Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Fasilitas Gunadarma, Center of Excellence, Dukung Kemajuan AI di Indonesia

1 komentar

Universitas Gunadarma sudah lama dikenal sebagai universitas dengan segudang fasilitas yang canggih dan mumpuni. Salah satu fasilitas Gunadarma yang terbaru yakni Center of Excellence atau biasa disingkat CoE. Fasilitas ini memiliki fokus pada Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan Ilmu Data (Data Science). 


Fasilitas ini diluncurkan di Universitas Gunadarma oleh OmniSci, sebuah perusahaan pelopor akselerasi analitik pada Agustus 2020 lalu. Center of Excellence ini dibangun dengan kolaborasi bersama NVIDIA, sebuah perusahaan pemimpin komputasi AI. Selain itu, OmniSci juga berkolaborasi dengan Epsindo, sebuah perusahaan penyedia solusi IT ternama di Indonesia.



Dikutip dari Indotelko.com, Vice President Industry Verticals OmniSci, Herfini Haryono, mengungkapkan bahwa AI dan kesiapan data adalah dasar yang dapat memberikan keuntungan dalam segi kecepatan dan skala terhadap berbagai industri di Indonesia, seperti telekomunikasi, jasa keuangan, ritel, kesehatan, dan sektor publik. 


Herfini Haryono juga menambahkan bahwa investasi yang ditanamkan oleh OmniSci beserta mitranya dalam Center of Excellence ini merupakan pernyataan visi dan komitmen mereka kepada Indonesia, seiring pertumbuhan pasar yang kuat baik di Indonesia maupun di kawasan regional.


OmniSci telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra kunci terutama dalam menyediakan dukungan lokal yang lengkap bagi perusahaan. Hal ini diutamakan untuk klien pemerintahan dan akademik di pasar-pasar utama, seperti Singapura, Indonesia, India, Filipina dan wilayah Asia lainnya.


Fungsi Center of Excellence


Fungsi dari Center of Excellence sendiri yaitu sebagai pusat sumber daya untuk menyediakan pembuktian konsep (proof of concept) untuk inovasi baru. Center of Excellence juga diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mengubah teori AI menjadi memiliki nilai (value) yang bisa menjadi bagian dari proses transformasi digital perusahaan yang bersangkutan. 


Center of Excellence ini juga dapat berfungsi sebagai pusat pelatihan untuk membekali para data scientists dengan pemahaman mendalam mengenai perangkat keras maupun perangkat lunak terbaru.


Melalui Center of Excellence, Universitas Gunadarma mendirikan fondasi bagi berbagai sektor untuk berkolaborasi dan menggunakan solusi berbasis AI di seluruh industri dan pemerintahan. Vice President Worldwide Field Operations Asia Pacific NVIDIA, Raymond Teh, menyatakan bahwa OmniSci telah menjadi mitra jangka panjang yang menyediakan kesempatan bagi komunitas peneliti untuk mengakses teknologi akselerasi komputasi AI dan analitik lanjutan milik NVIDIA. 


Kolaborasi NVIDIA dengan OmniSci dan Universitas Gunadarma akan mendukung bisnis dan tenaga kerja yang ada di Indonesia untuk menghadapi tantangan komputasi masa depan dengan sukses, serta mempercepat transformasi digital. 



Rene Indiarto Widjaja, CEO/President Director dari PT. Epsindo Prima Sinergi mengatakan bahwa Epsindo memiliki keahlian dan pengalaman lokal untuk membantu Indonesia memanfaatkan potensi AI. 


Salah satu caranya yakni dengan membangun solusi kelas dunia melalui inisiatif strategis, seperti adanya Center of Excellence ini. Selain itu, cara lainnya adalah dengan membantu memecahkan tantangan yang dihadapi masyarakat modern di berbagai sektor industri di Indonesia saat ini.


Fasilitas Gunadarma di Bidang Teknologi 


Adanya kolaborasi ini menjadikan Universitas Gunadarma sebagai satu-satunya universitas di Indonesia yang memiliki Center of Excellence OmniSci dan sekaligus Center of Excellence AI. Fasilitas Gunadarma ini didukung oleh NVIDIA DGX-1, superkomputer AI paling kuat di Indonesia yang memiliki kemampuan 1 PetaFLOPS (1000 TeraFLOPS).


Sementara dari pihak OmniSci sendiri, mengaku percaya bahwa pihaknya memiliki peluang yang sangat besar di Indonesia. Mereka juga menyatakan bahwa pihaknya akan menyediakan investasi yang signifikan untuk mendukung pelanggan dan mitra mereka di Indonesia. Prof. Dr. E. S. Margianti, SE, MM, Rektor Universitas Gunadarma, turut memberikan tanggapannya terkait peluncuran fasilitas Gunadarma yang satu ini. Margianti menyatakan dirinya merasa sangat senang bisa bermitra dengan OmniSci, NVIDIA, dan Epsindo, terutama dalam menginspirasi critical thinking, membangun kurikulum yang berorientasi masa depan, serta menyediakan paparan yang lebih luas terkait teknologi generasi berikutnya, seperti AI dan akselerasi analitik.


Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi pemikir, inovator, dan pemimpin masa depan Indonesia.


Selain itu, Margianti juga mengatakan bahwa Universitas Gunadarma selalu berupaya agar kampusnya berada di garis depan dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia. Margianti menambahkan bahwa Universitas Gunadarma selalu menyediakan paparan industri dengan membina kolaborasi bersama pemimpin-pemimpin utama industri. 


Beberapa tahun belakangan, Indonesia memang telah memainkan peran utama dalam pembicaraan terkait peluang AI untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia menjadi pemimpin wilayah Asia Tenggara dengan sebanyak 24.6% perusahaan Indonesia telah mengadopsi teknologi AI. Hal ini dibuktikan oleh survei IDC pada tahun 2018. 


Selain itu, AI juga sudah menjadi salah satu dari lima program teknologi strategis yang telah diidentifikasi oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pemerintah juga sudah merancang roadmap terintegrasi bertajuk “Making Indonesia 4.0. Dengan adanya roadmap ini diharapkan Indonesia mampu mempercepat transformasi digital masyarakatnya. []

Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

1 komentar

  1. Duh kerennnya kampusnya punya fasilitas ini. Sudah lama saya naksir pengin jadi data scientist. Sayang waktu kuliah di IT dulu, data scientist masih "belum populer".

    BalasHapus

Posting Komentar