah.

Travelling
Aku tidak ada jalan-jalan selama bulan Agustus. Pertama, sedang menabung. Kedua, travelmateku sedang sibuk. Ketiga, aku masih bisa kelayapan sambil kerja di lapangan. Hehe.

Buku
Di awal bulan Agustus ada bazar buku di Barabai. Senang dong! Aku kalap membeli 8 buku bacaan dan 1 buku mewarna. Baru dua diantaranya yang selesai kubaca, yaitu buku tentang keuangan dan blogging.

Writing
Bloggingku kurang produktif selama bulan Agustus. Hal ini dikarenakan, aku lebih fokus untuk nulis cerita di Wattpad. Oya, satu naskahku lolos dalam buku antologi anak-anak. Alhamdulillah, ternyata aku juga bisa nulis cerita anak. Hehe. Bulan depan, aku mau ikut program One Day One Post biar blogku banyak isinya lagi. Semoga konsisten.


Nah, itu dulu ceritaku tentang kegiatanku selama bulan Agustus. Aku senang dapat menjalani hari-hari dengan positif. Semoga bulan depan hidupku dapat lebih bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku. Aamiin.

Monday, September 3, 2018

Bazar Sejuta Buku Barabai 2018

Alhamdulillah, akhirnya di Barabai ada event literasi juga, semacam bazar buku kayak book fair di Banjarbaru. Tentu aku senang sekali. Dibuka sejak tanggal 2 Agustus 2018 hingga 11 Agustus 2018. Pertama kali, aku datang di hari ke 3, karena hari itu Sabtu. Aku sengaja mencari hari libur, bukan dari balik kantor. Biar lebih fokus berburunya.

Bazar Sejuta Buku 2018

Acara bazar buku ini diadakan di Gedung Olah Raga (GOR) 24 Desember. Indoor, tidak outdoor seperti bazar buku pada umumnya ya. Mungkin penyelenggara mengantisipasi cuaca yang tidak bersahabat, seperti hujan yang memang tak dapat diprediksi kapan datangnya. Pertama kali suasana yang kutangkap saat datang ke lokasi adalah keriuhan anak-anak SD berseragam sekolah sedang berburu buku. Whuaah, impianku hunting dengan khusyu’ jadi terhalang deh. 

 

Untungnya keberadaan mereka tidak terlalu lama, karena para guru pendamping mereka memanggil anak-anak tersebut untuk berfoto bersama lalu meninggalkan gedung. Di sisi lain, aku juga merasa senang dengan kehadiran anak-anak tersebut. Karena setidaknya mereka masih berminat melihat-lihat buku. Itu salah satu kebahagiaan yang hakiki bagiku yang gemar membaca buku.

Suasana jadi lebih tenang setelah anak-anak tersebut meninggalkan area bazar buku. Aku lalu meneruskan perburuanku ditemani beberapa lagu pilihan yang diputar. Berasa di Gramedia. Seperti biasa aku adalah pengunjung yang detail, aku melihat satu-persatu tumpukan buku. Kumpulan buku yang ku-scanning cepat adalah kumpulan buku anak-anak dan kumpulan buku soal-soal. Selainnya, terutama non-fiksi kulihat satu-persatu dengan detail. Karena pada saat inilah biasanya aku menemukan ‘emas’.


Bagaimana dengan harga? Dari label harga yang di tempel di buku, aku tidak bisa menyebut harga buku di bazar kali ini murah. Sedang saja. Mungkin 50% dari harga aslinya. Tidak sampai yang jatuh banget gitu. Koleksi bukunya sendiri adalah buku-buku terbitan lama, khas koleksi bazar buku. Lima tahun ke atas lah. Terbitan baru, jangan tanya pasti gak ada. Buku import, apalagi. Nihil. Hehe.

 

Tapi yang begini saja aku sudah cukup senang. Sangat senang. Setelah ngubek-ngubek tempat itu selama 2 jam akhirnya aku menggendong 7 buku setelah sebelumnya 3 buku terseleksi kembali ke meja jualan. Haha. Daaan ketika sampai di kasir ada tulisan kalau masih ada satu truk buku lagi yang menuju Barabai. Yuhuu, aku harus ke sini lagi dong. Janji gak bakal kalap lagi. Sayang dompet. Cuma mau lihat-lihat aja dan nambah koleksi dokumentasi buat share di medsos. Haha.

 

Rabu malam, tanggal 8 Agustus aku kembali lagi. Niat pertama mau hunting buku lagi. Kedua, mau minta formulir pendaftaran buat adik sepupu yang mau ikut lomba menggambar. Karena di brosur bazar buku memang tertera ada lomba mewarnai dan menggambar untuk anak TK dan SD. Ternyata kata mas-mas yang jaga kasir, lomba menggambarnya dibatalkan. Aku tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan masnya apa alasan dibatalkannya lomba, dan tidak berniat mencari tahu.

Suasana Bazar Buku

Nah, saat ngubek-ngubek, aku tidak melihat terlalu banyak perbedaan jumlah buku yang di-display. Tapi kayaknya nih ya, banyak yang sudah dibeli karena banyak pengunjung yang ke sana duluan. Bagus dong ya, berarti antusias masyarakat Barabai untuk beli buku cukup besar. Yang bikin bahagia, aku ketemu buku mewarna untuk dewasa. Waaaah. Sudah lama kucari dan mahal-mahal. Ketemu di sini seharga isi dompetku, itu sesuatu. Selain itu aku beli satu buku yang lain. Jadi di kunjungan yang kedua ini aku dapet dua buku lagi. Suami cuma bisa geleng-geleng kepala.

Hasil buruanku

Semoga tahun depan bazar buku diadakan lagi di Barabai. Biar aku senang, biar masyarakat Barabai jadi lebih akrab dengan buku. Aamiin.[]
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates