Wednesday, February 5, 2020

Mindfullness pada 3 Hal Kecil Berikut Ini Dapat Mengubah Hidupmu

Assalamualaikum.

Sebelumnya, aku pernah bercerita bahwa aku ingin menulis buku yang berjudul Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani? (KSAYIKJ). Inti dari buku tersebut adalah renungan-renungan tentang betapa seharusnya kehidupan seseorang itu harus dijalani sesuai dengan apa yang dia inginkan.


Kondisi ideal tersebut tentu tidak bisa didapatkan dengan mudah, pasti ada batasan-batasan yang membuat kehidupan tidak selalu sesuai dengan apa yang ingin kita jalani. Untuk meminimalisir efek negatif dalam menjalani kehidupan yang tidak paripurna ini sebaiknya seseorang menerapkan mindfullness. 


Mindfullness sendiri memiliki arti kesadaran penuh dengan apa yang sedang dikerjakan atau dijalani saat itu. Pikiran tidak melayang ke hal atau kegiatan lainnya. Jika dalam salat, mindfullness sama dengan khusyuk. Persis dengan pemusatan pikiran ketika seseorang bermeditasi.

Tapi apakah mungkin kita bisa mindfullness terhadap kegiatan-kegiatan kecil yang sudah rutin kita lakukan? Pasti ada kalanya kita tidak menyadari sedang melakukan apa. Inilah pentingnya melatih mindfullness agar kondisi tak ideal menjadi lebih mudah dijalani.

Tidak harus melakukan sesuatu yang besar untuk menerapkan mindfullness. Mengasah mindfullness pada tiga kegiatan ‘kecil’ di bawah ini akan membantu kita untuk belajar lebih mindfull terhadap hidup yang sesungguhnya.

Makan
Siapa yang pernah meninggalkan kegiatan makan dalam sehari? Hampir tidak ada. Saking sering dan berulangnya kegiatan makan ini, ada banyak orang yang tidak mindfull saat makan. Mungkin saja karena rasa makanan, tempat makan, atau bahkan waktu makan yang nyaris sama setiap harinya. 

Rutinitas makan tersebut cenderung akan membuat bosan dan tidak memiliki nilai apa-apa. Apalagi untuk orang yang tidak hobi makan sepertiku, arti makan tidak lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik. 

Bahkan seringkali orang-orang makan sambil mengerjakan pekerjaan yang lain. Sambil scrolling media sosial, sambil menonton tv, sambil mengetik di komputer, dan masih banyak lagi. Hal ini tentu saja jauh dari arti kata mindfull.

Aku pernah mendengar sebuah podcast dengan tema Mindfull Eating. Di mana lagi jika bukan di akun podcast kesayangan aku, Curhat Babu. Wah, luar biasa sih pembahasannya. Untuk mendapatkan kualitas makan yang mindfull, kita harus makan di saat lapar dengan makanan yang memang ingin kita makan dan nutrisinya diperlukan oleh tubuh kita.

Aku sendiri belum bisa menerapkan konsep mindfull eating ini. Namun, perlahan aku mulai mencoba menuju ke arah sana dengan fokus kepada makanan pada saat makan. Menikmati rasa, aroma, suhu, tekstur dan tampilan makanan, mengunyah dengan perlahan, dan menyadari bahwa aku sedang berada di sana pada saat itu.

Terdengar ribet? Tidak juga. Ini hanya karena selama ini aku belum terbiasa. Jika sudah terbiasa nanti, maka manfaatnya akan sangat terasa. Pada tahap tertentu bahkan bisa menghindarkan diri dari gangguan pencernaan, membuat tubuh lebih sehat, dan sangat manjur untuk program penurunan berat badan.

Mandi
Sama seperti makan, mandi adalah kegiatan yang selalu dilakukan setiap hari. Sayangnya tidak banyak orang yang menikmati waktu mandi, kebanyakan orang melakukan aktivitas mandi hanya karena memang harus dilakukan tanpa menikmatinya.


Kesadaran penuh pada saat mandi itu penting, terutama untuk merasakan efek relaksasi. Aku sudah beberapa kali mempraktikkannya. Merasakan bagaimana segarnya saat tubuh terguyur air, bagaimana leganya ketika kotoran terlepas dari tubuh, hingga bagaimana #MandiKeharuman dari aroma sabun yang kita pakai.

Beberapa waktu terakhir aku menggunakan sabun mandi Vitalis. Merknya terdengar familiar, eh? Asosiasi spontan ketika mendengar kata Vitalis adalah parfum. Yup, tidak salah karena itu memang produk unggulan mereka. Baru-baru ini mereka mengeluarkan produk body wash dengan keharuman yang luar biasa. Menggunakannya seperti #MandiParfum.


Selain itu terasa sekali kulit menjadi lebih lembab. Ternyata memang pada produknya, PT. Unza Vitalis sebagai produsen menambahkan high quality moisturizer. Tidak heran jika Vitalis bisa dinobatkan sebagai #SabunKecantikan.

Setelah mencoba 3 produk #VitalisBodyWash, aku merasakan sensasi yang berbeda antar ketiganya. Aroma Vitalis Fresh Dazzle dengan botol berwarna hijau merupakan aroma yang cukup familiar di hidungku. Aku membayangkan suasana pegunungan ketika mandi dengan sabun ini.

Vitalis White Glow dengan botol berwarna pink aromanya identik dengan susu. Saat mandi aku merasa sedang menikmati spa mewah nan #glamor. Berbeda dengan Vitalis Soft Beauty yang ada di botol berwarna ungu. Aromanya mengingatkanku pada kesegaran kebun buah. 

Membandingkan aroma parfum dari ketiga sabun ini membuatku berpikir seandainya aku punya penciuman tajam seperti Jati Wesi di Aroma Karsa. Semua wangi Vitalis adalah perpaduan dari banyak aroma di dunia ini. Apakah bayanganku ketika menginderai setiap wangi membuatku jadi lebih mindfull ketika mandi? Jawabannya adalah ya.

Mungkin itu sebabnya di luar sana ada orang yang mempraktikkan meditasi di bawah shower atau di dalam bath up. Relaksasi ketika mandi itu efeknya luar biasa menenangkan. Kita bisa menjadi lebih dapat berpikir jernih setelah melakukan mandi yang mindfull.

Di Perjalanan
Berapa jam dalam sehari kamu menghabiskan waktu di perjalanan? Aku sendiri minimal menghabiskan waktu di perjalanan selama satu jam. 30 menit saat berangkat dari rumah ke kantor, 30 menit di perjalanan pulang. Jika aku harus pergi ke kota lagi di luar jam kerja, maka waktu yang kuhabiskan di jalan semakin banyak. 

Selain itu pekerjaanku juga kadang mengharuskanku keliling saat jam kerja. Di perjalanan memakan waktu minimal 4 jam per minggu. Belum lagi jika bepergian, well aku cukup sering kemana-mana, waktu yang kuhabiskan di jalan semakin banyak.

Apa yang biasanya dilakukan orang-orang ketika di perjalanan? Jika menumpang angkutan umum, mungkin akan tidur atau berbicara dengan orang yang berada di sekitar. Tapi bagaimana jika di perjalanan menggunakan motor atau mobil pribadi dan sendirian?

Sebagian orang mungkin akan menjawabnya dengan mendengarkan musik. Hal-hal yang orang lakukan tersebut di atas menunjukkan bahwa sedikit sekali orang yang mindfull ketika berada di perjalanan. Sudah sampai mana tidak tahu, atau tahu-tahu sudah sampai.

Itu sering terjadi padaku. Eh, kok tiba-tiba sudah sampai sini? Kok sudah sampai rumah lagi? Kapan aku lewat ini dan itu? Apa yang terjadi di suatu tempat ketika aku lewat? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering mendapat jawaban ‘tidak tahu’ dari aku sendiri. 

Hal ini terjadi karena kita sudah terlalu sering melewati jalan tersebut atau karena kita tidak menyadari pentingnya mindfull dalam perjalanan. Padahal kesadaran penuh pada saat kita berada di jalan itu sangat penting. 

Sudah pasti dari segi keselamatan, kita bisa jadi lebih responsif jika terjadi sesuatu. Kita juga bisa menggunakan waktu di perjalanan tersebut untuk memaknai hal-hal yang telah kita lewati setiap waktunya. Bukankah sejatinya hidup ini adalah perjalanan?


Bagaimana, apa kamu sudah punya gambaran tentang menerapkan mindfullness dalam kehidupan sehari-hari? Ada banyak manfaat mindfullness. Dalam takaran tertentu, mindfullness akan membuatmu lebih mudah bersyukur terhadap kenikmatan dan tidak sulit bersabar ketika terjadi hal-hal di luar dugaan. 

Penerimaan terhadap apa yang sedang dialami oleh diri sendiri pada saat ini akan membuatmu lebih tenang dalam menjalani hidup. Mulailah mindfull dalam hal-hal kecil seperti di atas, maka kehidupanmu akan berubah ke arah yang lebih baik.

Wassalamualaikum.

Saturday, January 25, 2020

Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani?

Setelah sukses menerbitkan buku solo pertamaku akhir tahun 2019 lalu. Aku berencana ingin menulis buku lagi. Bagiku efek berhasil menerbitkan buku itu seperti candu, asyik dan ingin terus melakukannya lagi.

Sama seperti Escape, Please!, buku pertamaku, calon bukuku yang baru ini juga bergenre non-fiksi. Mungkin karena bacaanku juga kebanyakan non-fiksi jadi menulis lebih lancar di jalur ini. Bacaan fiksi hanya kuasup ketika butuh hiburan. Hehe. Aku sudah punya calon judul untuk buku keduaku ini (mungkin nanti bisa berubah jika masuk penerbit): Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani? (KSAYIKJ).


Panjang ya judulnya, itu karena sampai sekarang aku belum nemu istilah yang lebih pendek untuk menggambarkan isi buku yang kumaksud. Kalau kamu sudah bisa nebak belum gimana isi bukunya setelah baca judulnya? Jika kamu menebak isi bukunya tentang mindfull life maka kamu benar.

Wednesday, January 22, 2020

Rindang’s Kaleidoscope 2019

Jika biasanya aku menulis review perbulan, kali ini aku akan menulis review satu tahun penuh. Entah kenapa tahun 2019 aku tidak sempat untuk melakukannya. Mungkin karena aku yang sok sibuk terlalu banyak kesibukan.

Kekurangannya aku jadi tidak bisa detail dalam bercerita. Ini pun aku harus dibantu oleh galeri foto yang ada di hapeku. Jadi ya bahasnya sedikit-sedikit saja.Tapi setidaknya ada rekam jejak kegiatan dan hal-hal penting bagiku di 2019 tercatat di sini.

Perjalanan Dinas ke Jakarta
Entah kenapa malah ini yang terpikir untuk kumasukkan menjadi highlight pertama tahun 2019. Mungkin karena aku jarang melakukan perjalanan dinas yang cukup jauh, apalagi keluar pulau.

Perdin ke Jakarta kali ini dalam rangka menghadiri rapat besar yang diadakan oleh salah satu instansi pusat kantorku. Gak lama sih, hanya 3 hari 2 malam. Selesai acara, aku dan teman hanya sempat jalan ke Monas sebentar.

Thursday, January 9, 2020

Bagaimana Rasanya Keguguran? II

Ketika masuk kamar inap, aku agak bingung karena ada dua bed. Ekspekstasiku karena aku pakai BPJS kelas satu aku dapat ruangan dengan satu bed saja. Namun, tulisan di depan ruangan memang menunjukkan itu untuk pasien kelas satu. Beda ruangannya dengan kelas lain hanya pada keberadaan AC.


Oya, aku masuk di ruang nifas bukan di kamar inap biasa. Tidak lama setelah aku masuk, masuklah rombongan keluarga kecil menyusul bayi yang baru dilahirkan sore itu. Alhasil, tidur malamku diwarnai dengan tangisan bayi di malam pertamanya menghirup udara. Aku yang awalnya senang karena sendiri saja di ruangan yang cukup besar itu harus menelan ludah, fasilitas kelas satu enggak seistimewa dugaanku.

Saturday, January 4, 2020

Freeport Undercover: Kontribusi Freeport untuk Papua

Pernah dengar tentang Freeport kan? Nama perusahaan tambang ini mencuat ketika terjadi kasus perpanjangan masa operasinya pada tahun 2017 lalu. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar nama Freeport?

Aku sendiri mengetahui tentang Freeport sekitar tahun 2006, saat SMP. Perusahaan ini memang sudah lama bercokol di Tanah Papua, secara resmi ia berdiri sejak tahun 1967. Di kalangan masyarakat awam sepertiku Freeport identik dengan persepsi buruk, terutama karena aktivitas eksploitasinya di tanah Papua yang terkesan merugikan.

Freeport Undercover

Untuk mengimbangi persepsi yang sudah terlanjur mengakar tersebut, aku ingin mengulik fakta lain tentang perusahaan bernama resmi PT. Freeport Indonesia (PTFI) ini. Untuk perusahaan sebesar Freeport, dampak positif yang mereka berikan untuk tanah Papua pasti juga tidak bisa dibilang kecil. Apalagi setiap perusahaan di Indonesia, termasuk Freeport, wajib mendonasikan sebagian keuntungan mereka dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates