A Cup of Tarapuccino

40 komentar
A Cup of Tarapuccino adalah novel bertema bisnis dan romance yang ditulis oleh duo R, yaitu Riawani Elyta dan Rika Y. Sari. Dari informasi di bagian Tentang Penulis, Rika Y. Sari adalah pengusaha bidang kuliner. Wajar saja jika aroma entrepreneur yang dihadirkan dalam novel ini sangat terasa. Kehadiran Riawani Elyta sendiri sebagai penulis romance sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Seperti cerita romantis yang tertulis dalam novel-novel lain miliknya, cerita cinta yang tersaji dalam novel ini lekat dengan sentuhan yang halus dan elegan.


Novel ini bercerita tentang dua saudara sepupu yang merintis usaha bakery di Kota Batam. Usaha bakery yang baru dirintis tersebut ternyata berkembang dengan pesat karena konsep yang ditawarkan kedua ownernya bisa diterima oleh para pelanggan yang notabene berlatar belakang ekonomi kelas menengah ke bawah. Namun, semenjak kehadiran Hazel dalam jajaran karyawan bakery tersebut, musibah demi musibah mulai berdatangan. Tara merasa tak rela Raffi menuduh Hazel yang melakukan rencana tersebut. Ada bagian dari hatinya yang berkata bahwa Hazel adalah orang baik-baik. Sedangkan Raffi ternyata tak suka dengan Hazel lebih karena lelaki berpenampilan sembarangan itu telah merebut perhatian sepupu perempuannya itu daripada karena Hazel telah merugikan perusahaannya.

Judul : A Cup of Tarapuccino
Penulis : Riawani Elyta dan Rika Y. Sari
Penerbit : Indiva
Tahun terbit : 2013

Seperti judulnya, dalam buku ini diceritakan bahwa Tara sangat menyukai kopi cappucino, begitu pula dengan Hazel. Cinnamon cappucino adalah minuman yang selalu dipesannya sejak menjadi pelanggan Bread Time, nama bakery tersebut. Tagline judul novel yang berbunyi ‘Secangkir Cinta, Rindu, dan Harapan’ juga cocok menggambarkan garis besar cerita novel ini. Sampul novelnya menurutku agak ‘gelap’, kurang menggambarkan suasana novelnya yang sebenarnya lebih beraroma peach seperti yang digambarkan oleh Rheina tentang Tara.

Novel setebal 302 halaman ini selain memiliki kisah cinta yang menyentuh juga menyampaikan pesan tersirat yang bisa diambil hikmahnya, yaitu:

  1. Berbisnis harus sesuai dengan syariat agama. Hal ini dicontohkan oleh Tara dan Raffi yang sangat concern dengan kehalalan bahan dan proses produksi.
  2. Tetap dekat dengan Tuhan meski merasa diri sangat buruk. Inilah yang dilakukan oleh Diaz dan akhirnya pertolongan-Nya datang di saat ia membutuhkan.
  3. Ikhlas menerima nasib buruk dan tetap berusaha untuk memperbaikinya. Aku sangat salut dengan cara Hazel menghadapi kemalangan yang menimpanya, kalau aku jadi dia mungkin tak akan sanggup.
  4. Tetap sayangi keluarga, bagaimana pun keadaan mereka.

Novel ini cocok dibaca oleh anak kuliahan atau kantoran, karena dunia kerja yang menjadi ambiance novel ini sangat terasa. Gaya penulisan khas Mbak Riawani Elyta yang ringan juga membuat novel ini enak dinikmati, meski temanya sedikit agak berat menurutku karena melibatkan distribusi barang-barang haram.

Ada quotes yang amat jleb dilontarkan Diaz pada Tara yaitu,

“Hidupku memang belum sebaik hidup yang menjadi takdirmu. Dan saat sudah terdesak, kurasa siapa pun tak akan berpikir panjang untuk mengambil peluang apapun yang ada di depan mata. Terutama peluang untuk bertahan hidup.” (Halaman 131)

Yang paling aku suka dari novel ini adalah plot twist-nya menarik ala-ala detektif. Keren. Seperti efek novel detektif lainnya, novel ini juga memberikan efek candu untuk segera menamatkan ceritanya sehingga aku melahap buku ini dengan cepat. Idenya juga nggak klise, perpaduan antara bisnis bakery dengan penyelundupan barang-barang terlarang. Plot yang digunakan adalah plot maju mundur. Meski aku agak terganggu dengan kata ‘insting’ yang ditulis menggunakan huruf ‘k’ di akhirnya sehingga menjadi ‘instink’, karena setahuku menggunakan huruf ‘g’ di akhir kata.

Beberapa pertanyaan juga mengganggu benakku mengenai cerita ini. Mungkin aku yang kurang cermat menyimak ceritanya, tapi mungkin juga memnag tidak tersurat secara jelas sehingga aku perlu memastikan beberapa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

  • Apakah Bo Bo Ho sama dengan Calvin?
  • Apa saja yang dilakukan oleh Diaz dalam keterlibatannya dengan Bo Bo Ho saat tragedi roti beracun?
  • Lalu apa maksud Hazel mengenai Raffi yang tidak sepolos kelihatannya pada halaman 240?

Entah karena aku keseringan baca cerita detektif atau cerita ini memang mudah sekali ditebak, dari awal aku sudah tahu hubungan Diaz dan Hazel juga siapa wanita peach yang dirindukan Hazel. Karakterisasi tokoh-tokoh utama dalam novel ini kuat sekali, terutama Hazel dan Tara. Loveable banget.

Setting tempat di Kota Batam pada novel ini mengingatkanku pada novel Jasmine dan Persona Non Grata yang juga mempunyai setting tempat yang sama kalau aku tak salah ingat. Tema tentang illegal trafficking juga sepertinya bukan pertama kali diulas oleh Mbak Riawani dalam novelnya. Mungkin Batam dan perdagangan ilegal adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Cerita Baba A Cuang dan Wak Arhat yang mendominasi lembar-lembar terakhir novel ini menarik perhatianku. Informasi yang padat dijejalkan penulis agar dapat mengisi missing plot setelah Hazel menghilang. Cukup bagus, meski aku sebenarnya lebih senang seandainya lima halaman terakhir itu menjelaskan bagaimana perkembangan hubungan antara Hazel dan Tara. Hehe.

Secara keseluruhan, novel ini sangat oke untuk dinikmati. []
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

40 komentar

  1. Novel yang banyak moral value nya yaaaaa, bagusssss

    BalasHapus
  2. Mungkin iya, karena mbbak keseringan baca cerita detektif sehingga mudah menebak isi novel yang berjuamlah 302 halaman itu. Tapi kalo saran aku sih, selain baca juga pahami karakter tokoh dan buatlah semua seperti nyata ketika menghayati bacaannya. pasti lebih seru saat klimaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau menyelam ke karakter tokohnya memang bikin baper. Kita jadi empati sama dia.

      Hapus
  3. Yoi. Dalam semua aspek, Islam harus dijadikan patokan. Toh, Islam mengatur semua, ekonomi,politik, dll.

    BalasHapus
  4. Novel yang menarik untuk dibaca, terkadang memang saking terbawa ceritanya sampai-sampai ingin segera tahu akhir dari suatu cerita novel. Apalagi ala-ala dekektif, pastinya membuat jadi tambah penasaran.

    BalasHapus
  5. Dari pengalaman mbak. Baca novelnya membuat ku tertarik ingin membacanya. .Dmna mbak blg seperti ada kesan detektif dan konflik antara saudara karena ada org yg di curigai dan di sayangi. .

    Dan akhirnya aku penasaran

    BalasHapus
  6. Kalau sudah sering baca novel Detektif biasanya memang mudah menebak alurnya, makasih review-nya

    BalasHapus
  7. Sepertinya saya bakalan suka dengan novel ini, karena ada plot twist ala-ala detektif-nya. Saya suka hal berbau misteri yang butuh dipecahkan. Apalagi di novel ini banyak pesan tersirat yang bisa diambil hikmahnya.

    BalasHapus
  8. Quotes yang dilontarkan Diazpada Tara memang benar. Disaat kita erdesak oleh keadaan maka kita akan mengambil peluang yang ada di depan mata. Tapi setiap peluang yang diambil harus melalui jalan yang benar bukan yang sesat.

    Btw.. novelnya sepertinya bagus buat dibaca nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus, buat hiburan dan sarat makna juga Mbak.

      Hapus
  9. saya udah baca waktu baru terbit beberapa tahun lalu
    ini kak ria teman blogger di tanjungpinang jg
    kak ria ini produktif banget
    salut banget dgn beliau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pernah bertemu dengan Mbak Rianya ya. Aku ngefans sama dia Mbak. hehe

      Hapus
  10. Aku jadi ingat cita2ku oengen ke Batam..
    Novelnya seruu yakkk.. Kalau lihat dari tahun terbir, kayanya susah nih cari di tokbukk..

    Judulnya keceee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, judulnya emang dua kata yang digabungin makanya unik gitu.

      Hapus
  11. Sebuah novel yang dibuat dengan genre romance bisnis ini cukup unik nih mba biasanyaa genre romance dibalut dgn kisah sekolah atau masa masa remaja jadi pingin baca novelnya kaya apa haha

    BalasHapus
  12. Seperitnya, novel ini menarik. Tapi, entah kenapa aku sampai sekarang belum dijelaskan siapa itu Diaz sebenarnya, kenapa dia harus berkata di quote yang disampaikan oleh mbaknya tadi? Aku jadi kepo, apalagi mengambil latar belakang Batam, yang ya.. cukup menjadi makanan tahunan bagiku. Udah lama juga sih ga ke Batam lagi.

    Shortlist dulu ah! Thanks for the review, anyway!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca novelnya, dijamin penasarannya hilang.

      Hapus
  13. Aku bkn penggemar cerita detektif. Tahu novel ini tp memang blm niat baca

    Bisnis makanan atau minuman itu baiknya dilihat kehalalanya, dan baik atau tdk utk tubuh. Jd inget ada org2 yg asal jualan dg tambahan bahan berbahaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini jadi salah satu pesan tersirat dalam novel ini.

      Hapus
  14. Salut dengan dua orang penulis yang bisa menggabungkan ide dan gaya penulisan jadi satu apalagi bisnis dan romance dijadikan jadi satu. Menarik untuk dijadikan koleksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijadikan koleksi dan dibaca sih sebenarnya

      Hapus
  15. Malah kepo gimana proses penulisan novel yang ditulis oleh 2 orang. Belum pernah baca novel yg penulisnya 2 gini, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istilahnya duet, kayak orang nyanyi juga. hehe. Bagus kok hasilnya Mbak, karena kaya materi.

      Hapus
  16. Menarik nih mba Rindang, teman detektif tapi masih ada aura agamisnya. Kebetulan aku suka banget dengan segala hal yang berbau detektif gara-gara serial Conan pas kecil... Hehe

    BalasHapus
  17. Ceritanya keren nih apalagi ada unsur detektif pasti seru dan bikin penasaran, kayaknya ini bisa jadi rekomendasi buku yg bakal dibaca hihi

    BalasHapus
  18. Wah keren nih, bikin penasaran deh sama bukunya hihihi

    BalasHapus
  19. Pas baca kuotenya langsung duarr. Haha. Menarik ya sepertinya novelnya. Aku sering banget baca buku pas udah 50 halaman ngantuk. Biasanya sih kalau novel luar yg susah dipahami n alurnya gitu2 aja. Tp kalo novel detektif apalagi punya unsur moral pastinya lagi lagi deh bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang aja Mbak Winda, kalau yg ini dijamin gak membosankan

      Hapus
  20. Aku punya novel ini yang versi sampul lamanya. Agak lupa sih sama ceritanya tapi kalau nggak salah ini novel riawani elyta pertama yang kubaca

    BalasHapus

Posting Komentar