Monday, October 1, 2018

Kampung Pelangi Banjarbaru

Menjamurnya kemunculan kampung-kampung pelangi di Pulau Jawa, ternyata juga merembet hingga ke Kalimantan. Salah satunya ada di Kota Banjarbaru, kotaku tercinta. Sayang, kemunculannya tepat setelah aku lulus kuliah, sekitar tahun 2016. Sehingga aku tak dapat mengunjungi sering-sering, padahal lokasi dekat sekali dengan rumah kosku dulu. Hingga sekarang aku baru ke sana sebanyak dua kali.

Kampung Pelangi Banjarbaru

Berlokasi di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, kampung pelangi yang satu ini memiliki bentuk memanjang. Ya, karena tepat merentang di tengah-tengah kampung terdapat Sungai Kemuning yang menjadi nafas kehidupan warga. Sungai kecil ini dulunya agak kotor, perumahan di sekitarnya pun kumuh. Namun, setelah Kampung Pelangi Banjarbaru diresmikan keadaan tersebut berubah menjadi lebih bersih dan indah. 



Bagaimana tidak indah, bagian belakang rumah warga yang menghadap ke tepi sungai dicat menggunakan warna-warna ngejreng dan diberi mural-mural menarik. Aku saja perlu beberapa waktu untuk menikmati lukisan yang seolah-olah hidup ini. Ada beberapa spot menarik yang menjadi favoritku di kampung ini karena mural hidupnya.


Aumm!

Aku paling suka dengan mural kepala harimau putih yang sedang menganga ke samping. Sangat instagramable! Aku juga suka mural lelaki Dayak yang berukuran lebih tinggi daripada ukuran tubuh manusia biasa. Keren. Di salah satu ujung kampung, terdapat pintu gerbang dengan hiasan payung-payung cantik warna-warni.  

Aku tidak tahu seberapa panjang kampung pelangi tersebut terbentang di sepanjang tepi Sungai Kemuning. Namun, aku sendiri menyusuri kampung ini sekitar satu kilometer di salah satu tepiannya. Di bagian seberangnya yang dihubungkan dengan jembatan, juga terdapat beberapa spot berfoto yang ciamik.

Spot paling menarik tentu saja tempat berolahraga dengan alat-alat olahraga besi permanen, ala gym outdoor gitu. Anak-anak senangnya ke sini, karena rasanya seperti bermain-main. Seru.

Jungkat-jungkit

Aku sendiri paling suka main jungkat-jungkit dan sepeda statis. Efeknya ke tubuh setelah main beberapa menit cukup lumayan juga, keringat keluar dengan deras. Seandainya aku tinggal di Banjarbaru, aku mungkin akan senang sekali sering-sering ke sini.

Keberadaan kampung pelangi yang indah ini tentu mempengaruhi aktivitas warga sekitar. Aku tidak tahu darimana dana yang digunakan untuk menghias setiap dinding rumah warga, tapi sedikit banyak warga juga tentu berperan dalam menciptakan keindahan di kampung ini. Setidaknya menjaga agar keindahan kampung tidak pudar sehingga tetap bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Banjarbaru.

Di tepi Sungai Kemuning

Kedatangan para wisatawan tentu membawa dampak positif bagi warga sekitar. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan indah, terbukanya beberapa lapangan pekerjaan baru juga menjadi efek positif bagi kampung ini. Di beberapa rumah kulihat ada warung kecil yang menjual minuman dan camilan. Jangan lupakan para petugas parkir yang siap sedia berjaga di halaman rumah warga yang cukup luas untuk mengelola kendaraan yang digunakan oleh wisatawan untuk datang ke sana.

Semoga suatu hari, di Barabai –domisiliku sekarang, juga akan muncul kampung pelangi seperti ini. Memang tidak mudah mewujudkannya, perlu banyak pihak yang bergerak. Namun, hasilnya tentu juga dapat dinikmati oleh banyak pihak.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates