Tuesday, May 21, 2019

Zakat dan Sedekah di Bulan Ramadan

Di bulan puasa seperti ini, pengeluaran amal berupa zakat dan sedekah semakin banyak dilakukan oleh orang-orang. Selain pahalanya yang lebih besar jika dibandingkan dengan bulan lain, zakat dan sedekah juga membuat orang yang melakukannya bahagia.

Bahkan di Alquran disebutkan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan harta. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” (QS. At-Taubah: 103). Lalu apa perbedaan zakat dan sedekah? Yuk, kita bahas satu persatu.

Zakat merupakan jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang ditentukan oleh syariat Islam. Zakat sendiri banyak jenisnya, dua diantaranya yang dikeluarkan pada bulan Ramadan adalah zakat fitrah dan zakat profesi. 

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang hidup, bahkan bayi sekali pun. Besar zakat fitrah setiap orang adalah 3,5 liter beras atau 2,5 kg beras atau uang senilai tersebut. Waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah dari awal bulan Ramadan hingga sebelum mengerjakan salat Idul Fitri.

Sedangkan zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan oleh orang yang memiliki jumlah pendapatan senilai 653 kg beras (sekitar Rp. 6.530.000,-). Zakat profesi dikeluarkan setiap kali menerimanya. Jadi jika gaji seseorang sebesar Rp. 6.530.000,- atau lebih per bulan, maka ia sudah wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% setiap bulannya.

Karena gajiku belum sampai nisab tersebut di atas, jadi aku belum wajib mengeluarkan zakat profesi. Meskipun begitu, aku tetap ingin beramal dengan cara sedekah. Sedekah adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat sesuai dengan kemampuan pemberi sedekah.

Sedekah bebas besarannya, tidak ada aturan seperti zakat. Aku sendiri biasanya menyisihkan sebesar 2,5% dari total gaji setiap bulan. Uang tersebut lalu kukumpulkan selama setahun penuh lalu kubagikan ketika lebaran. Beberapa istilah lain dari sedekah adalah infak, derma, sumbangan, angpau (padahal ini budaya Cina ya), dan lain sebagainya.

Pada bulan Ramadan, biasanya sebagian orang mendapatkan THR disamping gaji pokok. Nah, jika total gaji+THR seseorang pada bulan Ramadan mencapai nisab zakat profesi maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Jika kalian kebingungan menyalurkan zakat dan sedekah kemana, sekarang ada banyak sekali lembaga penyalur zakat terpercaya di Indonesia. Jadi tidak perlu bingung dan khawatir lagi bersedekah.


Bersedekah sendiri tidak mesti dalam bentuk uang. Di bulan Ramadan seperti sekarang ini, bersedekah ada banyak caranya. Seperti membantu menyiapkan penganan buka bersama di masjid, membagikan air mineral saat tarawih, memberi makan hewan di jalan, dan yang paling simpel adalah senyum. Ya, senyum adalah sedekah.

Jadi yuk, mari tunaikan kewajiban zakat dan sedekah kita. Insyaallah Ramadan kita jadi lebih berkah.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Say something nice, for a change.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates