Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Tips Mengurangi Kerusakan Rumah Akibat Banjir pada Musim Hujan

15 komentar

Tepat dua tahun yang lalu, Januari 2021 di kotaku terjadi banjir bandang. Kota Barabai memang menjadi langganan banjir hampir setiap tahun, tapi tidak pernah separah saat itu. Ada banyak rumah yang lapuk, bobrok, bahkan hanyut gara-gara banjir. 

Fase setelah banjir adalah fase yang cukup melelahkan. Proses membersihkan rumah dan menjaga rumah agar tetap kuat dan nyaman untuk ditinggali harus diperhatikan baik-baik. Yang tidak kalah penting juga adalah fase pencegahan kerusakan pada rumah sebelum terjadi banjir. Sebagai pemilik rumah, menghindari kerusakan rumah karena banjir harus dimulai dengan tindakan pencegahan.


Karena rumah adalah salah satu aset berharga, sehingga penting untuk melindungi properti yang kita miliki ini dari kemungkinan kerugian seperti banjir. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan, terlebih bagiku yang tinggal di kota yang menjadi langganan banjir. 




Genangan air beberapa inci saja sudah dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah. Untuk menghindari hal ini terjadi, pencegahan kerusakan rumah akibat banjir harus dilakukan secepat mungkin.


Tips Mengurangi Dampak Banjir pada Rumah 

Boleh dibilang banjir adalah bencana tahunan yang menimpa banyak kota di Indonesia, termasuk kotaku. Ada banyak dampak yang diakibatkan oleh banjir, termasuk kerusakan rumah. Jika rumah kita berada di daerah yang rawan banjir, maka langkah pencegahan harus dilakukan untuk mengurangi dampak banjir pada rumah. Berikut adalah tips mengurangi dampak banjir pada rumah.


1.       Periksa Atap Rumah

Untuk menghindari kebocoran saat musim hujan tiba, pastikan untuk memeriksa kondisi atap. Atap rumah yang bergeser atau bengkok dapat retak, memungkinkan air hujan masuk ke dalam rumah. Jika tidak bisa memperbaiki sendiri, kita dapat meminta bantuan pada tukang yang ahli memperbaiki kebocoran atap.


Para tukang ini tidak hanya memperbaiki masalah atap secara teknis, tetapi mereka juga dapat memberikan kita gambaran tentang sisa umur atap dan perkiraan biaya penggantian. Pastikan untuk memeriksa kondisi atap setidaknya setahun sekali untuk mencegah terjadinya kebocoran.


Kebocoran dapat menyebabkan bahaya listrik, meredam insulasi, atau menyebabkan jamur dan lumut yang berbahaya. Kebocoran dapat menyebabkan loteng rumah banjir dan merembes ke dalam rumah. Periksa kerusakan atap, terutama setelah hujan yang disertai angin kencang. Segera perbaiki atau ganti atap di area yang rusak.


2.       Bersihkan Selokan di Sekitar Area Rumah 

Salah satu penyebab banjir adalah selokan yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Selokan yang tersumbat oleh sampah akan menghambat aliran air saat hujan dan tentu saja ini akan mengakibatkan banjir.


Kita perlu memastikan selokan dan saluran pembuangan bersih dari kotoran sehingga air hujan dapat mengalir secara efisien. Dengan ‘hanya’ membersihkan selokan, perbedaan besar dapat terjadi. Air akan mengalir dengan benar sehingga dapat membantu mencegah air masuk ke dalam rumah.


3.       Periksa Saluran Air di Rumah

Bukan hanya selokan yang membutuhkan pengecekan. Jika rumah kita memiliki saluran air eksternal seperti yang sering ditemukan di balkon atau pintu di lantai bawah, pastikan saluran tersebut bersih dan lancar. Meskipun biasanya tidak ada risiko kerusakan pada pondasi, jika saluran ini tersumbat maka ada risiko air akan jebol dan masuk ke dalam rumah.


Saat melakukannya, periksa juga saluran pembuangan air terdekat untuk mencari puing-puing atau daun-daun yang mungkin menyumbat saluran air. Membersihkan saluran ini akan membantu mencegah air masuk ke dalam rumah.


4.       Cek Pintu dan Jendela Rumah

Setelah memastikan bahwa tidak ada kebocoran, pertimbangkan cara lain yang memungkinkan air dapat masuk ke dalam rumah. Jendela dan pintu menjadi salah dua titik masuk atau keluar air, jadi pastikan untuk memeriksa seal pintu dan jendela.


Seiring bertambahnya usia rumah, kita mungkin dapat melihat rembesan air hujan dari sela-sela jendela dan pintu. Perubahan suhu musiman, paparan sinar matahari, serta angin dan hujan dapat menyebabkan masalah seperti bingkai jendela rusak atau kaca retak. Ini semua dapat menyebabkan kebocoran air selama musim hujan.


Jika seal retak atau rapuh, atau jika terjadi kebocoran, harus segera diganti atau diperbaiki. Karena jika tidak, air secara bertahap akan merembes ke dalam rumah. Metode untuk memperpanjang umur seal jendela dan pintu adalah dengan memasang penutup di atasnya.


5.       Pangkas Pohon di Sekitar Rumah

Pohon bisa membuat rumah terlihat asri, namun cabang pohon yang lepas dapat dengan mudah merusak rumah ketika hujan yang disertai angin kencang. Pohon tua mungkin perlu disingkirkan seluruhnya. Jika pohon tidak terlalu besar dan masih muda, kita bisa memangkas cabang-cabangnya yang dekat dengan rumah.


Pohon yang tumbang saat hujan akan merusak rumah dan pada akhirnya akan membuat air hujan masuk ke dalam rumah. Jadi untuk menghindari hal ini, sebaiknya kita melakukan tindakan terkait pohon yang ada di sekitar rumah.


6.        Letakkan Barang-Barang Berharga di Tempat yang Aman

Sebelum musim hujan tiba, pastikan untuk meletakkan barang-barang berharga di tempat yang aman. Pertimbangkan untuk menempatkan dokumen berharga seperti akte kelahiran dan catatan lain dalam wadah kedap air, seperti brankas tahan air.


Siapkan hal ini sebagai bagian dari perlengkapan persediaan darurat, yang dapat diambil dan dibawa dengan cepat jika terjadi keadaan darurat. Kita dapat meletakkan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi sehingga terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh banjir.


Selain melakukan beberapa pencegahan di atas, kita juga perlu untuk untuk memiliki asuransi rumah. Selain melindungi rumah dari kebakaran, asuransi rumah juga berfungsi untuk melindungi rumah dari kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam seperti banjir.


Pastikan untuk membeli asuransi rumah di perusahaan asuransi terbaik seperti Garda Oto yang menyediakan produk asuransi Garda Home untuk memberikan perlindungan pada rumah. Kita akan mendapatkan perlindungan seperti perbaikan rumah dari kerusakan yang diakibatkan bencana alam, kebakaran, dan perlindungan lainya.


Semoga kita dihindarkan dari bencana alam dan hal-hal berbahaya lainnya. Tapi setidaknya jika terjadi hal yang buruk, kita sudah melakukan pencegahan secara optimal dengan mempraktikkan tips-tips di atas. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

15 komentar

  1. Wah iya, kalau banjir dan masuk rumah pasti repot
    Rumah jadi rusak, barang barangnya juga
    Jadi salah satunya ya menyimpan barang berharga di tempat yang aman ya mbak

    BalasHapus
  2. Musim hujan begini memang rawan banget banjir ya, Kak. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

    BalasHapus
  3. Aamiin kak Rindang. aku kemarin juga membatin ketika banyak temen2 yang rumahnya banyak yg kena banjir ya Allah sakiit rasanya apalagi buku2 tuhh jadi nggabisa dibaca kena lumpur :((

    BalasHapus
  4. Untuk antisipasi musim hujan dan banjir, biasanya saya coba mengamati sudut-sudut rumah dan atap yang bisa jadi celah kebocoran. Selain itu mengamankan barang-barang di tempat yang aman dari air juga penting untuk dilakukan..

    BalasHapus
  5. Jadi ingat dulu waktu masih SD sering bersihkan rumah nenek yang kebanjiran. Masya Allah terima kasih tipsnya

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah belum pernah ngalamin rumah kebanjiran. Tapi depan rumah kalau hujan deras suka banjir. Ada sampah yang numpuk buanyak banget dan nyumbat selokan air. Ini bukan dari tetangga sekitar, tapi dari penduduk yang rumahnya lebih tinggi dari kami.

    BalasHapus
  7. Oh iya, zaman sekarang rumah penting banget untuk diasuransikan sehingga memberikan keamanan bagi pemilik rumah ketika ada sesuatu hal yang terjadi.

    BalasHapus
  8. waktu kebanjiran beberapa waktu lalu memang terasa repotnya ya mba, saya juga hampir kehilangan barang berharga...alhamdulillah sudah diamankan, emang paling aman kalau di asuransikan

    BalasHapus
  9. terima kasih tipsnya mbak, bermanfaat banget, apalagi sekarang cuacanya ekstrim ya, sering terjadi bencana juga, harus lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar

    BalasHapus
  10. Aku yang tinggal di Bekasi juga kadang kebanjiran. Surat2 berharga menjadi prioritas kalau musim hujan aku pindah ke atas lemari. Thx sharingnya, Mbak

    BalasHapus
  11. Duh kalau abis kebanjiran itu repot banget bersih-bersihnya ya mba ..jadi harus bener-bener dikurangi penyebabnya septimal mungkin

    BalasHapus
  12. Pas musim ujan gini emng agk ngeri...perlu mmpersiapkn kekokohan rumah...spya awet dn aman ketika hujan...terimakasih sharingnya

    BalasHapus
  13. Terimakasih mbak tipsnya. Emang atap rumah harus dicek minimal satu tahunlah daripada menciptakan air terjun dalam rumah. Soalnya pernah ngalami rumah bocor parah karena saluran air di genteng tersumbat, wkwk.

    BalasHapus
  14. banjir memang cukup bikin pusing ya, pengalaman dari saudara aku yang rumahnya suka tergenang banjir jadinya dinaikin lantai rumahnya,

    BalasHapus
  15. Sedih ya kalau tinggal di lingkungan yang rawan banjir. Selalu saja deg-degan setiap kali hujan deras. Semoga semuanya tetap terlindungi dengan adanya proteksi sejak dini.

    BalasHapus

Posting Komentar