ODOP Blogger Squad dan Perjalanan Mencari Jati Diri Seorang Blogger

Posting Komentar
ODOP Blogger Squad (OBS) adalah salah satu komunitas blogging yang kuikuti. Selama berada di komunitas ini perkembangan kegiatan ngeblog-ku mengalami kemajuan. Akhir-akhir ini ketika banyak hal membuatku overwhelmed, aku merenungi beberapa pelajaran yang bisa kuambil dari OBS.

Komunitas Blog

Sharing dan Support di ODOP Blogger Squad

Meski OBS bukanlah komunitas blogging pertama yang kuikuti, tetapi aku tidak menampik bahwa beberapa kemajuan yang kualami dalam dunia blogging berasal dari ilmu dan pengalaman yang kudapat di OBS. Anggota-anggota ‘senior’ di OBS benar-benar ringan hati berbagi di sini. Mengapa kata senior kuberi tanda kutip? Karena senior di sini, bukanlah mereka yang usianya lebih tua atau lebih dulu terjun di dunia blog, tapi mereka yang benar-benar serius belajar dan akhirnya menjadi ahli di bidang ini.

Di ODOP Blogger Squad, ada banyak anggota yang seperti ini. Sebutlah di antaranya yaitu Mbak Jihan dan Mbak Marita. Masing-masing dari mereka ahli dalam dunia blog terutama platform Wordpress dan Blogspot. Ini karena memang belajar banyak ilmu dan mempraktikkannya.

Mbak Marita bahkan punya blog khusus yang membahas tentang teknik-teknik ngeblog. Iya, para expert biasanya memang punya blog lebih dari satu. Ssst, Mbak Jihan katanya punya 10 blog dan punya tim blogging khusus sekarang. Keren yak?

Jangan tanya DA mereka, nilainya tentu sudah sangat tinggi. Ilmu yang mumpuni dipadukan dengan kegigihan dan konsistensi pasti akan menghasilkan hal yang cemerlang. Mereka memang pantas mendapatkan itu. Mbak Marita sendiri pernah sharing katanya hanya tidur beberapa jam dalam sehari karena mengelola blognya, bandingkan aku yang ‘selalu harus’ tidur 8 jam sehari. Mbak Jihan juga pernah ikut pelatihan bloger pro yang berbayar. Salut!

Seperti yang sudah kutulis sebelumnya, di ODOP Blogger Squad para expert seperti mereka benar-benar humble dan senang berbagi. Mereka senang ketika banyak bloger juga bisa mengaplikasikan ilmu blog yang mereka bagi.

Di OBS juga kita sering sharing dan support untuk program dari komunitas lain. Hal ini semakin mengeratkan rasa kebersamaan dalam bertumbuh di dunia blogging. Apalagi beberapa waktu terakhir program OBS juga semakin bagus, ada sharing mingguan yang dijadwalkan oleh para admin. Materinya mulai dari SEO On Page, optimasi key word, hingga Google Analytics. 

Sama seperti periode sebelumnya, ada proses kick juga jika tidak sesuai dengan ketentuan tugas mingguan atau periode tertentu. Aku berharap aku akan selalu berada di grup ini.

Menggali Passion dan Prioritas

Dari beberapa program yang kuikuti di ODOP Blogger Squad, akhirnya aku bisa menggali passion spesifik dan prioritas dalam kegiatan blogging. Akhirnya aku tahu tipe bloger seperti apa aku ini. Iya, kan tidak semua bloger minatnya sama.

Niche saja beda-beda, mulai dari fashion, food, travel, hingga beauty. Menurut pengalamanku sendiri tema beauty adalah hal yang cukup sulit ditulis, terutama review produk kosmetik. Bukan aku banget. Beda, sama mereka yang beneran beauty blogger yang lancar sekali menulis tentang detail produk dan first impresssion dan hal-hal lain menyangkut produk.

Kembali ke tipe bloger, aku menyimpulkan bahwa aku adalah tipe bloger yang fokus pada konten dan ‘biasa saja’ dalam teknik blog. Konten itu maksudnya adalah tulisan, karena ‘kekuatanku’ kurasa ada pada tulisan, pada story telling a.k.a curhat yang kubagikan. Sedang teknik ini adalah hal-hal yang biasanya dibagi pada kelas-kelas blogging, termasuk SEO dan teman-temannya.

Aku tahu sedikit-sedikit ilmunya teknik blogging ini tapi tidak mempraktikkan semuanya. Pertama, memang tidak berminat. Kedua, prioritasku bukan kesana. Mengenai prioritas, menurutku salah satu cara menentukannya adalah dengan menggali rasa iri.

Contoh, saat kita mendengar seorang bloger memenangkan sebuah kompetisi blog. Jika kita merasa iri atau kita merasa ingin juga mengalaminya, maka boleh jadi prioritas kita adalah mengikuti lomba-lomba blog.

Contoh lain, jika kita melihat nilai DA bloger lain melonjak tinggi-tinggi sedang kita merasa biasa saja, boleh jadi kita memang tidak tertarik ke sana dan prioritas tidak ke sana. Jika sekadar mengerjakan hal-hal ‘wajib’ sudah membuat dia bertahan menjadi seorang bloger, bagi tipe bloger seperti ini mungkin itu sudah cukup.

Di Sinilah Aku

Dan akhirnya di sinilah aku, sudah mengetahui apa yang kumau dari dunia blogging. Sampai sekarang dunia blog yang kugeluti adalah mengikuti beberapa komunitas bloger dan mengikuti program-program wajibnya, menjalani beberapa kerja sama blogpost, serta merutinkan blogpost organik minimal 1 kali seminggu.

Untuk blogwalking dulu setiap minggu aku bisa sampai ikut setiap hari. Sekarang enggak bisa, karena seperti yang kubilang di post sebelumnya kerjaan dunia nyataku sedang banyak. Jadi aku membatasi. Dua minggu terakhir aku malah tidak sempat lagi melakukan blogwalking. Tentu saja ini berpengaruh pada nilai PV.

Bagaimana denganmu teman? Apakah kegiatan ngeblogmu sudah sesuai dengan passion dan prioritasmu? Temukan itu dalam komunitasmu dan jawab pertanyaan di hatimu dengan jujur tentang apa yang kau inginkan. []


Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

Posting Komentar