Thursday, November 9, 2017

Kenapa Calon Pengantin Harus Menggunakan Gift Registry?

Halo calon pengantin, apakah tanggal resepsimu sudah dekat? Sudah satu minggu lagi? Satu bulan lagi? Masih satu tahun lagi? Atau bahkan kamu belum merencanakan tanggal pernikahan sama sekali, karena jodohnya belum ada? Jangan sedih dulu, karena semua jomblo berhak menyandang gelar sebagai calon pengantin. Siapa juga yang enggak pengen nikah, ya kan?

Setelah menulis tentang tips menyiapkan 14 hal sebelum hari pernikahan, aku merasa masih ada yang kurang. Ternyata masih ada satu tips belum kumasukkan di sana. Meskipun terdengar sepele, tapi menurutku ini penting untuk dilakukan oleh calon pengantin yaitu membuat gift registry. Hei, yang benar saja Rindang! Kado mah urusan para tamu. Benar sih, tapi kan kalau kita sudah punya wishlist para calon tamu juga akan terbantu.

Terbantu gimana, bukannya malah jadi nggak surprise? Sering lho aku mengalami kebingungan mau bawa kado apa saat teman mengadakan resepsi pernikahan. Bawa ini, takut dia sudah punya. Bawa itu, takut dia enggak butuh. Bawa ini-itu, takut sama dengan yang lain sehingga mubazir. Nah, kalau calon pengantin menggunakan gift registry kan enak. Aku tinggal beliin dia barang yang sedang dia inginkan dan tentunya berguna.

Namanya kado, dikasih orang dalam bentuk barang apa pun sebenarnya senang terus. Apalagi kalau ternyata kado yang diterima adalah barang impian, senengnya double pasti. Jauh lebih senang daripada dapat barang yang tak disangka-sangka, tapi ternyata tidak banyak berguna buat pribadi. Jadi, pilih surprise atau manfaat barangnya? Kalau aku sih, pilih yang kedua.

Waktu resepsi pernikahanku, kado yang datang bejibun dan beberapa isinya ada yang sama. Bukan nggak ngehargain yang ngasih, tapi kalau banyak barang yang sama juga buat apa. Kalau baju atau kerudung masih oke, tapi kalau barang sejenis kompor atau magic jar? Toh yang kugunakan sehari-hari cuma satu. Sayang kan?

Terus, gimana dong bikin gift registrynya supaya tepat sasaran? Nah, baru-baru ini aku ketemu web yang ciamik banget, yaitu wishlistku.co.id. Di sana para calon pengantin bisa membuat daftar kado impian dan bisa membagikannya lewat media sosial, jangan lupa tandai akun keluarga dan teman-teman yang telah diundang ke acara. Dijamin, kado impianmu bakal tiba di hari bahagia dan menghindarkan para tamu undangan untuk membeli barang yang tidak/belum dibutuhkan.


Sistem di web ini juga sudah diatur sedemikian rupa untuk memanjakan penggunanya. Para calon pengantin cukup membuat akun, membuat daftar barang keinginan dari toko manapun di seluruh Indonesia dengan spesifikasi setepat-tepatnya beserta kisaran harga, lalu para teman dan keluarga dapat melihat dan menandai kado apa yang ingin mereka hadiahkan kepada mempelai.

Tak perlu khawatir kalau barang yang akan dihadiahkan beberapa orang akan sama, karena barang yang akan diberi harus ditandai oleh si pemberi kado. Jangan takut juga jika harga barang incaran terlalu tinggi, toh di Wishlistku ada sistem patungan antar sesama pengguna (group gift) sehingga barang impian tetap dapat terwujud tanpa memberatkan si pemberi kado.

So, kenapa calon pengantin perlu menggunakan gift registry? Seenggaknya ada 5 jawaban yang bisa kurangkum buat menjawab rasa pertanyaan kalian.
1. Tepat sasaran
2. Bisa menulis spesifikasi barang lengkap dan tepat sesuai keinginan dan kebutuhan
3. Membantu keluarga dan teman sehingga tidak bingung memutuskan mau membeli kado apa
4. Menghindari kemubaziran karena kemungkinan mendapatkan barang yang sama jauh lebih kecil daripada tidak pakai gift registry
5. Dapat mengorganisasi barang keinginan pribadi dengan rapi


Keren banget kan gift registry di Wishlistku? Tidak hanya untuk para calon pengantin saja lho ya, buat yang mau ngadain acara ulang tahun, syukuran akikah anak, atau pun sekadar wishlist buat diri sendiri juga bisa. Sebebas-bebasnya, template akunmu juga bisa dicustome sedemikian rupa. Yuk, buat daftar keinginanmu dan dapatkan barang-barang impianmu lewat Wishlistku!

Tuesday, November 7, 2017

Mata Kuliah Pilihan

Lagi kangen masa kuliah, nih. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan. Salah satunya tentang mata kuliah pilihan yang bermuara pada pengerucutan minat di jurusan. Aku, si pecinta alam yang suka eksakta ini, sejak awal masuk jurusan Biologi memang sudah bertekad untuk mendalami ilmu lingkungan. Oleh karena itu, sejak semester III ketika mata kuliah pilihan mulai dimasukkan dalam KRS aku konsisten mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan ilmu lingkungan.

Hanya saja, secara teknis pengambilan keputusan mata kuliah pilihan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Ada beberapa faktor yang membuatku tidak bisa seenaknya mau ambil ini-itu, salah satunya adalah jumlah minimal mahasiswa yang mengikuti matkul pilihan tersebut. Kalau tidak salah, sebuah matkul di satu semester hanya akan diadakan jika jumlah mahasiswanya minimal 10 orang. Kendala lain, aku tak bisa mengambil semua ilmu lingkungan pada semester tertentu karena jumlah SKS mata kuliah ilmu lingkungan yang boleh diambil pada semester itu (ganjil/genap) kurang dari atau lebih dari SKS maksimal yang bisa kuambil.

source

Aku nggak pernah mau rugi kalau masalah SKS. Haha. Kurang satu saja rasanya sayang. Jadilah, kadang aku mengambil mata kuliah pilihan yang menyerempet bidang lain, yaitu tumbuhan, hewan, dan mikrobiologi (bidang molekuler belum dikembangkan di jurusanku waktu itu, sekarang sudah jadi pilihan minat tersendiri). Dan, masalah yang terakhir adalah bentroknya jadwal kuliah dari beberapa mata kuliah wajib atau sesama matkul pilihan.

Sudah jadi tradisi, di setiap awal semester aku dan teman-teman sibuk mengisi KRS dengan berbagai macam pilihan mata kuliah dengan mempertimbangkan peminatan, jadwal kuliah, dan jumlah SKS maksimal masing-masing. Serunya itu di sini. Pernah, waktu aku dan beberapa teman mencoba ngelobi seorang dosen mengenai jadwal kuliah dua matkul pilihan (ekologi hewan dan ekologi tumbuhan) yang diambil agar kami bisa tetap mengambil keduanya sekaligus dalam semester ini (karena pertimbangan-pertimbangan di atas).

Kamu ini, maunya masuk mana, sih? Milih botani atau zoologi, kok keduanya diambil?” Sang dosen yang memang terkenal galak tersebut geleng-geleng kepala setelah mendengar ‘tuntutan’ kami.

Milih ekologi, Bu. Jawabku, dalam hati.

Endingnya kami bisa memperjuangkan kedua mata kuliah tersebut sehingga aku bisa mengambil kelas keduanya. Mungkin, bukan hanya ibu dosen di atas saja yang heran betapa pilihan mata kuliahku beragam sekali jenisnya. Sebenarnya, mata kuliah di luar ilmu lingkungan hanyalah pelengkap agar SKSku tak hangus. Meski terlihat hobi belajar apa saja, aku sebenarnya menghindari mata kuliah yang menjurus ke mikrobiologi. Sudah materinya mumet, efeknya ke lingkungan juga tidak terlalu besar. Begitu pikirku.

Sebut saja aku kena tulah. Kadang, ketika kita menghindari sesuatu, hal tersebut malah mendatangi kita dengan senang hati. Di akhir semester 6, aku ditawari tema penelitian bertema mikrobiologi lingkungan. Mau menolak, rasanya kesempatan untuk masuk ke tim proyek prestisius seperti itu mungkin tak akan datang dua kali. Jika aku menerima, berarti aku harus belajar banyak lagi karena mata kuliah pilihan bertema mikrobiologi tidak banyak kuambil sebelumnya. Bismillah, akhirnya kuterima tawaran tersebut.

source

Tebak, akhirnya aku dua tahun ‘kuliah’ di kelas, di laboratorium, dan di lapangan untuk menyelesaikan mega proyek ini. Aku tidak sedih dan menyesal (karena ada banyak hal baru yang bisa kupelajari), tapi juga tidak bisa terlalu bangga (karena target kelulusanku mundur jauh dari ekspekstasi).


Begitulah sekilas cerita singkatku tentang serba-serbi mata kuliah pilihan saat aku kuliah dulu. Sedikit banyak hal yang terlihat remeh tersebut mempengaruhi kehidupanku di masa sekarang. Nantilah, aku cerita-cerita lagi tentang hal-hal seru lainnya saat aku kuliah. Bye!

Wednesday, November 1, 2017

Review Oktober 2017

Apa ya kata yang bisa menggambarkan kondisiku selama bulan Oktober tahun ini? Bergejolak. Yup, itu sepertinya adalah kata yang tepat. Ada banyak perubahan dan kejadian yang terjadi di bulan ini. Satu lagi, aku merasa Oktober berlalu sangat cepat. Weekend selalu datang tanpa aku sempat mengharapkannya seperti bulan-bulan sebelumnya. Entah aku terlalu bersemangat dengan pekerjaanku atau dunia memang sudah akan kiamat. (Fyi, salah satu tanda akhir zaman adalah waktu berlalu tanpa terasa). Hingga tanpa kusadari, tanggal menjadi muda kembali dan aku harus menulis ‘laporan’ hidupku ini lagi.

Keluarga
Di bulan ini, tidak banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Meski begitu, aku dan suami menyempatkan waktu paling tidak seminggu sekali mengunjungi mertua dan si kecil Davin. Ada sih, satu kali acara di rumah kakek yaitu haulan memperingati almarhum datu (neneknya mama). Setengah hari Jumat itu aku bisa agak lama kumpul dengan keluarga.

Pekerjaan
Jadwal sampling bulan ini lumayan padat. Ada dua perusahaan besar di HSS dan HST yang meminta pengambilan sampel air dan udara di bulan ini. Permintaan pengujian sampel pun bertambah. Sungguh, tahun ini kayaknya tahun tersibuk di lab. Saat aku menulis ini, sudah ada 170 kode sampel dengan jumlah per kode 1-16 buah, serta sudah ada 12 kode sampel udara dengan kisaran jumlah 1-10 per kode.


Kabar buruk di bulan ini adalah aku nggak bisa ikut SKD untuk CPNS LIPI gara-gara nggak diizinkan mama. Alasan mama, penempatan kerjanya yang di pusat itu jauh dari rumah. Padahal dari awal masa pendaftaran, aku sudah koar-koar ke seluruh keluarga. Saat itu, mereka mengizinkan. Hiks. Aku sedih.

Traveling
Jalan-jalanku bulan ini masih di sekitar Banjarbaru, aku ke sana sekalian berhadir di momen wedding partynya teman seangkatanku. Destinasi yang kupilih kali ini adalah Danau Seran. Tempatnya lagi hits dan pemandangannya juga bagus. Fasilitasnya pun ok. Tunggu ulasanku khusus tentang Danau Seran ya.


Kesehatan
Akhirnya, aku tumbang juga. Panas dalam, flu ringan, dan batuk menyerangku di tengah bulan. Tubuh pun rasanya remuk karena aktivitas fisik yang lebih berat daripada biasanya, sampling, nganalisis sampel seabrek-abrek, dan motoran ke Banjarbaru. Untungnya, nggak sampai bed rest. Aku hanya konsumsi vitamin C, larutan untuk panas dalam, dan obat batuk andalanku plus tidur cepat saat malam.

Kursus menjahit
Masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Aku bolos kursus sebulan penuh.

Buku
Bulan ini ada satu buku fisik yang kutamatkan yaitu TNT#7. Review menyusul ya. Dari wattpad, aku nemu satu novel yang bagus di bulan ini yaitu She's The Boss!. Ceritanya keren, authornya kece. Aku juga tertarik untuk mereview novel ini. Oya, aku juga beli buku online di bulan ini. Paket novelnya salah satu penulis favoritku, Riawani Elyta.


Blogging
Bloggingku mulai teratur, setidaknya di akhir bulan Oktober. Semoga bisa terus nulis dan mulai ikut lomba lagi. Aamiin.

Yup, segitu aja ceritaku di bulan ini. Terima kasih yang sudah mau baca ya. Gak ada yang baca pun sebenarnya aku nggak ambil pusing, karena review ini kuniatkan sebagai diary bulanan hidupku yang sok sibuk ini. Khusus untuk diri sendiri dan pencapaian pribadi.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates