Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Laporan Awal Tahun 2023

1 komentar


Sudah hampir memasuki minggu ketiga, di bulan kedua tahun ini. Apakah ada perubahan di hidupmu? Dari resolusi yang kamu susun akhir tahun, mana yang sudah berjalan dengan lancar? Mana yang mulai tersendat-sendat?


Kabarku sendiri very well, baik secara mental maupun fisikal. Dari 6 resolusi besarku di tahun 2023, ada 3 resolusi yang sedang berjalan dengan baik. Tiga sisanya kuakui aku masih kurang motivasi. Semoga aku bisa segera melakukannya dengan cara yang menyenangkan sehingga tidak merasa terbebani.


Salah satu dari resolusi tersebut yang bisa kuceritakan adalah mengisi jurnal harian. Aku beli buku khusus untuk ini, bukan buku yang kosong melompong. Berdasarkan pengalaman aku tidak cocok dengan buku jenis tersebut. Dengan buku yang sudah ada blankonya, sepertinya lebih mudah bagiku.


Ini merupakan salah satu kunci kesehatan mentalku akhir-akhir ini. Aku bisa dengan lebih mudah rilis emosi di sini. Meski ada templatenya, aku tidak mengharuskan diriku mengisi jurnal dengan rapi dan teratur. Aku bisa mengisinya sesukaku dan senyamanku saja. Ini penting bagiku agar aku tidak cepat jenuh dan penat.


Dari satu setengah bulan awal tahun ini, masalah-masalah yang kuemban biasanya berasal dari luar diriku. Yang artinya sebagian besar dari masalah tersebut bukan hal yang bisa kukendalikan sehingga aku harus lebih banyak sabar dan hanya fokus pada apa yang bisa kukendalikan. Tidak hanya sekali aku mengambil napas panjang, tapi akhirnya aku bisa kembali netral lagi setelah jeda sebentar.


Itulah menurutku konsekuensi orang dewasa. Menjadi dewasa berarti kita harus menanggung beban dari orang-orang di sekitar. Kalau enggak kuat, kita mungkin bisa mengabaikannya tapi tekanan secara mental mengabaikan menurutku malah lebih besar daripada tekanan berjuang untuk mengatasinya.


Salah satu kemajuan selama awal tahun 2023 yang kualami adalah mulai rapinya kamarku. Beberapa bulan lalu kamarku pindah ke ruangan lain, jadi ada banyak barang yang belum disusun. Barang-barang tersebut kutumpuk di salah satu sudut dan kututup. Sebagian besar barang-barang tersebut merupakan barang-barang yang tidak atau jarang kupakai sehingga tidak masalah tempatnya tersembunyi. Dari sini aku menyadari bahwa sebenarnya aku bisa hidup hanya dengan sedikit barang. Beberapa bulan terakhir ini aku sudah membuktikannya.


Nah akhirnya sejak sekitar dua minggu yang lalu, aku mulai merapikan barang-barang tersembunyi ini. Mau kuklasifikasikan sesuai fungsinya. Minggu lalu, aku membeli satu rak untuk penyimpanan di sudut tempat tidur. Belum maksimal kurapikan sih, tapi setidaknya aku sudah punya tempat penyimpanan tambahan.


Sampai sekarang proses merapikan barang-barang ini memang belum selesai. As always secara bertahap karena waktu dan energiku tidak sebanyak itu. Aku berencana untuk sekalian decluttering dan menyalurkan barang-barang yang sudah tidak terpakai ke tempat-tempat yang sesuai. 


Ruangan yang rapi dan barang-barang yang terorganisir menurutku juga adalah salah satu hal yang membuat mental kita sehat, seperti slogannya para minimalis. Aku percaya dan sudah membuktikannya.


Emm, aku juga sedang belajar menata hati agar selalu siap untuk membantu orang lain. Bukankah manusia paling berarti itu adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain? Ini artinya aku juga harus selesai dengan urusan diri sendiri agar lebih mudah membantu orang lain.


Oh ya ada satu lagi hal yang cukup besar di awal tahun ini, aku mendapatkan amanah yang cukup besar. Semoga aku bisa menjaganya dengan baik. Sudah ada banyak plan yang kususun. Semoga semesta mendukung dan dalam prosesnya dimudahkan, karena niatku baik semoga hasilnya juga baik. Amin.


Sekian dulu curhat a.k.a laporan awal tahunku. Semoga hidup kalian yang membaca curhatan ini selalu dalam kondisi baik ya. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar