Saturday, May 18, 2019

How I Study with(out) Ruangguru


Aku barusan selesai nonton videonya Gita Savitri Devi yang berjudul How I Study. Aku tertarik dengan perubahan cara belajarnya dari SMA, persiapan kuliah, hingga saat kuliah. Di SMA dia termasuk anak yang malas belajar, lebih tepatnya tidak tahu cara belajar yang tepat. Tapi ketika sudah berada di Jerman dan mengikuti program persiapan kuliah, dia berpikir harus merubah cara belajarnya. Karena ya kalau gagal risikonya besar dan yang jelas menghabiskan biaya yang tidak sedikit.


Selain itu, aku menemukan beberapa kesamaan metode belajar Gita denganku saat di sekolah dulu. Waktu di SMA aku juga merasa agak bodoh. Mungkin karena di sekolah aku dikelilingi oleh teman-teman yang pintar. SMA-ku memang sekolah unggulan tempat berkumpulnya siswa-siswa terbaik dari seluruh kabupaten.


Sedangkan pada waktu SMP aku tidak menemukan banyak kesulitan dalam belajar. Mungkin karena standar akademik di SMP kecamatanku juga tidak terlalu tinggi atau karena mata pelajarannya yang masih sedikit dan yang jelas tingkat kesulitannya masih rendah. Hanya saja saat aku mengikuti olimpiade Biologi mewakili sekolah aku merasa sedikit keteteran.

Aku kebingungan mau belajar mulai mana. Olimpiade kan bahasannya universal dan terkadang sifatnya aplikatif. Dan sudah jadi rahasia umum jika olimpiade tingkat SMP, materinya pasti setara SMA. Begitu juga jika olimpiade tingkat SMA, pasti soal-soal yang keluar kesulitannya menyerupai materi kuliah.

Aku baru tahu metode belajar yang cocok bagiku itu saat SMA. Itu pun setelah melewati berbagai proses yang membuatku sempat berpikir bahwa aku cukup bodoh berada di lingkungan jenius ini. Awalnya di SMA aku clue less bagaimana cara terbaik belajar dengan hasil yang memuaskan (baca: nilai ulangan yang tinggi).

Satu-satunya cara terbaik yang kutahu pelajaran paling mudah masuk ke otakku itu saat cara mengajar gurunya yang menyenangkan. Sedangkan guru yang menyenangkan versiku itu tidak banyak. Dan jelas ini sangat tergantung banget dengan faktor luar yang sebenarnya bukan aku banget.


Jika teman-teman yang lain dulu bisa dengan mudah ikut bimbingan belajar di rumah para guru (well yeah dulu lembaga bimbel belum ada seperti sekarang di kota kecilku), aku tidak bisa seperti mereka karena kendala rumah yang jauh. Membutuhkan waktu satu jam perjalanan untuk bolak-balik sekolah-rumah-sekolah.

Jika pulang jam 2 lalu bimbel jam 4, aku hanya punya waktu satu jam di rumah untuk balik lagi, wah itu capek banget sih. Karena aku pernah mencoba melakukannya, jadi aku tahu betapa teparnya. Hehe. Aku sempat ikut bimbel untuk pelajaran matematika, kimia, dan fisika. Hanya masuk beberapa kali, setelah itu menyerah karena capek.

Jadi aku lebih memilih belajar sendirian di rumah saja. Dan ya seperti Gita, aku tipe pembelajar introvert yang kalau materi itu lebih mudah nyantol kalau aku belajar khusyuk sendirian. Dengan belajar sendirian lewat catatan saat belajar di kelas dan buku paket yang tebal-tebalnya itu subhanallah, akhirnya aku mengetahui cara belajar yang tepat untukku.

Metode belajar yang paling cocok untukku adalah dengan memahami konsep keseluruhan terlebih dahulu baru menghapalkan. Dengan memahami konsep terlebih dahulu, proses mengingat materi pelajaran menurutku jadi lebih mudah. Karena buku dan fasilitas belajar kreatif dulu itu masih terbatas, aku membuat sendiri konsep-konsep pelajaran dengan menyalin poin-poin penting di sebuah buku kecil agar bisa kubawa ke mana-mana.
 
Ringkasan Matematika

Tidak hanya itu, seperti Gita yang menyalin ringkasan pelajaran di kartu-kartu kecil, aku juga melakukannya. Bedanya aku tidak pakai kartu khusus. Hanya kertas buku tulis yang kulipat kecil-kecil dan kalau dibuka panjangnya seperti ular naga. Nah, kertas-kertas kecil ini biasanya selalu kubawa kemana aku pergi biar bisa kubaca ketika senggang.

Selain itu, kamarku penuh dengan tempelan ringkasan-ringkasan materi atau rumus. Tujuannya supaya aku terbiasa dengan rumus dan ringkasan tersebut dan lama-lama jadi hapal di luar kepala. Kebiasaan itu berlanjut hingga aku kuliah.

Baru-baru ini aku melihat vlog Gita syuting untuk Ruangguru. Aku kepo dong, ternyata dia adalah salah satu dari brand ambassador Ruangguru yang diberi nama Ruangguru Squad bersama beberapa influencer lain yang concern dengan pendidikan.
 
Ruangguru Squad

Ruangguru sendiri adalah bimbel online terbesar dan terpercaya di Indonesia dengan jutaan pengguna dari Sabang sampai Merauke. Ruangguru menyediakan semua mata pelajaran dengan semua kurikulum untuk semua jenjang dari kelas 1 SD-12 SMA. Ketika pengguna berlangganan pada satu jenjang, maka pengguna dapat membuka semua kelas di jenjang tersebut.

Seandainya saat SMP itu Ruangguru sudah ada, aku pasti akan menggunakannya sebagai persiapan sebelum olimpiade. Materi biologi yang luas banget itu mungkin bisa lebih mudah kupahami dengan bantuan infografis yang ada di Ruangguru. Ya, aku tak perlu lagi menulis konsep sendiri, di Ruangguru konsep-konsep umum pelajar tersaji dalam bentuk infografis yang menarik.

Infografis di Ruangguru

Seandainya Ruangguru sudah ada saat aku sekolah dulu, aku pasti akan lebih mudah dalam menghadapi ujian. Soal-soal UN, UTBK, SBMPTN tahun sebelumnya untuk latihan bisa kudapatkan di Ruangguru. Sebelum tryout di sekolah, aku sudah bisa mengasah kemampuanku sendiri di rumah baik lewat smartphone atau pun PC/laptop melalui fitur tryout.

Seandainya saat aku sekolah itu sudah ada Ruangguru, aku tidak perlu ikut bimbel puluhan kilometer. Aku hanya perlu berlangganan aplikasi Ruangguru dan menikmati berbagai fiturnya yang menarik, terutama video penjelasan materinya yang sangat mudah dipahami. Semangat belajarku pasti jadi lebih besar dan yang terpenting aku tidak akan merasa menjadi anak bodoh di sekolah unggulan.

Syukurlah sekarang sudah ada Ruangguru. Pemanfaatan teknologi untuk kemudahan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak di Indonesia dapat dicapai dengan Ruangguru. Tidak ada alasan lagi untuk tidak berprestasi karena kemudahan yang diberikan Ruangguru harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.[]

Artikel Terkait

9 komentar:

Khoirur Rohmah said...

Dengan Ruang Guru, belajar di manapun bisa asalkan niat untuk bisa belajar ya mbak.
Apalagi nggak capek2 sampe les beberapa kilo meter hehehhe
btw aku belum liat itu videonya dari Gita Savitri mbak, boleh ahh melipir

Liza said...

Kalau aku pas SMA prestasi belajarku menurun juga. Entah kenapa aku lebih suka di kegiatan ekskul seperti kelompok karya ilmiah, ikut MTQ, dll. Tapi pas kuliah, prestasiku semakin baik lagi

Zefy Arlinda said...

Ga ada lagi alasan untuk ga belajar. Memang aku akuin kalau ruang guru adalah salah satu solusi belajar efektif yang baik

Nurul Fitri Fatkhani said...

Dengan mengikuti les di Ruangguru,tidah hanya bisa membantu agar bisa lebih berprestasi saja. Belajar juga jadi lebih praktis. Tidak perlu keluar rumah, jadi gak kena macet dan gak perlu ongkos juga ya hehehe

Peri Hardiansyah said...

Wah jelas donk kalau belajar trus ditambah support bakal lebih greget lagi, soalnya terkadang juga perlu metode dan ilmu yang lain juga, dan itu biasanya bisa didapat dari bimbel.

Eny kadinda Aprilya said...

Sekarang canggih banget yah semenjak ada bimbel online belajar pun jadi makin mudah.. apalagi yg mau ujian para anak SMA/SMK

Rhoshandhayani KT said...

Kalo ruangguru ada saat jamanku, ya aku akan pake. Lebih enak belajar pake apps berbayar, daripada bimbel offline. Sebab, ya aku introvert juga sih, haha

Tukang jalan jajan said...

RuangGuru ngebuat anak murid jadi lebih mudah memanfaatkan waktu. ngga erlu repot menyedikan waktu khusus dan bertatap muka. bisa kapan saja dimana ada waktu luang. tinggal dimanfaatkan ajadengan belajar dan semuanya lancar dan beres

lendyagasshi said...

Ini yang aku renungkan dari kemarin.
Lebih baik menjadi Ikan besar di kolam kecil atau ikan besar di kolam besar?

Maksudnya,
Menjadi anak yang paling pintar di sekolah yang biasa-biasa saja atau menjadi anak biasa di sekolah yang isinya anak-anak pintar...?

Ruangguru bisa membantu anak belajar dengan efektif di rumah.

Post a Comment

Say something nice, for a change.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates