Monday, June 29, 2020

Bagaimana Rasanya Keguguran? III – Persalinan yang Tidak Diinginkan

Ini adalah tulisan ketiga dari serial tulisanku tentang keguguran yang kualami beberapa bulan yang lalu.

Sepulang dari rumah sakit, aku diperlakukan seperti orang selesai melahirkan namun tanpa bayi. Beberapa keluarga menjengukku dan itu membuatku terpaksa harus menceritakan kronologis kejadiannya sekali lagi.

Mama memasakkanku makanan khusus untuk ibu yang baru lahiran. Sebenarnya aku senang-senang saja, berarti aku free dari aktivitas perdapuran dong hingga beberapa waktu. Dan well, jangankan memasak aku juga dilarang mengerjakan aktivitas apapun. Padahal aku sendiri tidak merasa bermasalah dengan tubuhku, khususnya bagian perut. Secara fisik tidak terasa sakit.


Saturday, June 20, 2020

Pendidikan Harus Dimulai dari Rumah

Pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh lini kehidupan, termasuk pendidikan. Sekolah diliburkan sudah sekitar 3 bulan terakhir untuk mencegah penularan virus Corona. Pemerintah pun mengeluarkan beberapa kebijakan pendidikan agar anak-anak tetap dapat belajar meski dari rumah.

 

Kemendikbud membuat Program Belajar dari Rumah di TVRI. Ada berbagai program pembelajaran yang terdapat di saluran televisi pemerintah tersebut untuk berbagai jenjang kelas sekolah. Diharapkan tayangan-tayangan tersebut dapat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan pada akses internet. Dengan begitu, semua anak bisa terus belajar di rumahnya masing-masing.



 

Pada sekolah-sekolah yang memungkinkan penggunaan teknologi internet, kelas-kelas dilakukan secara langsung via aplikasi video calling seperti Zoom atau Google Meet. Dalam level yang lebih rendah, kelas via grup WhatsApp juga bisa dilaksanakan. Para guru disarankan untuk tidak mengejar penyelesaian materi dalam kurikulum, tapi lebih menekankan pada pengembangan skill, kesehatan, dan rasa empati.

 

Untuk ujian atau ulangan, Google Form dapat digunakan sebagai sarana mengasah kemampuan siswa. Ngomong-ngomong tentang ujian, ‘berkat’ pandemi Covid-19 UN ditiadakan tahun ini. Satu tahun lebih cepat dari rencana awal Pak Nadiem Makarim yang akan menghapuskan UN tahun 2021. Selain itu, ada banyak hal-hal lain di sekolah yang juga berubah karena adanya pandemi ini.

 

Salah satunya dialami oleh adik sepupuku, ia kelas 9 tahun ini. Tidak ada selebrasi khusus apapun dalam merayakan kelulusannya dari SMA. Cuma foto-foto biasa saat pengambilan ijazah ke sekolah. Lagi-lagi hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan orang banyak.

 

Wednesday, June 17, 2020

Welcome to The New Normal

Halo, selamat datang di masa new normal. Sekali lagi, ini merupakan sejarah yang merupakan bagian dari pandemi Covid-19. Semoga kalian tidak bosan membaca episode tulisanku yang berkaitan dengan virus Corona ya.

 

Jangan berharap tulisanku membahas semuanya secara komprehensif, aku menulis hanya untuk bersenang-sennag. Sekalian mengabadikan sejarah pribadi. Jadi ya isinya pasti personal banget. Jika kalian butuh data lengkap, website atau kanal pemerintah tempatnya. Jangan buka sumber berita yang berpotensi menyebarkan hoax ya.


 

Ekonomi Indonesia benar-benar lesu setelah wacana #dirumahaja dan PSBB diberlakukan. Tidak semua jenis usaha bisa dijalankan dari rumah, kita tahu itu. Dan tidak semua jenis usaha dapat dimaklumi bisa terus berjalan selama masa pandemi, hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko persebaran virus Corona bukan untuk membunuh sumber kehidupan orang banyak. Tapi ya bagaimana, dua sisi ini sungguh berseberangan.

 

Cara Menghadapi Orang Toksik


Beberapa waktu yang lalu aku menonton video dari Satu Persen tentang bagaimana cara mengatasi sifat toksik dalam diri sendiri. Video tersebut merupakan kelanjutan dari video yang bertema mengenali ciri-ciri sifat toksik. Nah alhamdulillah, karakterku tidak termasuk ke dalam tipe orang toksik (toxic people).



Tetapi aku pernah punya pengalaman berhadapan dengan satu orang toksik bahkan hingga saat ini. Sebenarnya ada banyak orang toksik yang pernah kutemui, tapi sebagian besar diantaranya mudah kuhindari karena aku mengambil langkah tegas untuk tidak sering bertemu dengan mereka. Aku hanya tidak ingin membenci orang lain yang sifatnya menjengkelkan karena terlalu sering bertemu.

Tuesday, June 2, 2020

10 Pertanyaan yang Harus Kamu Jawab untuk Menemukan Passion-mu


Passion adalah sesuatu yang menjadi minat atau gairah hidup seseorang. Passion membuat hidup seseorang menjadi lebih hidup. Dengan memiliki passion seseorang lebih bersemangat, lebih menikmati hidup, dan mendapatkan hasil yang lebih optimal dibanding orang tanpa passion.

Namun, tidak semua orang sudah menemukan passion dalam hidupnya. Salah satu cara mencari passion adalah dengan bertanya pada diri sendiri. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat menuntun kita kepada passion yang sebenarnya.

1.  Siapakah aku?

Aku adalah orang yang menyenangkan. Aku adalah orang yang suka menari. Aku adalah pemimpin di kelas. Aku adalah orang yang suka dengan keramaian. Jawaban dari pertanyaan ‘siapa aku?’ akan membuka pintu passion kita yang masih tertutup.

2.  Kemampuan apa yang paling menonjol yang kamu miliki?

Setiap orang pasti punya bakat dan kelebihannya masing-masing. Memahami kemampuanmu yang paling dominan bisa membantumu untuk menemukan passion-mu.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates