Saturday, March 28, 2020

7 Hal Membahagiakan Saat Hamil


Kali ini aku akan bercerita tentang 7 hal yang membuat aku dan suami sangat bahagia saat kehamilan pertamaku. Flashback sedikit, pertanda awal aku hamil itu adalah saat aku mendapatkan flek seperti haid dua hari sebelum seharusnya haid datang.

Awalnya sama sekali gak curiga tapi pas besoknya kok fleknya hilang. Aku heran. Ini gak pernah. Biasanya aku kalo haid kan seminggu gitu baru selesai. Haid datang sebelum waktunya saja (meskipun hanya lebih cepat 2 hari) sudah aneh bagiku, apalagi lama haidnya yang tidak normal.

Meski sudah curiga, tapi aku masih belum yakin. Cek test pack pun garis merahnya masih samar. Karena dari yang kubaca hormon HCG-nya kan memang belum tinggi pada usia kehamilan 4 minggu. Nah, aku harus memastikan dengan menunggu seminggu lagi dari jadwal haid dengan hati dag dig dug takut tiba-tiba haid datang.

Hal-hal lain kemudian datang berturut-turut membawa perasaan cemas dan bahagia sekaligus. Namun karena ini adalah pengalaman pertamaku maka rasa yang paling dominan adalah bahagia. Berikut adalah 7 hal yang membuatku bahagia saat hamil.

  1. Saat melihat dua garis merah di test pack

Ketika akhirnya haid memang tidak datang-datang, aku pun coba test pack lagi. Warna dua garis merahnya kali ini sangat jelas. Rasanya bahagia sekali. Aku dan suami sepakat mendatangi bidan, di sana kami mendapatkan buku pink (yang sudah hamil tentu tahu ini buku apa). Setelahnya aku juga langsung mendatangi dokter kandungan. Aku tahu jika aku hamil risikonya mungkin akan lebih besar daripada orang kebanyakan makanya sesegera mungkin aku melakukan usg.


  1. Kemampuan penciuman meningkat

Aku senang saja bisa membaui aroma di dekatku dengan lebih jelas. Hidungku jauh terasa lebih sensitif daripada biasanya. Aku pun merasa beginilah menjadi tokoh utama di novel Aroma Karsa. Semuanya bisa kucium dengan lebih jelas, apalagi aroma makanan. Bahkan bau salah satu jenis buah saja aku langsung ngeh padahal biasa tidak. Apakah ini mengganggu bagiku? Tidak sama sekali.

  1. Nafsu makan meningkat

Ini tentu menggembirakan bagi orang-orang di sekitarku karena biasanya aku makan hanya sesuai kebutuhan, saat hamil aku bisa makan sesuai keinginan. Sering loh aku tiba-toba pengen ini, bela-belain deh beli. Mungkin ini yang namanya ngidam, meski sejauh ini enggak pernah yang pengen makanan yang susah dicari.

  1. Berat badan meningkat

Ini bagiku menyenangkan karena setelah entah usiaku ke berapa, berat badanku stagnan di angka 40 kg. Ketika akhirnya naik menjadi 42 kg, ini tentu menyenangkan. Dan bahkan stabil hingga sekarang.

  1. Merasa lebih disayang

Sama seperti semua wanita yang sedang hamil, aku pun mendapat kasih sayang dan perhatian lebih banyak dari orang terdekat. Sebelum hamil saja aku sudah merasa berlimpah kasih sayang, apalagi setelah berbadan dua. Ada satu makhluk kecil lagi di tubuhku yang bisa membuat mereka khawatir.

  1. Mulai membayangkan kehidupan saat ada si kecil

Membayangkan akan kehadiran si kecil dalam waktu dekat itu menyenangkan sekali. Terutama bersama suami, aku sering merencanakan apapun tentang kehidupan kami setelah kehadirannya.

  1. Bertambahnya rasa syukur

Bagaimanapun, semuanya tiada tanpa campur tangan-Nya. Rasanya selalu ingin berbagi untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap janin yang sedang kukandung. Perasaan syukur inilah yang membuatku tambah bahagia.


Tak dipungkiri semua orang memiliki kisah kehamilannya masing-masing, tapi mungkin ada satu rasa yang membuat semua kehamilan sama yaitu rasa bahagia. Apalagi saat hamil muda aku tidak memiliki keluhan berarti mengenai tubuh misal mabuk berat atau gimana, oleh karena itu kebahagiaannya semakin terasa. Semoga aku bisa hamil lagi agar bisa merasakan kebahagiaan-kebahagiaan di atas kembali. Amin.[]

Tuesday, March 10, 2020

Parijs van Borneo


Semangat #SaveMeratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sedang dalam masa tertingginya pada tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh dikeluarkannya Surat Keputusan oleh Menteri ESDM bernomor SK 441.K/30/DJB/2017 tentang Operasi Produksi untuk PT MCM di Kabupaten HST. Padahal sebelumnya tidak ada satu perusahaan tambang pun yang diperbolehkan masuk ke kabupaten HST karena alasan keselamatan lingkungan.


Sudah terbukti di kabupaten tetangga, yang memiliki perusahaan tambang, kotanya banjir karena daerah resapan airnya semakin berkurang. Paling miris adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang berada di titik terendah di sekitar Pegunungan Meratus, ikut-ikutan terkena dampak banjir meski tidak memiliki kawasan tambang. Efek tambang di kabupaten tetangga, Tabalong dan Balangan.

Warga HST bersatu padu untuk menolak keputusan tersebut. Salah satunya dengan mengadakan acara Parijs van Borneo yang diinisiasi oleh Pemda HST pada 29-31 Agustus 2019. Berikut cerita-ceritaku selama mengikuti beberapa rangkaian acara Parijs van Borneo.

Monday, March 2, 2020

Rindang's Kaleidoscope 2019 II

Ini merupakan cerita lanjutan dari my kaleidoscope 2019 yang pertama. Silakan dibaca jika ingin mengetahui detail ceritanya.


Mama Operasi
Pada tahun 2019 ini ada kejadian yang cukup menyedihkan. Mama mertua sakit. Setelah ditelusuri dokter mendiagnosa penyakit beliau adalah batu ginjal sehingga harus diangkat lewat jalur operasi. Setelah melewati rawat inap dan rawat jalan yang cukup rumit. Sampai beberapa kali harus ke Banjarmasin juga, akhirnya beliau dioperasi.

Batu ginjal yang ada di ginjal beliau dikeluarkan.  Ukurannya luar biasa besar. Tidak heran jika beliau sering mengeluh sakit pinggang. Tapi alhamdulillah sekarang setelah melewati proses rawat jalan pasca operasi beliau sudah kembali pulih. Terima kasih ya Allah.

Wednesday, February 5, 2020

Mindfullness pada 3 Hal Kecil Berikut Ini Dapat Mengubah Hidupmu

Assalamualaikum.

Sebelumnya, aku pernah bercerita bahwa aku ingin menulis buku yang berjudul Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani? (KSAYIKJ). Inti dari buku tersebut adalah renungan-renungan tentang betapa seharusnya kehidupan seseorang itu harus dijalani sesuai dengan apa yang dia inginkan.


Kondisi ideal tersebut tentu tidak bisa didapatkan dengan mudah, pasti ada batasan-batasan yang membuat kehidupan tidak selalu sesuai dengan apa yang ingin kita jalani. Untuk meminimalisir efek negatif dalam menjalani kehidupan yang tidak paripurna ini sebaiknya seseorang menerapkan mindfullness. 

Saturday, January 25, 2020

Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani?

Setelah sukses menerbitkan buku solo pertamaku akhir tahun 2019 lalu. Aku berencana ingin menulis buku lagi. Bagiku efek berhasil menerbitkan buku itu seperti candu, asyik dan ingin terus melakukannya lagi.

Sama seperti Escape, Please!, buku pertamaku, calon bukuku yang baru ini juga bergenre non-fiksi. Mungkin karena bacaanku juga kebanyakan non-fiksi jadi menulis lebih lancar di jalur ini. Bacaan fiksi hanya kuasup ketika butuh hiburan. Hehe. Aku sudah punya calon judul untuk buku keduaku ini (mungkin nanti bisa berubah jika masuk penerbit): Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani? (KSAYIKJ).


Panjang ya judulnya, itu karena sampai sekarang aku belum nemu istilah yang lebih pendek untuk menggambarkan isi buku yang kumaksud. Kalau kamu sudah bisa nebak belum gimana isi bukunya setelah baca judulnya? Jika kamu menebak isi bukunya tentang mindfull life maka kamu benar.

Wednesday, January 22, 2020

Rindang’s Kaleidoscope 2019

Jika biasanya aku menulis review perbulan, kali ini aku menulis review satu tahun penuh. Entah kenapa tahun 2019 aku tidak sempat untuk melakukannya. Mungkin karena aku terlalu banyak kesibukan dan tidak bisa memanajemen waktu dengan baik.


Kekurangannya aku jadi tidak bisa detail dalam bercerita. Ini pun aku harus dibantu oleh galeri foto yang ada di hapeku. Jadi ya bahasnya sedikit-sedikit saja.Tapi setidaknya ada rekam jejak kegiatan dan hal-hal penting bagiku di 2019 tercatat di sini.

Thursday, January 9, 2020

Bagaimana Rasanya Keguguran? II

Ketika masuk kamar inap, aku agak bingung karena ada dua bed. Ekspekstasiku karena aku pakai BPJS kelas satu aku dapat ruangan dengan satu bed saja. Namun, tulisan di depan ruangan memang menunjukkan itu untuk pasien kelas satu. Beda ruangannya dengan kelas lain hanya pada keberadaan AC.


Oya, aku masuk di ruang nifas bukan di kamar inap biasa. Tidak lama setelah aku masuk, masuklah rombongan keluarga kecil menyusul bayi yang baru dilahirkan sore itu. Alhasil, tidur malamku diwarnai dengan tangisan bayi di malam pertamanya menghirup udara. Aku yang awalnya senang karena sendiri saja di ruangan yang cukup besar itu harus menelan ludah, fasilitas kelas satu enggak seistimewa dugaanku.

Saturday, January 4, 2020

Freeport Undercover: Kontribusi Freeport untuk Papua

Pernah dengar tentang Freeport kan? Nama perusahaan tambang ini mencuat ketika terjadi kasus perpanjangan masa operasinya pada tahun 2017 lalu. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar nama Freeport?

Aku sendiri mengetahui tentang Freeport sekitar tahun 2006, saat SMP. Perusahaan ini memang sudah lama bercokol di Tanah Papua, secara resmi ia berdiri sejak tahun 1967. Di kalangan masyarakat awam sepertiku Freeport identik dengan persepsi buruk, terutama karena aktivitas eksploitasinya di tanah Papua yang terkesan merugikan.

Freeport Undercover

Untuk mengimbangi persepsi yang sudah terlanjur mengakar tersebut, aku ingin mengulik fakta lain tentang perusahaan bernama resmi PT. Freeport Indonesia (PTFI) ini. Untuk perusahaan sebesar Freeport, dampak positif yang mereka berikan untuk tanah Papua pasti juga tidak bisa dibilang kecil. Apalagi setiap perusahaan di Indonesia, termasuk Freeport, wajib mendonasikan sebagian keuntungan mereka dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates