Saturday, January 25, 2020

Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani?

Setelah sukses menerbitkan buku solo pertamaku akhir tahun 2019 lalu. Aku berencana ingin menulis buku lagi. Bagiku efek berhasil menerbitkan buku itu seperti candu, asyik dan ingin terus melakukannya lagi.

Sama seperti Escape, Please!, buku pertamaku, calon bukuku yang baru ini juga bergenre non-fiksi. Mungkin karena bacaanku juga kebanyakan non-fiksi jadi menulis lebih lancar di jalur ini. Bacaan fiksi hanya kuasup ketika butuh hiburan. Hehe. Aku sudah punya calon judul untuk buku keduaku ini (mungkin nanti bisa berubah jika masuk penerbit): Kehidupan Seperti Apa yang Ingin Kamu Jalani? (KSAYIKJ).


Panjang ya judulnya, itu karena sampai sekarang aku belum nemu istilah yang lebih pendek untuk menggambarkan isi buku yang kumaksud. Kalau kamu sudah bisa nebak belum gimana isi bukunya setelah baca judulnya? Jika kamu menebak isi bukunya tentang mindfull life maka kamu benar.

Wednesday, January 22, 2020

Rindang’s Kaleidoscope 2019

Jika biasanya aku menulis review perbulan, kali ini aku menulis review satu tahun penuh. Entah kenapa tahun 2019 aku tidak sempat untuk melakukannya. Mungkin karena aku terlalu banyak kesibukan dan tidak bisa memanajemen waktu dengan baik.


Kekurangannya aku jadi tidak bisa detail dalam bercerita. Ini pun aku harus dibantu oleh galeri foto yang ada di hapeku. Jadi ya bahasnya sedikit-sedikit saja.Tapi setidaknya ada rekam jejak kegiatan dan hal-hal penting bagiku di 2019 tercatat di sini.

Thursday, January 9, 2020

Bagaimana Rasanya Keguguran? II

Ketika masuk kamar inap, aku agak bingung karena ada dua bed. Ekspekstasiku karena aku pakai BPJS kelas satu aku dapat ruangan dengan satu bed saja. Namun, tulisan di depan ruangan memang menunjukkan itu untuk pasien kelas satu. Beda ruangannya dengan kelas lain hanya pada keberadaan AC.


Oya, aku masuk di ruang nifas bukan di kamar inap biasa. Tidak lama setelah aku masuk, masuklah rombongan keluarga kecil menyusul bayi yang baru dilahirkan sore itu. Alhasil, tidur malamku diwarnai dengan tangisan bayi di malam pertamanya menghirup udara. Aku yang awalnya senang karena sendiri saja di ruangan yang cukup besar itu harus menelan ludah, fasilitas kelas satu enggak seistimewa dugaanku.

Saturday, January 4, 2020

Freeport Undercover: Kontribusi Freeport untuk Papua

Pernah dengar tentang Freeport kan? Nama perusahaan tambang ini mencuat ketika terjadi kasus perpanjangan masa operasinya pada tahun 2017 lalu. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar nama Freeport?

Aku sendiri mengetahui tentang Freeport sekitar tahun 2006, saat SMP. Perusahaan ini memang sudah lama bercokol di Tanah Papua, secara resmi ia berdiri sejak tahun 1967. Di kalangan masyarakat awam sepertiku Freeport identik dengan persepsi buruk, terutama karena aktivitas eksploitasinya di tanah Papua yang terkesan merugikan.

Freeport Undercover

Untuk mengimbangi persepsi yang sudah terlanjur mengakar tersebut, aku ingin mengulik fakta lain tentang perusahaan bernama resmi PT. Freeport Indonesia (PTFI) ini. Untuk perusahaan sebesar Freeport, dampak positif yang mereka berikan untuk tanah Papua pasti juga tidak bisa dibilang kecil. Apalagi setiap perusahaan di Indonesia, termasuk Freeport, wajib mendonasikan sebagian keuntungan mereka dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates