Tuesday, July 17, 2018

Review Textrovert (Blogtour dan Giveaway)

Namanya Talon dan hobinya membuat Keeley kesal. Bagi Keeley, Talon adalah cowok narsis dengan gengsi setinggi langit. Meski sering merasa kesal, anehnya Keeley merasa nyaman dapat berperang kata-kata lewat sms dan telepon dengan Talon. Bahkan, Keeley merasa ia dapat ‘menampilkan’ dirinya yang sebenarnya ketika mengobrol dengan Talon. Padahal mereka belum pernah bertemu.

Bisakah kau jatuh hati dengan orang yang belum pernah kau temui?

Keeley dan Talon saling terhubung secara tidak sengaja setelah kedua ponsel mereka tertukar. Sialnya, mereka tak dapat langsung menukar ponsel mereka karena Talon harus mengikuti perkemahan football selama satu minggu. Selama itu, mereka sepakat untuk saling meneruskan pesan dan telepon yang masuk ke nomor masing-masing. Talon yang angkuh dan narsis terjebak dalam permainannya menggoda Keeley. Ia penasaran dan tertarik pada Keeley.

Judul : Textrovert
Penulis : Lindsey Summers
Penerjemah : Felicia Ho
Penerbit : Spring
Tahun terbit : 2018

Tibalah di hari keduanya harus bertemu. Tidak ada yang salah, hingga Talon tiba-tiba meninggalkan Keeley setelah Keeley menyebut nama Zach, saudara kembarnya. Apa yang terjadi? Keeley bingung, karena setelahnya tak ada kabar apapun dari Talon. Ia merasa kehilangan.

Telepon itu sifatnya dua arah. Cowok itu juga seharusnya juga bisa meneleponnya. (hal 99)

Ada apa dengan Talon? Akankah mereka berdua dapat bersama? Bertemu di dunia nyata dan menjalin hubungan sesungguhnya ternyata tidak semudah mereka tertarik dengan kepribadian masing-masing saat masih bertukar pesan.


Balon-balon percakapan

Tak biasanya, kali ini aku membaca novel teenlit dan ya ampun aku baper. Pada bab-bab pertama novel berjumlah 295 halaman ini, ceritanya menurutku cukup datar. Dan kesanku terhadap Talon juga kurang bagus, karena di awal perkenalannya dengan Keeley ia lebih cocok disebut terlalu percaya diri dibandingkan lucu. Namun, setelah memasuki bab ketiga dan seterusnya aku mulai menemukan chemistry novel ini. Apalagi kalau bukan hubungan Talon dan Keeley. Balon-balon percakapan antara keduanya membuat novel ini tidak membosankan. 

Keeley : Kau mengidap EGO. Gejalanya meliputi delusi untuk keagungan, kurangnya intelektual, dan rasa percaya diri yang berlebihan.

Talon : Ha! Dan apa resep yang akan kau berikan untuk kondisi ini? Apa ada obatnya?

Keeley : Kasus akut sepertimu membutuhkan perawatan segera. Aku rasa satu dosis suntikan kerendahan hati akan manjur.

Talon : Kalau aku setuju, apa kau yang akan jadi dokter pribadiku?(hal 80).


Bagian termanis di dalam novel ini menurutku ketika Talon untuk pertama kalinya bertemu Randy. Fakta bahwa Talon menuruti keinginan Keeley untuk tidak membuat masalah dengan Randy itu bagus.

Cowok itu telah melakukan apa yang dia minta. Itu pasti berarti sesuatu, kan? (hal 125).

Hal manis lainnya adalah ketika Talon mengajak Keeley geocaching yaitu berpetualang di alam bebas mencari sesuatu yang disembunyikan dengan mengikuti beberapa petunjuk arah. Aku seorang anak pramuka dan kegiatan seperti geocaching selalu terdengar seru di telingaku. Geocahing bagi Talon adalah hal spesial karena kakeknya yang mengajari itu. Dan Keeley merasa sangat spesial diajak Talon melakukan hal itu. Itu bukan hal yang biasa yang dilakukan orang untuk berkencan, dan catat Talon belum pernah memainkannya dengan siapa pun sebelumnya kecuali dengan kakeknya yang sekarang sudah meninggal.


Bagian terbaper

Sekilas cerita di dalam novel Textrovert ini sangat remaja dan kekanak-kanakan, tapi sebenarnya ada banyak pesan tersirat yang bisa diadopsi untuk kehidupan orang dewasa. Contoh paling nyata adalah mengenai kegelisahan yang Keeley rasakan berkaitan dengan masa depannya. Sejak kecil, ia tidak pernah punya kecenderungan pada satu hal. Sekalinya dia menginginkan sesuatu, ternyata itu berbeda dengan keinginan saudara kembarnya. Dan catat, Keeley sangat menyayangi Zach-nya.

Ya, satu lagi nilai positif yang bisa diambil dari novel ini yaitu rasa sayang antar saudara. Keeley dan Zach bisa menjadi contoh yang sempurna bagi para remaja. Meski perkelahian kadang tak terelakkan, tapi atas nama darah yang sama tidak butuh waktu lama untuk mereka jadi akur kembali. Saling melindungi, itulah motto mereka. Talon sendiri cukup heran dengan kepedulian Keeley terhadap Zach.

Jelaskan lagi kepadaku kenapa kau selalu sibuk menyelamatkan adikmu. Apa yang membuatnya bisa mengatur-ngaturmu? (hal 53).

Namun, di lain waktu Talon bilang ia iri dengan kedekatan kedua saudara tersebut karena ia adalah seorang anak tunggal. Zach sendiri mengungkapkan rasa sayangnya pada Keeley dengan memberinya tiket tur ke kampus Barnett agar mereka tetap bisa berkuliah di tempat yang sama. Meski Barnett sama sekali tidak ada di sepuluh besar kampus yang diinginkan Keeley. Namun, Keeley tetap ikut demi Zach. Dan terima kasih kepada Zach, setidaknya Keeley bisa lebih dekat dengan Talon ketika mengikuti tur.

Selain Keeley yang penyayang, aku juga menyukai dua tokoh utama lain dalam novel ini, Zach dan Talon. Masing-masing dari karakter mereka hidup dan membuat novel ini sangat berwarna. Terutama Zach dengan sikapnya yang pantang menyerah itu. Demi mendapatkan sebuah penghapus, saat masih kecil ia sudah belajar untuk berusaha sendiri memainkan games tantangan dan menolak ketika ayahnya ingin menggantikannya.

Sekali Zach memulai sesuatu, dia akan menyelesaikannya (hal 158).

Talon sendiri punya banyak sisi mengejutkan. Peeps, geocaching, dan latar belakang keluarganya. Semuanya mengejutkan Keeley, sekaligus membuatnya nyaman. Keeley sendiri heran mengapa ia bisa dengan mudah membuka diri pada Talon. Bahwa selama ini Talon menderita karena kesalahannya sendiri dan sekarang ia berusaha berubah serta memaafkan masa lalu itu cukup membuatku terkesan. Setidaknya Talon tidak se-playfull yang Keeley sangka di awal. Talon membuktikan hatinya juga sebagus fisiknya.

Giveaway time!


Penasaran dengan cerita Talon-Keeley-Zach? Penerbit Spring mau bagi-bagi novel Textrovert kepada pembaca blog ini lho. Yeaay! Simak syarat dan ketentuan di bawah ini ya.



1. Like fanpage Penerbit Spring dan fanfage Blog Rindang Yuliani di Facebook.
2. Follow akun Twitter @PenerbitSpring dan akun Twitter @Ryu_keren.
3. Follow akun Instagram @PenerbitSpring dan akun Instagram @rindangyuliani.
4. Share postingan ini di Facebook, Twitter, atau Instagram (boleh pilih salah satu) dan jangan lupa mention dua akun di atas.
5. Jawab pertanyaan ini :
Apa nama permainan yang dimainkan Talon dengan kakeknya saat kakeknya masih hidup?

6. Simpan jawaban dari pertanyaan setiap host (untuk link blog dapat dilihat pada banner).
7. Di akhir blogtour, akan diadakan giveaway di fanpage Penerbit Spring pada 22 Juli 2018 dan jawaban pertanyaan yang sudah dikumpulkan dari semua host blogtour akan menjadi kunci untuk mendapatkan novel Textrovert.
8. Pengumuman pemenang akan dilakukan segera setelah giveaway berakhir di fanpage Penerbit Spring.

Jadi tunggu apalagi, yuk ikuti blogtour-nya dan dapatkan kesempatan memenangkan satu buah novel Textrovert! Semoga kamu yang beruntung bisa memeluk Talon-Keeley-Zach ya. []

Artikel Terkait

11 komentar:

Anisa Safarina said...

Baper membaca paragraf2 awal. Soalnya awal2 ketemu paksu, kd di dunia nyata jua. 😅

Khairunnisa Z Putri said...

Uln jadi penasaran sama ini novel, apa lgi stock bacaan di rumah sdh habisan 😁 talon sama keleey tunggu mamak jemput dan bawa pulabg kerumah ya 😍

Ruli Retno Mawarni said...

Ah mba. Kisah ini sepertinya manis. Aku suka cerita yang bermula dari keisengan dan sejenisnya. Penasaran mau baca langsung bukunya

Aswinda Utari said...

Wah, menarik ya ceritanya. Mau beli tp skrg sdg tdk mood membaca cerita ala2 remaja. Takut ikut terbawa puber jg. Hahaha. Ga ko, sbnrnya krn buku drmh aj msh byk yg jd pajangan. Wkwk

Antung apriana said...

Wah novel remaja ya? Aku suka baca novel jenis begini. Hmm jadi penasaran sama geocaching itu

Rima Angel said...

Ih astaga, seru ini ih, rasa pengen baca novelnya juga. Rame. Anak muda banget ini.

Djayanti Nakhla Andonesi said...

Semoga bisa ikutan give awaynya :D

Junita Susanti said...

Aih... pasti ceritanya seru sekali ya, bisa ga ya jatuh cinta sama orang yang belum pernah ditemui? Bisa aja sih... hehe

Dewi Rieka said...

Menarik juga formatnya, nama tokohnya juga unik..

Ilham sadli said...

Aku juga pernah ditanya gitu dulu waktu SMA... gara.gara bilang suka padahal belum ketemu hahaha kok jadi nostalgia

Fauziah Rachmawati said...

ponsel yang tertukar.. jadi ingat ma draft novel yang belum kelar hehehe

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates