Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Cara Memainkan Game Katla – Sebuah Curhat

Posting Komentar

Akhir-akhir ini aku sedang senang sekali memainkan sebuah game tebak kata bernama Katla. Awalnya aku mengetahui permainan ini dari seorang teman penulis yang membagikan kekalahannya dalam permainan ini di status WhatsApp-nya. Katanya game ini tuh sulit banget, tanpa petunjuk apapun. Hanya ada lima kata dengan kesempatan menebak 6 kali.

Karena penasaran dengan permainannya, aku pun segera mengunjungi tautan https://katla.vercel.app/ yang dibagikan oleh temanku tersebut. Game tentang tebak kata begini pasti menarik untukku yang berkecimpung di dunia kepenulisan. 



Tampilan awal halaman game Katla hanya berupa kotak berderet 5 ke samping dan ke bawah 6 baris. Kosong. Di bagian bawah ada keyboard yang tersusun secara qwerty.


Pertama kali memainkannya aku sama sekali tidak tahu bagaimana aturan mainnya. Asal nebak dan nulis aja. Aku memasukkan semua kata yang berjumlah 5 huruf pada 6 baris kesempatan yang kupunya. Tet tot, salah. Kata yang keluar di hari itu adalah GIPSI.


Percobaan kedua, masih tanpa pertimbangan apapun, aku memainkan game ini lagi karena penasaran. Setelah enam kali kesempatan lagi-lagi aku gagal. Kata yang keluar hari itu adalah VOLAN.


Oh oke, aku lalu mulai belajar dari kesalahan. Kuamati pola apa yang luput dari perhatianku. Karena serandom-randomnya suatu hal, pasti ada polanya.


Voila aku menemukannya. Ternyata petunjuk pertama ada pada warna huruf yang tampil pada kata yang salah. Ada tiga jenis warna. Abu-abu yang berarti tidak ada huruf tersebut dalam kata itu, orange yang berarti huruf tersebut ada di dalam kata yang dimaksud tetapi penempatannya salah, dan hijau yang berarti huruf dan lokasinya sudah pas.


Di percobaan ketiga hingga hari ini dengan menerapkan semua konsep di atas akhirnya aku memenangkan seluruh permainan, kecuali satu kata entah di hari apa yaitu YOLKS. Terang saja aku tak bisa menebaknya, kata ini tidak umum. Meski sebenarnya aku pernah dengar katanya. Kedua, pola katanya tidak mengikuti kaidah kata 5 huruf seperti biasanya.


Biasanya kan pola kata lima huruf itu seperti kata RANUM, CERIA, dan AMDAL. Perhatikan jumlah dan letak huruf hidup atau vokalnya.


Huruf hidup ini pulalah yang sangat perlu diperhitungkan dalam memainkan Katla. Huruf hidup kan hanya ada 5. Jadi kalau nggak ada dua huruf hidup pertama yang dimasukkan, berarti tinggal 3 kemungkinan. Bisa jadi juga dia menggunakan dua hurup yang sama baik untuk hurup hidup maupun hurup mati atau konsonan. Perhatikan itu.


Untuk merangkai-rangkai kata, gunakanlah bantuan warna keyboard sesuai kata yang sudah kita masukkan. Hanya gunakan huruf-huruf di keyboard yang tidak berwarna abu-abu, karena abu-abu berarti sudah dapat dipastikan keberadaannya tidak ada.


Beberapa kali aku mendapati kata yang tidak kuketahui maknanya dan mungkin baru pernah kudengar, tapi berdasarkan utak-atik kata akhirnya aku berhasil menyelesaikannya.


Oh ya ada 6 pujian berbeda jika kita berhasil di setiap tingkatan. Aku lupa secara urut apa saja, tapi yang aku ingat di kesempatan pertama itu PERAMAL. Sisanya ada TELADAN, PINTAR, KEREN, dua lagi aku lupa.


Aku pernah kesulitan dalam mengerjakan game Katla, aku lupa di kata apa, mungkin saat YOLKS kemarin. Kesulitanku saat itu adalah karena tidak ada kata di KBBI yang sesuai dengan clue yang tersedia. Katla tidak meng-accept kata yang tidak terdaftar di KBBI. Akhirnya setelah mentok, aku sengaja memasukkan kata yang salah agar permainan tetap berjalan.


Uniknya game Katla ini hanya tersedia satu kata satu hari sehingga kalau sudah selesai memainkannya di hari itu harus menunggu hari berikutnya untuk main lagi. Sungguh menguji kesabaran.


Setiap orang mendapatkan kata yang sama untuk setiap harinya, makanya dilarang untuk share kata yang berhasil kita peroleh hari itu. Aku sendiri kalau share kututupi dengan stiker biar followerku juga bisa coba sendiri.


Btw, Katla menghitung kesempatan mainnya pergawai, bukan perakun Google. Soalnya rekap permainan di laptop dan di hpku itu beda. Suatu kali aku pernah kehabisan baterai laptop padahal belum selesai kesempatan kugunakan. Karena penasaran dan aku juga baru kepikiran kata yang sesuai, aku langsung menulis kata tersebut di halaman Katla yang baru kubuka di hp. Saat itulah aku mendapat pujian peramal. Oh, astaga aku langsung merasa bersalah.


Beberapa hari terakhir ini, suamiku jadi ikutan main juga. Kami menebak bersama-sama dengan satu gawai. Awalnya aku cuma iseng ngajak dia, eh ternyata dia juga suka. Padahal dia sebenarnya tidak terlalu akrab dengan kata-kata. 


Suami berpendapat sama dengan temanku bahwa permainannya sangat menantang, tanpa clue sedikit pun. Kita harus jeli melihat huruf mana yang bisa dan tidak bisa dimasukkan. 


Suamiku bilang ia heran apakah jumlah kata lima huruf di KBBI itu banyak sekali. Aku yakin sih banyak, buktinya kita bisa selalu memasukkan kata berbeda setiap harinya dalam 6 kesempatan. Setidaknya kata 5 huruf pasti lebih banyak daripada kata dengan jumlah huruf lebih banyak. Kemungkinan terbentuknya kata di KBBI dengan jumlah huruf lebih dari lima pasti lebih sedikit.


Suami mikir entah di hari keberapa pihak Katla akan kehabisan stok kata 5 huruf. Ah, dia berpikir jauh sekali. Di beranda Katla setiap harinya memang terlihat hitungan hari direlease-nya Katla yang didahului dengan tanda pagar.


Tapi aku sendiri dalam memainkan Katla sebenarnya tidak banyak kesulitan. Aku mengira ini mungkin karena stok kata-kataku agak banyak karena suka membaca. Mungkin kalau aku jarang baca juga bakal kebingungan menebak kata random tanpa clue sama sekali.


Kata pertama itu penentu banget. Saranku saat memasukkan kata pertama di kolom Katla, masukkanlah kata yang huruf penyusunnya berbeda. Jadi kita mendapatkan lebih banyak kemungkinan. Daripada memasukkan kata MALAM, sebaiknya memasukkan kata GELAP. Tahu bedanya kan?


Aku pernah amaze sama pilihan kata pertama yang kutulis yaitu BAGUS, hasilnya setelah kutekan enter adalah munculnya warna oranye di 4 huruf. Wkwk, sangat kebetulan. Inspirasi katanya kudapat saat melihat tulisan merk tempat kanebo yang ada di depanku saat itu. 


Setelah selesai mengerjakan gamenya, kita akan menjumpai tampilan statistik berdasarkan Katla yang sudah kita mainkan di gawai tersebut. Statistik tersebut menunjukkan jumlah permainan Katla yang dimainkan, persentase kemenangan, runtunan saat ini, dan runtunan maksimum. 


Sebenarnya aku kurang ngerti apa yang dimaksud dengan runtunan ini. Apakah mungkin runtunan kemenangan? Runtunan saat ini misalnya, jika tertulis 5 berarti 5 kali berturut-turut menang. Jika tertulis runtunan maksimum 7, berarti itu adalah jumlah kemenangan berturut-turut terbesar yang pernah dialami oleh gawai. Entahlah.


Lalu ada distribusi tebakan, di laptop mayoritas tebakanku benar di baris kelima dan keempat. Kalau di hp ada yang di baris ke satu, yang aku dapat pujian PERAMAL itu tadi. Nggak bangga sih karena sebenarnya ada proses sebelumnya yang tidak tercatat.


Di bagian bawah statistik terdapat arti kata yang dipilih hari itu dalam KBBI. Ini berguna buatku yang belum tahu makna katanya. Ada link ke KBBI juga.


Di paling bawah ada penunjuk waktu yang menunjukkan kemunculan Katla berikutnya, yaitu pada pukul 00.00 hari baru. Di sebelah kanan bawah ada tombol share, image, dan tweet. Inilah sepertinya yang digunakan temanku saat share dulu sehingga aku bisa langsung klik linknya.

Aku baru saja membuka halaman Katla di laptop dan aku baru memperhatikan, ternyata di halaman tersebut ada simbol tanda tanya yang kalau diklik berisi petunjuk permainan. Tetap kurang gres sih kalau nggak dicoba main dulu, walau sudah baca petunjuknya. Exercise makes perfect.


Selain itu di halaman awal tersebut juga ada simbol statistik yang kalau diklik menampilkan data yang sama seperti setelah kita menyelesaikan permainan. Terakhir ada simbol tanda seru yang setelah kuklik berisi beberapa informasi sebagai berikut.


Ada pengaturan untuk 4 hal ini yaitu mode sulit, mode gelap, mode buta warna, dan mode edit bebas. Lalu ada informasi bahwa Katla merupakan imitasi adaptasi dari Wordle. Sepertinya ini adalah permainan serupa dalam bahasa Inggris. 


Terakhir di bagian paling bawah ada tulisan Powered by Vercel dan juga link Laporkan Bug atau Reset Sesi Sekarang jika terdapat masalah.


Astaga, panjang bener curhatanku tentang game ini ya. Mengasyikkan sekali sih. Aku merasa tertantang dan rasanya puas kalau sudah bisa menebak katanya. []

Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar