Saturday, November 24, 2018

Cara Memanfaatkan Media Sosial ala Rindang Yuliani

Zaman sekarang, media sosial berfungsi sebagai ruang publik. Ia bisa menjadi pasar, tempat orang-orang berjual beli. Ia juga bisa menjadi publice service yang menyediakan layanan bidang tertentu. Bahkan, media sosial bisa menjadi sebuah sekolah tempat guru dan siswa mentransfer dan menerima ilmu. Fungsi mayoritas dari sebuah media sosial adalah sebagai tempat berkumpul sekelompok orang entah untuk saling menyapa, menjalin hubungan baru, atau bahkan berperang kata.

Aku sendiri bukan maniak media sosial. Hidup tanpa menyentuh internet satu minggu pun sepertinya masih bisa. Namun, dengan fungsinya yang beragam di atas tak dapat kupungkiri bahwa media sosial adalah sebuah kebutuhan di zaman now. Mengapa aku bilang begitu, karena setidaknya ada tiga fungsi utama media sosial bagiku. Check this out!

Media Mendapatkan Penghasilan
Iya, media sosial di zaman sekarang sudah bisa berfungsi sebagai media mendapatkan penghasilan. Informasi berbagai jenis pekerjaan tersebar luas di jejaring media sosial. Bahkan, akun media sosial dengan banyak follower bisa dijadikan sumber penghasilan tersendiri. Aku juga memanfaatkan fungsi ini, sebagian besar job blog dan campaign kecil-kecilan kudapatkan via media sosial. 

Alat untuk Mengembangkan Diri
Meningkatkan kualitas diri di zaman sekarang sangat gampang. Ada banyak fitur gratis di internet, salah satunya media sosial, yang menyediakannya. Aku sendiri senang ikut kelas-kelas pengembangan diri berupa pelatihan bidang-bidang yang kuminati, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Kelas-kelas tersebut biasanya bertempat di sebuah grup media sosial khusus. Selain itu, aku juga senang ikut chalenge tulis-menulis untuk meningkatkan produktivitas menulisku. Contoh lain ada banyak orang yang bisa menjadi ahli hanya dengan belajar otodidak dari Youtube.

Ruang Silaturahmi
Sejatinya, fungsi media sosial utama adalah ini. Ruang gerak dan waktu yang terbatas membuat jaringan maya tercipta agar orang-orang tetap dapat berkomunikasi. Dengan adanya media sosial, hubungan keluarga dan pertemanan tetap bisa terjalin dengan baik. Aku senang mengetahui kabar-kabar mereka melalui status-status media sosial yang mereka buat. Selain itu, media sosial sudah menjadi alat komunikasi termudah dan murah sekarang ini. Hari gini, anak milenial mana yang tidak menggunakan Whatsapp sebagai media percakapan singkat?

Lalu, media sosial apa sajakah yang kugunakan dan bagaimana rules-nya bagiku pribadi? Setidaknya, aku memiliki empat media sosial utama yang aktif. Mari kita bahas satu persatu sesuai intensitas penggunaannya.

Whatsapp
Tiga tahun terakhir, penggunaan Whatsapp (WA) mulai menggeser fungsi SMS pada sebuah telepon genggam. Ya, selama ada jaringan internet maka bertukar kabar via WA jauh lebih praktis. Apalagi setelah hampir setahun terakhir, fitur status WA bertransformasi menjadi lebih menarik dilihat. Hal tersebut bahkan membuat aplikasi Blackberry Messenger (BBM) -yang dulu sempat menjadi raja aplikasi chatting, sepi peminat. Fyi, aku pun sudah meng-uninstal BBM setelah dia dipenuhi banyak iklan, aksesnya yang lemot, dan sebagian besar teman-teman sudah beralih ke WA.

Karena WA ini menggunakan nomor handphone dalam identifikasi akun, maka sifatnya cukup privat. Meskipun setelah banyaknya grup WA dengan anggota dari berbagai kalangan, nomor hp sepertinya bukan hal yang rahasia lagi. Aku sendiri menggunakan WA untuk komunikasi sehari-hari via chat pribadi dan untuk mengembangkan diri via grup WA yang jumlahnya lebih dari 10.

Apakah aku senang membaca status di WA? Senang, karena nomor-nomor yang tersimpan di sana adalah nomor-nomor pilihan. Jika aku merasa kurang sreg dengan status WA seseorang, aku bisa tinggal menghapus nomornya. Tak perlu khawatir kehilangan kontak, karena grup WA bagiku juga berperan sebagai database nomor telepon. Hehe. 

Instagram @rindangyuliani
Aku punya program one day one post di Instagram (IG). Meskipun agak keteteran karena sering hilang sinyal. Berbeda dengan WA, IG membutuhkan sinyal yang lebih stabil untuk mengaksesnya. Sedangkan di tempatku tahu sendirilah ya sinyalnya kayak apa. Menyebalkan.


Apa yang aku bagikan di IG? Biasanya foto jalan-jalan, foto buku, dan foto diri sendiri dengan caption yang kuharap menginspirasi. Kadang, ya hanya berisi curcol. Sampai sekarang, aku hanya suka posting di kronologi sih, fitur story IG-ku jarang sekali kugunakan. Apakah aku suka melihat status di IG? Sebenarnya suka, tapi enggak punya waktu. Posting foto aja jarang bisa, waktunya mana cukup buat scrolling foto teman-teman. Btw, ruang lingkup pertemananku di IG lebih banyak dari kalangan blogger atau selebgram.

Twitter @Ryu_keren
Bagiku, Twitter adalah tempat curhat yang hakiki. Selain sebagai media berbagi link blog, fungsi Twitter baru-baru ini adalah sebagai tempat curcol rahasiaku. Enggak rahasia lagi sih ya karena sekarang sudah kutulis di sini. Haha.


Apa yang membuatku nyaman ‘nyampah’ di Twitter? Akun-akun yang follow dan ku-follow kebanyakan tidak kukenal di dunia nyata. Selain itu, informasi yang sedang hangat juga bisa dengan mudah kudapatkan di timeline Twitter.

Facebook “Rindang Yuliani”
Jika dulu Facebook pernah menjadi media sosial utama, sekarang Facebook bagiku hanyalah sebagai tempata mengetahui kabar-kabar terbaru mengenai orang-orang yang kenal di dunia nyata. Aku hampir tak pernah membagikan sesuatu lagi di Facebook. Sifatnya yang terlalu publik membuatku malas. Oya, satu hal yang masih berguna dari Facebook adalah grup komunitasnya. Beberapa grup komunitas yang kuikuti banyak yang aktif di Facebook. Ada banyak informasi berguna yang kudapatkan di sana.



Demikianlah, kesanku terhadap media sosial sekarang ini. Entah lusa atau sepuluh tahun yang akan datang. Yang jelas, aku sudah berusaha memanfaatkan media sosial untuk meng-upgrade kemampuan dan untuk mempermudah hubungan sosial. Bagaimana dengan kalian, Teman? Share di kolom komentar bagaimana cara memanfaatkan media sosial yang baik ya.[]

#BPN30DayBlogChallenge #Day5

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates