Monday, February 29, 2016

Yuk, Move On dari Kantong Plastik!

Jadi ceritanya tanggal 21 Februari kemarin mulai diberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar di beberapa kota. Kebetulan hari Minggu itu aku ke Banjarbaru dan mampir di Matahari. Banjarbaru ternyata salah satu kota yang memberlakukan kebijakan tersebut. Untungnya saat pagi atau malam sebelum itu aku sudah mendengar dari berita di tv kalau ada uji coba ini, sehingga waktu kasir bertanya -apakah menggunakan kantong plastik, kalau ya akan ada biaya tambahan 200 perak- aku tidak terlalu kaget. Sebenarnya aku bawa goodie bag tapi ketinggalan di mobil, karena sebenarnya ga ada niat belanja (okeh, aku lapar mata).



Bagi yang ketergantungan dengan kantong plastik, ini saatnya move on dari barang yang satu ini. Karena tumpukan plastik di bumi semakin banyak, sedangkan proses penguraiannya (amat) lama. Aku pribadi sangat mendukung aksi uji coba yang dilakukan oleh KemenLH ini, hitung-hitung sebagai latihan green living style seperti di beberapa negara maju. Aku pernah membaca bagaimana ribetnya aturan membuang sampah di Jepang. Bagi kita yang tidak terbiasa, aturan (apapun) sepertinya memang ribet padahal tujuan dibuatnya aturan adalah untuk memudahkan hidup.

Aku sendiri cukup bingung dengan banyaknya tumpukan kantong plastik layak pakai di rumah. Dengan adanya kebijakan ini semoga aku jadi lebih rajin bawa kantong plastik dari rumah ketika berbelanja. (Emak-emak biasanya perhitungan ya, meski cuma 200 rupiah tapi tetap lebih milih gratis kalau bisa). Meskipun kebijakan ini masih berlaku di ritel modern, semoga ini juga sudah menjadi warning awarness bagi kita yang lebih sering belanja di pasar tradisional.

Bagaimanapun, membiasakan hal baik ke banyak orang itu tidak mudah. Namun kita bisa mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Mencontohkan lalu kemudian mengajak orang-orang terdekat kita. Yuk, move on dari kantong plastik sekarang juga untuk Indonesia lebih ramah lingkungan.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Say something nice, for a change.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates