Monday, June 29, 2020

Bagaimana Rasanya Keguguran? III – Persalinan yang Tidak Diinginkan

Ini adalah tulisan ketiga dari serial tulisanku tentang keguguran yang kualami beberapa bulan yang lalu.

Sepulang dari rumah sakit, aku diperlakukan seperti orang selesai melahirkan namun tanpa bayi. Beberapa keluarga menjengukku dan itu membuatku terpaksa harus menceritakan kronologis kejadiannya sekali lagi.

Mama memasakkanku makanan khusus untuk ibu yang baru lahiran. Sebenarnya aku senang-senang saja, berarti aku free dari aktivitas perdapuran dong hingga beberapa waktu. Dan well, jangankan memasak aku juga dilarang mengerjakan aktivitas apapun. Padahal aku sendiri tidak merasa bermasalah dengan tubuhku, khususnya bagian perut. Secara fisik tidak terasa sakit.


Saturday, June 20, 2020

Pendidikan Harus Dimulai dari Rumah

Pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh lini kehidupan, termasuk pendidikan. Sekolah diliburkan sudah sekitar 3 bulan terakhir untuk mencegah penularan virus Corona. Pemerintah pun mengeluarkan beberapa kebijakan pendidikan agar anak-anak tetap dapat belajar meski dari rumah.

 

Kemendikbud membuat Program Belajar dari Rumah di TVRI. Ada berbagai program pembelajaran yang terdapat di saluran televisi pemerintah tersebut untuk berbagai jenjang kelas sekolah. Diharapkan tayangan-tayangan tersebut dapat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan pada akses internet. Dengan begitu, semua anak bisa terus belajar di rumahnya masing-masing.



 

Pada sekolah-sekolah yang memungkinkan penggunaan teknologi internet, kelas-kelas dilakukan secara langsung via aplikasi video calling seperti Zoom atau Google Meet. Dalam level yang lebih rendah, kelas via grup WhatsApp juga bisa dilaksanakan. Para guru disarankan untuk tidak mengejar penyelesaian materi dalam kurikulum, tapi lebih menekankan pada pengembangan skill, kesehatan, dan rasa empati.

 

Untuk ujian atau ulangan, Google Form dapat digunakan sebagai sarana mengasah kemampuan siswa. Ngomong-ngomong tentang ujian, ‘berkat’ pandemi Covid-19 UN ditiadakan tahun ini. Satu tahun lebih cepat dari rencana awal Pak Nadiem Makarim yang akan menghapuskan UN tahun 2021. Selain itu, ada banyak hal-hal lain di sekolah yang juga berubah karena adanya pandemi ini.

 

Salah satunya dialami oleh adik sepupuku, ia kelas 9 tahun ini. Tidak ada selebrasi khusus apapun dalam merayakan kelulusannya dari SMA. Cuma foto-foto biasa saat pengambilan ijazah ke sekolah. Lagi-lagi hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan orang banyak.

 

Wednesday, June 17, 2020

Welcome to The New Normal

Halo, selamat datang di masa new normal. Sekali lagi, ini merupakan sejarah yang merupakan bagian dari pandemi Covid-19. Semoga kalian tidak bosan membaca episode tulisanku yang berkaitan dengan virus Corona ya.

 

Jangan berharap tulisanku membahas semuanya secara komprehensif, aku menulis hanya untuk bersenang-sennag. Sekalian mengabadikan sejarah pribadi. Jadi ya isinya pasti personal banget. Jika kalian butuh data lengkap, website atau kanal pemerintah tempatnya. Jangan buka sumber berita yang berpotensi menyebarkan hoax ya.


 

Ekonomi Indonesia benar-benar lesu setelah wacana #dirumahaja dan PSBB diberlakukan. Tidak semua jenis usaha bisa dijalankan dari rumah, kita tahu itu. Dan tidak semua jenis usaha dapat dimaklumi bisa terus berjalan selama masa pandemi, hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko persebaran virus Corona bukan untuk membunuh sumber kehidupan orang banyak. Tapi ya bagaimana, dua sisi ini sungguh berseberangan.

 

Cara Menghadapi Orang Toksik


Beberapa waktu yang lalu aku menonton video dari Satu Persen tentang bagaimana cara mengatasi sifat toksik dalam diri sendiri. Video tersebut merupakan kelanjutan dari video yang bertema mengenali ciri-ciri sifat toksik. Nah alhamdulillah, karakterku tidak termasuk ke dalam tipe orang toksik (toxic people).



Tetapi aku pernah punya pengalaman berhadapan dengan satu orang toksik bahkan hingga saat ini. Sebenarnya ada banyak orang toksik yang pernah kutemui, tapi sebagian besar diantaranya mudah kuhindari karena aku mengambil langkah tegas untuk tidak sering bertemu dengan mereka. Aku hanya tidak ingin membenci orang lain yang sifatnya menjengkelkan karena terlalu sering bertemu.

Tuesday, June 2, 2020

10 Pertanyaan yang Harus Kamu Jawab untuk Menemukan Passion-mu


Passion adalah sesuatu yang menjadi minat atau gairah hidup seseorang. Passion membuat hidup seseorang menjadi lebih hidup. Dengan memiliki passion seseorang lebih bersemangat, lebih menikmati hidup, dan mendapatkan hasil yang lebih optimal dibanding orang tanpa passion.

Namun, tidak semua orang sudah menemukan passion dalam hidupnya. Salah satu cara mencari passion adalah dengan bertanya pada diri sendiri. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat menuntun kita kepada passion yang sebenarnya.

1.  Siapakah aku?

Aku adalah orang yang menyenangkan. Aku adalah orang yang suka menari. Aku adalah pemimpin di kelas. Aku adalah orang yang suka dengan keramaian. Jawaban dari pertanyaan ‘siapa aku?’ akan membuka pintu passion kita yang masih tertutup.

2.  Kemampuan apa yang paling menonjol yang kamu miliki?

Setiap orang pasti punya bakat dan kelebihannya masing-masing. Memahami kemampuanmu yang paling dominan bisa membantumu untuk menemukan passion-mu.

Sunday, May 31, 2020

Review Buku Risalah Pesona


Selamat menyambut bulan Juni, teman-teman. Nggak kerasa ya, tahun 2020 udah mau semesteran aja. Topik hit tahun ini apalagi kalau bukan pandemi Covid-19. Aku juga lumayan banyak nulis tentang ini di blog.

Tapi kali ini aku mau move on sejenak dari tema pandemi, saatnya me-review buku yang baru saja selesai kubaca. Well di era half wfh sekarang, aku jadi punya lebih banyak waktu untuk membaca buku. Alhamdulillah.

Judul: Risalah Pesona
Penulis: Rafif Amir
Penerbit: Satoe
Tahun terbit: 2020

Buku yang baru saja selesai kubaca berjudul Risalah Pesona. Penulisnya adalah Mas Rafif Amir yang merupakan salah satu teman penulisku di Blogger FLP. Beliau memang sangat produktif sekali berkarya, bukan hanya dalam bentuk buku tapi juga tulisan di media sosial dan blog. Kebetulan, selera bacaanku cocok dengan gaya penulisannya.

Saturday, May 23, 2020

OMO! Sheet Mask, Masker Halal dari Korea


Hai, Gengs!

Aku mau cerita tentang sheet mask nih. Dalam jejeran skin care product yang kumiliki, sheet mask bukan item wajib yang harus ada. Jenis masker yang sering kugunakan adalah clay mask, alasannya karena kondisi wajahku yang berminyak dan cenderung berjerawat. Dua kasus tersebut sangat cocok di-treat dengan clay mask.

Hasil rajin skincare-an akhirnya membuat kulit wajahku menjadi lebih tenang. Namun, di saat yang bersamaan muncullah masalah baru. Bekas jerawatku yang berwarna gelap terlihat sangat kontras dengan warna dasar kulit wajahku. Entah kulitku yang tambah cerah atau memang bekas jerawatnya yang terlalu gelap. Terlihat sangat mengganggu.



Untuk mengatasi masalah ini, aku memilih sheet mask. Menurut para beauty blogger, sheet mask efektif untuk memudarkan bekas jerawat. Mari kita coba. Bukan aku tak pernah pakai sheet mask sebelumnya, aku hanya tidak rutin karena menggunakannya tanpa tujuan. Kali ini aku akan menggunakannya dengan lebih sering dan teratur, toh penggunaannya juga lebih praktis daripada clay mask. Yakin, aku bisa istiqamah dalam proyek ini.

Tuesday, May 19, 2020

Merayakan Kegelisahan Bersama Novel Hujan


Tulisan ini merupakan kolaborasi antara curcol tentang keadaan chaos yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 sekarang dan review novel Hujan karya Tere Liye. Aku membaca bukunya sudah agak lama, berminggu-minggu yang lalu. Baru tergerak akan me-review-nya setelah ngerasa relate antara kondisi pandemi yang sepertinya tak akan pernah berakhir dengan cerita yang ada di novel Hujan ini. Btw, review novelnya penuh spoiler agar hubungan yang kumaksud dengan kondisi sekarang bisa terlihat lebih jelas.



Novel Hujan

Sekali lagi aku tercengang dengan isi cerita dari penulis yang sama, selalu mengesankan. Terlebih ketika pandemi Covid-19 terjadi, aku merasa seperti dibawa kembali ke tempat dan waktu di dalam novel Hujan. Mirip meski tak serupa. Isu besar yang diangkat dalam novel ini adalah perubahan iklim akibat ketidaksabaran manusia.

Monday, May 18, 2020

Pengaruh Sekitar terhadap Perangai Buruk


Beberapa waktu yang lalu aku ketemu sama orang yang punya perangai buruk. Well, aku jarang komplain sama kekurangan orang. Pertama, karena aku sadar aku juga enggak sempurna. Kedua, aku bukan tipe yang peduli dengan sifat orang lain selama enggak ada hubungannya sama aku. Ketiga, kekurangan orang juga kadang bukan hal yang disengaja atau bahkan itu bukan hal yang bisa diubah.


Nah, kenapa aku akhirnya ngeluh tentang kekurangan orang ini. Karena yang kukomplain ini adalah tentang perangai, sesuatu yang sebenarnya bisa diubah. Seandainya kekurangannya berupa fisik, keadaan ekonomi, latar belakang keluarga, atau kapasitas otak, aku jelas enggak bakal misah-misuh dan nulis ini sekarang. Beberapa hal terakhir ini bukan kekurangan yang patut aku komentari dan enggak ada gunanya juga sebenarnya buat aku kalau misalnya aku ngutak-ngatik sisi ini di kehidupan orang lain.

Sunday, May 17, 2020

Doa dan Amalan pada Akhir Ramadan

Kita sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan, bulan mulia ini akan segera berakhir. Perasaan sedih menyelusup di antara kegembiraan menyambut Idul Fitri. Semua makhluk merasa sedih. Para malaikat, bumi, dan langit pun menangis ketika bulan Ramadan akan berakhir.


Doa dan Amalan pada Akhir Ramadan

Ketika tiba akhir malam Ramadan, langit, bumi, dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, Musibah apakah wahai Rasulullah? Nabi menjawab, Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan sedekah diterima.’”

Agar hari-hari Ramadan terakhir ini berlalu dengan penuh berkah, kita dianjurkan untuk membaca banyak doa dan memperbanyak amalan. Terutama pada 10 hari terakhir ini terdapat lailatulqadar sebagai malam kemuliaan yang jika kita berdoa pada saat itu, doa kita tidak akan ditolak.

Saturday, May 16, 2020

6 Tips Hemat Saat Lebaran di Tengah Pandemi


Lebaran sebentar lagi. Biasanya pengeluaran keluarga jadi membengkak menjelang lebarang. Namun dengan kondisi ekonomi yang mulai melesu selama pandemi Covid-19, kita tentu harus berhemat agar keadaan keuangan keluarga tetap terjaga. Daripada kita mengalami keterpurukan karena tak bisa menahan diri, lebih baik kita berhemat di tengah krisis dan pandemi ini.


Berikut adalah 6 tips hemat saat lebaran di tengah pandemi.

Friday, May 15, 2020

Menyelami Makna Lebaran di Tengah Pandemi


Lebaran tahun ini tentu tidak akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski taraf perbedaannya pada tiap orang tidak sama. Pada sebagian orang, lebaran kali ini sangat berbeda mungkin karena tidak bisa berada di antara keluarga besar atau berlebaran tanpa THR atau bahkan untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka saja masih susah.


Padaku sendiri, dampak pandemi terhadap suasana lebaran tidak terlalu terasa. Karena aku berdomisili di kampung halaman, aku tidak perlu mudik untuk bertemu keluarga besar. Sebagian besar ada di sini. Secara ekonomi, kami sekeluarga juga masih bisa makan karena sumber daya alam di kampung memberikan segala hal yang kami butuhkan.

Bagaimanapun kondisinya, lebaran selalu istimewa. Maknanya tidak akan luntur hanya karena pandemi Covid-19.

Thursday, May 14, 2020

Mudik Atau Tidak Itu Pilihan


Di masa pandemi seperti ini, mudik seperti menjadi kata yang haram untuk dilakukan. Meski pemerintah sudah membuka akses transportasi, tapi peruntukkannya bukan untuk mudik. Aku sendiri tidak pulang kampung karena sehari-hari memang berdomisili di kampung halaman. Sanak saudara yang jauh di kota saja yang mudik ke kampung kami dan mungkin tahun ini tidak ada yang mudik ke sini.


Mudik atau tidak sebenarnya adalah pilihan yang mengandung risiko masing-masing.  Aku sendiri lebih menyarankan untuk tidak melakukan mudik hingga pandemi ini berakhir. Jika bukan untuk menjaga orang lain, setidaknya niatkan untuk menjaga diri sendiri dan keluarga.

Wednesday, May 13, 2020

Momen yang Hilang Saat Lebaran


Lebaran identik dengan acara berkumpul bersama keluarga. Keluarga besar mama, alhamdulillah tinggal di daerah yang sama sehingga saat tidak lebaran pun bisa bertemu. Berbeda dengan keluarga besar papa yang tinggal di kota-kota yang jauh, sehingga membuat momen lebaran terkadang menjadi satu-satunya momen untuk bertemu.


Saat nenek dari pihak papa masih ada, 3 anak nenek selain papa akan datang dalam waktu yang bersamaan pada lebaran. Biasanya hari lebaran pertama atau kedua karena hari raya kedua itu akan diadakan selamatan haul kematian kakek (suami nenek). Ketiga uwaku tersebut membawa keluarga besar mereka yang jumlahnya tidak sedikit, sehingga rumah nenek dan rumahku yang berada di sebelah rumah nenek ramai oleh kehadiran mereka.

Tuesday, May 12, 2020

Menu Khas Lebaran di Kalimantan Selatan


Lebaran rasanya kurang jika tanpa menu makanan, kue, atau camilan khas yang hanya muncul saat hari raya. Setiap daerah memiliki menu khas masing-masing, termasuk di Kalimantan Selatan. Hidup di tanah Banjar sejak lahir membuatku selalu bertemu semua menu khas ini saat lebaran. Yuk, simak apa saja menu khas lebaran di Kalimantan Selatan.

Wadai Apam

Di Kalimantan Selatan, terutama di HST, wadai (kue) apam memang lazim muncul saat lebaran tiba. Meski pada hari biasa, di pasar juga yang jual  banyak sebagai kue oleh-oleh khas Kota Barabai, ibukota HST. Yang membuat kue di pasar beda dengan kue apam yang dibuat di rumah saat lebaran adalah ukuran dan bentuknya.

Jika kue apam yang biasanya dijual di pasar berbentuk bulat kecil, di rumah saat lebaran biasanya dibuat dengan dikukus di atas loyang bundar yang besar lalu disajikan dengan cara diiris persegi kecil. Kue apam favoritku adalah buatan mama dan nenek. Mereka punya satu resep yang sama, sama-sama enak.

Monday, May 11, 2020

Beli Baju Nggak Ya? (Kontemplasi Makna Baju Baru)


Pada awal menikah, suami bingung kok aku tidak terlalu suka beli baju. Bukan tipe yang minta dibelikan atau beli sendiri gitu lo. Tanpa tujuan. Beli baju dengan tujuan itu misalnya beli seragam kondangan atau beli kerudung dengan warna yang match dengan baju yang sudah dipunya. Awalnya aku bingung bagaimana menjawab kebingungan suami karena menurutku itu biasa saja.

Arti Sebuah Baju

Sejak kecil aku tidak terbiasa membeli baju hanya karena aku ingin. Pasti karena aku butuh atau dibelikan mama, dan ketika sudah nikah juga biasanya dibelikan suami. Uang yang kupunya jika ingin digunakan bersenang-senang, objeknya bukan baju. Tapi barang yang menurutku lebih pleasure seperti buku atau entah apa yang aku suka yang lebih long lasting. Baju sendiri menurutku tidak selama itu pemakaiannya.

Sunday, May 10, 2020

Harapan untuk Ramadan 2021


Harapan itu doa. Sebagai seorang hamba kadang aku merasa doaku terlalu banyak. Namun dengan janji-Nya bahwa Ia tak pernah tidak mengabulkan doa manusia maka aku selalu menggaungkan harapan demi harapan setiap harinya.


Kali ini aku akan berbagi tentang harapan-harapanku di masa mendatang terutama untuk Ramadan tahun depan. Setelah mengalami Ramadan yang cukup struggling tahun ini, tentu semua orang berharap suasana Ramadan tahun depan akan lebih baik. berikut harapan-harapanku yang semoga menjadi nyata.

Saturday, May 9, 2020

5 Hal Baik yang Harus Disyukuri Selama Pandemi


Seperti bentuk musibah lainnya, bencana pandemi Covid-19 di awal hingga pertengahan tahun 2020 ini juga memiliki hikmah yang luar biasa. Dan hikmah-hikmah tersebut rasanya terlalu besar untuk tidak disyukuri. Agar keseimbangan terjadi di muka bumi, mungkin pandemi ini muncul. Sama seperti kita yang harus menyeimbangkan diri ketika melihat suatu penderitaan, lihatlah juga sisi baiknya. Bagaimanapun kita harus bersyukur, ada yang masih lebih banyak dapat kita nikmati daripada yang pergi.

As always dengan segala hormat kepada mereka yang terdampak buruk secara langsung akibat pandemi ini, ini bukan bentuk ‘tertawa di atas penderitaan orang lain’. Hanya sebagai pengingat bahwa dunia ini masih bisa dinikmati meski dalam kondisi terburuknya.

Friday, May 8, 2020

4 Takjil Praktis untuk Berbuka Puasa


Camilan pada bulan Ramadan mungkin bisa disebut takjil atau bisa juga diibaratkan sebagai appetizer dan dessert pada waktu berbuka puasa. Hukumnya memang tidak wajib, tapi karena kebiasaan maka rasanya kurang afdal jika berbuka tanpa takjil. Mungkin karena seharian sudah tidak makan apa-apa jadi saat berbuka, ingin makan macam-macam.

Ada banyak jenis takjil, setiap daerah biasanya mempunyai khas masing-masing. Jika tidak ingin ribet tinggal beli di pasar kue yang biasanya banyak buka dadakan di bulan Ramadan ini. Namun jika ingin membuat sendiri pilihlah camilan yang lebih praktis. Berikut adalah beberapa takjil praktis yang biasanya kubuat sendiri untuk berbuka puasa.

Thursday, May 7, 2020

6 Pilihan Kegiatan Saat Berpuasa


Berkegiatan pada saat puasa tentu menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa orang. Terutama mereka yang terbiasa banyak makan dan bekerja berat. Saat puasa, tenaga otomatis berkurang. Jika tetap memaksakan berkegiatan berat saat puasa rentan dapat membuat lapar dan dahaga.


Oleh karena itu jika bisa, pilihlah kegiatan saat berpuasa yang ramah tenaga tapi berfaedah. Agar puasa kita aman dan produktivitas tetap jalan. Berikut adalah 6 pilihan kegiatan saat berpuasa ala aku.

Wednesday, May 6, 2020

Rekomendasi 5 Youtube Channel Inspiratif


Aku bukan tipe yang sering buka aplikasi Youtube. Di tempat dengan jaringan yang bagus, aku lebih memilih nguprek blog daripada nonton Youtube. Sambil mengerjakan sesuatu biasanya aku membuka Youtube hanya untuk mendengarkan musik saja sebagai backsound.


Di tempat dengan sinyal melimpah aku juga hanya akan men-download episode-episode favorit dari channel kesukaanku alih-alih langsung menontonnya. Sudah kubilang aku hanya punya waktu nonton sebelum buka atau sebelum tidur malam di mana rumah sama sekali tidak bersahabat dengan sinyal bagus. Berikut adalah rekomendasi 5 channel Youtube inspiratif yang sering kutonton selama Ramadan 2020 ini.

Tuesday, May 5, 2020

Menu Praktis Khas Banjar untuk Sahur dan Berbuka


Ngomongin masakan praktis itu adalah kesukaanku. Gimana nggak suka kalau bikinnya mudah. Hehe. Masak masakan ribet itu bagiku menguras tenaga dan emosi. Jadi aku lebih sering memilih memasak yang ringan-ringan saja dan membeli makanan yang masaknya ribet. Apalagi Ramadan seperti sekarang ini, bisa masak dengan praktis untuk menu buka dan sahur itu menyenangkan.


Berikut adalah beberapa menu praktis yang bisa dibuat untuk menemani sajian berbuka atau sahur. Kebanyakan adalah menu khas Suku Banjar, karena bahan, metode, dan nama masakannya sudah turun temurun ada di keluargaku.

Monday, May 4, 2020

Kenal Lebih Dekat dengan Wiwid Nurwidayati


Assalamualaikum semuanya. Kali ini aku akan bercerita tentang seorang teman bloger bernama Wiwid Nurwidayati. Proses perkenalanku dengan Mbak Wiwid adalah ketika aku masuk di komunitas One Day One Post (ODOP) Batch 6. Beliau sudah lebih senior.


Kesan pertama yang kuingat tentang Mbak Wiwid adalah beliau jago membuat cerpen, soalnya saat mengisi materi tentang pembuatan cerpen di komunitas ODOP beliau mengirim salah satu cerpen karyanya. Bagus. Aku langsung suka dengan gaya penulisan cerpennya.


Iya, selain sebagai seorang bloger beliau juga seorang penulis. Beliau sudah menerbitkan sekitar 6 buah buku antologi. Komunitas kepenulisan yang Mbak Wiwid ikuti di antaranya adalah Komunitas Odop, Komunitas 1M1C, dan Estrilook Community. Wah banyak ya. Ikut komunitas memang berpotensi bikin nulis jadi semangat. 

Blog beliau yang beralamat di wiwidstory.com menyambutku ramah saat blogwalking ke sana. Sentuhan latar belakang warna biru muda dan putih sebagai latar utama membuat tampilan blog enak dilihat. Tampilan blog Mbak Wiwid sangat simpel, tidak banyak fitur yang membuat mata jereng.



Mbak Wiwid mengaku dia suka banget ganti-ganti tema blog, tipe pembosan. Hehe. Padahal menurutku tampilan blog yang sekarang sudah kece. Dan lagi, template blog konon juga akan berpengaruh pada angka DA/PA. Tapi mungkin Mbak Wiwid belum ketemu yang klik aja lagi.

Dan benar saja selang tak berapa lama, tema blog Mbak Wiwid sudah berubah. Padahal aku baru satu hari yang lalu buka, tampilannya tidak seperti ini. Hehe. Suka sih sama yang ini. Warnanya lebih terang dengan latar belakang full putih dan motion-nya bikin menarik mata.


Oya, Mbak Wiwid suka belajar otodidak tentang teknis blog. Jadi masalah DA/PA, template, SS, broken link, dan SEO dasar sedikit banyak beliau paham. Sering praktik juga, pokoknya Mbak Wiwid ini tipe bloger yang suka nguprek-nguprek blog. Beda banget sama aku yang blognya stagnan gitu-gitu aja karena malas praktik.

Btw, platform blog yang digunakan Mbak Wiwid adalah Wordpress. Makinlah aku keder karena selama ini setia sama kesimpelan Blogspot. Haha. Mbak Wiwid mengaku ia jatuh cinta sama template WordPress yang menurutnya simpel, elegan, serta banyak plugin yang bisa membantu maksimalkan kinerja blog. Bhaique.

Pada header blog ini tertulis nama WiwidStory dengan tag linenya “Lifestyle, hobbies, and family stories blog. A place where stories keep going.” Alasan ia menggunakan nama Wiwid Story pada blognya adalah karena blognya berisi semua cerita tentang Wiwid, apa saja dan dari sudut pandang dirinya.

Niche blog Mbak Wiwid lifestyle alias gado-gado terlihat dari beragam kategori yang diusung, yaitu Lifestyle, Food and Travel, Parenting, Blogging and Writing. Ini yang tertulis pada About Me blog Mbak Wiwid:

Assalaamualaikum. Selamat datang di blog saya. Perkenalkan saya Wiwid. Suka membaca buku jenis apa saja, Suka travelling meski belum banyak tempat yang saya kunjungi. Saat ini tinggal di Batam Kepulauan Riau. Jika ingin berteman follow akun medsos di bawah ya. Terimakasih.

Mengenal kehidupan sehari-hari Mbak Wiwid, selain ngeblog beliau adalah seorang ibu rumah tangga dan juga freelancer hunter. Waktu menulis biasanya ia jadwalkan di atas jam 9 malam. Hobi Mbak Wiwid persis denganku, suka membaca dan jalan-jalan. Cuma menulis saja yang tidak tertulis, tapi aku yakin beliau suka nulis juga. Buktinya blog ini dan beberapa karya penulisan beliau. Mbak Wiwid berdomisili di Batam.

Respon keluarga dan teman-teman terhadap aktivitas ngeblognya sangat positif. Bahkan ada teman yang minta dituliskan kisahnya di blog, tapi Mbak Wiwid belum sempat menuliskannya sampai sekarang. Anak-anak Mbak Wiwid pun sangat mengerti terhadap kesibukan menulis ibunya, mereka tidak mengganggu pada saat beliau sibuk menulis.

Terlihat dari sidebar blognya Mbak Wiwid ini bergabung dengan beberapa komunitas bloger, seperti Mom Blogger Community, Blogger Perempuan, dan Blogger Kepri. Oya, Mbak Wiwid juga sedang ikut tantangan 30 hari ngeblog Ramadan dari Blogger Perempuan. Terlihat dari beberapa postingan terakhirnya.


Dari cerita Mbak Wiwid, pertama kali ia ngeblog itu saat ikut komunitas One Day One Post. Sebelumnya buta banget tentang blog. Pas di ODOP, ia dibimbing langsung sama Bang Syaiha, founder ODOP. Blog pertama yang dibuatnya pada Maret 2016 beralamat di www.wiwid-nurwidayati.blogspot.com. Di sinilah ia mulai menulis semua yang ada di hati, terutama karya fiksi karena memang dalam kepenulisan ia lebih cenderung ke fiksi. 


Tahun 2018, saat itu semangat menulisnya sudah mulai kendor tapi entah kenapa malah membuat blog TLD ini. Pengen saja karena banyak teman yang membuat blog TLD. Awalnya sempat ada tulisan fiksinya juga, sekarang sudah dibersihkan. Hehe. Di blog ini Mbak Wiwid jadi rajin nulis terutama saat ada challenge dan job menulis.

Harapan Mbak Wiwid untuk blognya sekarang adalah meningkatkan nilai DA dan belajar SEO lebih banyak lagi. Pengen menang lomba juga, katanya. Ia juga berharap bisa menulis artikel di blognya dengan bahasa yang menarik sehingga pembaca nggak bosan berkunjung ke sana.

Wah inspiratif sekali ya. Ada banyak hal menarik yang bisa diambil dari seorang Mbak Wiwid Nurwidayati dan perjalanan ngeblognya. Tetap semangat ya Mbak menulisnya. []

My Typical Day on Ramadan 2020


Semuanya pasti sepakat kalau Ramadan 2020 ini spesial. Bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Padahal pandemi ini berlangsung sebelum Ramadan, pada awalnya semua umat Islam berharap menjalani Ramadan dengan pandemi ini sudah berlalu. Qadarullah ternyata harapan itu belum jadi kenyataan, hingga hari ini kita masih berada dalam masa pandemi dan Ramadan sekaligus.


Beberapa keadaan spesial yang membuat Ramadanku tahun ini berbeda dengan Ramadanku sebelumnya yaitu:

Sunday, May 3, 2020

Pergi Kemana Jika Pandemi Covid-19 Telah Berakhir?


Sebagai orang yang suka bepergian, momen di rumah aja saat pandemi seperti sekarang adalah hal yang tidak mudah. Karena biasanya weekday sibuk kerja dan weekend jalan-jalan.

Tapi jika ada pertanyaan mau kemana setelah pandemi? Hmm, aku jadi cukup bingung juga. Mungkin karena masih belum siap jika keadaan ini telah berakhir. Atau mungkin karena sudah terlalu lama di rumah sehingga menjadi terbiasa dan nyaman. Bukan yang menggebu-gebu banget pengen jalan gitu loh.


Apalagi untuk pribadi introver sepertiku, tidak bertemu banyak orang sebenarnya cukup menyenangkan. Tapi baiklah untuk menjawab pertanyaan pada judul di atas, aku akan mencoba menjabarkan rencana mau pergi kemana ketika pandemi Covid-19 ini telah berakhir.

Saturday, May 2, 2020

Yuk, Belajar dari 10 Akun Instagram Keren Ini!


Belajar enggak harus dari buku. Di zaman internet seperti sekarang ini, belajar bisa dari sumber apa saja. Salah satunya adalah dari akun Instagram. Meski identik dengan media sosial yang lebih banyak senang-senangnya, Instagram juga bisa digunakan sebagai tempat belajar yang berisi dan menyenangkan. Contohnya dari 10 akun Instagram di bawah ini, kita bisa belajar banyak dari mereka.


@dianarikasari

Dia ini adalah fashion blogger dari zaman aku awal ngeblog dulu, sekarang dia lebih sering aktif di Instagram. Pribadinya unik dan kreatif. Di akun IG-nya ia sering berbagi tentang foto-foto rumah kesayangannya yang rapi dan indah sekali, sekarang dia pindah ke Swiss. Rumahnya masih sama mengagumkannya.

Friday, May 1, 2020

5 Barang yang Membuat Momen di Rumah Aja Tidak Membosankan


Kali ini aku akan membahas tentang barang-barang yang seharusnya ada di rumah saat momen di rumah aja. Ini preferensiku ya, jadi bisa saja beda dengan orang lain. Barang-barang ini menurutku akan membuat kita jadi tidak bosan dan mati walaupun di rumah aja.


Barang paling pertama yang ingin kusebutkan sebenarnya adalah jaringan internet super kencang. Namun karena aku membatasi tulisan ini hanya untuk barang yang terlihat maka aku akan mengabaikannya. So, inilah 5 barang yang menurutku harus ada di rumah agar momen #diamdirumah tidak membosankan.

Belajar dari Indari Mastuti, Founder Indscript Creative, yang Sudah 13 Tahun Berbisnis dan Berkarya dari Rumah


Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan ikut sesi sharing bersama Indari Mastuti, seorang founder bisnis Indscript Creative. Sesi sharing-nya dilakukan dalam rangka 13 tahun perusahaan ini. Sebenarnya Mbak Indari Mastuti mengundang para bloger untuk kunjungan ke kantor Indscript Creative yang berada di Kota Bandung. Namun karena tidak memungkinkan sehingga kunjungan kantornya dilakukan secara online saja.

Indscript Creative berdiri pada tanggal 8 September 2007. Indscript Creative adalah perusahaan yang bergerak di bidang kepenulisan, bisnis, dan pemberdayaan perempuan. Bisnis dengan jargon 3000% Perempuan Banget ini memang memiliki target agar para perempuan Indonesia bisa berdaya dari rumah.

Perjalanan Awal Indscript Creative

Awal mula Indscript Creative berdiri karena keinginan Mbak Indari menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya. Sejak tahun 2004, Mbak Indari sudah menjadi penulis. Ketika akan menikah di tahun 2007, ia memilih untuk total berprofesi sebagai seorang penulis, melepaskan karirnya secara total di dunia telekomunikasi.

Dengan mantap, Mbak Indari kemudian membangun perusahaan Indscript Creative yang bergerak di bidang agensi naskah. Di awal Indscript Creative berdiri pada tahun 2007 Mbak Indari merupakan satu-satunya penulis di sana. Hingga kemudian penerbit menawari beliau untuk menulis lebih banyak lagi tema-tema buku yang tidak bisa ia kerjakan sendiri karena tidak memiliki latar belakang yang sesuai.

Akhirnya Mbak Indari mengajak seorang penulis lain yaitu Bang Aswi, sekarang menjadi bloger Bandung, untuk bergabung di Indscript Creative. Tidak lama kemudian seiring kebutuhan penulis yang meningkat, masuk dua penulis lain yaitu Anton dan Tati.

Tidak mudah mencari penulis pada masa itu, sebab pada saat itu kebanyakan orang belum tahu dengan agensi naskah. Penulis-penulis Indonesia pada saat itu juga lebih memilih untuk langsung mengirim naskahnya ke penerbit dibandingkan melalui agensi naskah.

Namun Indscript Creative terus mengembangkan diri menjadi sebuah agensi penulis profesional. Mbak Indari terus mencari penulis di tengah keterbatasan media sosial saat itu, mulai dari lewat Friendster hingga Yahoo Grup. Selain itu, Mbak Indari juga terus menulis dan mengembangkan diri di jasa penulisan.

 Agensi Penulis yang Aneh

Indscript Creative pernah dianggap sebagai agensi penulis yang aneh. Mereka menabrak pola pengajuan naskah ke penerbit. Jika biasanya penulis mengirimkan naskah full untuk dilihat, maka Indscript Creative ‘hanya’ mengajukan ratusan judul buku kepada penerbit. Sampai penerbit menduga akan melakukan transaksi membeli kucing dalam karung. Hal ini tentu dapat dipahami karena masih berupa judul, belum ada naskah sedikitpun.

Namun ternyata keanehan tersebut mengundang rasa penasaran dari penerbit. Dari Indscript Creative sendiri sebenarnya sudah menyiapkan naskahnya jika sewaktu-waktu diminta penerbit. Oleh karena itu ketika penerbit memilih dari ratusan judul tersebut, Indscript Creative akan segera memberikan outline dengan contoh penulisannya. Jika acc maka Indscript Creative akan melanjutkan penulisan sesuai dengan deadline yang diminta. Bonusnya naskah sudah siap cetak, ini merupakan pelayanan all in one yang Indscript Creative berikan kepada penerbit.

Konsep Indscript Creative ini menjadi sangat menarik buat penerbit yang tidak memiliki SDM dalam jumlah besar untuk membuat pra cetak buku hingga terbit. Indscript Creative hadir seperti angin segar untuk mereka dengan konsep all in one. Rata-rata dalam satu bulan Indscript Creative mengerjakan 60-100 naskah buku.

Masa-masa Sulit yang Dialami Indscript Creative

Ternyata masa-masa gemilang itu hanya bertahan selama dua tahun pertama. Pada akhir tahun 2019 Indscript Creative yang kebanjiran orderan merasakan oleng. Koordinasi antara bagian marketing dan produksi saat itu belum matching sehingga akhirnya pembuatan naskah buku yang jumlahnya banyak ini kemudian menjadi lost control.

Quality control yang kurang ini membuat Indscript Creative kehilangan banyak pelanggan. Indscript Creative mengecewakan begitu banyak penerbit hingga mengakibatkan perusahaan mengalami kemunduran yang luar biasa.

Hal ini membuat Indscript Creative ada di ambang kebangkrutan sehingga akhirnya banyak sekali kebijakan yang diambil untuk menyelamatkan perusahaan. Melakukan pemberhentian karyawan dan hanya memilih mereka yang memang benar-benar qualified di Indscript Creative adalah salah satu kebijakan terberat yang harus dilakukan saat itu.

Indscript Creative Mencoba Bangkit Kembali


Mbak Indari tidak kehilangan semangat untuk bangkit karena Indscript Creative adalah bidang bisnis yang sesuai dengan passion dirinya. Kehilangan banyak pelanggan membuat ia berpikir untuk lebih banyak belajar lagi tentang bisnis. Bahwa bisnis bukan hanya sekadar mengambil order yang banyak tapi bagaimana melayani kebutuhan pelanggan dengan maksimal. Menjaga kepuasan pelanggan juga perlu dilakukan agar mereka terus menjadi pelanggan yang loyal.

Ada beberapa pelanggan yang bisa diselamatkan, ada juga pelanggan yang akhirnya pergi. Untuk pelanggan-pelanggan yang bisa diselamatkan inilah Indscript Creative memperbaiki kualitas pelayanannya mulai dari permintaan maaf hingga tambahan diskon. Sampai akhirnya Indscript Creative bisa menemukan kembali kepercayaan dari mereka.

Belajar dari Kehilangan

Banyak sekali yang dipelajari Mbak Indari dari sebuah kehilangan dan berada di ambang kebangkrutan. Mbak Indari mulai berpikir bahwa ia harus lebih baik sebagai seorang pebisnis dan harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya lewat bisnis yang ia kelola.


Maka pada saat pelanggan-pelanggan setia Indscript Creative masih membutuhkan naskah yang cukup banyak, pada saat itu ia berpikir kira-kira siapa yang akan ia ajak menjadi seorang penulis agar kualitas jasa mereka semakin meningkat.

Kehilangan juga membuat Mbak Indari belajar memaknai semuanya dengan sederhana. Dulu saat muda, bisnis meroket, serta bisa membeli apa saja, ia lupa diri. Hingga Allah membalikkan kondisi dalam waktu cepat. Perusahaannya oleng tanpa ampun.

Namun tidak ada yang ia sesali dari masa kebangkrutan itu, justru Mbak Indari merasa diselamatkan oleh Allah untuk kembali ke jalan yang lurus. Beliau meyakini bahwa sebesar apapun bisnis yang dimiliki, gaya hidup tak perlu makin meninggi. Gaya hidup sederhana adalah pilihan yang tepat dalam setiap kondisi.

Cara Mbak Indari Bangkit dari Keterpurukan

Mulai Membangun Branding

Pada masa yang tidak menguntungkan tersebut, Penerbit Mizan menawari Mbak Indari untuk menulis biografi pengusaha Brownies Amanda. Pada saat itu ia belum belum berpengalaman untuk menulis buku biografi tapi ia tertantang untuk menerimanya.

Ternyata inilah pengalaman yang kemudian bisa menjadi salah satu kekuatan Indscript Creative di masa yang akan datang. Saat ini, Indscript Creative menjadi salah satu perusahaan yang memimpin di bidang penulisan biografi karena satu per satu klien mereka puas dan akhirnya merekomendasikan jasa Indscript Creative pada relasinya yang notabene orang-orang besar.

Sebut saja biografi Teh Ninih, Ibu Atalia, Ibu Siti Oded, hingga pengusaha-pengusaha kelas kakap bahkan guru besar ditulis oleh Indscript Creative. Semua berasal dari keberanian Mbak Indari menerima peluang yang belum pernah ia kerjakan sebelumnya di tahun 2009.

Mengikuti Kompetisi

Pada pada masa di ambang kebangkrutan Mbak Indari mencoba untuk mencari cara bagaimana bisa mendapatkan uang dalam kondisi utang begitu banyak. Ia berdisuksi dengan suami apakah tepat membuka bisnis baru saat itu. Suami beliau menyarankan untuk menggali potensi yang ada dulu untuk menghasilkan uang.

Mbak Indari berpikir apa potensinya yang bisa menghasilkan uang. Ia kemudian sadar salah satu kelebihannya adalah public speaking dan ia senang membuat planning bisnis. Akhirnya ia masuk ke berbagai kompetisi bisnis sejak tahun 2010 hingga tahun 2012.

Ada 10 penghargaan yang Mbak Indari dapatkan dalam kurun waktu tersebut. Kompetisi pertama yang ia ikuti adalah Perempuan Inspiratif Nova 2010. Dari sana kemudian ia semakin berani untuk mengikuti kompetisi-kompetisi lainnya hingga tahun 2012.


Apa yang terjadi setelah Mbak Indari memenangkan banyak kompetisi? Ternyata branding Indscript Creative menjadi terangkat dengan sangat baik. Karena setiap menjadi pemenang kompetisi ia selalu diliput oleh media baik itu media cetak maupun media elektronik.
 
Mbak Indari kemudian semakin dikenal. Indscript Creative juga mulai mendapatkan banyak klien lagi. Kebanyakan klien tahu dari media yang  mereka baca atau mereka tonton. Jumlah klien meningkat bukan saja di ranah dunia penerbitan, namun hingga perusahaan swasta hingga BUMN, mulai dari pengusaha muda hingga senior pengusaha dan tidak jarang klien Indscript Creative biasa tampil di media bergengsi Indonesia. Branding media memang sangat powerfull.

Belajar dari Mentor Bisnis

Dari berbagai kompetisi  yang Mbak Indari ikuti tersebut ia mulai kenal dengan yang namanya mentor bisnis. Karena di setiap kompetisi itu pasti penyelenggara menyediakan mentor atau coach yang akan membantu para pemenang ataupun finalis-finalis di kompetisi tersebut meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Mbak Indari belajar dari satu coach ke coach lainnya. Ia juga mengikuti training bisnis baik berbayar atau pun gratis bahkan hingga ke luar kota. Dari sanalah tumbuh ide-ide baru untuk melakukan perbaikan atau bagaimana melejitkan Indscript Creative dengan inovasi-inovasi baru.

Mbak Indari sudah merasakan betapa inovasi sangat membantu Indscript Creative bangkit dari kebangkrutan. Inilah yang membuatnya tak pernah berhenti berinovasi. Ia tak takut jika inovasinya gagal, ia tidak khawatir jika inovasinya tidak berhasil.

Just do it something new and out of the box!

Lini dan Inovasi yang Ada di Indscript Creative

Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN)

Ketika Mbak Indari melihat dirinya sendiri sebagai seorang penulis dan ibu rumah tangga, ia berpikir bahwa mungkin ibu rumah tangga (IRT) yang lain juga bisa produktif menulis. Maka pada 24 Mei 2010 Mbak Indari mendirikan komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) yang memiliki visi menelurkan penulis-penulis baru di kalangan ibu rumah tangga.


Sekarang usia IIDN sudah hampir 10 tahun. Ibu-ibu Doyan Nulis menjadi pelengkap ketika Mbak Indari merasa kehilangan pada masa terpuruknya. Ia berusaha bangkit dari keterpurukan dengan memberikan manfaat pada lebih banyak orang dalam hal ini perempuan.

Jiwanya terasa berisi ketika bertemu dengan sesama IRT dengan minat yang sama: menulis. Indscript Creative bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perempuan yaitu dengan menghadirkan mereka di dunia penulisan.

Hingga kini lebih dari 4.000 karya para penulis IIDN tersebar di berbagai penerbit besar di Indonesia mulai dari Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Penebar, dan berbagai penerbit lainnya.

Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB)

Selain IIDN, pada tahun 2011 Mbak Indari juga membangun Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB). Komunitas ini khusus diikuti oleh ibu-ibu yang memiliki passion bisnis dari rumah. Mbak Indari hadir di komunitas tersebut sebagai coach dan juga teman sharing dari para IRT dalam membangun bisnisnya.

Indscript Personal Branding

Indscript Personal Branding merupakan layanan mem-branding diri untuk para pengusaha di berbagai media sehingga mampu meningkatkan bisnisnya. Hal ini berdasarkan pengalaman yang Mbak Indari dapatkan selama tahun 2010-2013. Liputan dari berbagai media ternyata memiliki efek yang luar biasa bagi Indscript Creative. Peresmian Indscript Personal Branding pada tahun 2013 juga sekaligus momen pendirian Sekolah Perempuan.


Indscript Direct Selling

Di tahun 2014 Indscript Creative mengeluarkan Indscript Direct Selling, sebuah produk baru di bidang kepenulisan. Biasanya menulis itu untuk buku, Mbak Indari menulis board yaitu sebuah alat bantu konsistensi di bidang apa saja. Indscript Creative menyebutnya metrik dan dreamboard. Ketika produk diluncurkan ternyata laku keras.

Indscript Training Center

Indscript Training Center adalah perpaduan antara Indscript Direct Selling dengan dunia mengajar. Mbak Indari menjadi mentor di dunia online, sharing bagaimana membangun bisnis dari rumah dan pengalamannya bangkit dari kebangkrutan.

Training pertama yang Mbak Indari buat adalah kelas Reparasi Bisnis dan sangat laris. Mbak Indari bisa mengajar hingga 50 lebih orang secara private dan grup-grup yang memiliki anggota cukup banyak. Total alumni Indscript Training Center sekitar 10.000 lebih orang hingga saat ini.

Tak lama dengan berdirinya Indscript Training Center, Mbak Indari menutup layanan Indscript Personal Branding. Ia fokus pada kelas Reparasi Bisnis dengan misi membangkitkan perusahaan-perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan atau memiliki begitu banyak masalah.

Mbak Indari memiliki misi agar ibu-ibu pebisnis sepertinya bisa menyelesaikan setiap masalah itu dengan baik dan semuanya bisa bermula dari ilmu yang ia bagikan. Ia yakin bahwa ilmu akan memudahkan setiap langkah.

Emak Pintar

Di tahun 2015 Mbak Indari membangun komunitas Emak Pintar. Awalnya komunitas ini akan menjadi komunitas yang akan menyatukan antara IIDN dan IIDB, yaitu ibu penulis dan ibu pebisnis. Namun dalam perjalanannya Emak Pintar menjadi komunitas tersendiri dengan kekhasan berbeda dari komunitas sebelumnya.

Indblack

Ketika sudah memasuki usia 10 tahun, Mbak Indari merasa bahwa Indscript Creative sudah cukup eksis dan kuat secara sistem. Ia mulai kembali berpikir untuk membangun bisnis baru. Akhirnya muncullah Indblack yang bergerak di dunia fashion dengan pilihan bidang produsen handsock.

Dari sana Mbak Indari bisa memberdayakan ibu-ibu yang ada di sekitar rumah beliau untuk menjadi pengrajin handmade desain handsock. Setelah 3 tahun beroperasi, tepatnya 1 April 2020 Mbak Indari menutup Indblack dan kembali fokus pada bidang penulisan yang ia cintai.

Inovasi dalam Produk Kepenulisan

Di tahun 2018 Mbak Indari kembali melakukan inovasi di bidang kepenulisan bahwa menulis itu tidak selalu harus berbentuk buku. Ia menciptakan hasil penulisan dalam banyak versi, mulai dari workbook, agenda, minibook, hingga di tahun 2019 menelurkan rangkaian guidance book.


Sama seperti sebelumnya sambutan pasar sangat luar bisa, jualan buku selaris kacang goreng. Indscript Creative bisa menjual buku dalam satu hari hingga lebih dari 250 buku. Tak jarang dalam 2 hari bisa melakukan penjualan buku hingga 2.000-an eksemplar. Inovation is worked!

Menjadi Co Founder Kunikita

Reparasi Bisnis membuka jalan Mbak Indari menjadi co founder Kunikita. Awalnya di tahun 2018 founder-nya mengikuti kelas Reparasi Bisnis grup kemudian berlanjut pada kelas-kelas lainnya hingga ke private. Akhirnya ia didapuk menjadi co founder Kunikita setelah perusahaan ini terus bergerak cepat. Dari 5 orang karyawan hingga kini memiliki tim sebanyak lebih dari 50 orang.

Kunikita adalah bisnis ritel yang menjual berbagai kebutuhan Muslimah. Memiliki lebih dari 4.000 jaringan pemasaran di Indonesia dengan produk unggulannya CIOMY, bakso aci khas Garut yang bisa terjual ribuan pcs per hari.

Pada tahun 2018 inilah Mbak Indari mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Bandung sebagai Perempuan Penggerak Perempuan dan sebagai Penulis Perempuan.

Bukuin Aja!

Tahun 2019 Mbak Indari melaunching program Bukuin Aja! yaitu program penerbitan indie yang dilengkapi dengan training sebelum menerbitkan buku. Program ini kembali laris.

Antrian penerbitan buku indie terus bergerak dan menghebat bahkan akhirnya Indscript Creative memiliki percetakan sendiri untuk mendukung penerbitan indie. Sudah ada 4 angkatan buku antologi dengan grup khusus lainnya dengan total penerbitan buku indie sekitar hampir 40 judul buku.


Di tahun 2019 ini juga Mbak Indari mengubah nama Indscript Training Center menjadi Indscript Businesswomen University sebagai penguat bahwa program-programnya 3000% untuk perempuan.

Indscript Writing

Indscript Writing adalah lini tertua yang ada di Indscript Writing. Namun begitu lini ini terus berinovasi hingga masih eksis hingga sekarang. Layanan berupa agensi naskah makin menguat ketika Indscript Writing membuka training khusus di bidang kepenulisan untuk menjebol penerbit mayor.

Dalam dua angkatan yang dibuat, naskah yang jebol ke penerbit mayor sudah ada di angka puluhan. Hal ini membuat Mbak Indari optimis melanjutkan pola training dengan output jebol penerbit di Indscript Writing. Beberapa kelas yang dibuka antara lain 7 Hari Nulis Buku, Sekali Nulis Jebol Penerbit, dan Menulis Tanpa Bakat.

Pusat pelayanan Indscript Creative berada pada ikon-ikon yang dibangun Mbak Indari, seperti Miss Indscript, Miss Love, Miss Cunik, dan Miss Writing. Ikon-ikon ini merupakan inovasi di dunia jasa dengan pelayanan yang ramah dan sangat friendly. Bukan tanpa sebab Mbak Indari mem-branding para Miss tersebut dengan bentuk ikon, bukan secara personal. Hal ini agar jika salah satu dari mereka keluar, perusahaan tetap bisa kokoh.

Motivasi Mbak Indari Hingga Indscript Creative Menjadi Sebesar Ini

Motivasi terbesar Mbak Indari dalam mempertahankan Indscript Creative adalah karena dunia tulis menulis merupakan passion-nya. Sehingga ketika kondisi sesulit apapun ia terus berusaha bangkit karena mencintai bidang ini.

Selain itu, ia merasa sangat beruntung memiliki komunitas besar. Jumlah anggota IIDN sekitar 20 ribu orang dan sekitar 64 ribu orang merupakan anggota IIDB. Hal ini membuat ia tetap semangat karena ia merasa tidak boleh menyerah dengan begitu banyak teman dan dukungan di komunitasnya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah Indscript Creative adalah bisnis yang menjadi mata pencahariannya. Sehingga mau tak mau ia harus terus membangun bisnis ini untuk stabilitas ekonomi.

Manajemen Waktu Mbak Indari

Mbak Indari mengaku saat ini kesibukannya di dunia bisnis sebenarnya tidak terlalu banyak. Hal-hal teknis sudah ia delegasikan kepada para tangan kanannya. Ia sengaja meng-hire orang-orang milenial (di bawah 25 tahun) yang masih punya banyak waktu luang, energi yang besar, dan otak kreatif yang tak pernah mati.

Orang-orang kepercayaan Mbak Indari ini mengerjakan hampir semua hal sehingga kini Mbak Indari hanya terlibat dalam urun ide dan strategi dalam bisnis Indscript Creative. Yang sekarang masih ia pegang adalah Bukuin Aja! karena ini adalah lini terbaru di Indscript Creative hingga nanti ketemu pola bisnis yang tepat. Lini yang lain sudah ada GM yang mengurusnya dan polanya sudah lebih kuat karena sudah berjalan hampir 13 tahun.

Saat ini Mbak Indari lebih menyibukkan diri dalam belajar, menulis, dan berbagi. 

Ia belajar dengan cara banyak membaca buku dan menonton video di Youtube. Dengan belajar ia tidak pernah kehabidan ide untuk berinovasi. Ia punya tabungan ide yang jumlahnya sangat banyak, ketika ia siap ide-ide tersebut akan dieksekusi satu persatu.

Mbak Indari juga sedang mengerjakan proyek penulisan buku dengan deadline waktu yang ketat. Dalam sebulan ia bisa menerbitkan 2-4 buku, saat ini buku yang ditulisnya adalah serial guidance book dengan tema work at home.

Untuk sesi sharing ia selalu berusaha untuk menyapa para anggota di komunitasnya dan mengisi beberapa kelas online. Di masa pandemi seperti sekarang ia juga memiliki program dua kali live yaitu setiap jam 7 pagi di komunitas IIDB dan setiap jam 16.00 akan live tentang dunia penulisan di IIDN.


Sebenarnya Mbak Indari juga pernah jenuh dengan pekerjaan terutama ketika lelah dengan aktivitas bisnis. Hingga ia menemukan pola yang tepat dengan tetap punya waktu tidur 7 jam dalam sehari, punya me time, dan punya waktu untuk bersama keluarga. Dengan begitu ia merasa happy dan fresh sehingga bisa terus semangat dalam berbisnis.

Dukungan keluarga juga sangat kuat. Suami beliau menangani bagian keuangan di Indscript Creative sehingga boleh dibilang menjadi bagian internal perusahaan. Mbak Indari sendiri lebih ke bagian eksternal perusahaan. Anak beliau yang pertama, yang masih kelas 6 SD, di masa learning from home ini ikut magang menjadi desainer di Indscript Creative.

Indscript Creative Menuju 13 Tahun, Berbagi untuk Sesama

Menuju 13 tahun eksistensi Indscript Creative, Mbak Indari yakin bahwa bisnis ini bukan main-main. Ia merasa harus benar-benar fokus dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat.

Oleh karena itu sejak tahun ke-10 Indscript Creative, diadakanlah program CSR (Coorporate Social Responsibility) untuk yang membutuhkan. Beberapa bentuk CSRnya adalah dengan pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia, dan berbagai kegiatan donasi lainnya yang diambil dari 10% dari omzet.

Dalam program CSR pembebasan riba akan diseleksi orang-orang yang membutuhkan melunasi utang ribanya dengan mengetahui utangnya digunakan untuk apa dan mengapa tidak bisa melunasinya. Bentuk-bentuk utang yang akan dibantu pelunasannya seperti utang untuk makan dan utang untuk SPP anak. Dulu mereka akan diberdayakan menjadi pengrajin di Indblack.

Sekarang program tersebut sudah dikurangi, program CSR Indscript Creative lebih fokus memberikan hibah untuk memulai usaha dari rumah. Awalnya hanya untuk para tetangga di lingkungan tempat Mbak Indari tinggal. Sekarang sudah bisa merambah via online dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sekarang lini yang masih sangat aktif di Indscript Creative adalah Indscript Writing di bidang jasa dan agen penulisan, Bukuin Aja! yang merupakan penerbit indie, Kunikita di bisnis kuliner, dan Indscript Businesswomen University di bidang pengembangan diri perempuan.


Mimpi Mbak Indari sangat sederhana yaitu semoga semakin banyak peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya baik dalam sisi kepenulisan ataupun dalam sisi bisnis dengan adanya Indscript Creative ini.

Pada tahun 2024 ia berharap memiliki 15.000 jaringan pemasaran yang terdiri dari para perempuan khususnya ibu rumah tangga sehingga mereka bisa menghasilkan dan produktif meski hanya dari rumah.

Keren sekali ya, aku menulis ini sambil merinding. Membayangkan betapa sepak terjang Mbak Indari di dunia bisnis kepenulisan ini tidak bisa dianggap remeh. Hasilnya seperti yang kita lihat, Indscript Creative sudah benar-benar besar. Dan di tahun ke-13 ini ia sudah memberikan manfaatnya kepada banyak perempuan Indonesia. []
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates