Saturday, May 19, 2018

Jebakan Pembunuhan

Yeay, satu lagi novel dari serial cewek detektif yang kutamatkan. Awalnya, aku merasa sudah membaca novel ini. Tapi sampai hingga akhir cerita aku memutuskan sepertinya aku belum pernah. Entah, cerita judul yang mana tapi aku agak pernah baca tentang misteri pembunuhan di pondok liburan. Tapi kalau di novel itu, kunci ceritanya ada pada rompi yang berkilau di tanah dan menjadi barang bukti. Sedangkan di novel ini sama sekali tidak ada cerita tentang rompi.

Novel ini bercerita tentang seorang gadis yang sekolah di SMA East Hasting. Beberapa waktu terakhir ia selalu mengalami nasib sial di sekolahnya. Bermula ketika ia dituduh mencontek oleh guru baru yang belum terlalu mengenalnya. Setelah itu beberapa kasus lain juga terjadi dan selalu melibatkan dirinya. Sialnya, selalu ada bukti yang menguatkan bahwa Chloe adalah pelakunya. Sejak saat itu, ia bertekad menyelidiki misteri yang memojokkan namanya ini sebagai tersangka. Dari sanalah ia kemudian terlibat dalam sebuah jebakan pembunuhan.

Judul : Jebakan Pembunuhan
Penulis : Norah McClintock
Penerbit : KAIFA for Teens
Tahun terbit : 2004
Untungnya aku membaca buku ini setelah membaca novel yang berjudul Misteri Pembunuhan Peter Flosnick. Novel tersebut masih merupakan serial Cewek Detektif, yang membuatku senang adalah urutan ceritanya sesuai. Ada dua tokoh yang sama di novel ini dan novel sebelumnya, yaitu Daria Datillo dan Ross. Serta tentu saja keluarga Chloe, terutama Levesque. Levesque lebih manis dan bersahabat di novel ini. Chloe juga sudah mulai bisa menerima kenyataan bahwa Levesque adalah ayah sambungnya. Mungkin karena selama di novel ini, ibu dan adiknya Phoebe sedang mengunjungi Bryn kakak Chloe di kota lain.

Pada novel ini aku merasa kesan misteri pembunuhannya hanya semacam tempelan. Kasus utamanya lebih kepada kesialan-kesialan Chloe di sekolah. Yah meskipun keduanya berhubungan kasus sebab akibat. Klimaks cerita ini cukup mengerikan. Chloe berada di posisi antara hidup atau mati. Jujur saja, saat membaca bagian akhir novel ini aku jadi terbayang-bayang Butcher yang bisa saja dalam sekejap melenyapkan apapun yang bisa dimakannya termasuk daging manusia.

Oya aku jadi terobsesi ingin datang ke puzzle rock, kunci setting di novel ini. Sepertinya East Hasting itu kecil sekali sampai-sampai Chloe kalau kemana-mana selalu jalan kaki dan bisa tembus lewat jalan tikus mana saja. Tak disangka keisengan Chloe menjelajah puzzle rock dapat menyelamatkan nyawanya di saat-saat genting.

Novel berdurasi 289 halaman ini sangat enak dinikmati. Pertama, karena aku memang suka ceritanya. Kedua, aku suka bahasa terjemahannya. Ketiga, cerita ini membuat aku merasa remaja lagi. Sebelumnya sudah kuceritakan kan kalau serial Chloe inilah yang menemani masa remajaku?

Amanat dalam novel ini :

  • Kalau punya minat terhadap sesuatu, jangan kebabalasan. Seperti yang dilakukan oleh Davis Kaye, sehingga ia dimanfaatkan oleh orang lain.
  • Jangan membenci orang lain hanya karena dia lebih hebat daripada kamu seperti yang dilakukan oleh Sarah, Daria, Rick, dan Davis.
  • Percuma menjelaskan bahwa kita tidak bersalah ke semua orang. Lebih baik mencari bukti untuk menunjukkan bahwa kita benar. Itulah yang dilakukan oleh Chloe.

So, kesanku dengan novel ini tentu saja menyenangkan. Sangat cocok dibaca oleh pecinta teka-teki dan misteri. Bagiku tentu saja membaca novel ini adalah hiburan.[]

Artikel Terkait

23 komentar:

Dian Hendrianto said...

menemani masa remaja. berarti baca novel yg ini jadi merasa nostalgia ya, ehehe.

btw, sampul bukunya terlihat seperti komik ya. 😅

Rhoshandhayani Koesiyanto Taslim said...

waw, responnya positif berarti ya mbak
aku sih agak kurang ngeh sama novel atau bacaan terjemahan, kayak nggak nyambung gitu, padahal sih sebenarnya hanya belum terbiasa saja

salut sih sama mbak Rindang, udah suka banget sama novel teka-teki terjemahan macam ini sejak remaja
kereeeen

💕

Ruli Retno Mawarni said...

Ah.. Seru juga ya. Membaca novel remaja membuat kita berasa masuk ke dunia remaja lagi ya.. Dan kalimat-kalimat yang lebih ringan untuk di cerna

Pujiaman Zulfikar said...

Cerita dari Novel ini, kayaknya sangat cocok itu mereka yang berprofesi penyidik. Tapi dari satu sisi, setiap orangpun harus paham dengan yang namanya teliti. Baik dengan perkataan juga dengan perbuatan, sebab orang lain bisa memanfaatkan hal tersebut yang menjebak kita untuk melakukan aksinya. Salam hati-hati.
:)

FaniaSurya said...

Kalau aku suka juga novel detektif. Deg-degan dan selalu bikin penasaran ya kalau sudah membacanya.

Untuk novel yg ini aku sih belum baca. Sepertinya bagus ceritanya.

Marfa U said...

Ini semacam series atau cerita bersambung gitu kah Kak? Nggak ada 300 halaman ya pasti dibacanya juga sambil menikmati hihi, jadi keinget tumpukan yang belum terjamah

Dian Farida said...

Y ampun serem kayaknya. Padahal aku penikmat buku dan serial detektif pas masih muda. Tapi sekarang minatku berubah. Hoho

Tira Soekardi said...

makasih reviewnya belum baca

Perempuan November said...

Dari awal tadi udah penasaran baca judulnya, eh setelah dibaca isinya ternyata tentang novel hahhaha


Dulu aku suka baca novel, tapi jarang sih yang tentang detektif gini. Sepertinya menarik untuk dibaca ya mbak.

Farhandika Mursyid said...

Sepertinya aku cukup tertarik setelah membaca amanatnya tadi. Mau tau aja sih, gimana jadinya si Chloe ini kelak, apakah dia berhasil mengalahkan segala kesialan yang dialami di sekolah. Menarik.

Diah Kusumastuti said...

Menarik ya Mbak sepertinya novel ini. Penuh misteri. Dan pastinya kita akan merasa jadi remaja lagi. Hehehe.

Rani Yulianty said...

dulu seneng banget baca novel detektif, baca tulisan ini jadi mengingatkan hobi yang sudah lama tidak dilakukan

ruziana ina said...

udah lama ga baca novel
tp sy suka novel detektif
kadang klu penasaran liat endingnya sebelum menamatkan hahaha

Nurul Fitri Fatkhani said...

Saya juga termasuk yang suka dengan novel misteri yang ada detektifnya. Seru, jadi ingin ikut memecahkan masalahnya.
Apalagi kalau sampai ada yang mendekati kematian seperti kisah Chloe, jadi ikutan merinding...

Lendy Kurnia Reny said...

Naah...Rindang niih...
Aku barusan nonton Criminal Minds-nya Lee Jun Ki.

Genrenya persis kaya novel Jebakan Pembunuhan.

Hiihii..

Latifika Sumanti said...

Wah lamanya ga baca cerita detektif terakhir Conan, hihi. Jadi pengen baca genre ini, supaya keluar dari zona nyaman

Melisa Carollina said...

Ini novel tipe tipe aku banget. . Secara aku ckup suka dengan novel macam horor, misteri, thriller, bikin penasaran ke halaman selanjutnya terus wkwk

Bdw ini bhasanya mudah di pahami ga mba??

Zulaeha said...

Aku waktu remaja juga paling suka genre detektif Mba Rindang, cuma lebih suka yg bergambar alias komik. Kalau novel lebih suka sci-fi atau rom-com :D

Aswinda Utari said...

Kepo sm koment mb lendy. Sama ya gendrenya? Criminal mind korea mengadopsi criminal mind versi barat.. Kyknya klo ad novel sejenis seru sih.. Hhe

Enychan said...

Wah asik bener tapi eny agak takut kalo baca full tpi dari cerita singkat ketahuan bgt kalo ini novel bagus hhi

antung apriana said...

wah jadi kangen baca novel detektif remaja jaman aku smp dulu

Rima Angel said...

Duh,berat neh kalau bacaan gini tapi liat covernya bikin pengen baca. hehe Pesan-pesan dari novelnya bagus, sukaaaa

Gita - jurnalgita.com said...

Aku jadi kepengin baca novel detektif juga ih. Dulu waktu masih sekolah, aku suka banget sama Lima Sekawan-nya Enyd Blyton. Ceritanya seru2. Aih, jadi kangen kepengin baca lagi.

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates