Blogger versus Bloger

57 komentar
Suatu ketika di sebuah grup WA bloger yang saya ikuti membahas tentang kata baku dari pelaku blogging. Dalam pembahasan tersebut disoroti penggunaan dua kata yang mengacu pada definisi tersebut, yaitu ‘bloger’ dan ‘blogger. Di KBBI IV Daring terbaru telah hadir ‘bloger’ sebagai kata baku dari ‘blogger’ yang sering digunakan dalam postingan atau bahkan nama komunitas bloger.


Waktu itu saya pikir masa bodohlah, saya sudah nyaman menggunakan kata ‘blogger’ ketika menuliskannya. Entah karena eye catching karena menggunakan double G atau hanya kebiasaan alam bawah sadar yang sulit diubah. Saya pikir, saya hanya perlu menggunakan italic karena termasuk kata asing jika hendak mempublikasikannya dalam ranah ilmiah.

Tapi sekarang saya mulai berpikir ulang, sebagai insan blog yang baik mengapa kita tak membiasakannya dari hal yang mungkin terlihat sepele ini. Orang-orang sejenis saya dahulu yang tidak tahu betapa pentingnya KBBI mungkin hanya akan berkata, “Oh, masalah satu huruf G doang”. Padahal kenyataannya tidak sesepele itu. Sejak saat itu saya mulai belajar untuk membiasakan diri untuk menggunakan kata ‘bloger’ meski sulit karena belum terbiasa. Iya, sesulit melupakanmu.

Teringat pembicaraan saya dengan suami yang berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris. Dalam kaidah English untuk kata dasar yang tiga hruf terakhirnya berpola C-V-C (Consonant-Vowel-Consonant) maka huruf konsonan terakhir harus didoublekan ketika mendapat akhiran -er atau –ing.

Hal tersebut kutanyakan pada suami ketika aku bingung dengan kata baku ‘traveler’ atau ‘traveller’. Ternyata yang sesuai kaidah adalah yang pakai double L, Traveller. Begitu juga untuk kata yang menunjukkan aktivitas travel, yang baku menurut kaidah English adalah travelling.

Saat itu aku bingung karena buku serial travelling favoritku, The Naked Traveler, hanya menggunakan satu L pada setiap sampul bukunya sebagai judul. Setelah membaca di blog pribadi penulis, ternyata beliau memang sengaja melakukan hal itu untuk identitas.


Kembali ke kata ‘blogger’ dan ‘bloger’. Karena yang dibicarakan adalah kata baku dalam Bahasa Indonesia, maka tentu saja aturan CVC tadi tidak berlaku. ‘Bloger’ adalah kata serapan dari bahasa asing dan kemudian ‘dibakukan’ dengan perubahan yaitu huruf G-nya dihilangkan satu. Jadi sebaiknya dalam penulisan yang baku kita menggunakan kata ‘bloger’.

 Sebagai warning bagi saya sendiri nih, membiasakan menggunakan kata baku juga merupakan salah satu cara menghargai bahasa kita sendiri. Yang baru saja memperingati sumpah pemuda pasti ingat kan poin ketiga sumpah pemuda apa? Ya, mengaku menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Namun, jika pun ingin menggunakan kata ‘blogger’ di ranah penulisan nonformal biasakan untuk menuliskannya dengan cetak miring agar terlihat bahwa itu adalah istilah asing sama seperti kata-kata dalam Bahasa Inggris lainnya.

Salam bloger!
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

57 komentar

  1. Tata bahasa yang harus di perhatikan ya Mba apalagi tulisan kita dibaca banyak orang..harus selalu belajar ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Apalagi ilmu bahasa itu perkembangannya termasuk cepat. Ketinggalan informasi sedikit saja, ilmu sebelumnya mungkin sudah tidak relevan.

      Hapus
  2. Blogger juga bisa disebut Narablog dalam bahasa Indonesiaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terima kasih ilmunya Mbak Ajen. Saya baru tahu.

      Hapus
  3. Terima kasih ya mbak, informasinya :D

    BalasHapus
  4. Sampai sekarang saya masih nyaman dengan kata blogger walaupun yg benar adalah bloger hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini mungkin juga dialami oleh banyak bloger selain Mas Dodon. Hehe

      Hapus
  5. masih canggung.. namun tetap berusaha untuk membiasakannya :)

    BalasHapus
  6. Bener juga sih ya kalau dianalogikan sama traveler. Baru sadar lo, Kak...

    BalasHapus
  7. klo dari penulisan bagusnya sih di tulis Blogger tapi klo segi pengucapan bagusan bloger Gnya satu biar engga ribet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya dari segi pengucapan malah tidak ada masalah karena perbedaannya tidak kentara.

      Hapus
  8. Ilmu baru! Baiklah, akan saya terapkan secara perlahan, hehehehe.

    BalasHapus
  9. baru tau perbedaanya
    kirain kalo orang ngetik bloger
    g nya cuma 1 ntu dia tipo, kirain bgtu
    gk taunya ada artinya jg toh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Kebanyakan orang nyangka typo, padahal sudah menjadi kata baku.

      Hapus
  10. Aku masuk dasbor masih blogger sih. Blm terbiasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang dimaksud Mbak Jiah itu blogger dot com, itu memang nama domain milik Google untuk pengguna blogspot.

      Hapus
  11. hidup bloger. mari kita ngeblog. iya ya mba meski sederhana sebenarnya beda. kalau blogger saya malah ingatnya pengguna blogspot. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, iya dasbor blogspot memang pakai alamat blogger dot com ya.

      Hapus
  12. Sejak pembahasan ini muncul ke permukaan, saya jadi senang nulis 'bloger' di semua medsos jk sedang membicarakan hal tsb. Mungkin org pada berfikir typo, ya. Tapi jika bukan kita yg menggunakan EBI dengan tepat, siapa lagi? Skrg org suka ngetik 'asal' jadi kita terbiasa untuk berbahasa 'asal' juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Ayi, semoga kita nggak lagi asal. Membiasakan yg benar. Alah bisa karena biasa.

      Hapus
  13. ohhhhh......
    berati bena salah nulis nih,baiklah makasih ya mbak infonya, bena ngedit tulisan bena dulu :3

    BalasHapus
  14. 'bloger' yang sekarang sudah masuk KBBI buat saya pribadi masih kurang pas, ya mungkin karena pembiasaan. Tapi bagusnya di KBBI sekarang, kita bisa memberikan usulan kok untuk perbaikan. Kalau dirasa perlu, mari membuat sebuah kampanya untuk mengubah 'bloger' menjadi 'blogger' seperti sediakala.

    Kalau saya pribadi, sih, sudah beberapa waktu terakhir meninggalkan kata 'blogger' menggantinya dengan penulis digital :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ilmu baru lagi nih. Saya baru tahu kalau KBBI sekarang ada kolom usulan untuk perbaikan. Itu bagus. Baru tahu juga padanan kata bloger selain narablog adalah penulis digital.

      Hapus
  15. Wah udh jadi kata serapan yaaaaa :)

    BalasHapus
  16. bloger!
    lebih mudah menulis bloger dengan satu G drpd blogger dengan 2 G
    kesannya lebih ramah
    ahaha

    BalasHapus
  17. Bloger? Daakumah cuma bloher.
    Wkwkwkwkk
    Lebih enak nulis bloger drpd bloggger sih.

    BalasHapus
  18. Blogger setau saya Bahasa Inggris
    Bloger untuk terjemahannya ke bahasa
    Tapi aku masih ebiasaan pakai blogger, biasanya kumiringin, tapi kadang kelupaan hiks
    harus teliti TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak harus teliti. Instropeksi buat saya juga ini.

      Hapus
  19. Aku suka pake double g, oke dicoba deh g ny dikurangin satu

    BalasHapus
  20. Kebetulan buku TNT itu dari penerbit tempat aku kerja Mbaa... Dan emang aturannya dlm bahasa inggris "travel" bukan "travell". Barusan aku cek kamus bhs inggris. :D #CMIIW

    Dan bagus sih, kalo kita mau belajar menulis dgn bahasa indonesia baku semua. Cuman aku suka heran sm Balai Bahasa yg suka bikin kata aneh2. Kata yang udah familiar, trus dibakukan malah jadi aneh. Tanpa alasan yg kuat. Kayak lavender, bakunya "lavendel"; jomblo, bakunya "jomlo", dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Mbak Noni editor ya?

      Iya, kata dasarnya memang 'travel' Mbak, tapi kalau diberi akhiran L-nya jadi doble. Itu sepengetahuan saya.

      Wah, aneh betul ya. Benar juga, kadang kata familiar jadi tidak baku setelah dimasukkan ke dalam KBBI. Saya baru tahu tentang 'lavendel'.

      Hapus
  21. Belum pernah menggunakan kata bloger meski tahu kalau dalam KBBI adanya bloger. Baiklah, mari mulai membiasakan diri mulai sekarang. Terima kasih sudah mengingatkan, Mbak

    BalasHapus
  22. makasih banyak mba informasinya, sekarang harus mulai biasain nulis "bloger" nih dari pada "blogger" :)

    BalasHapus
  23. daku kemarin juga masa bodoh mbak pas orang sibuk-sibuk ngobrolin blogger n bloger ini. Cuma tentang penyebutan aja kok, gitu aku mikirnya. Cuma sekarang ya mulai ngubah kebiasaan :)

    BalasHapus
  24. Baca beberapa blog ada yang nulis bloger, tapi Saya masih pakai blogger Mbak

    Terima kasih informasinya :)

    BalasHapus
  25. Siap mengganti dengan bloger.
    Mantap ilmunya, mba...haturnuhun.

    BalasHapus
  26. Kalau saya masih agak lucu pakai 'bloger'. Soalnya udah biasa 'blogger' dan aktivitasnya blogging, gimana padanan dlm bahasa Indonesianya, ya? hehe.. Tapi mungkin perlahan bakal biasa kali ya..

    BalasHapus
  27. Iya, Mbak. Semoga kita bisa dengan mudah membiasakan diri dengan perubahan ini.

    BalasHapus
  28. wah, ternyata rumit juga ya antar ablogger sama bloger ini. Saya baru tau, bloger itu bentuk baku yang sebenarnya. nice info, mbak :)

    BalasHapus
  29. wah mbak. saya malah baru tau :D

    informasi nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  30. Terima kasih sudah berkunjung ya, Manap Gan Teng :)

    BalasHapus
  31. Dilemanya jadi bloger memang gitu, KBBI/EBI versus SEO keyword. "Blogger" menang di mesin pencarian. Saya masih angot2an antara keduanya, belum milih mau konsisten berdasarkan apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, saya juga. Fleksibel aja berarti ya kan. Kecuali untuk bahasan formal, kudu pakai bloger.

      Hapus

Posting Komentar