Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Belajar Konsisten, Perjalanan Panjang Mengusahakan Impian

Posting Komentar

Konsisten adalah sesuatu yang tidak berubah-ubah, selalu berperilaku atau melakukan suatu hal dengan cara yang sama. Konsisten sangat diperlukan agar kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Tidak ada sesuatu yang dapat berhasil secara instan, kecuali jika kita juga ingin kehilangan secara instan. 


Bagiku dengan kondisiku sekarang, sebenarnya agak sulit untuk memulai konsistensi hal-hal tertentu. Tapi karena aku memang pengen mendapatkan hasilnya dan nggak ada jalan lain untuk mendapatkannya selain konsisten, ya aku akan coba terus lakukan. 


Bagaimana Biar Bisa Konsisten


Jujur saja sebenarnya aku merasa terlalu banyak alasan untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang padahal sudah kurencanakan. Jadilah pada hari ketiga, ke-7, nggak lebih dari seminggu konsistensiku sudah amburadul. Sudah banyak kegagalan yang kualami dalam mencoba konsisten, tapi sekali lagi aku nggak akan pernah berhenti mencoba.


Misal aku pernah bikin planning untuk 1 jam sehari ngerjain blog, ternyata sesusah itu Gengs melakukannya. Ada aja kerjaan lain yang bikin hal tersebut nggak dikerjain. Aduh emang banyak alasan sih, di samping karena ototku yang belum terlatih melakukannya secara rutin. Padahal aku ingin mencapai goalnya yaitu blogku menjadi lebih rapi dan terarah. Mood baikku ternyata nggak sepanjang masa keinginanku. Gini deh risiko mengandalkan mood dalam bekerja.


Gimana Biar Bisa Konsisten?

Tenang aja, selain curhat aku juga bakal ngebagiin caraku bagaimana usaha memulai perjalanan belajar konsisten ini. Berikut adalah beberapa cara yang aku gunakan agar aku bisa konsisten dalam bekerja.


1. Mempermudah Pekerjaan

Ya, apapun yang sedang aku azzamkan untuk kulakukan secara terus menerus akan kuusahakan semudah mungkin sehingga bahkan dalam kondisi terberatk, aku tidak bisa mengelak untuk melakukannya.


Misal saat aku mau konsisten minum air putih lebih banyak setiap hari, berarti air putihnya harus lebih mudah ditemukan di sekitarku kapanpun aku mau minum. Jangan sampai aku harus beranjak dulu ngambil dari galon atau beli di warung. Oleh karena itu aku selalu menyediakan air dalam botol atau gelas saat aku bekerja di meja kerja atau saat pergi ke luar ruangan.


Contoh lain yang pernah aku alami adalah saat aku punya goal nulis 1000 kata sehari, maka aku akan membuat agar kegiatan itu bisa menjadi lebih mudah terwujud. Tantangan untukku pribadi saat merutinkan kegiatan menulis adalah saat membuat draftnya, padahal kalimat sudah berhamburan di kepala. Mau nyentuh laptop mager, mau duduk rapi untuk nulis malas. Ya gitu deh banyak alasan.


Akhirnya aku mendownload aplikasi pengubah suara menjadi teks untuk membuat draft tulisan. Aku jadi tinggal ngomong tentang apapun yang sedang berjubel dikepalaku dan jadilah teks kasar keluar di hp-ku. Tinggal mempercantiknya nanti dengan editing di laptop. Untuk editing aku nggak terlalu mengandalkan mood sih karena biasanya kalau sudah ada draft itu lebih mudah nyambung-nyambungin kalimat dan menambal sedikit di sana sini.


2. Membuat Planning

Melakukan perencanaan sebenarnya sudah kulakukan sejak dulu sih meski gagal terus. Aku hanya harus terus mencoba agar menemukan gimana pola yang pas. Sekarang aku baru aja coba planning pakai Notion. Kuakui ini agak ribet, tapi mengingat diriku yang sepertinya tipe ‘tidak masalah ribet yang penting rapi’ marilah kita coba. Semoga berhasil.


Idealnya setiap akhir bulan, kita sudah bikin planning untuk mengerjakan apa saja di satu bulan ke depan. Tujuannya sama, biar saat kita semalas atau se-blank apapun, kita sudah tahu harus melakukan apa.


3. Coba Sukai Pekerjaannya

Loves what you do. Kalau udah suka sama suatu pekerjaan, biasanya kita gak akan merasa berat. Bahkan kita bisa jadi terotomatisasi dalam mengerjakannya. Sama seperti kita otomatis pegang hp lalu scrolling media sosial, itu karena kita suka dan terbiasa melakukannya jadi tanpa berpikir pun kita akan mudah melakukannya. 


Misal habits yang sudah kubangun sejak dulu adalah menyempatkan untuk membaca buku sebelum tidur. Aku mendawwamkan target tersebut karena sadar semakin canggih teknologi digital, aku cenderung jadi lebih jarang membaca. Oleh karena itu walaupun sedikit aku akan tetap melakukan kebiasaan tersebut. Nah karena memang sudah suka duluan, tapi hanya karena selama ini terdistrak oleh berbagai macam aktivitas, aku jadi tetap bisa melakukannya secara rutin. Kadang kulakukan bukan karena aku sengaja ingin melakukannya, tapi karena ya aku ingin saja, karena suka.


4. Nikmati Prosesnya

Goals atau tujuan yang ingin kita dapatkan dari konsisten melakukan sesuatu biasanya terletak di akhir. Selama proses mendapatkan hal tersebut kita harus menikmati prosesnya, karena kalau tidak maka kita akan selalu merasa tersiksa. Sedangkan proses itulah yang panjang, sedang yang kita jalani adalah masa sekarang. Hiduplah pada hari ini, seize the day, the present.


5. Buat Mood Baik Bertahan Lama

Seperti yang sudah kusinggung di atas, aku tipe yang kerja kalau mood bagus. Jadi tantangannya bagiku agar bisa terus konsisten adalah bagaimana caranya agar mood yang kumiliki juga long lasting. Caraku menjaga mood adalah salah satunya dengan makan makanan yang sehat, tidur cukup, dan cukup hiburan (me time).


6. Taruh Goals di Depan Mata

Goals kita harus berada di tempat yang selalu bisa kita lihat dengan jelas agar motivasi kita terus terpacu untuk melakukan hal yang dapat memperpendek jarak kita dengan goals tersebut. 


Cerita tentang Konsistensi

Contoh hal konsisten kulakukan sejak dulu dan berdampak baik dalam kehidupanku saat ini adalah membaca. Karena hobi jadi aku tidak berat melakukannya. Dulu karena aktivitasku belum padat, hampir di semua waktu kosong kugunakan untuk membaca. Salah satu hasilnya adalah aku jadi punya banyak kosakata dan menggunakannya dalam menulis atau berbicara.


Meski membaca buku dalam kasusku bukanlah sesuatu yang kurencanakan, tapi tetap saja hasil dari konsisten melakukannya aku punya banyak peluang untuk mendapatkan hal-hal yang bahkan sebelumnya tidak aku duga. 


Meski aku suka membaca, sama seperti anak sekolah pada umumnya dulu aku juga tidak terlalu suka membaca buku pelajaran. Tapi karena sadar sebagai pelajar aku harus rajin belajar sehingga mendapatkan nilai yang baik saat ulangan, maka aku harus merekayasa cara belajarku. Ini masuk ke poin pertama tipsku di atas, mempermudah pekerjaan.


Aku sudah enek duluan kalau harus belajar dengan cara membaca buku pelajaran. Oleh karena itu, aku membuat catatan kecil-kecil agar bisa selalu bisa kubawa kemanapun aku pergi atau bisa kutempelkan di dinding kamar. Harapannya catatan-catatan kecil yang lucu dan cantik itu bisa selalu kubaca saat berada di mana saja dan catatan pelajaran di dinding bisa kulihat kapan saja saat aku melewatinya sehingga nyantol di kepala. Aku berharap konsistensiku belajar dari sana.


Berhasil sih. Tapi sebenarnya bukan karena aku sering melihatnya, karena sebenarnya saat di perjalanan aku jarang membuka catatan-catan kecil itu, tapi lebih karena materi atau rumus-rumus tersebut sudah melekat erat di otakku saat aku menulis ulang di kertas-kertas tersebut. Iya, aku menulisnya dengan tangan, bukan dicetak. Cara tersebut, bekerja dengan baik di aku.


Berkaca dari sedikit pengalaman tersebut, aku percaya bahwa konsistensi sangat diperlukan untuk mencapai goals apapun yang aku inginkan. Saat ini, goals-ku lebih ke arah meningkatkan skill sehingga mendapatkan peluang atau penghasilan dari sana. Aku punya beberapa impian besar yang ku-breakdown menjadi impian yang lebih kecil sehingga sampai pada usaha terkecil yang akan aku wujudkan dalam bentuk konsistensi harian atau mingguan. 


Perlu digarisbawahi ya tips di atas mungkin bisa nggak bekerja bagi sebagian orang karena setiap orang punya caranya masing-masing. Tinggal bagaimana kita dapat mengatur pola konsistensi kita untuk mencapai impian. Apakah kalian punya trik juga agar bisa selalu konsisten? Feel free to share di kolom komentar ya.

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar