Tuesday, July 23, 2019

Memaknai Idul Adha secara Optimal

Idul Adha adalah hari raya kedua terbesar bagi umat Islam.  Sayangnya, meskipun termasuk hari raya besar kemeriahannya menurutku tidak seheboh Idul Fitri. Memang sih Idul Fitri ada di urutan pertama, tapi beda antusiasmenya itu menurutku jomplang sekali.


Mulai dari hari liburnya yang sebentar, hingga bentuk perayaannya yang kurang meriah. Tahun ini bahkan Idul Adha jatuh pada hari Minggu yang artinya sama aja nggak ada hari libur khusus untuk merayakannya. Dampaknya, orang-orang tidak terakomodasi untuk melakukan mudik dan berkumpul dengan keluarga. Sehingga berefek kepada kekurangmeriahannya acara ini.

Idul Adha identik dengan dua hal, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban. Jika seseorang melakukan salah satu di antara dua hal ini, Idul Adhanya mungkin akan terasa lebih berkesan. Tapi tidak semua orang sanggup melakukannya karena keterbatasan biaya, ya keduanya memang membutuhkan dana cukup banyak.
Memaknai Idul Adha 
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk merayakan Idul Adha agar lebih bermakna? Secara umum, perayaan Idul Adha yang dilaksanakan oleh orang yang tidak menjalankan ibadah haji dan kurban mungkin 'hanya' salat ied di masjid terdekat.

Setelah itu balik ke rumah, kalau tidak ada undangan pembagian daging kurban di sekitar tempat tinggal maka tidak ada hal spesial lain yang bisa dilakukan. Apalagi misalnya sedang jauh dengan keluarga, duh rasanya pasti sepi sekali.

Tidak seperti pada Idul Fitri, kebiasaan silaturahmi dan saling mengunjungi tidak banyak dilakukan orang pada Idul Adha. Hal ini mungkin terkait dengan waktu libur yang tidak panjang.

Mari kita tengok timeline medsos pada Hari Raya Idul Adha. Selain postingan tentang salat Ied, foto yang bertebaran di media sosial adalah sekitar prosesi penyembelihan hewan kurban, acara kumpul-kumpul membuat sate bersama keluarga, atau ada yang sedang berhaji mengabadikan momen sakral di tanah suci.

Tapi ya Idul Adha sekali lagi perayaannya tidak sehingar-bingar Idul Fitri. Bukan aku ingin Idul Adha juga mengalahkan 'pamor' Idul Fitri, jika tidak bisa sama 'memperlakukannya' setidaknya tidak menyepelekannyalah.

Karena Idul Adha itu bukan sembarang hari raya. Idul Adha adalah hari raya yang sangat bermakna. Jadi mari kita kulik makna-makna yang terkandung dari Idul Adha ini.

Momen Saling Berbagi
Idul Adha adalah momen saling berbagi. Bisa ditunjukkan oleh ibadah kurban. Jika tahun ini kita belum bisa berkurban, minimal kita sudah punya niat untuk menabung agar bisa membeli hewan kurban. Konon, dengan berkurban secara filosofis kita akan membuang sisi kebinatangan yang ada pada diri kita. Tahu kan ya sifat-sifat binatang? Menyusahkan banget kalau terus dipelihara. Misalnya egois, iri, dengki, tidak peduli dengan orang lain. Semacam itulah.

Selain itu dari segi ibadah, pahalanya sangat besar di sisi Allah. Dari sisi kemanusiaan, kita juga dapat membantu saudara-saudara kita yang selama ini tidak biasa makan daging sapi atau kambing. Jika belum bisa berkurban sendiri satu ekor kambing atau sapi, bisa juga dimulai dengan bersedekah untuk tujuan kurban ke badan-badan yang menyalurkan dana kurban. Insyaallah dana yang kita salurkan meski sedikit akan menjadi sepotong dua potong daging bagi perut saudara kita yang sedang kelaparan di negeri-negeri perang.

Mengobarkan Semangat Berhaji
Semangat haji juga perlu kita tumbuhkan dalam diri kita. Meski kita belum punya cukup uang untuk mendaftar haji, tapi setidaknya kita sudah bertekad dan menabung sedikit demi sedikit untuk mencapainya. Akan ada jalan dari Allah untuk memudahkan jika kita sudah berniat kuat untuk berhaji.

Ibadah haji bukan hanya untuk orang-orang yang sudah tua. Semakin muda berangkat haji, maka semakin bagus. Ibadah haji adalah ibadah yang cukup banyak mengandalkan fisik sehingga sangat cocok jika dijalankan oleh para pemuda.

Mengapa pula kita perlu berhaji? Haji termasuk ke dalam Rukun Islam yang berarti wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Meskipun terdapat embel-embel bagi yang mampu, tapi kita tetap harus memampukan diri. Karena Allah tidak akan mengubah nasib kita jika kita tidak berusaha.

Rangkaian ibadah haji juga memiliki makna yang sangat luas. Bisa menjelajah tanah para nabi bukankah adalah sesuatu yang istimewa? Itu bisa didapatkan dengan pergi berhaji. Bisa beribadah di tempat-tempat mustajab, bukankah itu sesuatu yang privillage?

Tidak semua orang merasa terpanggil untuk melakukannya. Apalagi ada jaminan Allah akan mengabulkan doa orang yang pergi berhaji karena doa-doa mereka panjatkan di tempat mulia. Belum lagi dari sisi pahala, masyaallah banyaknya.

Mari tekadkan diri untuk menjalani dua ibadah besar saat Idul Adha, yaitu berkurban dan berhaji.

Bagaimana, apakah pikiran kita sudah terbuka mengenai pemaknaan perayaan Idul Adha? Maknanya yang begitu dalam semoga tidak tertutup hanya karena liburnya kurang panjang atau aktivitas saat Idul Adha monoton saja. Semoga ada Idul Adha di tahun-tahun berikutnya kita sudah bisa melaksanakan dua ibadah besar di atas. Amin.

Artikel Terkait

8 komentar:

irabooklover said...

Setuju banget soal libur Idul Adha yang tak panjang ini, dulu waktu kuliah saya susah buat mudik karena liburnya cuma sehari.

Tapi dulu waktu kecil menurut saya Idul Adha sama meriahnya dengan Idul Fitri. Cuma minus keluarga jauh saja yang biasanya tak hadir. Tapi plusnya pas Idul Adha kami bisa maraton nonton sapi yang disembelih mulai dari RT sendiri sampai ke RT-RT tetangga XD

Fatimah Aqila said...

Iya ya idul adha kali ini bertepatan sama hari minggu, jadi ya sama seperti hari libur biasa karena seninnya harus kembali kerutinitas. Tapi, semoga tidak mengurangi makna idul adha itu sendiri. Maknanya tetap dapat ya mbak. Hihihihi

Melisa Carollina said...

Sbentar lagi idul adha ya, selamat menjalankan ibadah idul adha bagi yg merayakan .. Tpi benar sayangnya kurang semeriah idul fitri, euforianya itu loh ad yg beda rsanya hehe Smoga idul adha tahun depan lebih banyak liburnya ya hehe

Enny Ratnawati said...

Habis solat ied. Bawa bocah potong sapi. Itu rutinitas.
Emang kayak nya gak semeriah idul fitri. Tapi semangatnya perlu kita jata dong ya

Mia said...

Makna Idul Adha yang kupahami adalah pengorbanan sebagai konsekuensi dari keimanan. Di satu sisi juga ada aktivitas mendekatkan diri kepada Allah dengan mengorbankan harta untuk menyembelih hewan kurban & dagingnya dibagikan kepada sesama.

Eny kadinda Aprilya said...

Emang banyak bgt makna kebaikannya yah mba. Bersyukur selalu bisa bertemu idul Adha tiap tahunnya

Ruli retno said...

Makna idul adha ternyata mendalam juga ya. Bahkan kata pak ustadz, idul adha itu lebih dari idul fitri. Karena ada ibadah Qurban setelah solat ied. Semoga di panjangkan usia untuk berhaji dan berkurban ya mbak

Rizky Ashyanita said...

Btw, bener juga sih mbak. Idul Adha ku sekarang rasanya biasa aja. Terlebih jauh dari keluarga :((


Salam,

www.rizkyashya.com

Post a Comment

Say something nice, for a change.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates