Monday, September 16, 2019

Review Birama Rona Budaya


Birama Rona Budaya adalah kumpulan cerpen karya alumni Ramadhan Writing Challenge (RWC) 2018. RWC merupakan program tantangan menulis setiap hari selama bulan Ramadan yang diadakan oleh Komunitas One Day One Post (ODOP). Aku sendiri ikut RWC tahun 2019, tetapi aku tidak ikut antologinya. Saat itu aku sedang banyak deadline menulis lainnya.

Judul: Birama Rona Budaya

Penulis: ODOP Community
Penerbit: Embrio
Tahun terbit: 2018
Nomor ISBN: 978-602-53061-6-7

Benang merah kumpulan cerpen di buku ini adalah budaya Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia memang harus diabadikan, salah satunya lewat cerita pendek. Salah satu ceritanya berjudul Birama Nada Bambu yang ditulis oleh Ajie A. Mahendra. Bercerita tentang seorang anak yang terkagum-kagum dengan sebuah ruang musik yang semua isinya terbuat dari bambu.

Thursday, August 22, 2019

Review Novel Kambing dan Hujan

Kali ini aku akan mereview satu buah buku yang baru saja selesai kubaca. Sebenarnya dari judul dan covernya, aku merasa tidak ada yang istimewa dari buku ini. Bergambar sebuah botol berwarna putih dan ada gambar kambing di dalamnya, tidak membuatku tertarik. Aku hanya sedang kehabisan bacaan saja saat itu.


Judul: Kambing dan Hujan
Penulis: Mahfud Ikhwan
Penerbit: Bentang
Tahun terbit: 2015

 Namun ternyata prolog yang kubaca sekilas mampu mencuri hatiku. Di dalam prolognya diceritakan tentang sebuah percobaan pelarian diri seorang perempuan yang mencoba mengajak kekasihnya. Belum terlalu jelas rintangannya seperti apa, tapi jelas pelik sekali sehingga si perempuan memutuskan untuk kabur.

Monday, August 19, 2019

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Barabai

Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku membuat paspor. Di suatu hari Kamis, aku datang ke Kantor Imigrasi Barabai. Lokasi kantornya tepat di seberang Gerbang Pasar Keramat II Barabai. Waktu aku masuk, ada serombongan orang yang duduk di kursi tunggu. 

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Barabai

Setelah melihat-lihat di sekitar tempat duduk tersebut, tidak terlihat nomor antrian aku pun bertanya kepada salah satu orang yang sudah menunggu. Ternyata mereka tidak pakai nomor antrian, nanti dipanggil katanya. Petugasnya belum datang katanya. 

Aku manut dan duduk tanpa berinteraksi dengan sesama penunggu tersebut, as usual. Sedangkan mereka saling ngobrol gitu di belakangku. Lalu satu persatu mereka dipanggil ke salah satu meja yang dekat dengan kursiku. Aku melihat tulisannya Counter 1: Wawancara dan Foto

Thursday, August 15, 2019

Esensi Hidup


Apa yang aku pikirkan tentang hidup?

Pertama kali yang terlintas di benakku adalah hidup itu singkat. Sangat singkat. Di umurku yang sudah mendekati 30 tahun ini, aku merasa belum melakukan dan mengalami banyak hal.


Hidupku sepertinya terlalu banyak dilenakan oleh kesenangan-kesenangan sebentar yang memalingkan wajahku dari tujuan yang sebenarnya ingin aku capai. Ketika aku sadar, eh sudah 27 tahun saja. Terdengar insecure memang, tapi ini caraku untuk membersihkan remah-remah perasaan puas diri yang terkadang berserakan di dasar hati.

Sunday, July 28, 2019

Laptop dalam Cerita

Di zaman teknologi, alat bernama laptop sangat diperlukan oleh beberapa orang. Apalagi jika orang yang berprofesi sebagai bloger sepertiku.


Aku sendiri beli laptop pertama kali saat kuliah. Waktu itu beli karena memang butuh. Awal-awal kuliah kan memang mahasiswa sangat membutuhkan laptop. Secara impulsif aku membeli laptop berlayar 14" dengan merk Toshiba.

Senang sekali dulu rasanya. Namanya laptop pertama. Namun, mungkin karena penggunaanku yang kurang ramah sehingga ia rusak sekitar 3 tahun kemudian.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates