Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Mengenal Ibadah Puasa

Posting Komentar

Secara bahasa, puasa berasal dari kata ‘shiyam’ yang berarti ‘imsak atau menahan diri’. Selain itu, asal kata puasa juga bisa dari ‘shaum’ yang artinya ‘berhenti’. Secara syariat, puasa berarti ‘berpantang dari yang membatalkannya (puasa) dari sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari dengan niat untuk mendapatkan ridha Allah SWT.’


Allah menjanjikan hadiah-hadiah besar bagi para umat muslim yang melaksanakan puasa, yaitu:

  1. Dapat syafaat dari puasa di hari kiamat

  2. Dapat pintu masuk surga bernama Babul Ar-Rayan

  3. Doa orang berpuasa dijamin dikabulkan dan tidak akan ditolak

  4. Didoakan oleh para malaikat


Betapa nikmatnya hadiah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang melaksanakan ibadah puasa tersebut. Padahal jangankan di akhirat, di dunia saja kita sudah dapat merasakan manfaat berpuasa. Dari segi kesehatan, puasa sudah terbukti dapat mendetoks dan menyehatkan tubuh. Dari segi mental, puasa dapat menyehatkan hati dan mengendalikan emosi kita. Subhanallah.


Ibadah puasa terdiri atas dua rukun, yaitu niat dan imsak. Tentu saja niat yang dimaksud adalah niat puasa untuk menjalankan perintah Allah, sedangkan imsak seperti yang telah disebutkan di atas bermakna menahan diri dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang dapat membatalkannya. Jadi imsak di sini, bukan waktu imsak sebelum azan subuh itu ya.


Kewajiban berpuasa dikenakan kepada semua umat muslim yang berakal sehat, baligh, sehat secara fisik, dan mukmin. Khusus untuk muslimah, ada tambahan syarat yaitu bebas dari haid dan nifas. Selain orang-orang dengan syarat di atas, tidak diwajibkan untuk berpuasa.


Tetapi, ada keringanan Allah untuk beberapa golongan orang berikut, yaitu:

  • musafir

  • orang sakit (yang masih bisa diharapkan kesembuhannya)

  • Wanita hamil

  • Ibu menyusui

Dengan catatan harus mengqadha puasa di luar bulan Ramadan seperti yang juga berlaku kepada perempuan yang haid dan nifas.


Selain itu, ada lagi nih orang yang diperbolehkan tidak puasa, tetapi harus mengganti dengan fidyah, yaitu orang-orang lanjut usia yang sudah lemah (jompo), orang sakit yang tidak bisa lagi diharapkan kesembuhannya, dan orang yang memiliki pekerjaan berat yang menyebabkan ia tidak mampu berpuasa dan tidak menemukan cara lain untuk memperoleh rezeki. Orang-orang ini diwajibkan untuk membayar fidyah dalam bentuk memberi makan satu orang miskin setiap satu hari ia tidak berpuasa.


Berikut adalah hal-hal yang membatalkan puasa:

  1. Makan dan minum dengan sengaja

  2. Keluar darah haid dan nifas

  3. Melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadan

  4. Bekam (ada yang membatalkan, ada pula yang tidak)

  5. Muntah dengan sengaja

  6. Infus


Sedangkan hal-hal berikut tidak membatalkan puasa, (hanya saja biasanya diragukan, apakah membuat puasa batal atau tidak), yaitu:

  1. Lupa makan dan minum

  2. Muntah tidak sengaja

  3. Menelan ludah

  4. Mengeluarkan darah karena luka

  5. Tetes mata, tetes telinga, dan obat yang disuntikkan

  6. Gosok gigi, kumur-kumur, dan istinsyaq

  7. Lebih sering mandi

  8. Kentut dalam air

  9. Mencicipi makanan (hanya sampai lidah)


Tips sahur membawa berkah:

  1. Mengakhirkan waktu sahur hingga sebelum azan subuh

  2. Makan kurma

  3. Sebisa mungkin sahur, jika terlewat maka tetaplah berpuasa


Tips berbuka membawa pahala:

  1. Jangan lupa berdoa, saat berbuka adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa

  2. Berbuka dulu dengan yang ringan, baru salat

  3. Makan dengan khidmat, jangan mode balas dendam


Rekomendasi kegiatan sambil menunggu waktu berbuka:

  1. Membaca al-quran

  2. Mendengarkan murottal

  3. Memasak

  4. Membaca

  5. Menulis


Sebagai penutup di perkenalan dengan ibadah puasa ini, marilah kita menyukuri kedatangan bulan Ramadan yang mulia. Alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi dengannya. Semoga kita bisa dengan benar-benar menjalankan ibadah puasa dengan maksimal.


“Puasa yang diterima adalah puasanya anggota tubuh dari maksiat, puasanya perut, dan kelamin dari syahwat.” Demikian kata seorang ulama salaf.


“Puasa adalah perisai apabila seseorang di antara kalian berpuasa janganlah berkata kotor dan tidak berguna/jangan bicara jahil dan jika seseorang memaki atau mengajaknya bertengkar katakanlah ‘saya tengah berpuasa’” (HR Bukhari dan Muslim)



Sumber: Buku Ramadhan Returns karya Shofwan Al-Banna

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar