Parafrase dalam Penulisan Non-fiksi

7 komentar
Parafrase adalah cara menuliskan kembali bahan riset menjadi bentuk dan susunan tulisan yang berbeda tapi dengan makna yang sama. Parafrase adalah tentang pengubahan bentuk dan kata, tanpa mengubah makna. Parafrase merupakan salah satu bentuk pengutipan tidak langsung. Kegiatan membuat parafrase disebut parafrasis.

Parafrase merupakan salah satu cara meminjam gagasan dari sebuah sumber tanpa menjadi plagiat. Dalam parafrase kita tidak menulis tulisan yang persis sama dengan tulisan orang lain. Parafrase dipakai dalam berbagai bentuk karya tulis terutama non-fiksi, seperti artikel, jurnal, berita, hingga berbagai jenis naskah lainnya.  

Cara Melakukan Parafrase

Apa yang dimaksud dengan parafrase?

Menurut Kamus Oxford Advanced Leaner’s Dictionary, parafrase merupakan cara mengekspresikan apa yang telah ditulis dan dikatakan oleh orang lain dengan menggunakan kata-kata yang berbeda agar membuatnya lebih mudah untuk dimengerti. 

Menurut KBBI, parafrase adalah penguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata yang lain, dengan maksud dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi.
 
Pengutipan yang dilakukan dalam teknik menulis parafrase merupakan kutipan yang menggunakan kata-kata sendiri untuk mengungkapkan ide yang sama. Sehingga dapat diaplikasikan saat menulis buku terutama non-fiksi dan aktivitas tersebut hukumnya adalah sah. Salah satu cara mengetahui batasan toleransi plagiasi adalah dengan menggunakan aplikasi Turnitin.

Parafrase pada beberapa jenis naskah bermaksud untuk menguraikan makna yang tersembunyi. Seperti pada puisi. Jadi parafrase ini tidak bermaksud mengubah teks, tetapi hanya untuk mendapatkan makna yang lebih tersurat. 

Apa tujuan parafrase?

Tujuan dari penggunaan parafrase adalah untuk menghindari kemungkinan terjadinya plagiarisme, khususnya pada karya tulis yang menggunakan banyak sumber referensi dalam proses penulisannya. Parafrase digunakan sebagai alternatif lain dari metode pengutipan. 

Tidak semua sumber harus diparafrase terutama yang bentuknya pengetahuan umum, misal  tanggal lahir dan wafatnya tokoh-tokoh penting, kejadian alam sehari-hari, berbagai peristiwa bersejarah, dan masih banyak lagi. 

Mengapa kita harus melakukan parafrase?

Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita harus melakukan parafrase pada tulisan.
  1. Parafrase dapat menghindarkan penulis dari plagiasi.
  2. Parafrase lebih baik dibandingkan dengan mengutip informasi dari sebuah paragraf dari tulisan orang lain.
  3. Parafrase dapat digunakan untuk memperjelas maksud dari kalimat teks asli.
  4. Parafrase membantu penulis untuk mengontrol cobaan melakukan kutipan yang terlalu sering.
  5. Proses mental yang dibutuhkan bagi keberhasilan sebuah prafrase membantu penulis untuk memahami sepenuhnya makna teks sumber yang akan ia sadur.
  6. Parafrase adalah salah satu cara menghargai hasil karya tulis orang lain.

Bagaimana cara melakukan parafrase?

Berikut adalah langkah-langkah melakukan parafrase. 
  1. Baca teks secara keseluruhan untuk memahami topik dan alur dari teks tersebut.
  2. Temukan gagasan pokok dan kata kunci yang terdapat pada kalimat/frasa utama setiap paragraf. Untuk kalimat penjelas, hanya bagian yang penting saja yang diambil, sedangkan bagian yang berupa contoh dapat diabaikan atau diganti/buat yang baru. 
  3. Singkirkan naskah asli tersebut dan tulis ulang ide yang sama pada dokumen yang baru. 
  4. Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus, terminologi, atau frasa unik yang diambil sama persis dengan naskah asli.
  5. Bandingkan tulisan parafrase dengan naskah aslinya untuk mengecek apakah semua gagasan penting telah tercantum dalam hasil parafrase tersebut.
  6. Tuliskan sumber pada naskah hasil parafrase. Meski hasil parafrase kita sangat berbeda dengan teks asli, sumber sebaiknya tetap harus dicantumkan. Selain sebagai sumber rujukan tambahan bagi pembaca, juga untuk menghargai karya penulis lain.

Bagaimana teknik melakukan parafrase?

Ketentuan umum dalam parafrase adalah gunakan kata atau kalimat yang sepadan, efektif, dan mudah dipahami pada teks parafrase. Berikut adalah beberapa teknik dalam melakukan parafrase.

1. Substitusi sinonim

Contoh:
Para pengusaha lebih senang merekrut calon karyawan wanita karena mereka cenderung tidak melakukan negosiasi dalam penentuan jumlah gaji.

menjadi
Sebagian besar pengusaha lebih memilih calon karyawan wanita dalam kandidat pelamar yang diwawancara kerja karena mereka biasanya tidak melakukan penawaran upah.

2. Subsitusi antonim

Contoh:
Tidak sedikit pengusaha yang lebih memilih calon karyawan wanita dalam kandidat pelamar yang diwawancara kerja karena mereka biasanya tidak melakukan penawaran jumlah gaji.


menjadi

Banyak pengusaha yang tidak memilih calon karyawan laki-laki dalam kandidat pelamar yang diwawancara kerja karena tidak seperti calon karyawan wanita, mereka biasanya melakukan penawaran jumlah gaji.


3. Mengubah sudut pandang

Contoh:
Para pengusaha lebih senang merekrut calon karyawan wanita karena mereka cenderung tidak melakukan negosiasi dalam penentuan jumlah gaji.

 

menjadi

Calon karyawan wanita seringkali tidak melakukan negosiasi upah, hal ini menjadi salah satu alasan para pengusaha lebih tertarik merekrut karyawan wanita.

4. Kalimat aktif menjadi pasif (atau sebaliknya)

Contoh:
Para pengusaha lebih banyak merekrut calon karyawan wanita karena mereka cenderung tidak melakukan negosiasi dalam penentuan jumlah gaji.

 

menjadi 

Calon karyawan wanita lebih banyak direkrut oleh para pengusaha, karena mereka biasanya tidak melakukan negosiasi dalam penentuan upah.)

5. Kalimat langsung menjadi tidak langsung (atau sebaliknya)

Contoh:
Ia berkata, “Rumahku sangat jauh dari kantor. Jarak tersebut kutempuh dengan berjalan kaki pulang-pergi setiap pagi dan sore.”

menjadi
Ia berkata padaku bahwa rumahnya sangat jauh dari tempat ia bekerja. Ditempuhnya dengan berjalan kaki pulang-pergi setiap pagi dan sore.

6. Substitusi metafora

Contoh:
Rumahnya sangat jauh dari tempat ia bekerja. Ditempuhnya dengan berjalan kaki pulang-pergi setiap pagi dan sore.

menjadi
Rumahnya berjarak cukup jauh dari kantor. Ia menempuh jarak tersebut dengan kekuatan kakinya kala matahari muncul dan kala matahari mengucapkan selamat tinggal.) 


Untuk mempermudah, contoh di atas adalah teknik parafrase dalam tingkat kalimat. Dalam kenyataannya sbg penulis kita kadang harus memparafrase satu artikel utuh menjadi satu dua paragraf singkat.

Jika masih memiliki kesulitan dalam melakukan parafrase, maka mulailah berlatih dari tingkat yang mudah terlebih dahulu, misal pada taraf kalimat. Jika telah cukup mahir dalam melakukan parafrase kalimat, maka buatlah parafrase untuk sebuah paragraf atau satu artikel utuh. 

Jangan lelah untuk terus melatih otot menulis kita, salah satunya dengan teknik parafrase jika diperlukan mengutip dari sumber. Semoga dengan mempraktikkan teknik ini kita bisa terhindar dari plagiasi karya. []
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

7 komentar

  1. Saya sering juga begitu mbak. Habis mau gimana lagi. Hehehe.

    BalasHapus
  2. Ahaa tulisan ini yang ku butuhkan sekarang. Tadi lihat di twitter ada yang bahas, lalu di ingat2 perasaan di sharelink odop juga ada deh yang share. Eh iya deng Mbak Rin yang share, makasih Mbak. Hihi

    BalasHapus
  3. Aku jujur baru tahu sih sama istilah ini, langsung kuterapin dong di tulisan2 aku. Hehe asli beda rasanya,

    BalasHapus
  4. Saya rasa-rasanya pernah mendengar istilah parafrase tapi tak pernah berniat untuk mencari tahu, hahhah, *selfkeplak*. Ternyata itu artinya ya, seperti nya memang perlu banyak latihan supaya jatuhnya tak dikira plagiat 🤔

    BalasHapus
  5. Kalo tulisan dalam Bahasa Indonesia, yaaa boleh deh dipraktikkan. Kalo dlm bahasa asing, pasti puyeng yaa.. kecuali kalo bhs asingnya udah dikuasai.

    BalasHapus
  6. Gimana ya mba kalo tyt kadang kita tanpa sadar melakukan parafrase dlm tulisan tanpa menyantumkan sumber aslinya? Misal gini, sering baca buku kan. Terus kadang kan mau nulis itu tergantung mood. Pas udh nulis tanpa sadar misal kekutip tulisan org dibuku. Parahnya lupa buku apa.. 😂 cemapa gitu ya

    BalasHapus
  7. aku suka sih menyisipkan yg metafora. memang sih efeknya kaya sedikit hiperbola, tp serua aja gitu pas menyusunnya. biar lebih ada emosi hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar