Thursday, October 10, 2019

Escape, Please! with Traveloka Xperience



“Namaku Rani, seorang karyawan di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta. Aku menyukai pekerjaanku dan menikmatinya. Bahkan di saat weekend, aku tidak keberatan untuk melakukan hal yang berhubungan dengan pekerjaan.

Namun pada suatu hari, terjadi masalah di tempat kerjaku. Masalah tersebut sangat menyita perhatianku, bahkan saat tidur pun aku bisa sambil memikirkannya. Ketika akhirnya masalah tersebut selesai dengan proses yang panjang dan tidak mudah (2 minggu bukan waktu yang sebentar untuk mengalami tidur yang tidak berkualitas), aku berpikir untuk beristirahat dari pekerjaan dengan cara mengambil cuti.

Masalah tersebut seperti benar-benar menguras jiwa ragaku sehingga aku sampai berpikir untuk rehat sejenak. Toh jatah cutiku menumpuk akibat tak pernah kugunakan selama tiga tahun aku bekerja di perusahaan ini.

Dan apa yang terjadi? Pada hari pertama aku cuti, aku bingung harus melakukan apa. Ternyata selama ini aku tidak punya apapun dalam hidupku selain pekerjaan. Keluarga? Aku belum menikah dan masih tinggal di rumah orangtua. Menghabiskan waktu bersama ayah ibu adalah hal yang sudah biasa aku lakukan, bahkan mungkin bisa kulakukan setiap hari sepulang kerja.

Aku harus melakukan apa?

Teman? Aku tidak yakin ada teman yang bisa kuajak pergi bersama karena ya selama ini aku juga tidak menjalin komunikasi yang intens dengan mereka. Tiba-tiba menghubungi dan mengajak ketemuan rasanya aneh, seperti aku sangat kesepian saja. Well yeah sepertinya benar, aku memang kesepian. Sedang beberapa teman, kulihat kehidupannya penuh dengan orang-orang seru yang mengitari mereka. Mulai dari bayi-bayi mungil hingga pasangan. Pasangan? Hmm, calonku tinggal di luar negeri sebagai ekspatriat.

Aku harus melakukan apa agar aku bisa merasa ‘senang’? Sempat terpikir olehku untuk membuka laptop dan menyicil pekerjaan agar saat masuk nanti tak ada yang harus kukejar. Bahkan aku masih rajin mengintip grup WhatsApp kantor hanya untuk memastikan aku tidak ketinggalan berita apapun.

What the hell! Jadi apa gunanya aku cuti?”
___


Escape, Please!
Gimana perasaanmu setelah membaca cerita Rani? Bersimpati atau merasa familier? Boleh jadi itu adalah ceritamu sendiri. Kebanyakan pekerja di zaman sekarang memang sulit untuk melarikan diri dari kesibukan.

Bahkan karena sibuk sudah menjadi rutinitas, maka ketika waktu luang tersedia jadi bingung harus melakukan apa. Padahal jika dipikir dengan otak yang jernih, bersenang-senang itu mudah.

Mari melarikan diri.

Itu yang kutuangkan dalam bukuku yang berjudul Escape, Please! Baru akan terbit dan sedang dalam masa pre order hingga tanggal 20 Oktober 2019 nanti. Yang mau beli bukunya, kuy wapri. Hehe.

Di buku ini aku membagikan kegelisahanku tentang orang-orang yang sibuk demi produktivitas, tapi melupakan hak dirinya untuk bersenang-senang. Ada orang begini? Ada, noh si Rani.


Memaknai Kebahagiaan
Bersenang-senang identik dengan cara mencari kebahagiaan. Lumrahnya manusia butuh bersenang-senang untuk merasa bahagia. Makna kebahagiaan berbeda bagi setiap orang. Jika aku yang ditanya apa makna kebahagiaan, maka aku akan menjawab ketika hatiku merasa hangat dan aku tidak merasa bersalah.

Hatiku hangat dan tanpa merasa bersalah.

Hatiku terasa hangat paling mudah terdeteksi ketika bersama keluarga atau orang-orang yang kusayang. Meski mungkin terdengar sedikit berlebihan, tapi aku yakin semua orang pernah merasakan kehangatan hati ini.

Contoh lain adalah ketika aku mendapatkan sesuatu, misal barang atau kondisi yang kuinginkan. Perasaan bahagia pasti langsung terasa di dalam hati. Lalu bagaimana dengan tentang tidak merasa bersalah?

Banyak orang bersenang-senang dengan rasa bersalah di hatinya. Misal dugem ke pub dengan perasaan bersalah karena sudah bohong dengan orangtua. Atau wisata kuliner dengan perasaan bersalah karena sudah melanggar aturan diet. Hal-hal semacam itulah.

Sehingga ketika aku ingin bersenang-senang, aku harus memastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada aturan yang aku langgar. Aku juga memikirkan ini akan berisiko di masa depanku nanti atau tidak. Terkesan penuh perhitungan, tapi karena sudah menerapkannya sejak lama aku tidak merasa terbebani lagi. Mottoku: bebas tapi berbatas.


Cara Bersenang-senang
Cara bersenang-senang setiap orang berbeda. Di buku Escape, Please! aku menulis 19 aktivitas pilihan untuk bersenang-senang. Di sini aku akan membagikan beberapa di antaranya.

Travelling
Jangan ditanya sesuka apa aku jalan-jalan. Bahkan, aku meletakkan travelling sebagai hobi ketiga setelah membaca dan menulis. Well yeah, orang introver juga sah punya hobi jalan-jalan.

Perjalanan mengajarkan banyak hal.

Tidak ada destinasi khusus yang kusukai sebagai tempat tujuan. Asal merupakan tempat yang baru kudatangi, objek wisata atau bukan itu bukan masalah bagiku. Mau ke pantai atau ke gunung, aku oke. Mau tempat yang jauh atau dekat rumah, keduanya hayuk.

Tidak dapat dimungkiri manfaat travelling bagi kesehatan mental di dunia kerja. Setidaknya bagiku, setelah weekend yang menyenangkan dengan aktivitas travelling, Senin pagi biasanya aku sudah semangat untuk totalitas lagi.

Perawatan Diri
Perempuan mana yang tidak suka perawatan ke salon dan sejenisnya? Selain untuk merelaksasi fisik, merawat diri juga dapat menenangkan pikiran. Psikologis menjadi lebih tenang, kebahagiaan bisa terpancar dari aura wajah.

Kalau sudah begini, yakin deh kerja jadi lebih semangat dan yang lebih penting dapat meningkatkan kepercayaan diri. Jenis perawatan tubuh yang paling kusuka adalah massage. Enaknya juara.

Menonton Film
Film adalah karya audio visual yang cara menikmatinya paling mudah. Kita hanya perlu duduk menyaksikan bagaimana para tokoh berperan membentuk cerita. Efek entertainment-nya sangat terasa.

Karena tujuanku menonton film itu untuk merasa bahagia, maka biasanya aku menghindari film dengan suasana sedih, horor, atau terlalu sadis. Bukan apa-apa, jika aku menonton salah satu di antara jenis film tersebut, keluar bioskop bukannya senang yang kudapat malah perasaan galau.

Sebagai penulis, manfaat menonton film juga kudapat dari cerita yang disajikan. Aku bisa belajar membuat alur, konflik, dan setting dengan rapi dari sebuah film. Meski terdengar berat, tapi itu menyenangkan bagiku.

Pergi ke Taman Hiburan
Ini sebenarnya bisa dimasukkan ke dalam poin travelling, tapi aku merasa pergi ke taman hiburan ini spesial. Aktivitas paling menyenangkan di taman hiburan apalagi jika bukan naik wahana-wahana permainan. Haha.

Taman Hiburan

Meski levelku hanya naik bianglala, bukan rollercoaster. Iya, bianglala adalah wahana favoritku. Rasanya kembali ke masa kecil saat aku masih pergi ke taman hiburan bersama orangtua. Tuh kan, pergi ke taman hiburan juga ujung-ujungnya menghangatkan hati selain untuk melepas ketegangan akibat bekerja.

Apakah dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas juga merupakan salah satu caramu melarikan diri dari rutinitas juga? Kalau ada, kompak dulu yes.

Saking bersemangatnya untuk ‘melarikan diri’, baru merencanakannya saja aku sudah merasa bahagia. Aku menyebutnya sebagai escape plan à rencana melarikan diri (dari rutinitas). Aktivitas-aktivitas favoritku di atas kuatur dengan pertimbangan waktu libur kerja, destinasi yang dituju, dana yang tersedia, dan dengan siapa aku pergi.

Iya, poin terakhir itu juga cukup berpengaruh. Misal kalau aku ingin travelling bersama pasangan tentu beda persiapannya jika ingin travelling bersama teman dong. Tapi aku juga tidak masalah pergi sendiri. Menikmati kebahagiaan tidak harus bersama orang lain bukan? It’s called me time.


Traveloka Xperience
Ternyata semua aktivitas bersenang-senang versiku di atas bisa di-cover oleh satu aplikasi bernama Traveloka. Wait, bukannya Traveloka itu aplikasi booking transportasi dan hotel?

“Hai kamu, sini kuberi tahu. Traveloka kini ada ekstraknya, eh experience-nya. Welcome to Traveloka Xperience!

Jika dulu aku harus ribet merencanakan perjalanan beserta seluruh aktivitasnya di tempat wisata dengan membeli tiket di situs-situs terpisah (atau di tempatnya langsung dan ini paling parah jika tiketnya sudah sold out), sekarang tidak lagi. Aku hanya perlu masuk ke aplikasi Traveloka dan voila semua kebutuhan bersenang-senangku ada di sana.

Pilih sesuai keinginanmu.

Sebut saja layanan pesan tiket bioskop, makanan dan minuman, transportasi lokal, spa dan kecantikan, tempat olahraga, tur, hiburan, playground, perlengkapan travel, kursus dan workshop, atraksi, hingga events.

Serunya lagi Traveloka Xperience ini tersedia di seluruh Asia Tenggara. Oke nggak tuh? Aku bisa leyeh-leyeh minum Thai Tea di negara asalnya sambil nonton sirkus yang lagi manggung di sana. Ini kalau kata anak muda zaman sekarang mah santuy.


Dengan sistem pembayaran yang mudah dan para CS yang siap sedia 24 jam tentu sangat membantuku dalam membuat escape plan.


Escape Plan untuk Rani
Karena aku bersimpati dengan Rani, maka aku akan membantunya dengan membuatkan escape plan. Rani bukan orang yang terbiasa bersenang-senang di tempat yang jauh. Oleh karena itu aku tidak memasukkan travelling sebagai aktivitas melarikan diri. Rani bukan aku yang gila bepergian.

Escape Plan untuk Rani

Untuk awal Rani sebaiknya menikmati beragam pilihan aktivitas menyenangkan di ibu kota saja. Jika selama ini Rani memandang Jakarta sebagai tempatnya mengisi waktu dengan bekerja, dengan bersenang-senang mungkin perspektif tersebut bisa berubah. Jakarta juga bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh kehangatan.

Nah, berkat Traveloka Xperience aku menemukan tiga aktivitas yang kira-kira paling tepat untuk Rani. Let’s check this out!

Menikmati Suasana 90-an di The 90’s Festival 2019
Sama sepertiku, Rani adalah gadis yang lahir dan besar di era 90-an. Suasananya yang berbeda dengan zaman sekarang tentu akan membuat seorang Rani rindu untuk kembali ke masa kanak-kanak.

Mari Bernostalgia

Beruntunglah ia karena Traveloka akan mengadakan acara The 90’s Festival 2019 untuk yang ke-5 kalinya pada 23-24 November 2019 nanti. Ini tentu tak boleh dilewatkan oleh Rani. Ia pasti sangat menikmati keriuhan suasana 90-an mulai dari musik, jajanan, permainan, hingga pakaian yang hit pada masa itu. Siap bernostalgia Rani?

Harga tiketnya mulai dari Rp. 747.500 dan bisa dibeli via Traveloka Experience. Rani harus bersiap untuk merasakan pengalaman tak terlupakan seolah sedang melewati lorong waktu.

Yoga di Raga Studio Menteng
Rani butuh meregangkan badannya. Ia juga tidak terbiasa olahraga sendiri di kesehariannya karena sibuk bekerja. Yoga adalah awalan yang bagus untuk membuat tubuh lebih sehat.

Yoga yuk.

Berlokasi di Menteng, Raga Studio ini memiliki berbagai pilihan kelas yoga. Harganya pun terjangkau, hanya mulai dari 85K. Di kelas yoga ini Rani jadi bisa bertemu dengan lebih banyak orang selain teman kantornya. Hal ini tentu bermanfaat untuk memperluas jaringan pertemanannya yang cukup sempit.

Pijat Refleksi di Kokuo Reflexology Menara Astra
Rani juga butuh relaksasi. Ia bisa mencoba berbagai pilihan treatment yang ditawarkan di Kokuo Reflexology Menara Astra. Dengan harga mulai dari 111.600 rupiah, Rani sudah bisa mendapatkan kesegaran jiwa raga dengan pijat refleksi.

Pijat Refleksi

Tempatnya yang nyaman juga pasti akan membuat Rani betah di sana. Yakin, ia menjadi lebih santai dan bisa bekerja lebih fokus setelah cuti nanti. Mungkin ia juga akan kembali sesekali ke sini ketika membutuhkan ketenangan jiwa dan raga. Setidaknya ia sudah tahu bagaimana caranya bersantai.


Pada Akhirnya Semua adalah Tentang Kebahagiaan
Jika tidak bahagia, maka segalanya akan terasa percuma. Aku, Rani, atau pun kamu yang sedang membaca ini sebaiknya memang menyediakan waktu untuk sejenak menepi dari keriuhan rutinitas.

Tidak ada salahnya keluar sejenak dari work zone untuk melengkapi kebahagiaan. Karena hidup harus seimbang. Jika bekerja dapat membuatmu bahagia, maka bersenang-senang di luar pekerjaan dapat membuat kebahagiaanmu lebih lengkap.

Jika kamu bekerja tidak bahagia, lalu untuk apa?

Berterimakasihlah kepada Traveloka karena sudah menyediakan #XperienceSeru untuk bisa kita nikmati secara praktis. Traveloka Experience merupakan solusi tepat bagi pekerja yang mencari kebahagiaan.


So, sudah siap escape dengan Traveloka Xperience?

Artikel Terkait

6 komentar:

catatanatiqoh said...

wah kereeen :)

Ashima Meilla Dzulhijjah said...

Keren kak

eko endri wiyono said...

Bagus sekali Kakak, #semangat

Asma Ummu Abdillah said...

Keren kakak

temansenja.com said...

ketika hatiku merasa hangat dan aku tidak merasa bersalah.
..
Kalimat ini ngena banget

Rusmi said...

Keren mba..👍👍

Post a Comment

Say something nice, for a change.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates