Kekinian Ala Generasi Millenial

43 komentar
Kekinian lekat kaitannya dengan generasi millenial. Definisi generasi millenial sendiri menurut Mbah Google adalah generasi yang lahir di tahun 1982 sampai awal tahun 2000an. Berarti aku termasuk dong ya, padahal sebelumnya aku menyangka generasi millenial hanyalah generasi yang lahir di tahun 2000an. Generasi millenial atau yang juga sering disebut sebagai Generasi Y sepertinya diartikan sebagai generasi yang lahir dan berkembang selama awal tahun 2000an.



Generasi millenial lekat dengan teknologi karena zaman yang semakin berkembang. Derasnya arus informasi juga mempengaruhi gaya hidup para generasi millenial ini. Seseorang belum dianggap kekinian jika belum mengikuti trend generasi millenial. Menurut pengamatanku, inilah beberapa ciri kekinian ala generasi millenial:
  • Memiliki banyak akun media sosial dan aktif update status
  • Aktif merekam kegiatan sehari-hari untuk dibagikan di media sosial
  • Mengutamakan penampilan demi gengsi di lingkaran sosial
  • Memiliki gadget keluaran terbaru untuk mendukung aktivitas di media sosial
  • Selalu sedia charger dan power bank saat bepergian
  • Tidak ada waktu luang tanpa mengutak-atik smartphone
  • Motivasi bekerja tidak lagi sekadar untuk mendapatkan penghasilan, tapi juga untuk memenuhi passion
  • Terbiasa dengan sesuatu yang instan dan serba cepat
Meski tidak semua generasi millenial memiliki semua ciri di atas, tapi gaya hidup kekinian memang menuntut semua orang untuk selalu update dengan informasi yang selalu berkembang. Jika tidak mengetahui sebagian besar kabar terkini, kita akan dicap 'kudet' dan dianggap tidak kekinian.

Tidak semua karakteristik kekinian ala generasi millenial di atas bermuatan negatif. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin lifestyle ala generasi millenial ini akan mendatangkan keuntungan berupa personal branding yang positif atau bahkan menghasilkan uang. Sudah banyak contoh generasi millenial yang sukses berbisnis lewat cara non-konvensional.


Strategi Bloger Menggaet Generasi Millenial

Eitts, menggaet di sini maksudnya menarik minat para generasi millenial untuk membaca postingan blog ya. Bukan menggaet buat dijadikan pasangan. Hihi. Bloger harus punya strategi yang cerdas, karena kalau tidak maka pembaca dari kalangan millenial akan ogah mampir apalagi meninggalkan komentar di postingan blog kita. Secara, membaca bukanlah hal yang terlalu disukai sebagian besar generasi millenial. Apalagi membaca tulisan panjang-panjang. Hhhh, bakal dipastikan mereka akan close tab sebelum sampai di kalimat terakhir.

Berikut beberapa rekomendasi strategi bagi para bloger agar target pembaca dari kalangan millenial dapat dicapai.
  1. Membuat postingan dengan tema yang kekinian seperti travel dan kuliner
  2. Menyisipkan konten visual berupa foto atau infografis yang menarik atau bahkan audiovisual berupa video di dalam postingan
  3. Membagikan tulisan di jejaring sosial yang lekat dengan generasi millenial, tentunya dengan bahasa yang menarik
  4. Bergabung dengan komunitas generasi millenial agar punya banyak jaringan dan kita bisa dengan mudah membagikan link postingan blog
Silakan dicoba ya, semoga berhasil. Dan bagi kamu para generasi millenial, nikmatilah hidup dengan berbagai kemudahan yang tersedia. Tapi jangan lupa untuk tetap produktif dalam berkarya. Masa depan ada di tanganmu [].


Artikel terkait:
5 Tips Membangun Personal Branding
6 Tips Mendapatkan Minimal 500 View Page Perhari
Tren Konten Blog 2017
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

There is no other posts in this category.

43 komentar

  1. Sayansendiri dah termasuk generasi milenial gak ya? Ngaca dl ah ambil kaca.heh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ciri2 di atas cocok dg sebagian besar diri Mbak Fania, bisa jadi Mbak termasuk generasi millenial. Hihi

      Hapus
  2. Wah aku masuk dong yah dalam generasi millenial, walaupun generasi awal. Generasi millenial ini menurutku beruntung loh, karena hidup di jaman peralihan antara generasi 80an yang retro, dengan generasi 90an yang sudah merasakan modernisasi segala bidang. Generasi ini tau apa itu Mighty Morphin Power Rangers, tapi juga ngerti musik-musiknya Justin Bieber. Generasi mendatang, mungkin cuma kana mendengar cerita kita tentang serunya nonton Power Rangers di hari Minggu pagi.

    BalasHapus
  3. saya dulu juga ngiranya generasi milenium itu yang lahir di tahun 2000, ee ternyata yang hidup di tahunan tersebut

    wuah, 4 strategi udah saya terapkan banget tuh >.<
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap2 blognya kebanjiran pembaca dari kalangan millenial kalau begitu Mbak.

      Hapus
  4. Tambahan satu alat perang generasi millenial yaitu tongsis

    Ckckck

    BalasHapus
  5. Ciri milenial yang cocok dengan syarat di atas buat saya, nomor satu dan terakhir saja. Senjata utama saya malah korek, ga ada korek bisa pusing :-)
    Tips blog-nya boleh juga. Ulasan yg menarik.
    @ge1212y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk. Senjata kaum laki2 generasi millenial ini.

      Hapus
  6. betul itu jaman sekarang semua akun media sosial. Namun, generasi millenial menurut saya berbahaya. Karena, semua tertuju pada alat elektronik contohnya hape mba. Apalagi kalo lagi kumpul bersama teman teman. Pada sibuk dengan akun media sosial sendiri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kegiatan sosial di dunia nyata malah jadi terabaikan gara2 medsos ya.

      Hapus
  7. Abis baca buku Generasi Langgas ya mbak?? ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, tidak Maseko. Saya bahkan tidak tahu buku tersebut.

      Hapus
  8. Tapi sayangnya generasi ini lebih acuh terhadap sekitar dan lebih memilih sibuk dengan gadget mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga masing2 kita bisa meminimalisir keacuhan ini.

      Hapus
  9. Kalau PUNYA AKUN DI SEMUa medsos, gak bisa negbayangin betapa "asyik"nya sama gadget setia harinya ya MBak, apalagi apdet semua plus aktif.

    BalasHapus
  10. Senjata utama saya juga adalah power bank (bahkan terminal kabel) kalo keluar rumah, hehe
    Soalnya tanpa itu semua bisa jadi nggak bisa ngapa-ngapain kalau lowbat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini. Power bank juga termasuk senjata yg jarang terlupa utk dibawa kemana2 oleh generasi millenial.

      Hapus
  11. Bekerja bukan hanya untuk uang, tapi kepuasan passion! Hahahaha aku banget ini!

    Tapi kalau aku tetap ngeblog dengan isi sesuai yang mau aku tulis aja sih. Soalnya tiap tulisan kan pasti punya pembacanya. Pun generasi milenial juga selera bacaannya gak melulu sama. Aku gak nulis kuliner dan travelling tapi alhamdulillah masih ada aja generasi milenial yang mau baca. Ya walaupun gak banyak sih hahaha yang penting bisa bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju nih. Mengikuti passion artinya menjadi diri kita apa adanya. Bukan ngikut tren.

      Hapus
  12. Berat betul ya jadi generasi millennial. Ku tak sanggup Kalo harus punya semua akun sosmed. Apalagi harus difoto tiap saat. Ampuuun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pensiun dini boleh kok dari generasi millenial. Hahah

      Hapus
  13. Kita ini generasi Millenial ya berarti? Pantes deh, soalnya akun socmed kita emang banyak. Hahaha
    Apalagi punya gadget keluaran terbaru, keknya di jaman ini itu harus banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak harus juga sih sebenarnya, tergantunga kebutuhan setiap orang ya kan Mbak Nuy?

      Hapus
  14. Ada beberapa hal dr ciri-ciri yang disebutkan di atas yang tidak menjadi harus ada di setiap generani milenial. Tapi kalau maksudnya "pada umumnya" baiklah.

    Btw, agak menyebalkan ketika mengetahui statement "baca tulis bukan menjadi lifestyle kekinian" yuu kita bikin baca tulis menjadi lifestyle

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, yuk! Faktanya memang begitu Mas Dhika, kegiatan literasi kurang diminati oleh generasi millenial. Syediih.

      Hapus
  15. Aku ikutan generasi kekinan biar gak kalah sama mreka yg muda2. Tapi aku percaya, kreatifitas mreka yg bermanfaat ya banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, boleh dibilang kreativitas mereka tanpa batas karena kecanggihan teknologi yg ada.

      Hapus
  16. Sambil ngaca, sambil merasa sedih juga karena generasi 2000an tuh masih jarang yang mengenal lagu anak dan permainan tradisional. Kalaupun ada permainan tradisional, itupun dikemas dalam bentuk aplikasi :')

    [Lucky]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Harusnya mereka yg lahir di awal tahun 2000an juga masih bisa menikmati lagu2 anak dan permainan tradsional di lapangan.

      Hapus
  17. *tutup muka pake tongsis*
    Heehee...

    Bener iih...kerasa banget generasi millenial adalah generasi menunduk.
    Yang kerjanya cuma nunduuuk ajaa...mantengin Hp karena bunyi trang-tring-trung tanpa henti.


    Mashaallah..

    Aku gak pingin anakku jadi generasi menunduk
    Makanya sekarang menetapkan screen time.
    Alias jam buka-tutup gadget. Biar bisa fokus pada dunia nyata daripada dunia maya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menunduk bukan karena rendah hati. Tapi sibuk dg hape. Yuk, ajari anak kita juga bersosialisasi dg lingkungan sekitar.

      Hapus
  18. Ternyata aku generasi millenial ya.. Hehehe.. Tapi, kalau melihat anak2 gen Z yang sudah mulai masuk dunia kerja. Kadang aku suka khawatir dan merasa tersaingi. Mereka lebih high tech, tapi enggak kecanduan. Beda sama kita dan generasi sebelumnya yang "kaget sosmed".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yihaa, kaget medsos. Karena kita memang berkembang di antara dua fase tradisonal dan modern.

      Hapus
  19. buahahha iya aku juga gitu, kalo kerja yg penting passion dulu aja :|

    BalasHapus
  20. kemana-mana bawa charger dan powerbank. haha... aku banget. tapi powerbank-ku rusak.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyoba hidup tanpa powerbank Mas Nugroho, kali aja bisa.

      Hapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  22. wah saya juga termasuk generASI millenial nih kak

    BalasHapus

Posting Komentar