Saturday, September 22, 2018

[Review] The Secret of Room 403

Satu lagi novel seorang Riawani Elyta kubaca. Aku memang fans dengan penulis satu ini. Karya-karyanya bagus dan memotivasiku untuk terus menjadi penulis. Novel yang kali ini kubaca berjudul The Secret of Room 403. Dari judulnya sudah ketahuan kalau genre novel ini bertema misteri. Novel ini diperankan oleh seorang tokoh utama yang berprofesi sebagai penulis. Keren banget, hal ini semakin menarik minatku.

Judul: The Secret of Room 403
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Tahun terbit: 2016
Adalah Aliff yang diberi tugas menulis sebuah novel biografis seorang tokoh negara. Awalnya ia tidak menemukan masalah karena sumbernya cukup dan ia hanya perlu ‘mengungsi’ berkedok liburan ke Batam untuk merampungkan bukunya itu. Namun, beberapa kejanggalan pada saat proses penulisan terjadi. Terlebih ketika bundel yang berisi tulisan tangan sang tokoh tertinggal di rumah Revi, gadis yang menarik hati Aliff.

Apa hubungannya dengan kamar nomor 403? Nah, ini adalah pertanyaan yang berputar-putar di kepalaku bahkan hingga aku membaca lebih dari separuh buku. Kamar 403 baru muncul pada halaman 214 dari total 271 halaman novel ini. Tak heran jika aku berpendapat, bahwa judul yang lebih cocok untuk novel ini adalah The Secret of ‘Bundel’. Karena bundel itulah yang menjadi benang merah cerita ini. 

Berubahnya perilaku Aliff dan konfliknya dengan Revi bahkan Sang Menteri juga karena bundel tersebut. Lagipula awalnya aku menyangka, kamar nomor 403 itu adalah sebuah kamar hotel. Ternyata bukan, bukan sama sekali. Di tengah-tengah cerita, pada halaman 168 juga ada cerita menyeramkan tentang salah satu kamar sewa yang dimiliki oleh Revi. Kukira itu adalah kamar 403, ternyata juga bukan.

Meskipun tema utama adalah untuk mengungkap hal-hal yang hilang dalam sebuah bundel rahasia tapi ada tema sampingan yang diselipkan penulis pada novel ini. Salah satunya adalah religiositas dalam kehidupan seseorang. Pada beberapa cerita flashback, cerita dalam novel ini cukup dark. Masa lalu yang mengerikan dari seorang tokoh cukup membuatku merinding membayangkannya.

Cerita-cerita tragis dan religius dalam bundel yang dipinjamkan padanya dapat mengetuk pintu kesadaran Aliff dan bahkan membuatnya bermimpi mengerikan tentang siksaan alam kubur. Tentu hal ini sangat jarang ditemui dalam novel biasa, maksudnya dalam novel yang tidak bernapas islami. Namun, di tangan penulis muslimah, cerita ini menjadi wajar dan menambah nilai moral.

Aliff yang punya ritme tidur tidak teratur karena pekerjaannya sebagai penulis tiba-tiba takut tidur karena dihantui mimpi buruk setelah membaca bundel rahasia.

“Bagaimana kalau aku tertidur hanya untuk memasrahkan ruhku pada mimpi yang sama?” (hal 67)

Alur yang digunakan novel ini termasuk maju mundur, karena kadang ada kejadian flashback dan ada cukup banyak cerita masa lalu yang berasal dari bundel. Pada beberapa bab terakhir, barulah akan kelihatan hubungannya. Hal tersebut membuat setting tempat dan waktunya pun berubah-ubah, antara masa kini dan lampau. Setting tempatnya juga banyak yaitu di Jakarta, Batam, dan bahkan luar negeri di mana seseorang diasingkan di masa lalu.

Bagi penggemar novel misteri, novel ini sangat cocok dibaca. Kisah hidup tokoh penulis bundel yang tragis dan panjang terasa begitu nyata. Interaksi Aliff dan Revi yang sebenarnya normal-normal saja juga cukup berkesan bagiku. Tidak bisa disebut romantis, tapi cukuplah untuk menambah bumbu cerita sehingga semakin sedap.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates