Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Objek Wisata Limbuhang

Posting Komentar

Halo, kali ini aku akan bercerita mengenai objek wisata di HST yang bernama Limbuhang. Objek wisata Limbuhang ini berlokasi di Desa Haliau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Arah lokasinya sama menuju ke tempat Wisata Pagat Batu Benawa, namun terus lagi menuju ke arah Hantakan. Di pertigaan Waki yang ada masjid besar belok ke kanan. Masuk beberapa ratus meter, di sisi kanan jalan terdapat plang penunjuk Objek Wisata Limbuhang.



Kita bisa langsung belok kanan ke jalan yang berada di samping plang tersebut. Setelah melewati jalan dari tanah yang jika sedang musim hujan bisa saja becek, kita akan mendapati area parkir objek wisata Limbuhang yang cukup luas. Di dekat parkir tersebut terdapat sebuah warung minum milik warga sekitar yang menjual berbagai macam minuman dan camilan ringan.


Di dekat area parkir tersebut juga terdapat tempat untuk bayar biaya masuk ke dalam objek wisata. Untuk para pengunjung yang sudah order makan siang di sini, biasanya free biaya masuk dan parkir.


Pada awalnya, objek wisata ini menawarkan keindahan alam berupa gua bawah tanah dengan dasar yang digenangi air menyerupai danau mini. Air di dalam gua ini dapat berubah warna sesuai waktu dan cuaca, bisa berwarna kehijauan, kebiruan, tetapi juga bisa keruh. 


Jika ingin melihat warna air gua Limbuhang yang cantik, maka datanglah saat menjelang siang hingga menjelang sore saat cuaca sedang cerah. Jangan datang ke sana terlalu pagi atau terlalu sore, juga setelah hujan karena bisa jadi warna airnya tidak secantik yang diharapkan. 




Di dalam gua inilah para wisatawan ramai berfoto untuk mendapatkan hasil yang instagramable dengan latar belakang gua dan air berwarna biru atau kehijauan. Spot foto yang tersedia di sana berupa sebuah akar gantung alami di tengah-tengah gua yang harus dicapai menggunakan perahu karet.


Tidak heran salah satu objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini lebih dikenal dengan nama Gua Limbuhang. Meski begitu, sejak dibuka pada tahun 2018 silam objek wisata ini mulai bergeser fokusnya menjadi tempat makan siang di tengah hutan. Area objek wisata Limbuhang memang didominasi oleh pepohonan yang rindang sehingga bahkan di saat matahari bersinar terik pun, di sini tetap terasa teduh. 


Setidaknya itu yang bisa kutangkap dari beberapa kali kunjunganku ke sana bersama rombongan kantor dan teman. Tujuan utama wisatawan ke sana terutama warga lokal adalah untuk memesan makan siang paket lengkap yang disediakan oleh pengelola wisata Limbuhang dan menikmatinya langsung di area tersebut.


Di objek wisata Limbuhang terdapat banyak gazebo yang bisa dipilih ukurannya sesuai jumlah orang yang datang. Cocok sekali digunakan sebagai tempat gathering karyawan atau makan siang bersama keluarga.



Menu makan siang yang ditawarkan di sana adalah masakan khas Banjar yang terdiri atas nila bakar, ayam bakar, kuah manis, sayur bening, ikan pakasam, mandai, sambal acan, kerupuk, tahu dan tempe goreng, serta paket air minum.



Oleh para pengelola tempat ini dihias menjadi sangat instagramable, ada banyak spot foto di sini. Meski sempat rusak setelah diterjang banjir bandang Januari 2021 kemarin, Limbuhang kembali bersolek sehingga kecantikannya tetap terjaga.


Di sini juga menyediakan villa kecil bagi orang yang ingin bermalam. Villanya tepat menghadap sungai, terbuat dari anyaman bambu. Pada waktu-waktu tertentu misal libur lebaran atau saat sedang ramai live music digelar di sini. 



Bagi kamu yang belum pernah ke sini, silakan coba sendiri pengalaman berfoto di dalam gua Limbuhang, makan siang di tengah hutan, bermalam di tepi sungai, atau hanya sekadar menikmati keindahan dan berfoto-foto di sini. Selamat berwisata. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar