Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Persiapan dalam Membangun Data Center Indonesia

1 komentar
Sebagai seseorang yang bekerja di dunia digital, aku mulai belajar tentang data center. Meski belum punya perusahaan resmi atau lembaga yang kukelola sendiri, tapi aku menyadari data center juga sudah mulai dibutuhkan oleh pekerja personal di bidang digital. Definisi data center sendiri adalah sebuah fasilitas yangdikelola untuk kebutuhan sistem dan komponen komputer, seperti penyimpanan data (database) dan telekomunikasi. 




Misal, bagi para youtuber. Di mana mereka bisa menyimpan data-data video mereka yang besar filenya tidak main-main? Harus ada sebuah data center yang menghimpunnya. Syukurlah sekarang ini, sudah banyak penyedia jasa data center Indonesia. 

Hal ini tentu saja karena data center memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia bisnis di Indonesia. Di mana data center sangat diperlukan untuk menyimpan server data agar data tersebut aman. Kemudian, data center juga bisa mengolah data dengan baik. Namun, jika perusahaan kamu ingin memiliki data center sendiri juga bisa loh. Kamu bisa membangun sebuah data center.

Nah, dalam membangun data center tentunya kamu harus mempersiapkan beberapa hal dengan baik dan matang. Hal ini dilakukan agar data center tersebut bisa berfungsi dengan baik. Sehingga, perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang cukup banyak karena data bisa diakses dengan cepat dan mudah.

Berikut ini beberapa hal yang harus kamu persiapkan untuk membangun data center.

1. Infrastruktur Jaringan

Sebuah data center sangat berhubungan dengan IT. Hal ini karena data yang tersimpan dalam data center berupa server. Di mana server tersebut digunakan untuk mengakses data yang berkaitan dengan perusahaan. 

Nah, untuk server tersebut mudah untuk diakses maka, sebuah data center perlu membutuhkan koneksi yang stabil. Dalam hal ini koneksi yang stabil didapatkan dari infrastruktur jaringan. Dengan kata lain, infrastruktur jaringan bisa memudahkan koneksi dengan data jaringan yang berkecepatan tinggi.

2. Ruang Penyimpanan

Kemudian, jika kamu ingin membangun data center kamu juga harus mempersiapkan ruang penyimpanan atau yang biasa disebut storage. Di mana storage yang diperlukan harus mempertimbangkan jumlah data server yang kamu miliki. 

Namun, sebaiknya persiapkan storage yang melebihi jumlah data server. Hal ini dilakukan agar nantinya kamu bisa menyimpan lebih banyak data server.

Kemudian, dalam storage kamu juga memperlakukan pendingin serta pengatur suhu. Pendingin serta pengatur suhu membuat storage tersebut miliki suhu yang stabil dan tidak terlalu panas. Suhu yang terlalu panas bisa menjadi penyebab kebakaran.

Bukan hanya pendingin serta pengatur suhu saja, dibutuhkan backup listrik untuk storage. Alasannya tentu saja karena backup listrik bisa meminimalisir gangguan listrik, seperti pemadaman listrik. 
Selain itu, data yang ada di dalam storage juga harus dibackup secara berkala. Di mana backup data dilakukan untuk meminimalisir kerusakan atau kehilangan data yang terjadi akibat bencana alam, maupun kerusakan hardware dan  lainnya.

3. Keamanan

Membangun data center juga harus memperhatikan sistem keamanannya. Dalam hal ini perusahaan harus membangun keamanan dari dua segi. Pertama, tentu keamanan secara fisik. Kedua, keamanan secara non fisik atau dikenal dengan istilah digital.

Dari segi keamanan fisik, perusahaan harus menghire tenaga kerja IT yang handal serta berpengalaman. Hal tersebut dilakukan agar data yang tersimpan dalam data center bisa dikelola dengan baik. Kemudian, data yang tersimpan tidak mudah mengalami serangan cyber dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin mencuri atau merusak data.

Sedangkan, dari segi keamanan digital, data center harus dipasang CCTV untuk memantau keadaan. Sebaiknya, pasang CCTV di setiap sudut ruangan yang terdapat pada data center, agar keamanan bisa terus terjaga.

4. Disaster Recovery Center

Selain ketiga persiapan di atas, perusahaan juga harus mempersiapkan disasterrecovery center. Di mana disasterrecovery center ini merupakan sebuah tempat yang berfungsi untuk menyimpan aplikasi dan data cadangan. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada data yang mengalami kerusakan akibat bencana alam atau pencurian data.

Namun, ada yang perlu kamu ketahui, disasterrecovery center ini harus berlokasi yang cukup jauh dari data center. Hal ini tentu agar aplikasi serta data cadangan yang tersimpan tidak terkena imbas dari gangguan yang terjadi pada data center.

Itulah empat persiapan yang harus perusahaan mampu penuhi untuk membangun data center sendiri. Namun, jika perusahaan ternyata belum mampu memenuhi syarat untuk membangun data center sendiri, perusahaan bisa menggunakan jasa NEX Datacenter untuk menyimpan, serta mengelola data, karena keempat persiapan tersebut dimiliki oleh NEX Datacenter. []

Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

1 komentar

  1. Sudah saatnya Indonesia membangun data Center sendiri. Ke depan pertukaran data antar lembaga pemerintah misalnya, akan memerlukan akses data satu pintu. Itu berarti akan ada banyak server yg dibutuhkan.

    Nah, memilih jasa untuk data Center memang mempertimbangkan keamanan dan kemudahan. Saya itu sih.

    Moga indonesia makin maju.

    BalasHapus

Posting Komentar