Tuesday, July 28, 2020

Makna Idul Adha: Mengasah Mental Berbagi dan Meningkatkan Ketakwaan pada Allah SWT

Idul Adha adalah hari raya kedua terbesar bagi umat Islam. Sayangnya, meskipun termasuk hari raya besar kemeriahannya menurutku tidak seheboh Idul Fitri. Memang sih Idul Fitri ada di urutan pertama, tapi beda antusiasmenya itu menurutku jomplang sekali. Mulai dari hari liburnya yang sebentar, hingga bentuk perayaannya yang kurang meriah.

Mari kita tengok timeline medsos pada Hari Raya Idul Adha. Selain postingan tentang salat Ied, foto yang bertebaran di media sosial adalah sekitar prosesi penyembelihan hewan kurban, acara kumpul-kumpul membuat sate bersama keluarga, atau ada yang sedang berhaji mengabadikan momen sakral di Tanah Suci.

Tapi ya Idul Adha sekali lagi perayaannya tidak sehingar-bingar Idul Fitri. Bukan aku ingin Idul Adha juga mengalahkan 'pamor' Idul Fitri, jika tidak bisa sama 'memperlakukannya' setidaknya tidak menyepelekannya.

Untungnya, tahun ini (2020) Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Libur (kerjaku) hari Sabtu Minggu bisa digunakan untuk libur Idul Adha. Tidak seperti tahun lalu ketika Idul Adha jatuh pada hari Minggu, it’s mean nggak ada libur sama sekali karena Senin ya langsung balik kerja.

Friday, July 17, 2020

Lebih dari Sekadar Skripsi

Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku mengerjakan skripsi saat kuliah S1. Aku berkuliah di Jurusan Biologi Fakultas MIPA. Masa perkuliahanku berjalan mulus, hambatan-hambatan kulewati dengan cukup mudah. Kerikil-kerikil kecil perlahan mulai membesar ketika memasuki masa skripsi. Sama sekali tidak kuprediksi. 

Pada awalnya, aku mendapat tawaran tema skripsi dari dosenku, Pak B, di akhir semester 6. Kupikir, boleh nih biar akhir semester 7 nanti aku sudah kelar kuliah dan impian lulus 3,5 tahun bisa terwujud. Ternyata, tidak semudah itu Gengs!


Yang membuat aku semakin yakin dengan tawaran penelitian itu adalah ketika dosen pembimbing akademikku, sebutlah Pak C, juga mendukung. Spesialisasi Pak C ekologi, aku juga sangat berminat ke sana. Sedang Pak B, sebenarnya fokus beliau lebih ke mikrobiologi, kelompok mata kuliah yang sebenarnya 7 semester kuliah kuhindari selama tidak wajib. Aku sudah pernah membahas ini di postingan yang lain, silakan klik di sini.

Namun, karena tema penelitianku komprehensif dan lintas bidang termasuk ekologi, membuatku mantap memutuskan untuk bergabung dalam tim skripsi ini. Aku dapat partner cowok bernama Z, aku lupa asal-usul mengapa kita berdua yang dipilih. Btw, aku dan Z satu angkatan. Z lumayan berminat ke arah mikrobiologi dan cukup banyak mengambil mata kuliah bidang mikrobiologi. Jadi saat roaming ngerjain pembahasan yang berkaitan tentang mikrobiologi, Z orang pertama yang aku ganggu.

Friday, July 10, 2020

Mengenal Mia Yunita, Pengurus Favorit Female Blogger of Banjarmasin 2020 #FBBKolaborasi

Assalamualaikum, semuanya. Kali ini aku akan bercerita tentang seorang teman bloger bernama Mbak Mia Yunita. Tulisan ini ditulis dalam rangka FBB Kolaborasi yang diadakan oleh FBB. Aku sendiri kenal dengan Mbak Mia, panggilan beliau, ketika aku masuk di komunitas Female Blogger of Banjarmasin (FBB).



 

Interaksiku pertama kali dengan beliau adalah ketika aku menyetor tulisan untuk dikoreksi sebagai salah satu peserta nulis antologi bareng anggota FBB. Beliau ditunjuk sebagai salah satu self editor sebelum kami mengirimkan naskah ke penerbit.

 

Tentu saja ada alasan mengapa beliau ditunjuk sebagai salah satu self editor buku antologi kami. Beliau memang seorang penulis. Pada awal menikah tahun 2003, selain kerja part time dan mengurus keluarga beliau juga aktif menulis artikel dan cerpen. Pada tahun-tahun tersebut, beberapa karya beliau berupa opini dan cerpen islami pernah nangkring di surat kabar harian lokal. Honornya lumayan, bisik Mbak Mia.

 

Tuesday, July 7, 2020

Aktivitas Membaca di Era Digital

Tak diragukan lagi aku suka membaca. Ada banyak cerita tentang aktivitas membaca yang sudah kuceritakan di blog ini. Kali ini aku akan bercerita tentang aktivitas membaca ala aku (dan manusia lainnya) di zaman digital sekarang ini. Meski aku belum terjamah oleh kindle book atau audio book, tapi tetap saja ada pergeseran kebiasaan membacaku dulu dengan sekarang.

Timbunan Buku

Ada banyak hal-hal kecil yang terkait tentang aktivitas membacaku sekarang, salah satunya adalah timbunan buku. Buku-buku tersebut teronggok manis di bawah tempat tidurku dengan jumlah yang cukup banyak. Beberapa alasan mengapa buku tersebut belum kubaca adalah:

Cara Membaca Buku


1. Temanya cukup berat. Iya, aku kalau beli buku cukup selektif. Hanya beli buku yang bagus dan kadang bahasannya berat. Itulah alasan kenapa buku-buku tersebut jadi jarang tersentuh. Akhir-akhir ini aktivitas membacaku lebih dikarenakan aku ingin mendapatkan hiburan daripada menambah pengetahuan. Nanti, jika otakku sudah mulai lebih ringan mungkin aku akan menyempatkan diri untuk membaca buku-buku ‘berat’ tersebut.

2. Temanya yang sekarang tidak lagi kusukai. Dulu waktu membeli buku tersebut, aku mungkin sedang menyenangi temanya. Sekarang, mungkin terjadi beberapa perubahan sudut pandang pada diriku sehingga tema tersebut jadi tidak menarik lagi untuk kubaca. Setidaknya belum. Suatu saat mungkin aku akan tertarik lagi dengan tema tersebut dan mulai membaca koleksi timbunan buku. 
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates