Membentuk Kebiasaan Menulis

16 komentar
Untuk disebut sebagai seorang penulis, seseorang harus menulis dengan konsisten. Konsistensi seorang penulis inilah yang disebut sebagai kebiasaan menulis. Lalu, bagaimana cara membentuk kebiasaan menulis?

Seorang penulis memiliki kebiasaan menulis seperti orang normal lainnya memiliki kebiasaan untuk makan, tidur, atau mandi. Pada level tertentu, kebiasaan ini sudah terbangun otomatis sehingga tidak perlu rencana dan persiapan muluk untuk melakukannya.

Cara Memulai Kebiasaan Menulis


Kita harus terbiasa dulu melakukan sesuatu sebelum mendapat label sebagai expert atau ahli. Kebiasaan menulis yang sudah terpatri pada sistem diri akan sangat membantu kita untuk produktif dalam menulis.

Rumus Membentuk Kebiasaan

Habits atau kebiasaan adalah hal yang bisa kita lakukan secara otomatis. Habits bisa dipelajari dan dibentuk. Kita bisa mempelajari habits apapun, termasuk menulis. Memulai kebiasaan menulis itu berat, tapi bukan berarti tidak bisa. 

Rumus dalam membangun kebiasaan apapun adalah pelajari, lakukan, dan ulangi.  Jika ketiga hal tersebut dilakukan secara terus menerus tanpa henti, hasilnya adalah habits. Itu adalah cara memulai kebiasaan baru.

Mempelajari ilmu kepenulisan sudah semakin mudah di zaman serba digital seperti ini. Kita tidak perlu tahu atau bisa semua teknik menulis dulu baru melakukannya (baca: menulis). Kita bahkan bisa belajar menulis dari latihan menulis itu sendiri.

Lakukan atau action adalah hal yang sangat penting untuk kasus apapun. Bahkan ada pepatah “Ideas are free, but action is priceless!” Ini menggambarkan fenomena banyak calon penulis yang sebenarnya punya banyak ide tapi tidak terwujud juga dalam bentuk tulisan, karena ya memang tidak dilakukan.

Ideas are free, but action is priceless!

Poin ulangi juga tak kalah penting dalam membangun habits. Konsistensi bisa didapatkan dari pola yang terus berulang, termasuk menulis. Jika kita ingin punya kebiasaan menulis, maka ulangi terus rumus di atas: pelajari-lakukan-ulangi.

Cara Membentuk Kebiasaan Menulis

1. Buat Target dari Hal Kecil

Karena kita khusus membahas tentang kebiasaan menulis, maka kita bisa mulai membuat target dari hal kecil misal dengan menulis di media sosial setiap hari. Atau mulai menulis 500 kata setiap tiga hari sekali. 

Jika hal-hal kecil ini sudah menjadi habits, mungkin sudah dilakukan selama satu bulan penuh secara konsisten, maka kita bisa menaikkan levelnya. Contoh, kita bisa memulai menulis blog satu minggu sekali. Atau kita bisa memulai penulisan buku antologi bersama teman-teman penulis lain.

Begitu seterusnya, setiap target lama tercapai buatlah target baru yang lebih besar.

Pada awalnya mungkin kita bisa menuliskan apa saja yang terlintas di kepala. Lama-lama, jika kita memang konsisten dalam menulis, kita akan bisa naik level dengan mulai membuat konsep yang rapi. Mulai dari bikin outline hingga menyusun tema yang mungkin beberapa tulisan bisa dijadikan satu buku.

Tahap 'menuliskan ide apa saja yang ada di kepala' itu bisa saja tidak sebentar. Asal kita tahan untuk disiplin, kita mungkin akan sampai pada tahap punya tulisan rapi tanpa konsep.

2. Tempatkan di Sekitar Habits yang Sudah Ada

Habits sangat berkaitan dengan waktu. Untuk dapat membangun kebiasaan menulis yang konsisten, kita harus menempatkannya di sekitar habits yang sudah terbentuk. 

Misal, kita ingin membiasakan diri untuk menulis satu kali sehari. Maka tempatkanlah kebiasaan tersebut pada kebiasaan yang sudah ada. Kebiasaan yang sudah terbentuk contohnya jam tidur, salat, makan, olahraga, dan mandi. Kita bisa meletakkan kebiasaan menulis ini pada waktu setelah salat subuh, atau sebelum tidur malam, atau setelah mandi sore.

3. Siap Berkorban Waktu

Tips ini berguna untuk orang yang benar-benar sibuk, sehingga tidak punya waktu luang pada jam normal. Ketika kita ingin mencapai sesuatu, rasanya lumrah jika kita juga harus mengorbankan sesuatu. Dalam kasus ini, jika kita ingin menjadi seorang penulis maka sesibuk apapun kita harus bersedia meluangkan waktu untuk menulis.

Teman-teman penulis senior pernah bercerita, kebanyakan dari mereka meluangkan waktu untuk menulis pada dini hari. It's mean mereka mengurangi waktu tidur, padahal mereka juga punya bayi hingga bahkan ada yang kerja kantoran. Tapi karena punya motivasi yang kuat untuk menghasilkan tulisan, maka mereka melakukan (pengorbanan) tersebut.

Jika penghambat aktivitas menulis adalah hal-hal menyenangkan seperti bermalas-malasan, perkuat motivasi menulis kita. Kita punya tujuan dalam menulis seperti apa. Apakah mimpi ingin punya buku? Atau ingin punya blog dengan tulisan yang berkualitas? Atau ingin menjadi content writer sukses? Impian yang kuat akan membuat aktivitas menulis menjadi prioritas dibandingkan aktivitas lainnya. Kita harus mengorbankan kesenangan sementara demi terwujudnya impian tersebut.

4. Lakukan Secara Kontinu

Pernah dengar The Rules of 10.000 Hours? Di sana disebutkan bahwa untuk menjadi seorang ahli kita harus melakukan sesuatu yang sama dengan total waktu 10.000 jam. Jika punya banyak waktu, silakan hitung sudah berapa jam yang kita habiskan untuk menulis. Itulah kenapa ada istilah ‘jam terbang’, semakin banyak seseorang melakukan sesuatu maka semakin ahlilah ia. 

Pada literatur lain, saya juga pernah baca bahwa kebiasaan dapat terbangun ketika seseorang melakukan hal yang sama selama 21 hari berturut-turut tanpa jeda. Membentuk kebiasaan 21 hari maksudnya jika seseorang ingin membangun kebiasaan menulis, maka ia harus menulis selama 21 hari tersebut tanpa pernah libur satu hari pun. 

5. Membentuk Kebiasaan Membaca

Kegiatan membaca seperti mengisi air ke dalam teko dan menuangkan air ke dalam gelas adalah kegiatan menuliskannya. Jika ingin mudah menulis, maka banyak-banyaklah mengisi teko: membaca. Orang yang banyak membaca biasanya akan merasa tekonya kepenuhan, lalu secara alamiah ingin menuangkan 'isi tekonya ke gelas' dengan cara menulis.

6. Abaikan Segala Teknik Menulis

Saran ini mungkin terdengar tidak profesional, tapi saya sudah membuktikan cara ini ampuh. Kita di sini belajar untuk membangun kebiasaan menulis, maka pada waktu yang sudah kita tentukan tulis saja apapun yang terlintas di otak kita. Abaikan segala bentuk aturan tentang menulis. 

Perasaan ingin tulisan kita sempurna dapat menjadi penghambat kelancaran menulis. Salah satu gejalanya adalah terjadinya aktivitas ketik-hapus-ketik-hapus. Cara terbaik agar tulisan tetap jadi adalah mengabaikan perasaan perfectionist tersebut.

Untuk memperbaiki hasil tulisan, akan ada sesi editing nantinya sebelum dipublish. Yang penting kita sudah terbiasa menulis saja dulu. Ketika otot menulis kita sudah terbiasa, maka belajar untuk memoles tulisan menjadi lebih rapi adalah hal yang mudah.

7. Disiplin pada Diri Sendiri

Pada awal membentuk kebiasaan menulis, mungkin akan ada banyak halangan atau alasan yang membuat kita akhirnya batal menulis di waktu yang sudah kita tentukan. Jika memang hambatannya tak terhindarkan, kita harus 'kejam' pada diri sendiri. Ganti aktivitas menulis hari itu di waktu yang lain atau 'bayar' di keesokan harinya.

Salah satu kunci pembentukan habits adalah disiplin pada diri sendiri.


Nah, kira-kira itu tentang membentuk kebiasaan menulis. Apakah kamu punya cara lain dalam membentuk kebiasaan menulis? Silakan share di kolom komentar ya. []
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

16 komentar

  1. Tulisan ini mampu membuat saya kembali menulis, meski untuk menyelesaikan tugas dan selesailaj tugas membuat cerita inspiratif saya dari SPL

    BalasHapus
  2. Menulis memang butuh latihan dan diimbangi dengan banyak membaca. Setuju sekali dengan postingan ini. Pertama, nulis semua ide yang ada di kepala dan jangan nulis sambil ngedit karena bakal gak jadi-jadi.

    BalasHapus
  3. Tipsnya memang terbukti berhasil di aku. Memang untuk menjadi biasa menulis ya harus disiplin. Ntar juga jadinya otomatis akan selalu menemukan kesempatan dan ide untuk menulis. Teknik pun diam-diam terasah.

    BalasHapus
  4. sampai sekarang hal terberat buat aku adalah mengabaikan tehnik menulis dan melakukan secara kontinyu. terus yang dibaca padahal bolak balik buku tentang menulis yang memberikan tips sama.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah sudah menerapkan kebiasaan di atas, meski pada waktu tertentu harus rehat nggak menulis sama sekali. Misalnya pas emak dirawat di RS kemarin, dan fokus ngurus orangtua yang sakit bikin kadang mood nulis udah ilang. Karena udah capek duluan tenaga terforsir. Semangat menulis kita.

    BalasHapus
  6. Bener banget ini ka Rindang. Kalau ga ikut ODOP entah gatau arahnya kayaknya tulisanku ini. Hehehe. Habit sudah terbentuk dan skrg jadi ada yang kurang kalau ngga nulis setiap hari

    BalasHapus
  7. Kalau buat saya yang pernah kerja di media, banyak baca dan disiplin itu ampuh banget biar konsisten menulis. Memang sih kadang stuck gitu, tapi ya pinter2 cari kembali semangatnya. Nulis itu seru banget

    BalasHapus
  8. Kalau aku membentuk kebiasaan menulis dimulai sejak usia dini bisa dengan membuat jurnal harian

    BalasHapus
  9. salut sama mbak`e, disela-sela kesibukanya masih dan selalu menyempatkan diri untuk menulis dan terus menulis. Terbukti, pernah menerbitkan sebuah buku, pengen rasanya mengikuti jejak mb rindang, semoga dengan tips-tips disini, kebiasaanku untuk menulis makin terbentuk dan nggak gampang bosan.

    BalasHapus
  10. Aku suka bagian abaikan semua teknik penulisan, freestyle banget. Kalo aku problemnya lebih ke mood

    BalasHapus
  11. Menanmkan disiplin pada diri sendiri memang cukup susah, namun jika benar-benar ingin dicoba Aku yakin pasti bisa dalam segala hal.

    BalasHapus
  12. Membentuk sebuah kebiasaan hingga sampai pada titik jika enggak nulis sehari aja, terasa jadi beban pikiran banget. Lebih sempurna lagi jika menulis jadi media untuk melepas stress.

    BalasHapus
  13. Wah makasih ya Mbak tipsnya, ini yang aku butuhkan sebab sudah terlalu lama aku malas-malasan menulis blog. Banyak sekali alasannya, setelah membaca tips di atas aku jadi tahu mana yang harus aku benahi.

    BalasHapus
  14. Msmpelajari teknik menulis kadang memang bikin aku justru gak nulis2 karena bolak balik hapus jadinya kerasa berat ya. Malah gak jadi kontinyu

    BalasHapus
  15. Nulis pas dini hari itu lancar banget.. idenya mengalir terus, work banget buat aku hehehe

    BalasHapus
  16. Jujur disiplin yang masih sulit aku Kak. Soalnya kondisi rumah nggak ketebak heheheh. Nulisnya ya kalau nggak capek pasti aku nulis. Nulis itu bikin rindu dan candu soalnya.

    BalasHapus

Posting Komentar