Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

What’s Up?

Posting Komentar

Beberapa teman ada yang bertanya mengapa satu bulan terakhir aku tidak lagi aktif posting blog. Aku punya dua jenis jawaban, ngeles dan pengakuan. Jawaban versi banyak alasan adalah di dunia nyata aku sedang penyesuaian di lingkungan baru dan belum menemukan pola menulis blog sesuai ritme kerja yang sekarang. Jawaban versi pengakuan adalah manajemen waktuku belum oke.



In another hand, seperti janjiku pada diri sendiri, aku tidak akan memaksa diriku sendiri bahkan untuk melakukan hal yang aku suka jika aku merasa itu hanya akan membebaniku. 


Bagaimana kabarku? Secara mental, hidupku sehat. I love my job. My family so fine. Aku dikelilingi passion dan cinta. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?


Es A Ka I Te

Secara fisik, aku sedang tumbang. Kemarin tiba-tiba saja demam. Mungkin sejak jam 11 siang hingga jam 9 tadi malam. Panas sekali, bahkan sampai wajahku memerah kata orang-orang yang melihatku. Saat diukur, aku lupa berapa tepatnya suhu badanku, 37,9 maybe. Saat demam aku cenderung setengah sadar memang. Berada di antara kondisi tertidur dan terjaga, tipis sekali bedanya.


Aku tidak tahu persis penyebabku tumbang. Mungkin akumulasi kelelahan fisik yang tiba-tiba kujalani selama satu bulan terakhir. Aku tidak menyadari karena aku merasa senang. Biasanya aku tahu kapan harus jeda saat merasa lelah.


Boleh juga karena situasi di sekitar yang kembali kurang sehat. Beberapa orang yang kukenal juga sedang sakit. Biasanya bergantian dalam satu keluarga. Sambung menyambung. Aku kena mungkin karena imunitas sedang rendah.


Saat sakit dan dianjurkan istirahat seperti ini, sebenarnya aku lebih senang berada di rumah sakit yang proper. Seandainya suami sedang tidak sibuk-sibuknya aku lebih memilih opname. Tanpa menerima kunjungan tentunya. Aku tidak suka bertemu banyak orang saat sakit. Bukan menolak support. Tapi untuk introvert sepertiku, support via pesan saja sudah sangat membantu dan membuatku merasa lebih berarti. 


Di rumah aku tergoda untuk beraktivitas. Apalagi kondisiku sebenarnya tidak terlalu parah sejak demamnya sudah berhenti tadi malam. Bahkan sejujurnya aku tergoda untuk ngantor. Sekarang sisa lemas. Waktu dicek tadi malam, tekanan darahku rendah sekali sehingga dokter tidak berani memberi obat via injeksi.


Blog vs Instagram

Kembali tentang aktivitas ngeblogku yang sedang berada di titik terendah. Aku tidak sedang menyesalinya. Karena aku sadar bahwa setiap hal ada masanya. Kemarin-kemarin aku bisa aktif ngeblog karena waktu luangku banyak. Sekarang mungkin saatnya aku bersenang-senang di dunia nyata.


Meski introvert, aku adalah tipe orang yang suka sharing dan curhat. Jadi beberapa pemikiranku untuk sementara waktu akan lebih banyak kubagi via Instagram Story dengan pertimbangan waktu dan effort yang lebih sedikit. Meski tetap saja aku akan update blog terutama untuk hal-hal yang sangat personal dan sensitif.


Entah kenapa sejak dulu aku selalu berpikir kalau blog adalah media curhat teraman dan ternyaman, padahal ya bisa dibaca semua orang juga. Bisa dibilang kalau kamu membaca seluruh isi blogku, kamu akan mengetahui 80% pemikiranku. Aku merasa aman mungkin karena hanya akan ada orang-orang tertentu yang benar-benar tertarik membaca tulisanku. Hanya orang-orang ‘terpilih’ yang akan mampir di blogku.


Pemikiran yang aneh.


Beberapa pembahasan di blog sepertinya menarik untuk dibawa ke Instagram. Ah ya, poin plus lain dari Instagram adalah interaksi bisa lebih cepat. Di blog, aku mager balas komentar. Sebuah keanehan lainnya.


So yeah, segitu dulu update singkat kehidupanku. Terima kasih untuk yang selalu memberi support. Itu sangat berarti bagiku. Jangan lupa jaga kesehatan. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar