Sunday, September 30, 2018

G30S/PKI: Sejarah Kelam Bangsa Indonesia

Hari ini, 30 September 2018, tepat 58 tahun setelah peristiwa kelam G30SPKI pada tahun 1965. Sebagian warga menaikkan bendera setengah tiang untuk memperingatinya. Aku sendiri menonton film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” hari ini untuk mengenang cerita kelam tersebut. 


Saturday, September 29, 2018

The Meg: Pertarungan Melawan Hiu Purba Raksasa

Aku baru saja selesai menonton film The Meg. Cukup lama tidak menonton film ber-genre science-fiction membuatku terpukau dengan fakta-fakta sains di dalam film ini. 

Source: www.mbtech.info.com

Lima Hal Berkesan dari Drama Korea Goblin

Drama Korea Goblin sempat booming beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku belum tertarik untuk ikut menontonnya. Beberapa orang pernah membocorkan genre drama ini yaitu setengah fantasy. Seperti biasa, aku ogah menonton drama jenis tak masuk di akal seperti ini.

Source: www.wikipedia.com

Friday, September 28, 2018

Cerita Pra-CPNS

Tanggal 26 September 2018 adalah hari pertama portal pendaftaran CPNS 2018 dibuka. Sayangnya, saat dicoba ada banyak calon pendaftar yang mengalami kegagalan mendaftar karena websitenya down. Entah karena saking banyaknya calon peserta yang ‘menyerang’ atau karena memang kualitas webnya yang belum maksimal.


Aku tidak akan membahas gangguan pada website SSCN tersebut. Karena hal itu juga pernah terjadi tahun lalu dan pada akhirnya akan normal dengan sendirinya. Ya, tahun lalu aku juga ikut berjibaku dalam proses pendaftaran CPNS ini. Hasilnya, karena aku masih akan ikut lagi jadi ya berarti belum berhasil lolos.

[Review] Pintar Kelola Keuangan

Buku berjudul Pintar Kelola Keuangan ini adalah buku tentang finansial ke sekian yang pernah kubaca. Iya, aku tertarik kepada ilmu finansial. Bukan untuk gengsi atau tertarik secara ilmiah, tapi lebih kepada sisi praktisnya. Bukan juga karena statusku sebagai seorang istri yang notabene harus pintar mengelola keuangan. Tapi lebih karena passion-ku tentang financial freedom. Meski jujur saja, temanya tidak bisa yang terlalu berat, menengah ke bawah saja. Urusan yang njelimet seperti saham dan penanaman modal tidak termasuk ke dalam minatku.

Judul: Pintar Kelola Keuangan
Penulis: Evita P. Purnamasari
Penerbit: KOBIS
Tahun terbit: 2015

Tuesday, September 25, 2018

Taman Selecta Batu

Beberapa waktu yang lalu, aku berkesempatan jalan-jalan ke Selecta bersama suami. Selecta adalah adalah salah satu taman wisata yang ada di Kota Batu, Jawa Timur. Karena areanya berada di ketinggian, udara di sana sangat sejuk. Aku sendiri cukup kedinginan dengan cuaca khas pegunungan ini, meskipun saat itu waktunya sudah hampir tengah hari.

Pemandangan di Selecta sangat indah. Kemana saja memandang, tampak hamparan bunga dan barisan tanaman yang tertata rapi berpadu apik dengan beberapa wahana permainan serta hiasan artifisial. Mengesankan! Sangat cocok sebagai tempat untuk berfoto-foto.

[Review] The Destinasean: Menjelajah Kisah di 10 Negara

The Destinaseans adalah buku antologi bergenre travelling. Ditulis oleh 10 orang traveller yang berjalan-jalan di sepuluh negara Asean. Setiap orang menuliskan dua pengalamannya. Semua ceritanya kusuka, terutama cerita oleh Puti Karina. Bahasanya unik dan isinya hangat. Setelah membaca dua tulisan ini, aku jadi kepo dan stalking IG dan blog penulis ini. Masih aktif menulis ternyata, keren.

Salah satu kutipan dari tulisan Puti Karina yang berjudul “Ketika di Ayutthaya”:
“Karena Tuhan yang aku percaya menciptakan segalanya; maka Dia tahu jalan terbaik untuk memusnahkannya.”(hal 129)

Tulisan lainnya yang kusuka dari buku ini adalah tulisan yang berjudul “Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sum-pah Gue Pusing”. Yup, Indonesia juga termasuk di dalam sepuluh negara yang menjadi destinasi dalam buku ini. Tulisan yang ditulis oleh Adis Takdos ini bercerita tentang pengalamannya keliling dua provinsi Sumatra. Selain isi tulisannya yang berkesan, bahasa yang ia gunakan juga mengesankan. Kocak tapi berisi.

Sunday, September 23, 2018

Tujuh Pesan Moral pada Drama Korea “Voice”

Aku baru saja selesai menonton sebuah drama Korea bergenre thriller-misteri. Cerita kasus-kasus pembunuhan di drama ini sebenarnya menakutkan bagiku. Namun, adegan penyelidikan dan cara penyelesaiannya membuatku tertarik. Dunia detektif dan kepolisian menjadi lingkaran utama drama ini. Drama genre ini juga pernah kutonton pada drama Three Hours dan Hello, Monster! Keduanya menjadi drama favoritku di samping drama romance.

Drama berjudul Voice ini bercerita tentang seorang polisi wanita bernama Kang Gwon Joo yang mampu mendengar bunyi sekecil apa pun. Keahliannya ini membawanya ke dalam kasus penyelidikan pembunuhan ayahnya. Di sisi lain, detektif Moo Jin Hyuk terpuruk selama 3 tahun setelah kematian istrinya yang dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin. Ternyata pembunuh keduanya adalah orang yang sama. Oleh karena itulah, Kang Gwon Joo dan Moo Jin Hyuk bersatu untuk memburu pembunuh psikopat ini.

Source 

Saturday, September 22, 2018

Salah Kaprah tentang Car Free Day

Hari ini, 22 September 2018 diperingati sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia. Hari bebas kendaraan bermotor lebih dikenal dengan sebutan Car Free Day (CFD). Peringatan ini diadakan dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara di dunia.

www.vancouversbestplaces.com

Beberapa kota di dunia, seperti Bogota dan Paris memperingati hari tersebut. Selain di dua kota tersebut, beberapa kota di Indonesia juga mengadakan CFD secara mingguan, biasanya hari Minggu pagi. Namun, sudahkah CFD diadakan sesuai tujuan awalnya?

[Review] The Secret of Room 403

Satu lagi novel seorang Riawani Elyta kubaca. Aku memang fans dengan penulis satu ini. Karya-karyanya bagus dan memotivasiku untuk terus menjadi penulis. Novel yang kali ini kubaca berjudul The Secret of Room 403. Dari judulnya sudah ketahuan kalau genre novel ini bertema misteri. Novel ini diperankan oleh seorang tokoh utama yang berprofesi sebagai penulis. Keren banget, hal ini semakin menarik minatku.

Judul: The Secret of Room 403
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Tahun terbit: 2016
Adalah Aliff yang diberi tugas menulis sebuah novel biografis seorang tokoh negara. Awalnya ia tidak menemukan masalah karena sumbernya cukup dan ia hanya perlu ‘mengungsi’ berkedok liburan ke Batam untuk merampungkan bukunya itu. Namun, beberapa kejanggalan pada saat proses penulisan terjadi. Terlebih ketika bundel yang berisi tulisan tangan sang tokoh tertinggal di rumah Revi, gadis yang menarik hati Aliff.

[Review] Dilan: Penyesalan Seorang Pembaca

Sebenarnya aku sudah lama selesai membaca novel Dilan 1, 2, dan 3. Marathon, karena sangat penasaran dengan isi ceritanya. Namun, menuliskan reviewnya ternyata tak semudah menamatkan novelnya. Mengapa? Karena aku hang over parah dengan ending cerita antara Dilan dan Milea. Setiap kali membaca atau menonton sebuah cerita, aku memang punya sifat yang terlalu berempati dengan tokoh-tokoh di dalamnya.


Wednesday, September 19, 2018

Ruang Terbuka Hijau Batumandi

Aku dan suami sama-sama suka traveling. Karena kami juga sama-sama pekerja yang masih terikat dengan instansi, jadi waktu traveling kami biasanya weekend atau malam hari. Destinasinya pun tidak jauh-jauh, hanya di sekitar kota. Paling banter ke kabupaten sebelah. 

Beberapa waktu yang lalu, aku dan suami jalan-jalan ke Kabupaten Balangan sambil mencari makan malam. Hah? Iya, kadang kami seabsurd itu. Mencari makan malam bisa sampai ke kabupaten sebelah. Selain karena ingin jalan-jalan, juga ingin mampir ke rumah seorang teman suami.

RTH Batumandi

Tuesday, September 18, 2018

Apakah Aku Mengidap OCD?

Setiap kali melihat tempat atau ruangan yang berantakan, aku selalu merasa tidak senang. Pikiranku seakan ikut kacau. Hal ini sudah kualami sejak sekolah dulu. Tak heran kamar dan meja kerjaku rapi.

Apakah aku mengidap OCD?

Bukan hanya itu, mendengar bunyi yang tidak normal saja kadang bisa membuatku tidak tenang. Misalnya bunyi tetes air dari keran air yang bocor, bunyi mesin rusak di motor, atau bip-bip KWH listrik yang mau kehabisan pulsa. Namun, jika suara normal seperti detak jarum jam atau air mengalir normal tidak masalah di telingaku.

Monday, September 17, 2018

[Review] Mimpi Punya Bisnis Sukses di Usia Muda


Siapa sih yang tidak ingin menjadi pebisnis sukses di usia muda? Hampir semua orang pasti ingin. Nah, Stella Olivia tahu betul apa yang banyak diimpikan anak muda zaman sekarang. Sukses berbisnis. Ya, itulah yang menjadi tema buku ini.

Buku ini unik karena tersusun dari bab yang diubah menjadi bantal. Pada bantal pertama yang berjudul passion, aku paling suka dengan quotesnya.

“Orang yang diletakkan di bidang yang salah cenderung kelihatan bodoh, atau lambat, atau bahkan kepayahan menjalani hari-harinya.” (hal 3)

Bantal kedua membahas tentang tujuan hidup. Ini oke banget sih sebagai bahan perenungan, karena nggak mungkin kita bisa menentukan mimpi kalau tujuan hidup kita saja tidak tahu. Bantal ketiga mengulik tentang produktivitas. Di bagian ini, Stella Olivia memperkenalkan 4 tingkatan prioritas dalam kegiatan sehari-hari.



Judul: Mimpi Punya Bisnis Sukses di Usia Muda
Penulis: Stella Olivia
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2017


Bantal keempat menekankan bahwa pentingnya komunitas alias konco-konco sepenanggungan. Tidak ada profesi yang tidak membutuhkan orang lain. Komunitas dibutuhkan agar kita semakin  kuat. Mendesain mimpi dibahas pada bantal kelima. Mendesain mimpi ini maksudnya mulai merencanakan mimpi hingga proses mengusahakan mimpi itu sendiri.

Bantal keenam berisi cadangan energi yang jika kita gagal dalam meraih mimpi bisa digunakan. Cadangan energi ini berguna agar kita nggak langsung jatuh ketika gagal, tapi tetap bertahan dan setia pada mimpi itu. Di akhir buku ada dua narasumber yang berbagi cerita bisnis inspiratif mereka.

Pada setiap pembahasan, Stella selalu menceritakan prosesnya sebagai penulis buku. Sangat menginspirasi sih, karena kebetulan aku juga punya mimpi yang sama dengannya. Bedanya, aku terus bermimpi sedangkan ia sudah mewujudkan mimpi-mimpinya. Buku ini adalah buku kesembilannya. Wow!

Sampulnya berwarna orange, cukup ngejreng, dan menarik perhatian. Ilustrasi di sampul dan di seluruh buku juga sangat menarik. Membuat aku tidak bosan membaca hingga halaman ke 170, halaman terakhir. Gaya bahasanya baku tapi tetap mudah dipahami.

“Orang yang sukses adalah orang yang berhasil menggapai mimpi-mimpinya.”

Ini salah satu buku motivasi terbaik yang pernah aku baca. Bentuk penyampaiannya ringan, tapi isinya cukup berat. Mampu mempengaruhiku sebagai pembaca. Yuk, baca buku ini juga! []

Koleksi Boneka

Seperti kebanyakan anak perempuan lainnya, aku juga suka mengoleksi boneka. Jumlah boneka yang kumiliki tidak terlalu banyak, tapi setiap dari mereka memiliki cerita sendiri yang berkesan. Berikut beberapa anggota dari koleksi bonekaku.

Ma favorite!

1. Badut Biru
Boneka pertama yang kumiliki berbentuk badut dengan topi di kepalanya. Bukan wajahnya yang seperti badut, aku hanya tidak tahu harus menamainya apa karena boneka tersebut tidak mirip dengan binatang atau tokoh kartun apapun. Ukurannya sebesar orang dewasa, warna dominan biru dan putih. Boneka itu dibeli orangtuaku saat aku masih balita. Ketika aku SMA, bonekanya dimusnahkan karena sudah tidak layak peluk lagi.

Saturday, September 15, 2018

[Review] Spy Hunter

Kurt Reid dituduh bersalah atas sebuah pembunuhan. Akhirnya, dia kabur ke Cina. Kini, Reid harus memasuki dunia spionase yang penuh intrik, di mana segalanya dan siapa saja tidak bisa dtebak. Di tempat pelarian, Reid bertemu Varinka Savischna, seorang gadis cantik asal Rusia. Varinka membantunya melarikan diri dari kejaran pihak berwajib. Namun, ternyata Varinka adalah seorang mata-mata. Apa yang selanjutnya terjadi? Mampukah Reid menyelamatkan dirinya?

Judul: Spy Hunter
Penulis: L. Ron Hubbard
Penerjemah: Lulu Rahman
Penerbit: Ufuk Publishing House
Tahun terbit: 2012

Friday, September 14, 2018

[Review] Klik & Klop

Hubungan persahabatan memang sangat sensitif. Terlebih lagi jika urusan cinta sudah memasuki hubungan itu. Dilema kerap menghampiri insan yang mengalaminya. Antara memilih persahabatan ataukah mempertahankan cinta dan perasaan. Meskipun itu dapat dilakukan secara bersamaan, idealnya mereka tidak mau mencampuradukkan keduanya.

Mita gadis periang, usia 6 tahun pindah bersama kedua orangtuanya. Di tempat tinggal barunya, ia mendapatkan seorang sahabat bernama Bayu. Mereka tumbuh dan menjadi dewasa bersama. Hubungan mereka terlalu dekat sehingga membuat orang lain menganggap mereka ada hubungan spesial.

Bagaimanakah kelanjutan cerita persahabatan mereka? Apakah mereka akan terlibat dengan urusan cinta?
**

Anak Panah Called “Status Shaming”

Pada postingan sebelumnya, aku menulis tentang body shaming. Kali ini aku akan menulis tentang status shaming. Entah, sebelumnya sudah ada yang pernah menggunakan istilah ini atau belum. Karena aku kepikiran begitu saja untuk menamai jenis shaming ini.

Status Shaming

Wednesday, September 12, 2018

Body Shaming isn’t Cool

Aku baru saja nonton videonya Paul dan Gita yang membahas tentang “Body Shaming”. Mendengar penuturan keduanya membuatku geleng-geleng kepala. Kok tega banget ya orang yangatain kekurangan fisik orang lain secara berulang-ulang. Padahal efek bagi orang yang terkena body shaming enggak bisa dikatakan sepele. Dari yang berkurangnya rasa percaya diri, tidak nyaman menjadi diri sendiri, atau bahkan menarik diri dari pergaulan.

Body shaming isn't cool

Tuesday, September 11, 2018

[Review] Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu

Salah satu jenis buku yang memenuhi rak bukuku adalah buku nonfiksi bertema beasiswa. Aku memang bercita-cita ingin mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri, meski belum mengusahakannya sama sekali karena sesuatu dan lain hal. Hiks.

Cukup curhatnya, sekarang aku ingin mereview sebuah buku kece dari penulis yang juga kece. Judulnya Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu. Bikin penasaran ya judulnya. Dari judulnya, bisa ditebak bahwa penulis adalah seorang anak yang berbakti. 

Judul : Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu
Penulis : Irfan Amalee
Penerbit : Mizania
Tahun terbit : 2013

Monday, September 10, 2018

Aku, Perpustakaan, dan Bulan Gemar Membaca #FBBKolaborasi

Halo semuanya, ketemu lagi dengan postingan FBB Kolaborasi di blogku. Bulan September ini, FBB Kolaborasi punya tema yang aku suka banget yaitu Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Bagi bookaddict sepertiku, tema sejenis ini adalah hal yang menyenangkan untuk ditulis.

Bukan tanpa alasan tema ini diambil untuk FBB Kolaborasi bulan September. Fyi, aku sendiri pun baru tahu kalau bulan September itu adalah bulan Gemar Membaca. Sedangkan Hari Kunjung Perpustakaan jatuh pada setiap tanggal 14 September. Kedua momen literasi ini berlaku nasional sejak dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1995.

Sunday, September 9, 2018

[Puisi] Seamplop Rindu

Berapa langkah sudah engkau berlari
Sejarak itulah kita berpisah
Bukan karena inginmu
Atau kehendakku

Bukan luka yang kau tinggalkan
Tapi mengapa sakit rasanya?
Pelangi seolah monokrom
Spektrum cahaya tak mampu membias warna
Aku sepi

Saturday, September 8, 2018

Itinerary 4 Hari 3 Malam Surabaya-Malang (II)

Hari ke-3, Senin 16 April 2018
Hari itu setelah bangun kami langsung siap-siap masak dengan bahan yang sudah dibeli malam sebelumnya. Hal ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kemarin yang sarapannya telat, tidak cocok untuk perut kami yang terbiasa sarapan cepat. Selesai siap-siap dan sarapan, kami langsung berangkat sekaligus checkout dari penginapan.

Destinasi kami pertama hari itu adalah perkebunan apel. Maklum, di Kalimantan kan nggak ada kebun apel. Tak heran kalau lokasi perkebunan dan aktivitas memetik buah apel di Kota Batu sering dikunjungi wisatawan seperti kami hari itu. Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu antusias. Aku lebih suka langsung beli apel dan memakannya. Ya ya, sebut aku pemalas. 

Friday, September 7, 2018

Itinerary 4 Hari 3 Malam Surabaya-Malang (I)

Pada awal tahun lalu, aku dan suami mengadakan perjalanan dalam rangka liburan. Nggak berdua saja sih, tapi ikut rombongan dengan teman-teman suami. Destinasi kami kali ini adalah Kota Surabaya dan Malang. 

Mengapa tulisan ini kuberi judul itinerary? Karena tulisan ini merupakan rangkuman perjalanan kami selama 4 hari 3 malam. Untuk detail pertempat wisata nanti akan kubuat post-nya sendiri-sendiri.

Hari Pertama, Sabtu 14 April 2018
Kami berangkat ke bandara dari rumah sejak jam 3 subuh. Sampai di bandara sekitar jam 7 pagi. Salat dan sarapan di perjalanan. Penerbangan kami sekitar jam 9 pagi jadi lumayan lama nunggu di bandara. 

Thursday, September 6, 2018

Writerpedia

Buku ini berisi kumpulan kisah penulis dari nol sampai berdigit. Boleh dikatakan buku ini merupakan curhat para penulis pemula. Kebanyakan dari mereka memulai karir menulis dari ikut event-event kepenulisan antologi di Facebook. Ya, aku pun pernah melewati fase itu dan berhasil menelurkan 8 buah buku antologi.


Judul : Writerpedia
Penulis : Jamaah Zukzez
Penerbit : Zukzez Express
Tahun terbit : 2016

Ada 11 penulis yang masing-masing menulis satu tulisan tentang cerita kepenulisan mereka. Ada beberapa penulis yang pernah kudengar namanya di dunia nyata karena domisili mereka yang berdekatan dengan kota asalku atau karena pernah bertemu satu dua kali di beberapa acara. 

Artikel favoritku di antologi adalah tulisan dari Syifa An-Nabila yang berjudul Jejak-jejak Penaku. Aku suka kata-katanya yang bersayap, diksinya bagus. Kalau dari segi cerita setiap tulisan memiliki jalan berlikunya masing-masing. Selalu ada pengorbanan dan perjuangan.

Quote yang paling kusuka di buku ini:

“Aku menulis bukan karena memahami dunia, melainkan karena aku tidak memahaminya - Gerald Murnane (Hal 111)."

Buku berjumlah 158 halaman ini cukup menarik untuk dibaca. Membuka mataku bahwa jalan kepenulisan itu tidak mudah bagi yang memperjuangkannya. Apalagi bagi yang tidak pernah melakukan apa-apa sepertiku.

Buku ini memberikan banyak inspirasi kepada calon penulis muda untuk tidak menyerah terhadap mimpi mereka. Namun, isi cerita yang bagus tidak didukung dengan penyajian tulisan yang rapi. Juga masih ada beberapa typo yang terdapat di buku ini.

Secara umum, buku ini sangat recomended. Sangat cocok dibaca oleh para calon penulis. Two thumbs up untuk Writerpedia.[]

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Wednesday, September 5, 2018

Rezeki Nomplok dari Kontes Blog

Satu lagi buku tentang blogging yang baru selesai kubaca, judulnya Rezeki Nomplok dari Kontes Blog. Buku ini berisi tip dan trik cerdas menang kontes blog. Tips yang ditulis dalam buku ini sudah dipraktikkan oleh penulisnya, jadi jangan diragukan lagi keampuhannya. Penulisnya sendiri memang sudah banyak memenangi perlombaan blog. Hadiah yang pernah diterima penulis sendiri tidak tanggung-tanggung, hadiah yang paling wow adalah sebuah rumah.

Judul : Rezeki Nomplok dari Kontes Blog
Penulis : Harris Maulana
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2012

Buku mini berjumlah 98 halaman ini sangat bagus dibaca oleh blogger yang memang berminat mengikuti lomba blog. Buku ini dimulai dari pembahasan alasan seseorang nge-blog. Hal ini seperti mempertanyakan ulang niat para bloger saat memulai nge-blog.

Bagian kedua dari buku ini memuat hal-hal teknis tentang memilih dan membuat sebuah blog. Aku membaca secara scanning saja di bagian ini, karena sebagian besar sudah kupraktikkan semuanya.

Tips selanjutnya yang dibagikan penulis adalah mencari kontes blog yang berkualitas di beberapa media rekomendasi. Selanjutnya mencari data dengan cara eksplorasi dan mulai menulis.

SEO dan linking adalah hal selanjutnya yang dibahas dalam buku ini. Nah di bagian ini aku harus sedikit pelan-pelan membaca, karena aku masih terbata-bata dalam praktiknya.

Personal branding adalah hal terakhir yang dibahas penulis di buku ini. Bagaimana seorang bloger harus membuat branding yang baik dan itu berpengaruh terhadap hasil lomba dijelaskan dengan lengkap di bab ini.

Blurb

Buku ini juga dilengkapi dengan lampiran contoh tulisan penulis yang memenangkan lomba. Aku paling suka tulisan yang berjudul “Dari A sampai Z : Seandainya Harry Potter Pakai Simpati.” Kocak dan menarik.

Dari beberapa tulisan yang dilampirkan, aku dapat menyimpulkan bahwa tulisan Harris Maulana memang unik dan berbobot. Tidak heran jika dapat memenangkan kontes blog.

Jadi, kamu bloger yang ingin memenangkan kontes blog juga? Wajib baca buku ini kalau begitu.[]

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Tuesday, September 4, 2018

Review Agustus 2018

Halo, ketemu lagi dengan review bulananku. Kali ini aku akan bercerita tentang apa yang terjadi di bulan Agustus, bulan kemerdekaan RI. Btw, saat 17 Agustus aku di rumah saja, menikmati hari libur dan menonton upacara pembukaan dan penutupan dari televisi.

Keluarga
Bulan Agustus tahun ini bisa dibilang bulan keluarga bagiku karena keluargaku lumayan lebih sering ngumpul. Pertama, karena ada moment Hari Raya Idul Adha. Kedua, karena ada acara resepsi pernikahan sepupuku. Bahkan, adikku yang merantau jauh di sana pulang. Horeee.

Keluarga besar

Pekerjaan
Pekerjaanku di bulan Agustus lumayan santai. Banyak, tapi masih bisa kukendalikan. Hanya saja, di kantor seorang seniorku memutuskan resign. Sedih. Aku kapan bisa resign, yak? Hehe.

Kesehatan
Tidak ada masalah kesehatan yang berarti di tubuhku pada bulan Agustus. Alhamdulillah.

Travelling
Aku tidak ada jalan-jalan selama bulan Agustus. Pertama, sedang menabung. Kedua, travelmateku sedang sibuk. Ketiga, aku masih bisa kelayapan sambil kerja di lapangan. Hehe.

Buku
Di awal bulan Agustus ada bazar buku di Barabai. Senang dong! Aku kalap membeli 8 buku bacaan dan 1 buku mewarna. Baru dua diantaranya yang selesai kubaca, yaitu buku tentang keuangan dan blogging.

Writing
Bloggingku kurang produktif selama bulan Agustus. Hal ini dikarenakan, aku lebih fokus untuk nulis cerita di Wattpad. Oya, satu naskahku lolos dalam buku antologi anak-anak. Alhamdulillah, ternyata aku juga bisa nulis cerita anak. Hehe. Bulan depan, aku mau ikut program One Day One Post biar blogku banyak isinya lagi. Semoga konsisten.


Nah, itu dulu ceritaku tentang kegiatanku selama bulan Agustus. Aku senang dapat menjalani hari-hari dengan positif. Semoga bulan depan hidupku dapat lebih bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku. Aamiin.

Monday, September 3, 2018

Bazar Sejuta Buku Barabai 2018

Alhamdulillah, akhirnya di Barabai ada event literasi juga, semacam bazar buku kayak book fair di Banjarbaru. Tentu aku senang sekali. Dibuka sejak tanggal 2 Agustus 2018 hingga 11 Agustus 2018. Pertama kali, aku datang di hari ke 3, karena hari itu Sabtu. Aku sengaja mencari hari libur, bukan dari balik kantor. Biar lebih fokus berburunya.

Bazar Sejuta Buku 2018

Acara bazar buku ini diadakan di Gedung Olah Raga (GOR) 24 Desember. Indoor, tidak outdoor seperti bazar buku pada umumnya ya. Mungkin penyelenggara mengantisipasi cuaca yang tidak bersahabat, seperti hujan yang memang tak dapat diprediksi kapan datangnya. Pertama kali suasana yang kutangkap saat datang ke lokasi adalah keriuhan anak-anak SD berseragam sekolah sedang berburu buku. Whuaah, impianku hunting dengan khusyu’ jadi terhalang deh. 

 

Untungnya keberadaan mereka tidak terlalu lama, karena para guru pendamping mereka memanggil anak-anak tersebut untuk berfoto bersama lalu meninggalkan gedung. Di sisi lain, aku juga merasa senang dengan kehadiran anak-anak tersebut. Karena setidaknya mereka masih berminat melihat-lihat buku. Itu salah satu kebahagiaan yang hakiki bagiku yang gemar membaca buku.

Suasana jadi lebih tenang setelah anak-anak tersebut meninggalkan area bazar buku. Aku lalu meneruskan perburuanku ditemani beberapa lagu pilihan yang diputar. Berasa di Gramedia. Seperti biasa aku adalah pengunjung yang detail, aku melihat satu-persatu tumpukan buku. Kumpulan buku yang ku-scanning cepat adalah kumpulan buku anak-anak dan kumpulan buku soal-soal. Selainnya, terutama non-fiksi kulihat satu-persatu dengan detail. Karena pada saat inilah biasanya aku menemukan ‘emas’.


Bagaimana dengan harga? Dari label harga yang di tempel di buku, aku tidak bisa menyebut harga buku di bazar kali ini murah. Sedang saja. Mungkin 50% dari harga aslinya. Tidak sampai yang jatuh banget gitu. Koleksi bukunya sendiri adalah buku-buku terbitan lama, khas koleksi bazar buku. Lima tahun ke atas lah. Terbitan baru, jangan tanya pasti gak ada. Buku import, apalagi. Nihil. Hehe.

 

Tapi yang begini saja aku sudah cukup senang. Sangat senang. Setelah ngubek-ngubek tempat itu selama 2 jam akhirnya aku menggendong 7 buku setelah sebelumnya 3 buku terseleksi kembali ke meja jualan. Haha. Daaan ketika sampai di kasir ada tulisan kalau masih ada satu truk buku lagi yang menuju Barabai. Yuhuu, aku harus ke sini lagi dong. Janji gak bakal kalap lagi. Sayang dompet. Cuma mau lihat-lihat aja dan nambah koleksi dokumentasi buat share di medsos. Haha.

 

Rabu malam, tanggal 8 Agustus aku kembali lagi. Niat pertama mau hunting buku lagi. Kedua, mau minta formulir pendaftaran buat adik sepupu yang mau ikut lomba menggambar. Karena di brosur bazar buku memang tertera ada lomba mewarnai dan menggambar untuk anak TK dan SD. Ternyata kata mas-mas yang jaga kasir, lomba menggambarnya dibatalkan. Aku tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan masnya apa alasan dibatalkannya lomba, dan tidak berniat mencari tahu.

Suasana Bazar Buku

Nah, saat ngubek-ngubek, aku tidak melihat terlalu banyak perbedaan jumlah buku yang di-display. Tapi kayaknya nih ya, banyak yang sudah dibeli karena banyak pengunjung yang ke sana duluan. Bagus dong ya, berarti antusias masyarakat Barabai untuk beli buku cukup besar. Yang bikin bahagia, aku ketemu buku mewarna untuk dewasa. Waaaah. Sudah lama kucari dan mahal-mahal. Ketemu di sini seharga isi dompetku, itu sesuatu. Selain itu aku beli satu buku yang lain. Jadi di kunjungan yang kedua ini aku dapet dua buku lagi. Suami cuma bisa geleng-geleng kepala.

Hasil buruanku

Semoga tahun depan bazar buku diadakan lagi di Barabai. Biar aku senang, biar masyarakat Barabai jadi lebih akrab dengan buku. Aamiin.[]
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates