Tuesday, September 26, 2017

[Review Novel] Identity : Unknown

Jujur saja, sebelumnya aku hampir tak ingin melanjutkan membaca novel ini setelah bab pertama. Karena kesan yang kudapat dari ceritanya begitu berat, padahal tujuanku membaca saat itu untuk mendapatkan hiburan dari cerita yang ringan. Foto di covernya pun tidak menyiratkan isi cerita yang indah meski ada label Harlequin di ujung kiri atas. Namun, ketika tak ada pilihan kegiatan lain maka aku membaca satu-satunya novel yang belum kubaca yang ada di rumah, yaitu novel yang berjudul Identity:Unknown ini.

Tema utama dari cerita ini adalah seorang pria amnesia yang lupa sebagian besar dari dirinya dan hanya mengingat hal-hal kecil seperti ukuran celana. Pada bab pertama diceritakan ia terbangun di sebuah rumah singgah dengan kondisi tubuh yang buruk. Pria yang merawatnya memanggilnya Mish -Mission Man. Ya, ia lupa namadirinya sendiri. Satu-satunya petunjuk tentang jati dirinya terdapat di dalam sepatu bot yang tak pernah terlepas dari kakinya, yaitu sebuah pistol, uang palsu, dan kertas kecil. Alamat di dalam kertas kecil tersebut kemudian membawanya kepada Becca Keyes, seorang manajer cantik sebuah ranch.

Judul : Identity: Unknown
Penulis: Suzanne Brockmann
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2010

Di lain pihak, ada sekelompok orang yang ingin menemukan Mish. Namun, ketidakpastian pengetahuan Mish tentang dirinya sendiri membuat ia menghindari kelompok yang memata-matai dirinya tersebut. Mimpi-mimpi buruk yang menghantuinya setiap malam juga membuatnya yakin bahwa ia mungkin adalah seorang penjahat. Karena itu pula ia tak ingin terlibat terlalu jauh dalam hubungan asmara, meski Becca Keyes tidak peduli dengan masa lalunya.

Membaca novel ini sedikit membuatku baper. Bagaimana rasanya menjadi Mish yang terpaksa menahan dirinya agar keselamatan Becca tetap terjaga. Itu wujud cinta yang manis sekali.

Aku selalu menyukai gaya bahasa novel terjemahan. Ringkas, tapi memuat banyak informasi pada setiap kalimatnya. Meski tema tentang pencarian jati diri si tokoh utama membuat novel ini berat, tapi aku tetap merasa terhibur karena gaya bahasa penerjemah yang apik. Jangan lupa, cerita cint antara Mish dan Becca juga merupakan alasan lain mengapa aku tertarik untuk melahap habis novel ini.

Setting tempat novel ini ada di Wyatt City, New Mexico dan beberapa kota di sekitarnya. Setting dijelaskan dengan baik oleh penulis, sehingga aku bisa membayangkan bagaimana suasana gersangnya kota berpadang pasir tersebut. Tidak disebutkan tahun berapa cerita dalam novel ini terjadi. Namun, aku menduga dari settng suasana yang digambarkan oleh penulis dalam cerita kemungkinan besar isi novel ini bersetting pada tahun 1980-1990.


Kekurangan novel berjumlah 343 halaman ini menurutku ada di penjelasan bagaimana kertas kecil yang berisi alamat ranch Becca Keyes bisa ada di dalam separu bot Mish. Padahal jelas sekali itu bukan miliknya. Hal ini juga terkait dengan bagaimana kronologi detik-detik Mish sebelum mengalami amnesia.

Artikel Terkait

25 komentar:

Bang Angga said...

Duh urusan cinta agak ribet memang.
Kasihan buat si Mish, aku baca review aja agak baper gan

Rinda Gusvita said...

Wah mbak rindang detail banget mengamati kekurangannya. Kalau sama aku mungkin itu bisa lewat begitu saja. Ah, aku jadi makin rindu baca noveeelll

Radhian Nur Rahman said...

Novel terjemahan yang baru aku baca cuma Inkheart. Itupun belum tamat hahaha

Wah mbak suka novel yang ada cinta-cintanya ya?
Aku belum baca sih novel terjemahan yang ada drama percintaan kaya gini. Tapi kalo mau baca yang dari lokal silakan baca novel "RED" judulnya. Itu cinta banget deh isinya hahaha

Natalia Bulan Retno Palupi said...

Menarik juga ya ini novel menceritakan seseorang yang amnesia.

Nggak bisa ngebayangin gimana hidupnya tanpa tau jati dirinya sendiri. Hiks.

Zefy Arlinda said...

astagah, 300 san halaman mbak? Ckckkckkc....salut untuk para pembaca novel. kalau aku bisanya epndengar setia dari para pembaca novel. Adikku suka membaca novel, nah nanti bisanya seteah selesai dia akan cerita panjang lebar tentang novel itu dan akupun tahu keseluruhan isinya heheheee

Lendy Kurnia Reny said...

Novel terjemahan memang selalu bikin terhipnotis. Tapi aku pernah baca novel terjemahan yang artinya agak **kurang baik...

Mungkin aku salah milih genre kala itu. Padahal ambil judul novelnya yang sesuai sama jurusanku kuliah, jadi bayangan aku tentang novel itu adalah novel fiksi-science gittuu...

Ruli retno said...

Aku suka baca novel yg manis2 dan harus hepi ending. Wkwkwk.. Ga suka juga kalo terlalu berat. Biasanya langsung babay aja

Pujiaman Zulfikar said...

Pertanyaan saya, kenapa mish bisa amnesia.
Mank berapa sih harga novel itu?
Siapa tahu ada rezeki bulan depan, ane bakal pesan satu.

April Hamsa said...

Kalau saya kadang bingung dengan novel terjemahan, jadi bacanya suka diulangi lagi dr pargaraf terakhir hehe.

Btw ini berarti temanya yg romantis2 gtu ya mbak? Tryus akhirnya Mish inget siapa jati dirinya gak ya?

Marfa U said...

Dari cuplikan cerita keliatannya bikin penasaran walaupun tipenya harlequin, karena mencari tentang ingatan tapi juga ada romancenya ya?

Jiah Al Jafara said...

Udah lama gak baca novel terjemahan. Kalau ada pistol berarti byk adegan berantem sama tembakan dong?!

kalau keterangan si kertas gak ada, kemungkinan ini novel berseri. Dan aku selalu gemes kalau gak bs baca lanjutan atau sebelumnya

Tomi said...

ini genre novelnya berarti lebih ke detektif / action gitu ya mba? apakah nantinya akan terungkap siapakah Mish itu sendiri dan kenapa ada kelompok yang mengejar dirinya?

Sepertinya cocok juga nih bukunya. Saya kira awalnya ni novel tentang drama / romansa gitu hehe..

Ajen Angelina said...

Aku penyuka Harlequen heheh..
Habis baca ini jadi pengen baca harlequeen deh..
Makasih reviewnya, Mbakk hehehhe.
Nanti coba cari ah di Gramed

Dikki Cantona Putra said...

pada intinya novel ini menceritakan beberapa kejadian yang tidak mudah ditebak ya. Bahkan, biasanya beberapa novel dari covernya saja sudah mencerminkan isi cerita. Menarik juga nih nover identifi unknown ini untuk dibaca

Rhoshandhayani KT said...

Huaaaaaa penasaran sama cerita lanjutannyaaaaaaaaaaa
Kayak seru banget ceritanya

Nggak dikasih epilognya tipis2 nih? Aku lagi males baca buku tebeeeel...
Pun belum pernah baca buku terjemahan. Hahahaha

Nurul Fitri Fatkhani said...

Saya juga suka dengan bahasa di novel terjemahan. Ringkas, tapi penuh arti dan makna yang bagus untuk diresapi. Kadang saya bisa baca berulang kali di kalimat-kalimat yang bagus.
Cerita akhirnya gimana? Mish sembuh dari amnesianya?

ikhsan keren said...

Sudah lama saya tdk lg baca novel. Ingin sekali2 menyicipi lg karya novel.

Nova Violita said...

Kisah awalnya..sudah membuat penasaran..
Mish pasti bingung banget dengan yg dia alami...

Dulu ..senang banget melahap novel..., Betah sambil tiduran he2..

Achito said...

wah mantap bikin reviewnya. Sementara aku masih buat preview. Enjoy/Happy reading!

Rindang Yuliani said...

Thanks, Achito!

Rindang Yuliani said...

Iya, ini dilahap juga sambil nyantai.

Rindang Yuliani said...

Hayuklah, baca lagi. Refreshing.

Rindang Yuliani said...

Iya, Mish sembuh setelah beberapa kejadian dan petunjuk yang perlahan2 membangkitkan ingatannya.

Rindang Yuliani said...

Hehe, baca bukunya. Seru kok Kak Ros.

Rindang Yuliani said...

Menarik, yuk baca Kak Dikki.

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates