Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Alokasi Dana Tunjangan Hari Raya (THR)

Posting Komentar

Kali ini aku akan berbagi cara mengenai alokasi dana THR-ku. Alokasi dana THR tentu berbeda dengan alokasi gaji bulanan karena ada kebutuhan-kebutuhan spesial di sana. Karena besarannya tidak sama setiap tahun, maka aku membaginya dalam persentase ke dalam tiga bagian berikut.

1. Investasi Properti - 50%

Iya, kamu nggak salah baca. Di tahap sekarang ini aku memang ingin punya properti sebagai sumber pasif income. Untuk mempercepat proses terkumpulnya dana, maka perlu untuk memaksimalkan semua sumber income untuk berkontribusi ke sana, termasuk THR.


2. Bayar Utang dan/atau Keinginan - 30%


Bayar utang ini case-nya bagiku adalah bayar utang ke alokasi dana lain yang tidak bisa dibebankan ke anggaran mana pun sebelumnya. Jadi bukan utang ke orang lain ya. Aku sangat menghindari utang sebisa mungkin. Keinginan sendiri bebas saja, pokoknya semua hal di luar dari budgeting tercatat yang selama ini di gaji bulanan, bonus, atau sumber pemasukan lainnya, bisa dimasukkan ke dalam kategori keinginan ini.


Prinsipku hemat boleh, tapi jangan pelit apalagi ke diri sendiri. Meskipun penting untuk berhemat dan berinvestasi untuk masa depan, tidak ada salahnya memberikan sedikit bagian dari THR untuk kebutuhan hiburan atau kenikmatan pribadi. Namun, pastikan untuk tidak berlebihan dalam pengeluaran ini agar tetap berada dalam batas yang wajar.


3. Dana Darurat - 10%


Iya, aku masih dalam rangka mengumpulkan dana darurat. Setiap gaji masuk aku juga sebenarnya ada menyisihkan untuk dana darurat tapi jumlahnya relatif kecil. Target dana daruratku sebenarnya tidak harus mutlak 3 atau 6 kali pengeluaran bulanan, tapi aku punya angka sendiri yang menurutku itu save. Jujur, belum terkumpul hingga saat ini (karena uang pengumpulannya relatif kecil tadi) dan juga di dana darurat inilah biasanya aku banyak utang untuk hal-hal yang tidak termasuk ke dalam budgeting.


4. Sedekah - 10%


Tentu jangan lupa untuk bersedekah ya karena sebagian dari harta kita ada hak fakir miskin. Alokasi sedekah 10% dari dana THR ini bagiku adalah tambahan dari budgeting zakat tahunan yang juga kukumpulkan dari gaji bulanan, jadi jumlahnya semakin banyak. Sebagian kutukarkan menjadi uang pecahan kecil baru ke bank, sebagian lagi kubiarkan dengan nominal yang sesuai untuk orang yang mau dikasih.


Aku pernah menulis tentang tips menggunakan uang THR ini juga beberapa tahun lalu dan kalau kubaca lagi alokasinya sudah cukup berbeda. Ya tidak apa-apa karena budgeting bagiku bisa sedinamis itu. 


Berikut adalah beberapa hal yang dulu masuk ke dalam alokasi THR-ku tapi sekarang tidak lagi: 

  • Hidangan Lebaran: Tahun ini hidangan lebaran di rumahku tidak banyak dan hanya cukup untuk makan sekeluarga dan dibagi dengan tetangga kanan kiri sehingga dananya bisa diambil dari budget makan bulanan saja. Sudah pengalaman kalau terlalu banyak menyediakan makanan malah tidak termakan karena habitnya saat lebaran, aku dan suami itu pergi bersilaturahmi ke rumah keluarga besar yang lain atau teman.
  • Baju Lebaran: Aku punya dana khusus untuk membeli pakaian dari pemasukan bulanan. Lagipula aku juga enggak yang tiap tahun beli baju lebaran. Jadi dana untuk beli baju lebaran bisa enggak diambil dari uang THR.


Demikian ceritaku tentang alokasi THR tahun ini. Bagaimana dengan THR teman-teman semua, semoga maksimal dalam penggunaannya ya. Jangan lupa untuk menghemat uang THR, karena setelah lebaran kita masih harus mencukupi hidup hingga pemasukan selanjutnya. Literasi finansial kita juga harus terus diasah agar semakin bijak dalam mengelola keuangan. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar