Sunday, September 23, 2018

Tujuh Pesan Moral pada Drama Korea “Voice”

Aku baru saja selesai menonton sebuah drama Korea bergenre thriller-misteri. Cerita kasus-kasus pembunuhan di drama ini sebenarnya menakutkan bagiku. Namun, adegan penyelidikan dan cara penyelesaiannya membuatku tertarik. Dunia detektif dan kepolisian menjadi lingkaran utama drama ini. Drama genre ini juga pernah kutonton pada drama Three Hours dan Hello, Monster! Keduanya menjadi drama favoritku di samping drama romance.

Drama berjudul Voice ini bercerita tentang seorang polisi wanita bernama Kang Gwon Joo yang mampu mendengar bunyi sekecil apa pun. Keahliannya ini membawanya ke dalam kasus penyelidikan pembunuhan ayahnya. Di sisi lain, detektif Moo Jin Hyuk terpuruk selama 3 tahun setelah kematian istrinya yang dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin. Ternyata pembunuh keduanya adalah orang yang sama. Oleh karena itulah, Kang Gwon Joo dan Moo Jin Hyuk bersatu untuk memburu pembunuh psikopat ini.

Source 


Karena aku sama sekali bukan pemerhati film atau drama yang baik, maka aku tidak akan me-review drama ini dari unsur teknisnya. Aku lebih memperhatikan isi cerita, oleh karena itu aku ‘hanya’ akan menyimpulkan tujuh pesan moral yang bisa diambil dari drama ini.

Pertama, semua orang harus selalu waspada setiap saat. Ya, kejahatan bukan hanya ada karena keinginan pelaku tapi juga karena kelalaian korban. Bisa karena bepergian ke tempat sunyi sendirian, terlalu percaya dengan orang asing, atau karena terlalu kepo dengan urusan orang lain. Ini dialami oleh istri Jin Hyuk sendiri dan Park Bok Nim yang bertemu dengan lelaki dari situs online.

Kedua, layanan panggilan kepolisian Korea sangat cekatan. Dengan nomor layanan 112, mereka selalu siap setiap saat ketika ada masyarakat yang memanggil dan membutuhkan bantuan. Apalagi dengan adanya tim Golden Time yang selalu siaga berangkat kapan saja ke tempat kejadian. Sosialisasi terhadap masyarakat tentang layanan panggilan ini juga sangat baik, terbukti digambarkan pada drama ini seorang anak kecil yang ketakutan segera menghubungi 112 untuk meminta bantuan ketika ia dipukuli ibunya. 

Ketiga, orang-orang psikopat harus segera direhabilitasi dan dipisahkan dari masyarakat umum bahkan dengan keluarganya sendiri karena sangat berbahaya. Pembiaran sifat ini juga sama sekali tidak dibenarkan, seperti yang dilakukan oleh Direktur Mo terhadap anaknya.

Keempat, meskipun sangat ingin membalas perlakuan penjahat dengan perbuatan yang sama tapi emosi harus tetap ditahan. Hal ini dirasakan oleh Jin Hyuk berkali-kali setiap ia berhasil meringkus penjahat. Apalagi ketika musuh utamanya ada di hadapannya dan tidak berkutik, ia sebenarnya bisa dengan langsung membunuhnya.

http://mulan-sahbanu.blogspot.com/2017/04/review-drama-korea-voice.html
Kelima, berusaha itu harus gigih. Ini dicontohkan oleh Jin Hyuk, hingga tak heran ia dipanggil Anjing Gila oleh rekan dan musuhnya.

Keenam, meski berada dalam keadaan terdesak, sebaiknya tetap pertahankan profesionalitas dan hati nurani. Hal ini dilanggar oleh Shim Dae Shik, demi menyelamatkan ayahnya ia rela berkhianat.

Ketujuh, setiap perbuatan pasti ada alasannya. Bahkan ketika seseorang menderita psikopat pasti ada latar belakangnya. Mengapa seseorang dibunuh, meski kelihatannya tanpa alasan ternyata juga ada motifnya.

Nah, itulah ketujuh pesan moral yang kudapat dalam drama Korea Voice. Aku baru tahu kalau Voice ada lanjutannya. Mau nonton lagi ah, pasti seru.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates