Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Menjaga Kesehatan Mental selama Bulan Ramadan

Posting Komentar

Menurutku usaha menjaga kesehatan mental selama bulan Ramadan, lebih mudah dilakukan karena kita sedang menjalankan ibadah puasa. Efek samping berpuasa yang tidak terlihat adalah membersihkan hati sehingga otomatis mental juga menjadi lebih sehat.


Ya, puasa bukan hanya bermanfaat secara fisik tetapi juga psikologis. Selain membersihkan saluran pencernaan dan tubuh akibat gempuran makanan-makanan kurang sehat yang selama ini dikonsumsi, puasa juga membersihkan hati dan pikiran yang selama ini sering overthinking. Kondisi berpuasa dapat membuat kita lebih jernih dalam memikirkan sesuatu.


Idealnya, puasa memang bukan hanya perkara menahan lapar dan haus saja tetapi juga mengendalikan emosi-emosi negatif yang jika di hari biasa mungkin lebih sering menghampiri. Tidak heran jika mengerjakan puasa dengan sungguh-sungguh, kita dapat menenangkan mental yang mungkin biasanya lebih mudah cemas, tidak tenang, atau gelisah. Emosi dan hawa nafsu kita terjaga dengan otomatis saat berpuasa. Di sisi lain, puasa dapat menurunkan stres dalam tubuh secara metabolisme.


Selain ‘menikmati’ efek samping puasa tersebut untuk kesehatan mental, beberapa usaha juga perlu dilakukan untuk semakin memperkuat mental di bulan yang suci ini. Berikut menurutku adalah hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama bulan Ramadan:


Mendekatkan Diri kepada Allah

Saat bulan Ramadan kesempatan untuk beribadah terbuka lebar oleh karena itu jauh lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada Allh karena sikon dan lingkungan sekitar juga mendukung. Tidak ada hal lain yang lebih menenangkan hati daripada mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.


Menjauhkan Diri dari Sumber Sakit Hati

Kesehatan mental seseorang menurutku dipengaruhi oleh masalah apa yang dihadapinya, hal apa yang menjadi issuenya atau inner childnya, oleh karena itu cara menjaga kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh penyebabnya.


Seperti sumber penyakit fisik, sumber penyakit hati juga perlu dijauhi. Jika mentalmu akan terganggu jika bertemu dengan seseorang maka hindarilah orang itu. Jika kamu akan overwhelmed ketika terlalu banyak pekerjaan, maka kurangilah pekerjaan. Jika kamu belum bisa berdamai dengan innerchildmu, maka hindarilah hal-hal yang dapat membuat traumamu berulang.


Makan Sehat saat Sahur dan Berbuka

Makanan dapat mempengaruhi suasana hati karena apa yang masuk ke tubuh kita tentu akan bereaksi sesuai fungsinya. Mulailah makan sehat yang terdiri atas sayur, buah, dan protein. Kurangi gula dan karbohidrat. Jaga keseimbangan gizimu, jangan lupa perbanyak minum air putih.


Melakukan Kegiatan Positif

Gunakan waktu luang untuk melakukan hal-hal positif agar pikiran kita tidak diisi dengan hal-hal yang kurang baik. Kegiatan positif contohnya berolahraga ringan sebelum menunggu waktu berbuka atau mengerjakan hobi yang menyenangkan. Dengan melakukan aktivitas-aktivitas positif ini semoga kita terhindar dari yang negatif dan overthinking tentang hal yang belum jelas.


Berkumpul dengan Orang-orang Tersayang

Ketika kita berkumpul dengan orang yang disayang, endorfin kita akan keluar. Apalagi jika penuh dengan canda tawa. Hal ini akan memperkuat silaturahmi. Saat berkumpul kita juga cenderung akan saling berbagi dan itu pasti akan sangat membahagiakan. Jangan karena misalnya kita ada masalah dan menghindari sumber masalah yang berupa seseorang, kita menghindari semua manusia. Kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang benar-benar kita suka sehingga akan menciptakan kehangatan di hati dan membuat kita tidak merasa sepi dan sendiri. Hal ini juga dapat membuat kita merasa lebih diterima sehingga penyakit mental jauh dari kita.


Minta Bantuan Ahli

Tidak ada yang salah dengan pergi ke psikolog atau ke psikiater jika kita membutuhkan orang luar. Di tahap tertentu, kita mungkin hanya butuh curhat dengan seorang sahabat, tetapi di tahap yang lebih tinggi kita juga perlu mendatangi profesional di bidang kesehatan mental. Seperti kita mendatangi dokter ketika kita tidak enak badan. Mereka akan menolong kita dengan ilmunya. Aku tahu ini pasti akan berat. Memutuskan untuk datang saja berat, lalu terbuka kepada orang asing lebih berat lagi, membeberkan yang selama ini kita pendam sendiri juga pasti sangat berat. Berilah apresiasi pada dirimu jika sudah berhasil menjalani proses terapi. 


Demikian beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesehatan mental selama bulan Ramadan. Semoga kita bisa memaksimalkan Ramadan tahun ini dengan mental yang lebih baik, dengan mental yang lebih kuat, dengan pribadi yang lebih mindfull sehingga setelah Ramadan kita akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar