Tuesday, January 23, 2018

Kujemput Islam dengan Cintamu

Buku ini berisi kisah nyata tentang seorang gadis bersuku Dayak Maanyan yang berhijrah memeluk agama Islam dari agama Kristen. Perjalanan hijrah Lesa, nama gadis tersebut, ternyata berawal dari pertemuannya dengan seorang lelaki yang sekarang menjadi suaminya. Keren ya?

Judul : Kujemput Islam dengan Cintamu
Penulis : Lesa Mara Pepe
Penerbit : Zukzez Express
Tahun terbit : 2015


Ditulis langsung oleh Lesa yang menjadi tokoh utama, buku ini sarat hikmah religius. Ada banyak hal yang bisa dipetik. Salah satunya membuatku merenung betapa beruntungnya kita yang terlahir sebagai muslim sedang para mualaf perlu rintangan terlebih dahulu untuk menggapai hidayah. Lesa sendiri memiliki pengalaman yang berliku-liku dalam perjalanannya sebelum mengucapkan syahadat. Konflik utama berupa pertidaksetujuan dari orangtua membuatnya malah semakin mantap untuk memeluk Islam. Ditambah pula ia sempat diserang penyakit berat yang membuat fisiknya lemah.

Dalam pencariannya akan kebenaran, Lesa banyak berdiskusi dengan pakar agama Kristen dan pemuka agama Islam. Di buku ini Lesa juga bercerita tentang beberapa buku yang membuat ia tambah bersemangat mencari kebenaran. Sebagian besar ia mengutip isi buku yang menurutnya penting untuk dituangkapkan. Yang paling menarik bagiku tentu saja pembahasan pada chapter 9 yang berjudul “Tuhan” Yesus dalam Sejarah. Bab ini khusus bercerita tentang pengalaman seorang Irena Handono dalam proses mualafnya.

Pada chapter 15, Lesa menulis tentang korelasi tentang budaya suku Dayak Maanyan dengan agama Islam dan Kristen. Mengapa Lesa tertarik membahas tentang ini? Karena Lesa menjalani kehidupannya sehari-hari sebelum ia kuliah dan pindah ke Banjarbaru lekat dengan kebudayaan Dayak Maanyan. Ada 10 poin hubungan antara kebudayaan suku dan agama yang ia jelaskan di sini. Point ke 10 panjang lebar membahas tentang bahasa dan adat istiadat Dayak Maanyan. Berhubung aku belum terlalu mengetahui tentang suku ini, aku jadi suka mencermati detail poin yang dijabarkannya.

Namun, aku ingin mengoreksi bagian dari poin ke-6 yang terdapat di halaman 182. Ada 3 penggalan kalimat yang menurutku bermasalah di sini, yaitu:
1.      ......., pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut Cukai.
2.      ....., biarlah ia menjadi padamu seperti orang kafir dan seperti orang pemungut tjukai
3.      ....., let him be unto thee as an heathen man and a publican.

Pada halaman 183, penulis mengkritik bahwa kata Allah, Kafir, dan Him yang diterjemahkan dalam 3 kitab tersebut di atas adalah sama. Padahal menurutku tidak sama, karena frasa  padanannya yang tepat menurutku sesuai dengan warna yang kuberikan di atas.

Buku berjumlah 246 halaman ini sangat bergizi sekali untuk dinikmati oleh para muslim. Terlebih di bagian belakang terdapat beberapa lampiran surat dari alkitab yang dialihbahasakan dan diubah dengan sangat tidak pas oleh orang yang berkepentingan. Sayangnya dengan isi yang sarat makna, buku ini tidak didukung dengan tata letak yang baik. Sebagai penikmat kerapian, aku menyayangkan beberapa kalimat yang tidak sesuai peletakkannya dan typo yang masih bertebaran di sana-sini. Semoga pada cetakan berikutnya editor bisa lebih mempercantik isi buku ini agar lebih nyaman dibaca.

Artikel Terkait

51 komentar:

Perempuan November said...

udah lama nggak baca novel, kayaknya novel ini menarik, apalagi based in true story. aku jadi penasaran pengen baca.

Zefy Arlinda said...

Bagus ya bukunya, sarat makna. Nanti aku coba lihat-lihat deh di toko buku, soalnya kok selama ini aku belum lihat ya, apa akunya yang kurang main ke toko buku hehe

Zefy Arlinda said...

Bagus ya bukunya, sarat makna. Nanti aku coba lihat-lihat deh di toko buku, soalnya kok selama ini aku belum lihat ya, apa akunya yang kurang main ke toko buku hehe

Marfa U said...

Selalu penasaran demgan cara pandang agama lain terhadap Islam, jadi mungkin buku ini bisa memberi sedikit info bahkan jawaban atas pertanyaan2 itu, hmm kayanya menarik tuh mbak hihi :3

Rani Yulianty said...

Buku yang menarik, bisa dibaca bagi siapa saja yang ingin mempertebal keimanannya, dan bisa elihat agama Islam dari sudut pandang Lesa yang berasal dari suku dayak

Harie Khairiah said...

Suka sama cerita-cerita romantis bikin orang dapat hidayah menemukan islam dan cinta ke arah yang lebih baik

Nurul Fitri Fatkhani said...

Membaca reviewnya,kayaknya ini buku bagus dan patut di baca.
Tapi, ternyata ada yang masih kurang dalam penyajiannya, ya ....sayang sekali. Semoga editornya bisa lebih teliti dan membuat cetakan berikutnya bisa lebih bagus lagi.

Mita Oktavia said...

Kisah hidup orang lain yang dituangkan dalam buku memang menarik untuk dinikmati ya, Mbak. Apalagi sarat dengan makna. Terasa hidup dan berkesan banget pasti.


Dan buku itu berkisah tentang perjuangan hidup seseorang dalam mencari kebenaran yang diyakini olehnya. Bener-bener menarik banget pasti itu buku ya.

Dan iya sih ketidaktepatan tata letak kalimat dan typo memang mengganggu. Sayang sekali kalau bukunya sudah bagus, tapi kurangnya di situ. Semoga pada cetakan berikutnya sudah lebih baik lagi ya :)

unggulcenter said...

Maksudnya, di lampiran itu ada alih bahasa alkitab yang diubah dengan TIDAK PAS dan menurut penulis, itu tidak pas ya mba. Saya rada bingung maksudnya penulis buku ini yang salah, atau pengaluih bahasa yang menurut penulis (Dalam buku ini) Salah?

Jiah Al Jafara said...

Jd mualaf itu sesuatu. Meluk Islam dr lahir jg ada tantangannya. Perlu mencari keyakinan lbh dalam biar iman makin kuat. Pasti berliku ya ceritanya krn berhubungan dg suku2 yg kebanyakan percaya mitos dan hal lain

Ririe khayan said...

Saya selalu salut dan kagum terhadap mereka yang menjadi muslim sebagai pilihan yg dibuat melalui pencarian dan sarat perjuangan.

Koreksi terhadap penggalan kalimatnya jd poin plus terhadap buku " kujemput Islam dengan cintamu"

Peri Hardiansyah said...

Perjuangan seorang mualaf memang terkadang terjal bahkan tertaih-tatih dalam cita menggapai nikmat Islam. Banyak yang akhirnya dimusuhi keluarga atau lingkungan, dijauhi bahakan dicaci-maki. Namn dari sana lah muncul keteguhan hati yang semakin mantap untuk isiqomah dalam ajaran Nya.

dony prayudi said...

Wah ini, cocok untuk yang membutuhkan bacaan bergizi dari sebuah novel bertemakan Islami. PAsti seru nih buat dibaca secara santai. seru banget

Farhandika Mursyid said...

Menurutku, justru menjadi mualaf itu malah bisa berpotensi punya keimanan lebih tinggi dari kita yang sudah megang Islam sejak lahir. Karena, mereka sudah mencari dan mencari makna dari Islam, menemukan keindahannya dan mengambil resiko untuk hijrah ke Islam. Beda dengan kita ynag mengenal Islam secara lahir, kita seolah terdoktrin untuk menyatakan bahwa agama kita yang terbaik, tapi pas ditanya argumennya. Kita hanya diam saja. Mungkin, mereka para mualaf bisa jawab dengan benar dan setidaknya dihargai jawabannya.

erina julia said...

wah, baru tau ada buku muslim yang bagus kaya gini, jadi pengen baca.
apalagi ada cerita ttg perjuangan mualaf yang penuh rintangan, dan buku ini juga banyak pengetahuan agama yang bisa diingat secara mudah karena dikemas dalam bentuk cerita ringan.

Widya Herma said...

Mba Rindang bener-bener reviewer yang handal. Saya jadi tertarik untuk membaca buku ini mbak, kandungan isi bukunya menarik dan unik

Nova Violita said...

Ntah kenapa...novel tentang meraih hidayah Islam..., Semoga pesan yang disampaikan.benar2 dapat diterima pembaca...coz jaman sekarang pada sensitif soal agama
.

Yesi Intasari said...

wah bukunya padat bergizi banget nih temanya mba, memang ya cerita mengenai perjalanan pencarian kebenaran itu menarik untuk diikuti.. beruntung kita yang dilahirkan dalam keadaan muslim.. semoga kita semua terus mendapat hidayah dari Nya.

Nabela Aprilia said...

Wah menarik bukunya, ditulis langsung berdasarkan pengalaman pribadi sipenulisnya.
Tapi sayang deh kalo masih banyak typo bertebaran.

Muhammad Syafii said...

Aku selalu takjub dengan orang-orang yang review buku. Mengenai buku ini aku gatau karena belom baca. Tapi baca reviewnya aku yakin buku ini bagus dan pas untuk dibaca buat semua kalangan.

Latifika said...

Kereeen bukunyaa. Review nya juga, berhasil bikin kupengen beli dan baca. Penasaran mbaa. Bisa dibeli dimana ya?

Eny kadinda aprilya said...

Buku yang the best mba,pertama gk cuma angkat masalah agama tapi juga bumbu2nyaa salut deh sama penulisnyaa...

Nailiya Nikmah JKF said...

Beruntungnya Lesa mengabadikan kisahnya lewat buku. Good job. Jempol banyak buat Lesa. Semoga dia selali dalam lindungan dan keberkahan Allah. Amin

antung apriana said...

pastinya perlu tekad yang kuat sekali ya untuk penulis saat berpindah agama mengingat banyaknya tentangan yang harus dihadapi

Fatimah Aqila said...

Wah, keren nih penulisnya orang Banjarbaru kah Mba? Salut deh hahaha

Iya ya ternyata jadi muallaf gak semudah yang kita lihat. Ternyata banyak banget perjuangannya, bersyukurlah kita yang dilahirkan agama Islam sejak lahir ini.

Tira Soekardi said...

makasih reviewnya

Rindang Yuliani said...

Memang Mbak, novel ini pengalaman penulisnya sendiri.

Rindang Yuliani said...

Coba cari aja Mbak, atau beli online.

Rindang Yuliani said...

Harus baca buku ini Mbak kalau penasaran.

Rindang Yuliani said...

Baca yuk Mbak Rani.

Rindang Yuliani said...

Saya juga suka buku yg bgini.

Rindang Yuliani said...

Iya, di sisi penyajiannya saja yg kurang. Isinya mantap.

Rindang Yuliani said...

Aamiin, semoga cetakan selanjutnya bisa lebih baik.

Rindang Yuliani said...

Kalau di lampiran sudah benar karena yang ditampilkan foto2 naskah kitab suci. Tapi yg menurut saya salah adalah penerjemahan penulis terhadap bahasa Inggris di salah satu kitab suci ke bahasa Indonesia.

Rindang Yuliani said...

Iya, sama2 sulit sebenarnya.

Rindang Yuliani said...

Saya juga salut dengan para mualaf.

Rindang Yuliani said...

Iya, keteguhan hati memang harus dimiliki oleh seorang mualaf.

Rindang Yuliani said...

Iya, Mas Don ini buku yang bergizi.

Rindang Yuliani said...

Benar Mas Farhan, karena mereka merasa proses pencariannya tidak mudah sedangkan kita lebih lengah karena merasa tidak melakukan usaha apa2.

Rindang Yuliani said...

Yuk, baca buku ini Mbak Erina.

Rindang Yuliani said...

Cuss, cari bukunya Mbak Wodya.

Rindang Yuliani said...

Iya, Mbak Nova buku yg sperti ini hrs dibaca untuk mengimbangi bacaan yg lain

Rindang Yuliani said...

Benar, kita sangat beruntung sebagai muslim/ah.

Rindang Yuliani said...

Iya, sangat disayangkan typonya itu.

Rindang Yuliani said...

Semoga Mas Wanda jadi tertarik untuk baca juga.

Rindang Yuliani said...

Beli di penerbitnya langsung Mbak Fika.

Rindang Yuliani said...

Iya, bikin salut En

Rindang Yuliani said...

Aamiin, Mbak Nai.

Rindang Yuliani said...

Betul, Mbak Antung.

Rindang Yuliani said...

Benar, kita harus banyak bersyukur karena sudah muslim sejak lahir.

Rindang Yuliani said...

Sama2 Mbak, Tira.

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates