Saturday, December 31, 2016

Book Haul 2016

Kali ini aku merayakan akhir tahun dengan sedikit berbeda, salah satunya adalah dengan membuat postingan tentang buku-buku apa saja yang berhasil kumiliki pada tahun 2016 ini. Tahun-tahun sebelumnya aku sudah kehilangan jejak akibat terlalu bersemangat membaca setiap dapat buku baru dan terlupa menulis tanggal terima di bagian dalam buku.

Setidaknya aku mendapatkan 10 kali paket buku pada tahun ini dengan total 23 buku. Kalau dirata-ratakan sekitar 2 buku per bulan. Tentunya yang kubaca lebih dari itu karena beberapa kali aku juga pernah pinjam buku di perpustakaan daerah dan reread dari koleksi lamaku. Oya, dari 10 paket buku tersebut 2 diantaranya kudapatkan karena menang lomba review dan giveaway. Sisanya adalah hasil cuci mata di toko buku dan belanja online.

Langsung saja ya berikut list buku-buku tersebut. Tanggal yang tercatat adalah tanggal ketika aku menerima buku di tanganku, karena sebagian besar paket buku berasal dari luar kota.

1.        20 Januari 2016

Di awal tahun ini aku pertama kali membeli buku di Penerbit Stiletto Book. Buku yang aku incar adalah buku Blogging: Have Fun and Get The Money yang baru terbit akhir tahun 2015. Supaya ongkirnya efektif aku beli satu lagi buku yang berjudul Keseimbangan Hidup Perempuan karena pernah baca reviewnya. Alhamdulillah, isi kedua bukunya sesuai dengan ekspekstasiku. Yang bikin tambah senang lagi, aku dapat free gift berupa pembatas buku berbahan kanvas. Oya, untuk membeli kedua buku ini plus ongkirnya aku harus merogoh kocek sebanyak Rp. 81.800,-.


2.        19 Maret 2016

Pada kesempatan kali ini aku membeli buku langsung di toko buku. Kebetulan waktu itu aku sedang ada pelatihan dari kantor di Banjarbaru. Pas ada free time aku langsung cabut ke Toko Buku Salemba. Niatnya cuma mau cuci mata, tapi seperti biasa pas pulang bawa buku ke kasir. Aku dapat buku Crossroad, cerita tentang traveling ke Toraja dan teman tapi baper. Aku suka ceritanya, beruntung deh gak salah beli. Harga bukunya  Rp. 55.000,-.

3.        7 Mei 2016

Kali ini aku dapat hadiah buku gara-gara menang sebagai juara 3 lomba review buku Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi (CMKP) dari Penerbit Stiletto Book. Sebagai info buku CMKP nya pun kudapatkan dari kuis penerbit yang sama pada tahun 2015 beserta sebuah pouch. Alhamdulillah. Hadiah yang kudapatkan adalah dua buku dan sebuah merchandise berupa kotak tisu berbahan kanvas. Senangnya karena motif tissue boxnya sama persis dengan motif pouch yang sebelumnya aku dapat. Sekarang kedua benda tersebut sudah kusulap menjadi sebuah clutch bunga-bunga lucu. Tinggal dijahit dan ditambah rantai.

Tissue box dan pouch

Isi paket bukunya adalah novel Dear Friend with Love dan buku A Cup of Tea: Menggapai Mimpi. Untuk buku yang kusebutkan terakhir, sebelumnya aku sudah punya hasil dari menang GA juga dari akun twitter @fifnoor yang kuterima pada tanggal 16 Maret 2015. Akhirnya, buku yang terbaru kuhadiahkan pada seorang teman yang juga suka membaca ketika ia menikah.

Bukunya sendiri memang bagus, berisi kumpulan kisah inspiratif tentang bagaimana proses orang-orang dalam menggapai mimpi. Sedangkan novelnya sendiri cukup menghibur karena ceritanya menghibur dan ringan. Kerennya lagi ternyata proses penulisan novel ini berawal dari blog. Wow.

4.        20 Mei 2016

Kali ini aku juga masih mendapatkan buku hadiah dari GA di blog www.rindagusvita.web.id. Judul bukunya Meraih Mimpi dengan Beasiswa. Sejak diterbitkannya buku ini aku memang sudah pengen sekali melahap isinya. Alhamdulillah rezeki, dapat bukunya karena menang giveaway. Isi bukunya memang keren, kagum banget sama penulisnya bisa dapat beasiswa berkali-kali. Bikin aku tambah ngebet pengen dapet beasiswa S2 juga.

Paket gratisss

5.        25 Juni 2016

Kali ini aku membeli buku dengan dorongan impulsif dari nafsu membacaku. Setelah melihat status akun facebook Zamie Bolin, seorang penjual buku yang sedang mempromosikan buku-buku jualannya, aku tergoda untuk membeli paket 6 buku seharga seratus ribu. Ke-6 buku yang kubeli tersebut adalah Bunda Tahan Banting, Cinderella Tuathina, Rahasia Penulis Hebat, Kekasih Sang Dokter Sisilia, Dokter Playboy, dan Misteri Sebuah Peti Mati 2. Sayang untuk yang disebutkan terakhir berbeda dengan judul buku yang sampai ke rumah yaitu Misteri Lemari Antik dari penulis yang sama. Okelah pikirku, toh genrenya juga sama jadi aku tak berniat untuk mengajukan komplain.

Bunda Tahan Banting berisi curhatan seorang ibu dalam mengelola bisnis dan mengurus keluarganya, not bad lah meski gaya penulisannya seperti gaya penulisan di blog. Cinderella Tuathina adalah sebuah novel Amore yang bercerita tentang kisah cinta seorang housekeeper. Rahasia Penulis Hebat adalah buku nonfiksi keroyokan dari para penulis novel hebat.

Kekasih Sang Dokter Sisilia dan Dokter Playboy adalah harlequin. Sedangkan Misteri Lemari Antik merupakan novel horor lokal. Untuk ketiga novel terakhir hanya asyik untuk sekali baca, bukan untuk dikoleksi. Namanya juga beli impulsif. Hiks. Oya, untuk biayanya plus ongkir aku harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 129.000,- untuk ke-6 buku tersebut.

6.   1 Juli 2016

Dalam rangka mengupgrade diri agar lebih lancar berbahasa inggris aku membeli novel impor yang ternyata susah-susah gampang dicarinya, bahkan secara online. Jadilah aku masuk ke situs Periplus, toko khusus jual buku impor. Karena dikirimnya dari UK sana makanya lama banget baru sampai, tanggal pengirimannya 9 Juni sedangkan datang baru 1 Juli. Butuh kesabaran ekstra.

Buku impor pertama milikki

Oya, aku memilih Guidebook to Murder sebagai koleksi buku impor pertamaku. Karena dari review yang kubaca genrenya tentang detektif gitu. Beruntunglah aku berhasil sampai selesai membacanya, meski ada beberapa bagian yang miss bagiku. Oya, selain sulit dipahami buku ini juga muahal dengan harga Rp. 268.000,- untuk satu buku 220 halaman ini plus ongkos kirimnya.

7.        4 Juli 2016

Kali ini aku order buku ke Mizan Store. Awalnya hanya karena ingin beli paket KKPK 10 buku 50 ribu untuk THR buat sepupu-sepupu kecilku. Namun, supaya menghemat ongkir aku pun membeli dua buku tambahan yaitu The Naked Traveler 1 Year #1 dan Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu. Kedua buku tersebut memang sudah menjadi incaran lamaku, terutama yang TNT 1 Year itu. Kedua buku yang sama-sama tebal ini mampu memuaskan dahaga bacaku. Biaya yang harus kukeluarkan untuk membeli buku plus buku paket KKPK dan ongkirnya adalah Rp. 198.740,-.

8.        10 Agustus 2016

Kali ini aku jalan-jalan ke Gramedia Duta Mall Banjarmasin dan dapat satu buku lagi. Incaran lama, penulisnya teman satu komunitas FLP Bnajarbaru dulu. Judulnya Persona. Cerita novelnya keren, yaitu tentang kehidupan psikis seorang gadis brokenhome. Harga novelnya Rp. 66.500,-.



9.        11 Desember 2016

Sama dengan sebelumnya, kali ini aku juga beli buku di Gramedia DM, ketika travelling ke Banjarmasin. Kali ini aku beli dua buku nonfiksi bertema bisnis yang berjudul Inilah Saatnya Bisnis Kafe Gaya Anak Muda dan 77 Mantra Meningkatkan Produktivitas Diri ala Miliarder. Total harga kedua buku tersebut adalah 125.500,-. Baru satu buku tentang kafe yang selesai kubaca, bagus banget bikin aku semangat buka kafe. Sedangkan buku 77 mantranya masih separuh kubaca.

10.    27 Desember 2016

Kali ini aku tergoda paket belanja akhir tahun penerbit Zukzez Express yang ownernya aku kenal yaitu Kak Ery dari Banjarbaru. Aku membeli 5 buku yaitu Menyapa Tahta Sang Dewi, Jomblo Keramat, Kujemput Islam dengan Cintamu, Writerpedia, dan Super Move On. Tiga dari lima penulis buku tersebut aku kenal. Oya, harga plus ongkirnya total 125.000,-. Dari kelima buku tersebut belum ada yang selesai kubaca, hitung-hitung simpanan untuk libur tahun baru. Hehe.


Total uang yang kukeluarkan untuk membeli buku selama tahun 2016 ini adalah Rp. 1.049.540,-. Kalau dirata-ratakan setiap bulannya aku harus mengeluarkan uang sebesar 87.500 J. Resolusi buat tahun depan? Semoga rezeki bertambah, biar bisa beli lebih banyak buku lagi. Aamiin.

Friday, December 30, 2016

Barabai Expo 2016

Akhir tahun adalah waktu yang membahagiakan bagi kota Barabai. Terlebih setalah rangkaian acara MTQ pada minggu lalu. Anak-anak sekolah juga biasanya sedang libur panjang, jadi suasana di Kota Barabai jadi lebih nyantai dan meriah.

Selain itu, berbagai rangkaian acara pada momen Hari Jadi Kabupaten HST yang jatuh pada tanggal 24 Desember juga merupakan faktor utama mengapa Barabai di akhir tahun selalu ceria. Meski biasanya Desember selalu bertepatan dengan musim hujan, tapi tak menyurutkan langkah kaki warga untuk berkumpul di pusat kota. 


Adalah Barabai Expo yang selalu menjadi acara tahunan dalam event Hari Jadi. Tahun ini, Barabai Expo 2016 dilaksanakan di Stadion Murakata, Desa Mandingin. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dilaksanakan di Lapangan Dwi Warna. Hal ini mungkin untuk menghindari banjir yang biasanya melanda lapangan. Kalau di kompleks stadion, datarannya sudah agak tinggi sehingga tidak tergenang air.


Barabai Expo 2016 ini diadakan pada tanggal 23-28 Desember 2016. Aku sendiri mengunjunginya tanggal 26, Senin sore. Tidak ada yang wah dari expo tahun ini, setidaknya tidak membuat aku berdecak kagum dan penasaran ingin masuk ke setiap stand. Biasa saja. Jika dibandingkan dengan stand yang terdapat di Kandangan Expo tentu jauh lebih kalah. Bahkan stand perpustakaan kota sangat sepi dan minim pengunjung di expo kali ini.

Kondisi ini membuatku malas melakukan dokumentasi. Biasa saja, soalnya. Yakin, rata-rata pengunjungnya memang sebegini banyaknya. Stand yang tampak ramai malah stand penjual makanan, gerobak pentol, dan permainan anak-anak. Stand kantor induk tempatku bekerja malah tidak ada. Atau aku yang terlewat karena saking tidak mencoloknya.

Semoga tahun depan exponya lebih wah karena seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang mendominasi expo adalah stand jajanan. Persis seperti pasar malam, bukan pameran pembangunan seperti yang seharusnya.[]

Saturday, December 24, 2016

MTQ Nasional XXIX

Tahun ini, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan diadakan di kabupatenku. Event yang cukup langka sebenarnya karena tidak setiap tahun, Barabai punya acara tingkat provinsi seperti ini. Sejak seminggu sebelum acara ini dilaksanakan, Kabupaten HST khususnya Kota Barabai mempercantik diri agar sedap dipandang oleh para tamu yang akan berdatangan dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan. Umbul-umbul bertulisan MTQ terpasang rapi di pinggir jalan utama kota. Tak ketinggalan, dari kota hingga ke desaku di setiap halaman rumah bendera merah putih berkibar sebagai bentuk penyambutan bagi para kafilah peserta MTQ. Barabai menjadi meriah seperti saat peringatan 17 Agustus.

Gerbang MTQ
Event ini dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu, yaitu pada tanggal 16 hingga 22 Desember 2016. Jumat malam, 16 Desember 2016 dilaksanakan acara pembukaan MTQ. Acaranya bertempat di Lapangan Dwi Warna, pusat hiburan utama Kota Barabai. Panggung-panggung megah tempat acara telah bersiap sejak beberapa hari sebelumnya untuk event ini. Aku pun turut hadir untuk menyaksikan kemeriahannya.  

Aku dan suami datang sebelum acara dimulai, meski begitu orang-orang sudah banyak memenuhi lapangan. Di panggung utama ada seorang penyanyi wanita yang menyanyikan lagu religi. Hiburan kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup nasyid beranggotakan 4 orang cewek berkostum pink dan seorang cowok. Sambil mendengarkan nasyid dan menunggu acara dimulai, kami berkeliling melihat berbagai stand yang ada di sekeliling lapangan. Ada banyak stand perwakilan berbagai kabupaten dari seluruh Kalimantan Selatan. Aku hanya melihat sekilas tanpa masuk ke dalam, seperti yang kulakukan pada setiap expo yang kukunjungi.

Ketika acara mulai, aku dan suami sudah kehilangan akses untuk menonton di barisan paling depan karena penonton yang sudah membludak. Banyak sekali. Jadilah kami hanya menonton pawai kafilah lewat layar besar yang tersedia di samping panggung utama. Setelah seluruh kafilah berlalu, ada hiburan berupa tarian kolosal. Tarian ini berjudul Panji-panji Tauhid yang menceritakan sejarah magis sebuah masjid di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah. Sejarah ini berkaitan dengan perjuangan rakyat melawan penjajah. Tarian kolosal ini dibawakan oleh sekitar 50 siswa-siswi MAN 1 Barabai. Aku melihat persembahan ini lewat layar lebar, tidak terlalu rugi juga jika dibandingkan dengan menyaksikannya langsung. Karena pengambilan sudut video menggunakan drone membuat tarian kolosal ini sangat layak dinikmati dari sudut pandang atas.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh qari internasional beserta sari tilawahnya. Aku merinding mendengar ketika suara merdu keduanya memenuhi langit kota. Sangat merdu. Selanjutnya berturut-turut ada sambutan dari Wakil Bupati HST, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, dan Gubernur Kalsel. Bapak wakil bupati sebagai ketua panitia acara menyebutkan bahwa jumlah peserta MTQ tahun ini sekitar 1000 orang lebih, karena ada banyak cabang yang dilombakan. Oya, bapak bupati sedang berhalangan hadir karena beliau sedang melaksanakan ibadah umrah di tanah suci.


Tilawah

Sambutan dari kepala kanwil kemenag biasa saja, tidak ada yang berkesan bagiku. Sebaliknya, sambutan dari bapak Gubernur Kalsel mampu mencuri perhatianku. Beliau membuka sambutannya dengan menyanyikan lagu mars MTQ. Sambutan kemudian diisi dengan pesan singkat, lalu beliau menutupnya dengan sebuah puisi yang disadur dari surat Al-Kahfi. Whuah, keren juga ternyata beliau berpuisi. Tepuk tangan bergema menutup sambutan beliau sekaligus membuka secara resmi event musabaqah ini.


Selfie duluuu

Pembukaan acara dilanjutkan dengan parade kembang api selama kurang lebih 10 menit. Keren, keren, keren. Acara selanjutnya adalah pengibaran bendera MTQ oleh Paskibra HST dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars MTQ. Setelah doa maka rangkaian acara pembukaan MTQ telah selesai. Segala perlombaan akan dilaksanakan hingga satu minggu ke depan.


Kembang api di atas panggung

Sebagai penutup acara pembukaan pada malam hari itu tampillah Fatin Shidqia Lubis. Inilah acara hiburan yang paling ditunggu warga Barabai sebenarnya. Fatin menyanyikan sekitar 7 lagu berturut-turut selama setengah jam diiringi oleh teriakan histeris para fansnya. Di suatu saat, ketika ia sedang bernyanyi datanglah seorang anak ABG berjilbab diantar oleh seorang kru panitia. Bukan hanya penonton, Fatin pun tampak terkejut dengan kehadirannya. Aku dan suami sempat berspekulasi bahwa mungkin anak tersebut adalah keluarga pejabat. Suudzon. Karena setelah Fatin selesai bernyanyi, si MC langsung menghampiri dan mengatakan bahwa si ABG beruntung ini sedang berulang tahun pada hari itu. Wah, benar-benar hadiah ultah yang tak terlupakan pastinya.


Di booth MTQ

Acara selesai jam 11.30. Malam sekali. Namun, acaranya cukup berkesan. Aku serasa menonton live music atau konser tanpa perlu berjejal seperti pada saat nonton konser penyanyi hits di daerah.

Acara penutupan MTQ pada Kamis malam, tanggal 22 Desember kurang seru jika dibandingkan dengan acara pembukaan. Aku hadir lagi, kali ini bersama romongan big family. Cuaca yang kurang mendukung, yaitu gerimis yang cukup membuat basah tidak menyurutkan niat para penonton untuk hadir di acara penutupan ini. Kali ini aku tidak standby menghadap panggung. Selain karena sudah tidak dapat melihat panggung dengan jelas karena tertutup oleh banyaknya penonton yang lebih dulu memadati lapangan, juga karena acara hiburannya yang kurang menarik hati.


Stand Kuliner Jepang

Jadilah kami hanya berkeliling lapangan sambil wisata kuliner. Sesekali berhenti untuk membeli camilan atau bahkan hanya ngobrol dengan teman yang kebetulan bertemu di sana. Kami berhenti agak lama di dekat gerobak penjual STMJ untuk menghangatkan perut di cuaca dingin malam itu. Ketika kembali ke area lapangan, panggung utama sedang diisi oleh 4 orang bapak ibu yang bertugas menyampaikan pengumuman hasil perlombaan seminggu ke belakang.

Awalnya kami menunggu sambil mendengarkan isi pengumuman. Alhamdulillah, perwakilan HST meraih juara di banyak cabang perlombaan. Subhanallah, keren sekali. Cabang yang juaranya paling kukagumi adalah cabang tafsir berbahasa inggris. Hello, can you tell me how difficult this competition? Di akhir-akhir pengumuman disebutkan bahwa yang meraih juara umum adalah Kabupaten HST, menyusul kemudian Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.


Family time

Hampir dua jam kami menunggu pengumuman-pengumuman tersebut selesai. Namun, ternyata ada banyak sekali lampiran keputusan juri yang harus dibacakan pada malam itu. Ketika jam menunjukkan jam 12 malam, kami akhirnya menyerah karena pertimbangan mata yang sudah mengantuk. Sedang dari 4 orang yang berada di panggung, masih ada satu orang lagi yang belum membacakan hasil pengumuman. Kami pun pulang dengan kenyataan tidak sempat menyaksikan nasyid yang akan dibawakan oleh Haddad Alwi yang kabarnya akan menjadi hiburan penutup pada rangkaian acara MTQ Nasional XXIX Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Di depan panggung

Seluruh dokumentasi video acara MTQ yang kuceritakan di atas dapat dilihat di akun youtubeku.

Wednesday, December 14, 2016

Maulid Nabi dan Tradisi Baayun Maulid

Dua belas Desember yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal adalah tanggal merah bagi kaum pekerja sepertiku. Karena jatuhnya hari Senin, maka itu artinya ada perpanjangan weekend setelah Sabtu-Minggu, bahkan sejak Jumat siang sebenarnya. Libur panjang tersebut tak kusia-siakan, bersama travelmate alias suami tersayang, aku menghabiskan tanggal merah di Kota Banjarmasin. Sekitar 5 jam berkendara dari kotaku, Kota Barabai.

Di depan gerbang kompleks makam

Pada hari Senin itu diadakan peringatan Maulid Nabi di banyak tempat, termasuk tempat yang kami kunjungi yaitu Makam Sultan Suriansyah. Sultan Suriansyah adalah raja Kerajaan Banjar yang pertama kali menganut agama Islam. Beliau dimakamkan di Desa Kuin Utara bersama beberapa anggota kerajaan yang lain. Kompleks pemakamannya tepat berada di tepi Sungai Kuin, hanya dipisahkan oleh satu lajur jalan beraspal. 

Kemacetan di jembatan Sungai Kuin
Waktu kami datang ke sana kemarin, ada banyak orang yang memenuhi kompleks makamnya. Bahkan jalanan di sekitarnya menjadi macet, terutama di jembatan di atas Sungai Kuin yang letaknya tak terlalu jauh dari lokasi makam. Ternyata di kompleks makam tersebut sedang diadakan peringatan Maulid Nabi yang memang tepat jatuh pada hari itu.

Suasana peringatan maulid di kompleks makam

Sesaat kami ragu-ragu untuk memarkirkan motor dan mampir ke dalam makam, karena takut mengganggu acara. Namun, ada salah seorang panitia acara yang mempersilakan kami masuk dengan ramah. Jadilah kami berjalan sembari menunduk-nunduk menuju makam, sementara semua orang yang hadir di sana membaca lantunan syair shalawat maulid nabi. Setelah sampai di dekat makam Sultan Suriansyah, kami pun duduk dan ikut berdoa dipimpin oleh ulama atau habib yang sebelumnya juga memimpin pembacaan syair shalawat nabi.

Ziarah di makam sultan

Ketika doa selesai, kami beranjak untuk melihat-lihat isi kompleks makam. Sebenarnya waktu itu kami juga dipersilakan makan bersama undangan acara yang lain, tapi kami dengan sopan menolak. Ada banyak kuburan yang terdapat di sekitar makam sultan, termasuk makam yang panjangnya sekitar 2 meteran. Tinggi banget berarti orang yang dimakakan di sana. sayang, aku tidak bisa melihat nama yang tertera di nisan karena lokasinya dekat dengan tempat acara maulid.

Makam Sultan Suriansyah dan istri

Setelah itu kami berniat mengunjungi Museum Sultan Suriansyah yang terletak di dekat gerbang area makam. Sayang, saat itu museumnya sedang dipergunakan untuk tempat mempersiapkan makanan tamu-tamu. Sehingga kami hanya bisa memotret bagian luar saja.

Museum Sultan Suriansyah

Perjalanan kami lanjutkan ke Masjid Sultan Suriansyah yang letaknya sekitar setengah kilometer dari makam. Suasana di sana tak kalah ramai, ternyata ada acara Baayun Maulid. Sama seperti acara peringatan maulid di Makam Sultan Suriansyah, acara Baayun Maulid ini juga rutin diselenggarakan setiap tahun di Masjid Sultan Suriansyah pada tanggal kelahiran Rasulullah SAW.

Selfie di depan ratusan ayunan

Aku baru pertama kali melihat acara Baayun Maulid ini. Ada banyak sekali ayunan yang disediakan oleh panitia, dari berita yang kubaca ada sekitar 500 anak yang diayun sebagai peserta dalam acara ini. Secara simbolis acara baayun maulid ini untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan mengayun anak sambil melantunkan shalawat.

Ada yang unik dari ayunan maulid ini, di bagian atas ayunan dihiasi dengan daun kelapa muda (semacam janur kuning) dan kue-kue tradisional Banjar. Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah kain kuning sebagai lapisan bagian atas sarung yang digunakan untuk ayunan. Kain berwarna kuning bagi masyarakat Banjar adalah simbol kemewahan dan memiliki arti keramat.

Ayunan khas Banjar

Setelah acara sambutan dan lantunan shalawat, dilakukan pengundian untuk pembagian doorprize bagi peserta yang terpilih. Pengundian dilakukan oleh pembina Masjid Sultan Suriansyah yang juga mantan walikota Banjarmasin, yaitu Bapak Muhiddin. Ada banyak nomor peserta yang diambil dari undian untuk mendapatkan berbagai macam doorprize, termasuk sepeda motor.

Pengambilan nomor undian

Alhamdulillah, puas banget liburan kali ini aku bisa berwisata religi sekaligus menyaksikan acara maulid nabi dan baayun maulid yang hanya diadakan setahun sekali.

Friday, December 9, 2016

Wucheria bancrofti

Kingdom         :  Animalia
Filum               : Nemathelminthes
Kelas               : Secernentea
Ordo                : Spirurida
Famili              : Onchocercidae
Genus              : Wucheria
Spesies            Wucheria bancrofti

Deskripsi:
Wucheria bancrofti atau disebut juga Cacing Filaria termasuk ke dalam filum Nemathelminthes atau Nematoda. Nemathelminthes termasuk ke dalam kelompok Pseudocoelomata, yaitu kelompok hewan berongga semu.Bentuk cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka disebut filaria.Tubuhnya simetris bilateral, triploblastik dan tidak bersegment.Bersifat gonochoris, sudah dapat dibedakan antara yang betina dan yang jantan.Sistem pencernaan sudah lengkap, diawali dengan mulut dan diakhiri dengan anus.Alat ekskresi berupa saluran atau sel-sel glanduler.
Pada saat dewasa, cacing ini menghasilkan telur kemudian akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut mikrofilaria. Mikrofilaria beredar di dalam darah manusia. Jika pada waktu itu ada nyamuk yang menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu masuk ke dalam otot dada nyamuk, kemudian setelah mengalami pertumbuhan, larva ini akan masuk ke alat penusuk yang berfungsi menularkan penyakit kaki gajah.

Habitat:
Wucheria bancrofti hidup pada pembuluh limfa di kaki manusia dan di dalam otot dada nyamuk.

Potensi:
Wucheria bancrofti berpotensi menimbulkan penyakit kaki gajah padamanusia dengan inang perantara (hospes) adalah nyamuk.

Sumber Pustaka:

Moch Anshari.2010.Wucheria bancrofti. www.upload.wikimedia.org . Diakses pada 23 Oktober 2011

Monday, December 5, 2016

Barabai Banjir (Lagi)

Selasa dan Rabu, 22-23 Nopember 2016 adalah dua hari yang sangat berkesan bagi masyarakat dan orang-orang yang beraktivitas di Kota Barabai. Barabai banjir lagi, ini banjir yang kedua kalinya di tahun 2016. Banjir yang pertama sekitar bulan Februari, di awal tahun 2016.

Pada banjir sebelumnya, aku mengalami mogok motor di tengah-tengah genangan banjir. Saat itu aku masih pakai Ride. Waktu itu aku sedang dalam perjalanan pulang bekerja. Waktu itu aku masih belum pandai memilih rute yang genangan airnya lebih dangkal dibandingkan ruas jalan lainnya.

Kali ini aku lebih berhati-hati. Sekitar satu minggu sebelumnya, hari Senin air sungai juga sudah meluap, tetapi tidak di semua wilayah kota. Waktu itu aku ke luar kantor karena ada yang dicari, alhasil aku mengambil jalan berputar mencari jalan yang airnya lebih dangkal. Sekalian survei gitu. Hehe. 

Kali ini aku mengambil rute yang biasanya paling dangkal. Aku selamat tanpa mogok melewatinya, meski tetap saja tinggi  airnya lebih dari perkiraanku, sangat dalam. Sedikit khawatir juga kalau sampai mogok karena sudah pernah mengalaminya dan itu sangat tidak enak sekali.

Semoga di tahun-tahun berikutnya banjir tidak datang lagi. Aktivitas warga jadi terganggu, terutama mereka yang rumahnya kebanjiran. Kasihan. Oh iya banjir periode kali ini memakan korban. Seorang anak 8 tahun yang tenggelam terseret arus sungai ketika bermain-main di kawasan banjir di dekat sungai.

Lapangan Dwi Warna tampak atas

Halaman Rumah Sakit yang juga ikut terendam

Area pasar Murakata terendam cukup dalam
Anak-anak bermain di lokais banjir

Barang-barang di dalam rumah seorang warga yang terpaksa dipindah ke bagian yang lebih tinggi

Banjir di dalam komplek perumahan

Kedalaman banjir sepinggang orang dewasa 

Mengarungi banjir

Rumah yang terendam banjir

Kandangan Expo 2016

Jumat, 25 Nopember 2016 aku mengunjungi Kandangan Expo 2016. Sebenarnya aku ke sana tidak sengaja, karena jaraknya cukup jauh yaitu sekitar satu jam dari rumah. Hanya saja waktu itu aku sedang ada keperluan ke Kota Kandangan, ketika urusan selesai dan waktu masih ada, aku dan suami memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar ke pusat kotanya.

Suasana Kandangan Expo


Eh, ternyata di sekitar lapangan utama kota kandangan, lapangan lambung mangkurat ada expo. Kita pun ke sana. Karena sudah malam dan jaraknya jauh dari rumah, kami hanya scanning stand-stand. Tidak semua stand bisa kami singgahi. Hanya yang penting-penting bagiku dan suami saja. Seperti stand dinas tata kota dan lingkungan hidup, di kandangan dinas ini setara dengan badan lingkungan hidup di mana lab tempatku bekerja berinduk. Meski waktu kami kesana tidak ada orang yang jaga stand, karena waktu itu waktunya baru selesai maghrib.





Setelah itu kita ke stand perpustakaan daerah. Ada beberapa buku yang dipajang dalam satu rak, kebanyakan buku tahun-tahun lama. Sepertinya kurang lebih saja dibandingkan dengan perpustakaan di kota barabai yang minim koleksi bukunya. Yang menarik di bagian dinding perpus ini dipajang semacam wall decor print yang bergambar sampul buku yang penulisnya atau setting tempatnya di kabupaten hulu sungai selatan. Dua diantaranya aku pernah membaca. Buku jadul sekali. Aku meminjamnya dulu di perpustakaan SDku. Judul buku tersebut Sangga Langit dan Ketapel. Yang aku ingat kedua buku tersebut bercerita tentang perjuangan seorang anak yang mencari temannya yang hilang di hutan loksado karena diculik oleh makhluk misterius dari loksado. Cukup membuatku bernostalgia.

 




Setelah itu kita mampir ke stand pramuka. Di stand-stand lain aku hanya mampir sebentar untuk memoto hal-hal yang menarik.

Sayang memang, karena aku tak bisa menjelajah semua stand seperti yang kulakukan pada setiap expo. Namun, karena waktu sudah mulai beranjak malam, sedangkan perjalanan pulang memakan waktu yang tak sebentar. Sehingga kami memutuskan untuk segera pulang setelah dari sana.

Friday, December 2, 2016

Amuntai

Amuntai adalah sebuah kota yang menjadi ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. Tanah yang mendominasi wilayah Amuntai adalah rawa dan sungai sehingga jika hujan lebat sedikit saja, Amuntai akan mengalami banjir.





Dengan slogan “Amuntai Kota Bertakwa”, Amuntai memang masih terbilang religius jika dibandingkan dengan kota besar lain di Kalimantan Selatan. Sebagai simbol kereligiusan kota ini, terdapat sebuah masjid besar di tengah kota yang bernama Masjid Raya At-Taqwa. Selain itu, adat budaya di Amuntai masih kental sehingga kesan tradisional masih terasa ketika kita menjelajah kotanya. Mungkin pada zaman dahulu kala, di sinilah salah satu daerah yang menjadi cikal bakal peradaban Kalimantan Selatan. Terbukti dengan adanya sungai besar yang melintasi Kota Amuntai, yang dulunya merupakan jalur utama transportasi. Seperti halnya Kota Banjarmasin, dengan banyaknya sungai dan anak sungai yang melintas di Kota Amuntai, maka jembatan pun banyak menghiasi hampir di seluruh sudut kota. Salah satu jembatan terbesar di Amuntai adalah Jembatan Paliwara.

Jembatan Paliwara

Ada beberapa ciri khas yang hanya dimiliki oleh sebagian besar orang Amuntai, yaitu logat yang berayun dan cadel saat bicara. Selain itu, konon watak dasar orang Amuntai terkesan sedikit kasar terutama laki-laki. Hal ini mungkin dikarenakan mereka senang berbicara keras, yang juga merupakan sifat Suku Banjar pada zaman dahulu karena demografi penduduk yang tinggal berseberangan sungai. Sehingga agar bisa terdengar lawan bicara di seberang sungai, maka saat berbicara harus berteriak. Aku menjumpainya sendiri ketika kuliah dan bertemu dengan teman-teman yang asalnya dari Amuntai. Meski begitu secara umum orang Amuntai terkenal gigih dalam berjuang, sehingga ada banyak orang Amuntai yang sukses di tanah perantauan. Sebutlah seorang dosen favoritku di Fakultas Pertanian, baru saja beliau meraih gelar doktor dari universitas luar negeri dan sekarang menetap di Kota Banjarbaru.

Masjid Agung Amuntai

Kuliner khas Amuntai adalah itik becabut tulang. Itik atau bebek ini memang banyak diternakkan di salah satu daerah di Amuntai, yaitu Kecamatan Alabio sehingga juga dikenal dengan sebutan Itik Alabio. Tempat wisata terkenal di Amuntai adalah Candi Agung, yaitu salah satu situs Kerajaan Banjar yang bukti-buktinya masih tersisa hingga sekarang. Beberapa tahun belakangan, salah satu tempat wisata keluarga yang hits di Amuntai adalah Water Boom Amuntai. Di depan water boomnya terdapat sebuah rumah makan dengan konsep lesehan yang yang menunya enak banget. Nama rumah makannya adalah Lesehan Melati, recomended deh bagi yang baru pertama kali ke Amuntai.



Taman kota adalah tempat bersantai yang paling ramai saat hari libur. Ada banyak penjual makanan dan minuman disana. Kalau aku ke Amuntai biasanya nongkrong di sini, sekadar beli pentol dan minum jus sembari melepas lelah atau sedang mengulur waktu karena menunggu sesuatu. Dekat dengan area taman, terdapat Plaza Amuntai yang menempati gedung kecil bertingkat tiga. Saat aku SD atau SMP, plaza ini sempat hits dan menjadi tempat yang harus dikunjungi jika berjalan-jalan ke Amuntai. Namun, ketika baru-baru ini aku ke sana sekitar pertengahan tahun 2016, pengunjung yang datang ke sana tidak terlalu banyak lagi. Hal ini mungkin karena isi plazanya tidak terlalu menarik, hanya berisi toko-toko yang menjual berbagai macam barang. Persis seperti pasar. Khusus di lantai 3 terdapat arena bermain anak. Waktu aku ke sana aku hanya mampir ke sebuah toko peralatan rumah dan membeli beberapa printilan serba 5000. Uniknya, ketika membongkar barang belanjaan di rumah aku baru sadar bahwa printilan-printilan yang kubeli tersebut berwarna hijau semuanya. Aih, green addict.

Hasil buruan

Berbeda dengan plaza yang berkonsep semi modern tersebut, aktivitas warga di pasar tradisional Amuntai sangat ramai. Pasar tradisional berlantai dua tersebut menjual berbagai macam kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Selain itu, ada banyak toko yang menjual jenis barang yang sama sehingga para pembeli dapat memilih sesuai selera. Tak heran, pasar tradisional Amuntai ini terkenal ke seantero Kalimantan Selatan.


Demikianlah, reviewku mengenai Kota Amuntai. Kota yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari rumahku ini memang mempunyai berbagai macam hal yang menarik untuk diketahui.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates