Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Belanja Online vs Belanja Offline

13 komentar

Bagi wanita, belanja itu adalah salah satu bentuk healing yang menyenangkan termasuk aku yang menganut pola hidup minimalis. Hanya saja jenis barangnya aku pilih yang betul-betul kubutuhkan serta frekuensinya yang tidak terlalu sering. Frekuensi yang tidak terlalu sering ini membuat perasaan bahagianya terasa. Coba deh yang sering belanja, mulai dikurangin frekuensinya. Pasti akan ada perasaan berharga di setiap prosesnya. Ceilah.

Untuk sistem belanjanya sendiri aku menggunakan online dan offline, keduanya sama bagusnya. Yang lebih sering mungkin online yah mengingat sekarang ini semuanya sudah serba ada di online. Tapi tetap saja nggak bisa ngelepas metode belanja offline, akan selalu ada saja barang atau keperluan yang harus dibeli secara langsung.


Yuk mari kita bahas satu-satu mengenai dua jenis metode belanja ini.



Belanja Online

Seperti yang pernah kutulis sebelumnya di postingan Rekomendasi Online Shop Favorit di Ecommerce, ecommerce satu-satunya yang kugunakan adalah Shopee. Di sana aku juga menuliskan caraku dalam berbelanja online, ga grasak-grusuk dan makan waktu lama biar hasilnya juga memuaskan dari segi harga dan kualitas barangnya. 


Kayaknya itu salah satu penerapan gaya hidup minimalisme yang aku anut. Meski beberapa kali aku juga pernah kecele, terutama di masa lalu saat aku belum lihai bertransaksi online. Aku pernah kecele soal ukuran dan bahan dari suatu barang. 


Risiko belanja online ya gini. But so far aku nggak terlalu yang kecewa gitu karena harga yang kukeluarkan juga tidak banyak-banyak amat sehingga aku malas komplain. Kalau nggak kujual kembali, barang tersebut kuhibahkan dengan orang yang menurutku tepat.


Pengalaman belanja online yang cukup berkesan adalah waktu aku beli laptop. Sepertinya ini adalah pembelianku via online dengan harga terbesar. Awalnya agak was-was tetapi karena aku percaya dengan suami yang juga pernah beli laptop secara online. Selain itu dia paham spesifikasi laptop, jadi riset secara online pun ok. Btw, laptopnya second loh. Tambah was-waslah aku, tapi suami emang detail gitu jadi aku percaya. 


Lagipula beli di ecommerce kan salah satu kelebihannya adalah dana ga bakal ditransfer ke penjual kalo pembeli ga accept barangnya terlebih dulu dengan puas. Itu bikin lega juga sih. Hasilnya aku puas. Kondisi laptopnya oke.


Jenis-jenis barang yang biasanya aku beli secara online diantaranya skincare dan kosmetik, printilan, buku, tas, kerudung, dan lain-lain. Pokoknya barang-barang yang spesifikasinya sudah jelas gitu biar menghindari kecele.


Kelebihan belanja online sudah jelas ya dari segi waktu dan tenaga lebih hemat meski bagiku tetap makan waktu karena harus riset dan segala macamnya. Tapi waktu dan tenaga yang dihemat lumayan banget. Selain itu harga barangnya kebanyakan lebih murah daripada aku beli offline. 


Diskonnya juga kadang lumayan membantu menghemat, aku sudah pernah menulis tentang Tips Memaksimalkan Diskon Belanja Online di postingan sebelumnya. Tantangannya paling di ongkos kirim dan itu bisa kusiasati dengan berbelanja menggunakan kupon gratis ongkir dari Shopee yang tidak selalu ada.


Belanja Offline

Tinggal di kota kecil sepertiku pasti tidak bisa melewatkan metode belanja offline, terutama untuk barang-barang yang cepat dibutuhkan. Kalau beli online ya harus nunggu dikirim lagi sekitar dua hari sampai satu minggu waktu normal.


Selain itu beli offline juga sangat cocok untuk barang-barang yang harus aku lihat dan coba dulu, seperti baju dan sepatu. Dua barang ini adalah dua barang utama yang sering kubeli secara langsung. Ukuran tubuhku spesial, oleh karena itu untuk baju aku cukup sering menjahit sendiri biar fit di badan. 


Tantangan belanja offline bagiku salah satunya ada di bagian tawar-menawar untuk barang tertentu. Kalau beli barang dengan jenis ini aku biasanya ngajak teman atau suami biar mereka bisa bantu menawar. Aku nggak tegaan orangnya, nggak nawar juga bikin aku sering beli barang kemahalan.


Selain itu sulit bagiku untuk hanya sekadar melihat-lihat kalau belanja secara offline. Perasaan tidak enakku muncul kalau sudah melihat-lihat, bertanya-tanya atau bahkan mencoba-coba barang yang kucari tapi sebenarnya nggak cocok. Kecenderunganku untuk tetap beli barang itu masih ada hanya karena aku nggak enak tadi.


Belanja offline biasanya kulakukan di toko, pasar, atau mall. Belanja di toko sih biasanya sudah jelas ya apa yang mau dicari, jarang hanya sekadar melihat-lihat. Belanja di pasar ini nih yang agak challenging karena banyak pilihan dan ada metode tawar menawar. 


Jarang banget sih aku pergi ke pasar sekarang, makanya kalau ada ajakan ke pasar dari teman atau mama aku suka. Jarang-jarang juga, nggak sampai 10 kali dalam setahun. Seringkali ke pasar aku hanya sekadar melihat-lihat dan nemenin mereka belanja, nggak ada beban aku harus beli gitu loh.


Kondisi di dua pasar yang ada di kotaku juga kalau di hari biasa tidak seramai dulu, bahkan ada beberapa kios dan toko yang tidak ada penyewanya. Kebiasaan berbelanja orang yang berubah sekarang membuat para penjual di pasar lebih memilih beralih profesi.


Saat aku masih kecil hingga remaja, pasar adalah tempat yang ramai. Aku cukup sering ikut mama ke pasar, antara aku memang sedang mencari barang untukku (dibelikan mama) atau menemani mama berbelanja. Dulu aku bisa sampai hafal lokasi toko langganan, sekarang saat ke pasar malah merasa asing.


Kalau di mall apakah aku juga sering belanja? Tidak juga, paling banter di Matahari, Gramedia, dan Miniso. Miniso sih sekarang sudah jarang karena aku lebih banyak pinginnya daripada butuhnya, bertentangan dengan prinsip minimalis yang kuterapkan.


My Wishlist

Mumpung sekarang kita lagi ngomongin tentang belanja, aku jadi pengen membuat wishlist. Nah ini salah satu metode yang kuterapkan juga dalam berbelanja. Aku tidak langsung beli barang kalau sedang ingin, tapi kutulis dulu di buku wishlist lalu kuendapkan sampai waktu yang tidak kutentukan. Tentunya ini berlaku untuk barang yang tidak dibutuhkan dalam waktu cepat.


Jika perasaan ingin dan butuh itu masih ada bahkan setelah sekian lama, berarti aku memang harus membelinya saat punya dana. Beberapa kali ada kok barang yang hilang dari wishlist sebelum sempat dibeli karena aku sudah tidak membutuhkan dan menginginkannya. Ini adalah salah satu metode yang bekerja padaku untuk mengerem nafsu belanja.


Eh yuk kita langsung mengintip apa saja yang sedang kubutuhkan dan kuinginkan sekarang. Here we go.

1. Menspad or menstrual cup

2. Totebag

3. Ransel laptop kecil

4. Slingbag

5. Block calender

6. Claymask

7. Anti aging serum

8. Serum retinol

9. Diffuser mini untuk di kantor

10. Case hp resin transparan

11. Dua novel NSJ

12. Novel Rumahujan


Oke deh itu dulu ceritaku tentang belanja online vs belanja offline. Harus tetap diingat, berbelanjalah dengan mindfull ya teman agar kita tidak terjebak dengan pola hidup konsumtif. 


Jika kamu punya cerita juga tentang belanja online dan offline ini yuk ceritakan di kolom komentar. Aku tunggu ya. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

13 komentar

  1. pas pandemi bisa dibilang frekuensi belanja online lebih banyak dibanding offline. karena waktu itu parno mau keluar rumah dan beberapa mall masih tutup juga
    ada plus minus saat memutuskan belanja online dan offline. kalau online kudu pasrah aja kalau barang yg diterima nggak sesuai expetasi

    BalasHapus
  2. semakin dimanjakan dan dimudahkan dengan belanja online. sampai2 urusan daleman pun beli online hehehe.bisa dikatakan untuk urusan pakaian saat ini secara umum online. bahkan makanan pun beli online. belanja offline paling tuk beli kebutuhan dapur dan kamar mandi

    BalasHapus
  3. Aku belakangan ini hobi banget dan lebih demen belanja online

    jatuhnya lebih hemat, karena banyak kode promo yg bisa dipakai

    BalasHapus
  4. Wah wishlist nomer satu juga akunpengen beli tuh mbak, tapi gak kebeli2 sampe setahun lebih cuma sekedar angan wkwkwk

    BalasHapus
  5. Waktu belanja online belum ada, aku juga sering bikin wish list mbak soal kebutuhan² yang pengin aku beli gitu pas belanja ke pasar/toko nantinya.

    Lah dalah sejak ada belanja online wishlistku malah jadi di keranjang belanjaan yang gak semuanya dicheck outšŸ¤£

    Kalo ditanya lbh suka yg mana, Aku pribadi lebih seneng belanja online sih sebetulnya. Kayak lebih nyaman aja gitu bisa liat-liat banyak toko dan bandingkan harganya. Minusnya mesti jeli banget liat reviewnya karena kan bahan barang yg dibeli gak bisa kita sentuh dan liat langsung fisiknya.

    BalasHapus
  6. Wah bisa diterapkan nih metode dalam berbelanjanya jadi dibikin wishlist dulu gitu yaa. Jadi bisa dianalisa kembali mana yang memang dibutuhkan dan mana yang sekedar memenuhi keinginan saja sehingga kita bisa mengetahui mana yang perlu didahulukan dan meminimalisir pengeluaran uang supaya tidak membengkak yaa

    BalasHapus
  7. Aku kalau belanja online ya pilih barang yang gak bikin worry, kaya skincare, baru, jilbab. Ini harganya masih aman. Kalau elektronik, suka mikir keras dan akhirnya pilih beli secara offline saja

    BalasHapus
  8. Wah hebat berani belanja laptop online. Aku juga senang belanja di Shopee, enak user friendly aplikasinya. Bnr banget kadang deg2an kalo foto ga sesuai dengan barang aslinya

    BalasHapus
  9. Sejak pindah ke daerah, kami juga jadi suka belaja daring atau online aja, Kak. Lebih praktis dan banyak promosi, hehe. Apalagi kaya Shopee tuh, memanjakan pelanggan banget dengan banyaknya produk sampe bingung milih. Kalau sekarang samaan, aku mau slingbag dan botol minum tanggung buat jalan. Udah bintangin di wishlist, semoga kesampaian. :)

    BalasHapus
  10. Beberapa inceranmu jadi inceran aku juga mba Rindang. Belanja online maupun offline memang punya alasan tersendiri ya. Aku nyaman keduanya sih

    BalasHapus
  11. Eh, kok mirip sama aku ya, Mbak. Kalau belanja online misal di pasar atau toko gitu, udah tanya-tanya dan sebenernya kurang cocok, tapi aku gak enak dan kadang ya tetep beli. Hehehe. Btw aku belum bisa sedisiplin mb Rindang, kalau pengin atau butuh ya lekas beli aja, gak diendapkan lama dulu. Huhu. Kudu belajar bener-bener ngerem nafsu belanja, nih :)

    BalasHapus
  12. Aku sekarang lagi seneng senengnya belanja offline, soalnya bisa cek bahan dan sebagainya. Meski terkadang abis cek barangnya langsung, suka tetep belinya di online gara-gara promo wkwk

    BalasHapus
  13. Aku juga suka ngga tegaan pas nawar barang. Soalnya mikir, nanti karyawannya dibayar apa kalo kutawar murah. Terus bayar listrik tokonya gimana, transport gimana, panjangg. Wkwk.
    Sama mba, aku juga suka masukin wishlist ke keranjang, kalo udah ngga butuh baru dihapus.

    BalasHapus

Posting Komentar