Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Pengalaman Migrasi BNI Syariah ke BSI

33 komentar

Senin, 9 Agustus 2021 aku membuka mobile banking BNI di smartphoneku dan tidak bisa. Setelah kumasukkan MPIN milikku di aplikasi tersebut, muncullah tanda peringatan (alert) yang berbunyi “No account found for cif number 9318539185.” Aku langsung teringat dengan info dari temanku beberapa waktu yang lalu tentang migrasi BNI Syariah ke BSI (Bank Syariah Indonesia).



Iya, rekening BNI milikku memang yang jenisnya syariah. Berkat info dari temanku itulah aku jadi tidak panik saat mengetahui aplikasi mobile banking BNI tidak bisa dibuka. Beruntungnya juga aku hanya sekadar ingin cek transaksi, bukan untuk bertransaksi penting seperti transfer dan semacamnya. Seandainya begitu, pasti aku sudah agak was-was karena harus menunda urusan penting.


Meski sebelumnya aku sudah tahu infonya bahwa sebagai nasabah salah satu bank syariah yang akan dimerger ke BSI kita harus melakukan migrasi ke bank yang bersangkutan, tapi karena kesibukan aku tidak sempat mengurusnya. Sudah dia wanti-wanti sih, nanti kalau semua orang sadar bahwa transaksi tidak bisa dilakukan baru deh antrian migrasi membludak, katanya.


Apakah BNI Syariah Masih Bisa Digunakan?

Saat temanku itu woro-woro mengenai keharusan migrasi BNI Syariah ke BSI ini, seingatku dia bilang kita harus ke BNI untuk mengurusnya. Jadi aku ke sana dong. Tapi ternyata oleh bapak satpam BNI aku diberi informasi bahwa BNI Syariah sama sekali tidak bisa lagi digunakan dan semua urusan migrasi dapat diurus di BSI. 

Jadi jika ada yang bertanya haruskah BNI Syariah migrasi ke BSI? Jawabannya adalah ya.


Beruntunglah di Kota Barabai ini, lokasi BNI dan BSI cukup berdekatan sehingga aku bisa langsung meluncur ke BSI. Di kabupaten tetangga, Hulu Sungai Selatan, kantor BSI tidak ada. Jadi semua nasabah BRIS, BSM, dan BNI Syariah di kabupaten tersebut semuanya mengurus migrasi rekening syariah ke BSI Kota Barabai, Hulu Sungai Tengah.


Antri Lama saat Migrasi BNI Syariah ke BSI

Itu pulalah salah satu hal yang menyebabkan membludaknya antrian di kantor BSI. Persis seperti yang dikatakan temanku. Sepertinya hari itu, 10 Agustus 2021 termasuk hari-hari awal rekening syariah ketiga bank sebelumnya tidak bisa digunakan.


Beruntunglah agendaku kemarin itu sudah selesai semua tinggal urusan migrasi ini. Aku lupa tepatnya jam berapa aku mulai antri, mungkin sekitar 9.30. Saat aku mengisi formulir migrasi, aku diberi nomor antri oleh pak satpam. Wow, aku dapat nomor 41. Kuhitung sekilas orang-orang yang berada di luar kantor BSI tersebut, hanya berjumlah belasan. Akhirnya aku tahu, mereka antri sambil keliling kemana dulu. Karena terbukti sih setiap satu nomor yang masuk itu dilayaninya lama banget.


Untuk meminimalisir jumlah nasabah yang masuk ke dalam ruangan, sehingga kursi untuk antri diletakkan di bagian teras dan halaman. Well, ruangan kantor pelayanannya agak sempit memang. Beruntunglah masih ada halaman yang juga berfungsi sebagai lahan parkir bisa digunakan sebagai tempat antri. 


Aplikasi Mobile Banking BSI

Sekitar jam 11 siang, aku mulai beranjak mencari jajanan karena lapar. Akhirnya kebeli roti dan air kelapa muda yang dijual di sekitar situ. Pas aku balik ke halaman BSI, ternyata masih lama banget juga, kaya baru nomor 20-an gitu. 


Sambil menunggu kugunakan waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang bisa kulakukan lewat smartphone. Lumayanlah. Nah setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan, otakku jadi agak kosong sehingga telingaku menangkap satu kisah yang dituturkan oleh salah seorang nasabah yang bercerita pada satpam.


Dia dari Kabupaten HSS yang seperti kuceritakan di atas tidak mempunyai kantor cabang BSI. HSS-nya di Nagara lagi, salah satu kecamatan yang lokasinya sangat jauh sekali. Kalau ditotal jarak dari rumahnya ke BSI Barabai itu sekitar 64-an kilometer, katanya. Oh, aku meringis dalam hati. Sudahlah lama di jalan, juga lama antri menunggu gilirannya.


Dia mengurus surat menyurat pindah kuasa atau sejenisnya dari rekening milik orangtuanya yang sudah meninggal. Pada hari itu ada beberapa berkas yang tidak dapat dipenuhi sehingga harus kembali hari Kamis lagi, karena Rabu tanggal merah. Disarankan oleh pak satpam untuk datang pagi-pagi agar tidak lama antri, mana bisa kata si orang tersebut. Dia harus ke kantor desa dulu untuk mengurus surat entah apa yang dibutuhkan. Mau ke kantor desa setelah pulang ini, jam kerja tentu sudah lewat saat dia sampai ke rumahnya. Hmm, aku jadi ingat tentang sistem pelayanan publik di Indonesia yang kupelajari beberapa waktu yang lalu. 

Seharusnya sistem pelayanan publik itu memudahkan masyarakat dan kalau bisa semuanya dilakukan secara digital sehingga lebih praktis baik bagi pelanggan ataupun petugas.


Ketika waktu menunjukkan pukul 12.30 si petugas mohon maaf untuk semua nasabah yang sedang antri karena petugas mereka harus beristirahat sebentar sampai jam 1. Sudah waktunya isama memang. Beruntung hatiku dalam kondisi yang lapang sehingga tidak ngedumel. Aku pun langsung mengambil waktu untuk isama juga.


Cara Migrasi Rekening BNI Syariah ke BSI

Singkat cerita saat aku kembali antri sejak jam 1 hingga jam 2 lewat nomor antrianku akhirnya dipanggil. Aku pun masuk ke dalam ruangan kantor BSI. Adem, tentu saja ada ac di sana. Beda jauh sama suasana di luar yang gerah, panas, dan silau. Matahari memang sedang bersinar terik waktu itu.


CS BSI


Aku langsung dipersilakan duduk di depan CS. Bukan hanya aku yang duduk di sana, tapi juga ada salah seorang nasabah laki-laki, dari pembicaraannya dengan CS aku tahu dia adalah seorang mahasiswa. Aku pun diminta untuk menyerahkan formulir yang telah kuisi sebelumnya saat baru tiba di luar tadi. 


Isian formulirnya tidak seribet saat kita membuka rekening, aku suka. Hanya ada beberapa baris yang harus diisi, seingatku itu nama, tempat tanggal lahir, alamat, nomor telepon, nomor rekening dan nama bank sebelumnya, setelah itu tinggal tanda tangan. Tidak perlu pakai meterai, meski kemarin di kolom tanda tangan itu aku melihat ada kotak untuk meletakkan meterai.


Selain formulir, aku juga diminta menyerahkan KTP, buku tabungan, dan ATM BNI Syariah. Syarat migrasi BNI Syariah ke BSI ini menurutku sangat praktis dan mudah. Mbak CS pun menginput data-dataku sembari aku mengaktivasi aplikasi mobile banking BSI yang juga telah kudownload dari Play Store sebelumnya atas rekomendasi pak satpam.


Kode aktivasi dikirim via sms sehingga pastikan nomor hp di smartphone kamu ada pulsanya, bukan sekadar kuota. Kemarin aku melihat sesembak yang cantik jelita menelepon temannya panik saat sudah di depan CS, minta kirimin pulsa. Padahal sejak di depan tadi seingatku pak satpam udah mewanti-wanti semua nasabah untuk mengecek isi pulsa nomor telepon masing-masing. 


Setelah aktivasi berhasil, kita diminta untuk membuat nomor PIN dan kata sandi. Setelah semua proses tersebut, kita akhirnya bisa mengakses semua fitur yang ada di mobile banking BSI. Dari CS kita akan ‘dilempar’ ke teller, setelah menyelesaikan semua langkah aktivasi dan diberi buku tabungan serta kartu atm baru. Sebelumnya kita juga diminta tanda tangan di salah satu buku khusus, sepertinya buku tanda terima buku tabungan dan kartu atm. Mungkin.


Gap Transaksi Saat Migrasi BNI Syariah ke BSI

Nah saat menunggu dipanggil Teller ini karena waktunya juga nggak sebentar, aku mulai cek-cek transaksi di BSI. Ternyata masih kosong melompong. Aku pun menyadari ada gap transaksi yang tidak bisa aku telusuri, yaitu saat terakhir aku cek transaksi yaitu tanggal 23 Juli 2021 sampai tanggal hari migrasi yaitu 10 Agustus 2021.


Bukan karena aku tidak merasa menggunakan transaksinya untuk apa saja dalam rentang waktu tersebut, tapi karena aku sudah terbiasa melakukan pengecekan silang. Apalagi jumlah saldonya juga beda dengan terakhir aku cek, ya karena aku memang ada beberapa kali transaksi. Tapi aku butuh detail dan tertulis. Haha.


Saat akhirnya namaku dipanggil oleh Teller, kutanyakan hal tersebut. Dia tidak bisa memberi solusi karena memang cetak transaksi belum bisa karena di BSI baru hari itu rekeningku aktif, sedang via mobile banking BNI pengecekan sudah tidak dapat lagi dilakukan karena sistemnya sudah terputus. 


Antri di Teller BSI


Mas-mas Teller pun memberikan saran jika memang penting untuk datang ke BSI yang lebih besar di Kota Tanjung, Kab. Tabalong. Itu dua jam perjalanan dari Barabai. Hmm. Teman di sebelahnya menyarankan untuk menghubungi layanan call center BSI 14040, mungkin saja mereka bisa membantu katanya. Oke, akan kupikirkan. Sampai sekarang belum kuhubungi karena hari ini masih tanggal merah, besoklah saat jam kerja.


Ternyata di Teller, buku tabungan dicetak saldo terakhirnya dan membuat pin untuk kartu atm baru. Untuk mesin atm BSI, di Barabai baru punya satu, ya yang di dekat kantor itu. Dari informasi yang aku dapat, BSI juga kerja sama dengan Mandiri sehingga melakukan penarikan di atm Mandiri tidak dikenakan biaya. 


Sayangnya, untuk fitur setor tunai belum bisa. Padahal selama ini, fitur setor tunai atm BNI-lah yang menyelamatkan waktuku dari antri berjam-jam ke teller. Semoga BSI di Barabai semakin berkembang, sehingga semakin banyak fasilitas yang tersedia. Oya, untuk yang bertanya berapa biaya migrasi BNI Syariah ke BSI, jawabannya adalah free alias gratis alias tidak dipungut biaya apapun. 



Oke, segitu dulu ceritaku mengenai migrasi rekening dari BNI Syariah ke BSI. Semoga dengan hadirnya BSI ini akan semakin membuat transaksi kita mudah dan berkah. Amin. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

33 komentar

  1. Terima kasih Mbak, informasinya. Pas banget ini rekeningnya BSM juga harus migrasi ke BSI. Belum bergerak ke bank karena banyak cerita harus antri lama. Hehe.. jadi ada gambaran sih

    BalasHapus
  2. Sekarang semua bank syariah dikonversi menjadi satu ya mam. Saya pribadi belum punya simpanan di bank syariah. Mungkin nanti, untuk transaksi keberangkatan Haji, insya Allah.

    BalasHapus
  3. Setuju banget sama Mba Rindang di point perlunya detail dan tertulis. Itu bikin keuangan terarah dan bisa evaluasi juga😁😁

    BalasHapus
  4. Aku kebetulan BSM nih, harus migrasi ke BSI juga nggak ya? Sampai sekarang sih mbankingnya masih bisa dipakai. Tapi beberapa kali pakai atm emang gak bisa. Cuma mau ke banknya itu mikirinnya aja udah rempong. Hiks..

    BalasHapus
  5. Ternyata antrenya lama bangeeett ya ampun.

    Semoga kinerja BSI makin mantuuul, dan membuat nasabahnya nyaman plus bangga ya

    BalasHapus
  6. Wah aku baru tahu kalo ada gap macam gitu. Semoga lekas menemukan solusinya y mbak.

    Temanku juga sempat sharing di komunitas berkaitan dg perubahan ini.

    Nah kebetulan aku pakai BSM juga sempat panik. Alhamduliah BSM kabarnyya otomatis lsg jadi BSI

    Semoga bersahabat dg BSI ya mbak.

    BalasHapus
  7. Wah mengkhawatirkan juga ya ada gap transaksi? Sistem hilang ini cuma di BNIS atau BSM sama BRIS juga? Aku belum migrasi, tadi coba login ke BSMnet masih bisa. Semoga segera teratasi gapnya ya mbak

    BalasHapus
  8. Ibu saya masih pakai BSM lama nih mbak, belum saja ajak ke bank. Soalnya ibu saya pasti ga ngerti gimana ke bank sendirian. Pas banget mba rindang nulis artikel ini

    BalasHapus

  9. Duh .... Lima tahun terakhir saya tak nyambung sedikitpun urusan yang rumit begini. He he ...selamat siang, ananda Rndang. Selamat siang.

    BalasHapus
  10. Ternyata begitu sulitnya minggrasi ya. Apalagi kalau ngak ada kantor layanannya di daerah kira. Maka harus datang ke daerah lain untuk mengurusnya. Harusnya sistem sudah memikirkan itu sebelum diresmikan. Biar pelanggan ngak ribet kaya gini.

    BalasHapus
  11. Repot, ya. Yang penger merger dia, yang repot nasabahnya. Kalau mau merger kenapa gak automatic system aja?

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah aku sudah migrasi dan tidak antre waktu itu dilayani sangat baik. Tapi aku belum gunakan BSI mobile nya

    BalasHapus
  13. aku juga ke kantornya waktu itu karena cuma ganti buku selesai 1 jam enggak punya mbanking BSI sih

    BalasHapus
  14. Wah...yang mandiri syariah juga harus migrasi ya soalnya aku jarang gunain reekening itu kecuali untuk bayar SPP anakku dan isi seperlunya aja. Harus cari info nih dan segera migrasi, biar ngak terhambat kalau bayar SPP nanti.

    BalasHapus
  15. aku sengaja migrasi belakangan, pas gak bisa transfer dari mobile lagi, cuma bisa nerima. jadinya emang sudah gak terlalu rame. lucunya, kartu atm-ku bukannya bsi, malah jd bsm

    BalasHapus
  16. Aku belum juga bergerak masih malas antrinya sih ini beberapa pengalaman teman sampai 3 jam an. Masih takut keluar lama-lama hihihi. Trims sharringnya kak

    BalasHapus
  17. Nah gara2 ini kan biasa bayar panjar sidang di BNI SYARIAH. Jadi tesendat ternyata ada migrasi gini ya

    BalasHapus
  18. Wah, selisih saldonya banyak ngga, Mbak? Kalau banyak kan sayang, yaa.. Semoga fasilitas BSI semakin banyak, dan bisa mengcover kebutuhan nasabahnya. Aamiin.

    BalasHapus
  19. Bagus yaa...ATM BSI.
    Aku uda ganti chip, tapi kayanya belum BSI.
    Hanya aplikasi di HP otomatis migrasi sendiri.
    Alhamdulillah..
    Semoga beberkah dan berbagai transaksi aman.

    BalasHapus
  20. Nah iya info bermanfaat nih ya sipaya banyak yang tercerahkan kalau semua Bank Syariah bergabung ke BSI jadi lebih termanagemen ya mbak

    BalasHapus
  21. aku teringat belum mengurus pindahan BNI Syariah ku ke BSI huhu. Padahal itu tabungan ibadah haji, ternyata ga bisa lewat online setelah di telepon. harus ke kantor cabangnya nih.

    BalasHapus
  22. Baru tahu aku mbak kalau ada pindahan begini. Jadi semua bank syariah sekarang harus migrasi ke BSI? Aku pakai bank biasa sih

    BalasHapus
  23. Semogaaaa banyak yg udah paham mengenai hal ini ya Mba.
    Kalo urusan keuangan dan bank kadang agak sedikit ribet emang yha.
    tapiii ya kudu diurus, sih.

    BalasHapus
  24. Jadi semua bang syar'i di satukan namanya jadi BSI ya?

    BalasHapus
  25. terima kasih tulisannya, banyak yang tanya soal ini dan kebingungan.. saya jadi bisa bantu teman2 dengan mengirimkan link blog ini.

    dulu punya BRIS tapi udah lama tutup juga sih sebelum ada rumor merger.

    BalasHapus
  26. Aku pun punya rekening BNI Syariah dan belum migrasi dong Mba. Antriannya lumayan panjang banget bikin maju mundur, ditambah lagi PPKM. Emang harus ke Bank langsung kalau mau migrasi ke BSI. Btw, trims sharingnya Mba.

    BalasHapus
  27. saya juga sdh mingrasi dari BRI Syariah ke BSI. smoga layanannya lbh bagus lg

    BalasHapus
  28. Wah kok ada perbedaan dengan saldo yang ada ya mba. Semoga setelah ini bisa terbantu untuk mencocokkannya ya oleh BSI. Kalau baca cerita di atas agak ribet juga ya karena tidak bisa dilakukan online saja. Jaman gini kan semua2 maunya yang serba praktis.

    BalasHapus
  29. Aku belum mengurus lagi euuii~
    Kartuku masih Mandiri Syariah tapi sudah ada chipnya sih.. ((hehehe, seolah sebuah prestasi)).
    Karena sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mobile banking, yang waktu aku pindahan kemarin, asa gak diapa-apain, otomatis migrasi sendiri. Tapi memang kegiatan mobile banking jadi terhalang selama 2 harian gitu deh..

    BalasHapus
  30. Wah, toss kita Mba... saya jg sudah mengurus migrasi ke BSI (tapi dari BRI Syariah) pada akhir Juni lalu. Mudah kok ya, cuma memang kita mengagendakan hari tersebut khusus buat migrasi, rame banget di cabang tempat saya ngurus kemaren itu hehe

    BalasHapus
  31. wah iya, aku juga belum urus perpindahan rekening BNI Syariah ku ke BSI nih
    makasih da nulis ini mbak, aku jadi tahu gimana klo mau ngurus

    BalasHapus
  32. wah keren ya, semoga semakin amanah yaa :) jadi pengen ikutan ke BSI nih hihi

    BalasHapus

Posting Komentar