5 Tips Membangun Personal Branding

49 komentar

Personal branding, apaan tuh?


Personal branding adalah proses memperkenalkan diri oleh seseorang kepada lingkungan sekitar melalui berbagai media. Personal branding erat kaitannya dengan marketing, baik untuk produk berupa jasa mau pun untuk produk berupa barang yang disediakan oleh orang yang mem-branding dirinya. Hasil dari sebuah personal branding adalah sebuah merk diri. Ketika merk sudah melekat pada diri seseorang maka proses penjualan (jasa atau barang) menjadi lebih mudah.
 
credit


Di era media sosial masa kini, personal branding dapat dibangun lewat beragam cara. Ada banyak akun media sosial yang jika difungsikan dengan maksimal bisa menjadi alat personal branding yang ampuh. Meningkatnya jumlah orang yang menggunakan media sosial membuat personal branding lewat dunia maya adalah pilihan yang tepat.

Beragamnya latar belakang orang-orang yang lalu lalang di dunia maya juga menjadi kelebihan personal branding lewat media sosial. Kalau langkah kita jitu dalam memanfaatkannya, maka proses branding akan jauh lebih efektif dan efisien jika dibandingkan personal branding tanpa media sosial.

Apa sih pentingnya personal branding?


Personal branding sangat penting dibangun oleh setiap orang. Bahkan oleh seseorang yang tidak memiliki tujuan untuk memasarkan produk. Sebutlah brand sebagai nama baik, maka personal brand dapat dianggap sebagai embel-embel seseorang di belakang nama. Misal,

“Oh, Adi si penjual tahu bulat yang cekatan itu?”

“Eh, gimana kabarnya teman kita si Rima? Masih fashionista dong dia?”

“Ibu Widya kan memang pengasuh web parenting yang top markotop. Semua yang ia tulis adalah hasil pengalaman pribadinya.”

“Oh, mau nyari bunga? Ke toko bunga di Blok C aja. Pemiliknya, Ceu Tati adalah florist handal dan di sana kualitas bunganya juara semua.”

Personal branding itu penting agar kita punya ciri khas di telinga orang banyak. Jika kita tidak punya brand diri, berarti kita tidak menonjol di masyarakat atau lingkungan tempat kita berada. Dengan memiliki brand, kita juga jadi mudah untuk memasarkan jasa atau produk yang kita miliki.

Aku sendiri membangun personal branding sebagai lifestyle blogger. Aku memiliki sebuah blog yang berisi tentang pemikiran dan pengalaman berkesan di hidupku. Tema yang mendominasi blogku adalah travelling dan literasi. Tentunya hal tersebut sesuai dengan kehidupanku sehari-hari yang memang menyukai jalan-jalan dan dunia literasi.

Lalu, bagaimana caranya membangun personal branding?


Ada 5 cara yang kuterapkan untuk membangun personal branding. Kelima cara ini terutama kupraktikkan agar aku dikenal sebagai bloger. Berikut adalah tips bagaimana membangun personal branding sebagai bloger ala aku.
 
1.      Konsisten
Ya, ini adalah hal pertama yang harus dilakukan jika kita ingin dikenal sebagai bloger profesional. Konsisten menulis, konsisten mempublish tulisan, dan konsisten dengan tema utama yang diangkat sebagai benang merah blog. Dengan cara ini maka pembaca blog kita akan tahu bahwa kita adalah bloger yang aktif dan serius. Syukur-syukur mereka menunggu postingan terbaru kita.

2.      Maksimalkan penggunaan media sosial
Ya, gunakan media sosial sebagai tempat pemasaran yang pas untuk image diri kita. Ketika kita sering update status tentang hal-hal berbau blogging dan share postingan blog terbaru, lama-kelamaan orang akan menyadari bahwa kita adalah seorang bloger yang serius.
 
3.    Miliki kartu nama
Bahkan di era digital sekarang ini, kartu nama versi cetak tetap diperlukan sebagai alat branding diri. Kartu nama ini sangat berguna ketika kita bertemu dengan orang asing untuk pertama kali. Kartu nama berfungsi untuk menerangkan diri kita lebih jauh jika waktu kita terbatas untuk saling mengenal dengan orang baru.
 
4.      Rutin bertemu orang banyak
credit
Hal ini bisa kita lakukan dengan menghadiri berbagai acara yang terkait dunia blogging atau pun tidak. Jika memungkinkan, sebaiknya kita ikut hadir di acara kopdar bloger atau acara-acara yang mengundang komunitas bloger. Namun, jika tidak memungkinkan seperti yang kualami karena berdomisili di kota kecil, maka hal ini bisa disiasati dengan cara menghadiri acara yang melibatkan orang banyak. Seperti acara gathering kantor, pesta reuni, atau kegiatan gotong royong satu kompleks.

Dengan begini kita akan bertemu banyak orang. Bersosialisasi secara nyata adalah cara personal branding yang klasik dan tentunya masih berguna untuk menyebarkan brand diri kita. Semakin banyak kita bersosialisasi, maka semakin banyak pula yang tahu tentang brand yang ingin kia angkat. Di dunia maya kita mungkin memang sudah dikenal sebagai bloger, tapi bagaimana dengan orang-orang di sekitar kita? Siapa yang tahu kalau kita tidak memperkenalkan diri sendiri?
 
5.      Terus belajar
Ini adalah hal yang harus kita lakukan jika ingin mem-branding diri sebagai seseorang yang profesional dalam bidang tertentu. Misal, jika kita ingin dikenal sebagai bloger maka kita harus banyak belajar tentang dunia blogging. Malu dong kalau ada yang bertanya tentang hal-hal umum menyangkut blog ternyata kita tidak tahu sama sekali, padahal sebelumnya kita sudah semangat sekali mem-branding diri sebagai bloger profesional. Semakin ahli kita dalam suatu bidang maka personal branding kita akan semakin berhasil.

Bagaimana, apakah kamu ingin mencoba 5 tips tersebut? Atau bahkan sudah melakukan ke-5nya (atau bahkan lebih) dan kini mulai menikmati keuntungan dari personal branding yang berhasil? Share yuk.
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

49 komentar

  1. Konsisten, mudah diucapkan tapi teramat sangat sulit untuk dilakukan. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget konsisten ini yang sulit hahaha

      Hapus
  2. Rutin bertemu orang banyak, setuju. Dan dipasangkan dengan tips Jeff Bezoz, personal branding sendiri adalah apa yang orang bicarakan tentang kita saat kita tidak ada di ruangan (bersama mereka). Nice tips and keep writing :-)
    @ge1212y

    BalasHapus
  3. Makasih banget mbak ilmunya...love

    BalasHapus
  4. Excited. Setelah menulis dan posting kemudian buka ini, ternyata isi kepala kita hampir sama haha... That's so funny then...

    BalasHapus
  5. Dari dulu sudah pengen banget bikin kartu nama, tapi cuma pengen aja, realisasinya entah kapan :(

    BalasHapus
  6. Konsisten itu yang agak susah ya kaks

    BalasHapus
  7. Mau bangun personal branding tapi apa yah yang cocok untuk nama belakang ku?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau ini hanya Mas Irwin yang tahu 😊

      Hapus
  8. Kalo bangun personal branding ... Kira2 yang cocok untuk saya apa yah ....��

    BalasHapus
  9. Untuk bisa konsisten itu yang membutuhkan perjuangan keras.
    ngga semudah mengucapkannya.

    BalasHapus
  10. Personal branding emang paling penting supaya makin bisa dikenal dengan baik oleh sesama dan brand calon klien hihihi

    BalasHapus
  11. lagi belajar konsisten supaya personal brand kelihatan. terpenting menikmati proses sih

    BalasHapus
  12. rutin bertemu banyak orang===> asyiiikkk kopdaran

    BalasHapus
  13. Proses membangun personal branding, sepertinya ada kemiripan dengan alur menulis. Saat kita sudah sampai pada bagian tertentu, alur kemudian seakan punya "ruh" akan kemana cerita mengalir hingga ending

    BalasHapus
  14. Personal branding bisa dengan sering update status ga ya?... hahaha

    BalasHapus
  15. Aku pengen nyoba bikin kartu nama mba :) makasi sharingnya mba

    BalasHapus
  16. Miliki kartu nama! Itu dia blom bikin-bikin. Secepatnya deh. Harus nentuin tagline dulu ini, ga dapat-dapat idenya.

    BalasHapus
  17. Thanks infonya yaa..

    Aku juga lagi belajar tentang personal branding nih.. Pelan2 mulai udah agak ngeh.. kalo Noni itu editor buku yg juga parenting blogger. :)

    BalasHapus
  18. Punya kartu nama ya....hmmmm iyadeh *mikir dulu hehehe*
    kalau rencana waktu dekat sih bikin stiker gitu xD

    BalasHapus
  19. Makasih infonya..
    Sebagai penyuka komik sebenarnya sudah melekat di saaya. Tapi nggak pernah di kembangin apalagi untuk keperluan bisnis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mulai harus dikembangin nih Mbak Cindra 😊

      Hapus
  20. Sepertinya konsisten yg lebih sullit bagi saya.
    Blog saya juga belum menemukan benang merah nih.. hhehe

    Thanks ilmunya kak.

    BalasHapus
  21. memang ya menumbuhkan personal branding kudu konsisten dan rajin "bersilaturahim" dgn org lain, gak boleh malu klo nampilin kekhasan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini, saya pun kadang malu mengekspos ke khalayak ramai tentang branding saya.

      Hapus
  22. Kalau personal brandng sebagai lifestyle blogger, apa tidak terlalu umum yaa, mba?
    Apakah perlu yang lebih spesifik lagi...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, memang lebih perlu spesifik lagi. Dalam kasus ini saya baru membranding diri sebagai bloger di lingkungan offline sekitar saya.

      Hapus
  23. branding ku alhamdulillah jelas. hehehe.

    BalasHapus
  24. memang jadi poin penting bgt branding ini, krna utk membangun image yg terpecaya di khalayak

    BalasHapus

Posting Komentar