Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Drained

1 komentar

Senin, 5 Desember 2022


Hari ini minggu baru setelah aku jumpalitan di pekan lalu. Aku sedikit sekali menghabiskan waktu bersama diriku sendiri selama satu minggu kemarin, which is itu penting banget bagi introvert sepertiku untuk recharge energy. Jadi, aku kelimpungan. Energi keluar terus, sementara stok tidak diisi ulang.


Awal minggu kemarin, mama masuk rumah sakit. Bukan sakit yang berat banget tapi ya tetap aja bikin khawatir dan lumayan lama juga opnamenya. Baru pulang Sabtu kemaren. Jadi satu minggu kemarin, aku berkeliaran di tiga tempat ini: rumah – kantor – rumah sakit.


Kabar duka datang pada Sabtu malam, salah satu kerabat dekat meninggal dunia. Beliau sakit cukup lama, tapi tetap saja saat seseorang berpulang rasanya tidak akan pernah siap. Selalu ada keterkejutan dan isak tangis. Boleh dibilang weekend kemarin bagiku dan keluarga is so blue.




Beruntung mama sudah keluar dari rumah sakit saat kejadian itu tiba. Kalau tidak, pasti rumit sekali. Ada part irisan yang tidak bisa dicover seandainya dua kejadian ini tidak berurutan dengan jeda sebentar seperti kemarin. Sungguh Allah sebaik-baiknya pengatur.


Orang yang bebannya lebih berat dariku mungkin akan melihat apa yang kualami ini tidak seberapa. Tapi karena ini aku, yang notabene selama ini hidup di air tenang, mau tidak mau megap-megap juga seperti kekurangan oksigen. Mungkin terdengar lebay, tapi itu yang kurasakan. 


Jiwa ragaku ditempa untuk menjadi lebih kuat kemarin. Apalagi secara fisik, aku menyadari kewalahanku. Secara emosi, aku merasa masih dalam batas aman kendali meski seperti roller coaster di saat-saat tertentu. Honestly, I enjoy the process and accept that condition. But, maybe my subconscious feel tired sometimes. 


Oh ya minggu lalu aku juga berkutat dengan salah satu peperangan batin. Tidak mudah untuk switch emosi, dari yang senang sekali menjadi sedih. Dari yang penuh harapan, lalu meratapi kegagalan. Up and down seperti ini sebenarnya berpengaruh sekali ke kondisi tubuh. Tapi alhamdulillah aku tetap sehat dan semoga selalu sehat, amin.


Though last week is so blue, life must go on. Di awal minggu ini aku berharap satu minggu ke depan aku bisa lebih bernapas lega.  Aku harus setting ulang waktu tidur, bangun, dan makanku ke jam-jam normal. Karena saat hectic kemarin, daily activityku sulit untuk dikendalikan. Tadi malam saja saat mencoba tidur lebih awal, nggak bisa. Sircadian rhythm-nya kayak bilang: ini bukan jamku tidur loh. Alhasil, lewat tengah malam aku baru bisa terlelap.


Keep Stronger, Caregiver!

Btw, aku jadi merasakan bagaimana rasanya menjadi caregiver. Pengalaman satu minggu kemarin membuatku menyadari kalau caregiver itu butuh energi yang besar. Selain tenaga juga pikiran yang jernih. Kalau badan dan otak sama-sama lelah, runyam itu semua urusan padahal kamu adalah orang yang diandalkan, tempat di mana orang (-orang) bergantung.


Tetap semangat para caregiver. Jangan lupa untuk juga tetap menjaga dan merawat diri sendiri, selain memperhatikan orang lain.


Dengan menjadi caregiver aku semakin menyadari bahwa waktu sangat berharga. Waktu sedikit saja dapat digunakan untuk mengerjakan hal yang kecil-kecil, nyicil. Nggak ada itu rebahan leluasa dalam waktu lama. Kalau ada kesempatan untuk tidur, aku tidur. Kalau ada energi untuk beberes, aku beberes. Kalau bisa tiap ada kesempatan, lakukan hal yang memungkinkan. Don’t wasting time. Do it now, bkarena kalau nanti-nanti biasanya akan ada tuntutan baru lagi.


Meski kalau sendirian, saat me time aku kadang juga kebablasan sih. Bablas kelamaan scrolling Instagram. Kayak yang kekunci gitu nggak mau keluar dari aplikasi. Atau kalau nggak aku kebablasan nonton Youtube entertainment. Sekarang ini aku lagi sering nontonin video Vidi Aldiano dan Sheila Dara, hubungan mereka menarik. Karakter Sheila Daranya sih menurutku yang unik. 


Maybe aku melihat sedikit diriku di sana, sifat introvert dan datarnya, menikah dengan orang yang supel banget. Gimana nggak jumpalitan coba. Tapi aku nggak separah Sheila Dara sih kayaknya. Self analysis. Yang bikin kagum, Sheila Dara ini aktris. Dengan karakter sedatar itu, dia bisa meranin orang yang bukan dirinya. It’s so draining sih menurutku. 


Jadi aku kalau lagi banyak dan kuat energi untuk menyetop aktivitas melenakan saat me time adalah dengan menggambar, mewarna, menulis, dan membaca. Keempat kegiatan itu membuatku berada di dalam dunia di mana hanya ada aku di dalamnya. Tidak ada hiruk pikuk interaksi seperti yang disuguhkan oleh media sosial. It’s so healing for me.


Maybe that’s all my story tonight. See you in the next post!


Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar