Friday, November 11, 2011

Pemuda dan Pendidikan, Kunci Utama Indonesia Sejahtera


Menurutku, solusi terpraktis untuk mengatasi banjir masalah di Negara Indonesia ini adalah dengan cara melakukan pendidikan terhadap para pemuda. Menanamkan nilai-nilai yang seharusnya dimiliki oleh para pemuda Indonesia, khususnya melalui dunia pendidikan. Karena dalam dunia pendidikan, terdapat ribuan anak Indonesia yang sedang menuntut ilmu. Beberapa tahun kemudian di tangan anak-anak tersebutlah negara ini akan di bawa.

Ilmu yang seharusnya para pemuda miliki sekarang antara lain yang paling utama adalah ilmu agama (di mana di dalamnya telah terdapat nilai-nilai moral, tata krama tingkah laku, dan tentu saja tolak ukur terhadap nilai baik-buruk) serta pemuda juga perlu mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, yang merupakan dasar negara kita untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Mengutip perkataan Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno “beri aku 20 orang tua pasti aku bisa mengguncang Indonesia, beri aku 10 orang pemuda niscaya aku mampu mengguncang dunia”. Lihatlah semangat yang dikobarkan dalam kata-kata beliau berikut juga artinya, terlihat betapa peran seorang pemuda dalam mengubah sebuah kondisi sangat besar.

Monday, October 17, 2011

Yang Kecil Tapi Besar

Betapa banyak orang di dunia ini yang mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya penting. Seperti mengembalikan barang pinjaman, membayar utang atau pun menepati janji. Ketiga hal itu adalah contoh hal yang paling sering orang lupakan. Meskipun kelihatannya kecil, tetapi sebenarnya hal-hal tersebut merupakan hal yang besar. Seperti misalnya mengembalikan buku teman, karena teman tak menuntut kita untuk minta dikembalikan maka ya sudahlah tak ada inisiatif dari kita sendiri untuk mengembalikannya. Ataupun dengan janji yang kita katakan pada orang lain, meskipun janji itu hanya sebuah janji untuk bertamu ke rumah seorang kawan, hal itu tidak bisa dianggap remeh. Begitu pula dengan utang kepada orang lain, meskipun utang kita hanya seratus rupiah, seperti kita ketahui utang itu wajib dibayar.
www.pksnongsa.org
Lupa adalah alasan yang tidak kuat jika diajukan atas kelalaian kita memperhatikan hal-hal kecil tersebut. Manusia memang sangat mungkin untuk lupa, tapi apakah susahnya bagi kita untuk sekedar mencatat janji dalam notes kecil kita atau mengaktifkan alarm pengingat hp kita tentang sesuatu yang kecil tapi kita harus lakukan? Kelalaian terhadap hal-hal kecil ini akan semakin buruk apabila berhubungan dengan orang lain. Orang lain mungkin sangat terganggu dengan kebiasaan jelek kita. Kebiasaaan tidak tepat waktu, terlambat mengembalikan sesuatu (atau malah tidak mengembalikan), terlambat bayar utang (atau malah tidak bayar), ingkar janji. Semua sifat itu hanya akan membuat kita tak dipercaya lagi oleh orang lain karena kita telah membuat orang lain rugi. Kehilangan waktu mereka yang sangat berharga hanya untuk menunggu kita datang terlambat memenuhi janji atau pun kehilangan buku dan uang mereka yang lenyap tanpa jejak. Mereka mungkin enggan mengingatkan, karena sekali lagi itu adalah hal kecil, kecil dalam kuantitas. Berapalah arti sebuah buku? Mungkin mereka bisa membeli lagi dengan judul yang sama, berapalah arti seratus rupiah? Yang ia punya toh lebih dari itu. Tapi hal tersebut tidak kecil dari segi kuantitas. Harga yang harus dibayar adalah kepercayaan mereka terhadap kita akan berkurang bahkan hilang sama sekali. Dilain waktu jika kita akan meminjam sebuah buku, mereka bahkan mungkin akan rela berbohong tidak punya agar tidak berurusan lagi dengan “pembohong kecil tapi besar” seperti mu. Atau mereka bahkan pernah mengingatkan dengan sikapnya secara tidak langsung atau berkata secara secara langsung dan kau mengatakan, “oh ya besok kubawakan bukumu”. Tapi besok ternyata kau lupa lagi dan lagi. Mereka kesal dan tentu saja kecewa sehingga tak mengingatkan kita lagi.

Oke, sekarang lihatlah kamar kita, apakah ada benda orang lain yang statusnya kita pinjam dan kita tak menggunakannya lagi? Kalau ada kembalikanlah segera. Ingat-ingat lagi apakah kau pernah mengucapkan janji kepada seseorang? Segera lakukan, meskipun kau telah lama mengucapkannya. Atau pula ingat kembali apakah kita pernah berutang kepada seorang teman? Bayarlah secepatnya dengan iringan kata maaf karena terlambat. Sikap seseorang menunjukkan pribadinya. Orang yang disiplin tak akan pernah lupa membiasakan dirinya untuk tepat meletakkan sesuatu sesuai pada waktunya.

Friday, September 30, 2011

Jam Membaca


Seorang dosen bertanya kepada mahasiswanya, “kapan jam membaca kalian?”. Glek! Tentu saja sebagian besar mahasiswa sibuk mencari jawaban dan alasan. Ya, alasan mengapa tak mempunyai jam membaca. Setelah menunggu beberapa lama jawaban yang dinantikan tak kunjung tiba, dosen tersebut melanjutkan khotbahnya, “bagaimana bisa kalian bisa menjawab pertanyaan saya, sedang jam membaca saja tidak punya”.

Situasi dalam alinea pertama tersebut terjadi dalam sebuah perkuliahan yang saya ikuti. Jam membaca memang idiom yang agak asing di telinga kita. Padahal kita seorang terpelajar, orang yang hidup dalam dunia pendidikan. Jam membaca adalah waktu yang ditetapkan oleh seseorang untuk dirinya sendiri dimana pada waktu tersebut dia harus membaca selama beberapa waktu dan kegiatan ini dilakukan setiap hari pada jam yang sama.

Meskipun saya mempunyai hobi membaca, tapi jujur saja saya tak mempunyai waktu yang saya luangkan khusus untuk membaca. Saya membaca hanya apabila ada kesempatan dan saat saya ingin membaca. Apalagi teman-teman yang tidak hobi membaca, pasti sangat susah untuk menerapkan jam membaca dalam kesehariannya. Ironis sekali. Padahal kalau dihitung sangat banyak manfaat dari membaca, apalagi jika dilakukan secara teratur.

Dengan membaca otak akan terus berfikir, mencerna setiap kata yang membentuk kalimat yang kemudian mempunyai makna untuk diproses dalam otak kita dan kemudian membayangkan gambaran nyata tentang makna tersebut. Dengan mempunyai jam membaca, pengetahuan kita senantiasa bertambah dari waktu ke waktu. Jadi ilmu yang kita punya dinamis dan tidak terpaku pada bidang tertentu saja, bukan hanya ilmu yang kita dapatkan saat kuliah atau ada kegiatan pembelajaran lainnya. Dengan begitu dunia kita menjadi luas, bukankah membaca merupakan kegiatan melongok ke jendela dunia, yaitu buku.

Lebih jauh, dengan mempunyai jam membaca, akan membuat seseorang cerdas, lebih kritis dan jeli dalam melihat segala hal. Karena sesungguhnya membaca adalah pengalaman pikiran yang tak kita dapatkan di dunia nyata. Pengalaman-pengalaman tersebut kemudian diakumulasikan dalam cerebrum kita dan ketika menghadapi sesuatu bisa jadi informasi yang telah terkumpul tersebut dapat menjadi referensi pemecahan masalah atau pun membantu dalam mempertimbangkan nilai-nilai yang terdapat dalam tiap kejadian.

Saya sendiri sangat menikmati apa yang menurut saya merupakan hasil dari penerapan hobi membaca saya, yaitu menulis. Meskipun saya tidak kuliah di jurusan yang mengharuskan seseorang paham akan tata bahasa yang baik dan benar, tapi saya bersyukur mempunyai ‘keahlian’ ini. Tugas yang diberikan dosen-dosen saya tak jauh dari kata ‘menulis’. Nah, dengan banyak membaca (meski belum teratur) saya tahu bagaimana kalimat yang baik dan benar itu. Telinga saya gatal kalau mendengar kalimat yang rancu dalam penulisan ataupun ada kata yang tak ditulis seperti seharusnya. Karena secara tidak langsung, membaca membuat kita tahu sebuah tulisan yang baik itu harus begini harus begitu.

Kembali pada jam membaca. Sepertinya istilah ini sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari banyak manfaat yang didapat karena mempunyai jam membaca, seperti yang telah saya paparkan diatas, jam membaca merupakan salah satu cara aktualisasi diri terhadap sikap disiplin dan selalu ingin belajar. Ayo, budayakan jam membaca dari sekarang!

Thursday, September 22, 2011

Trik Untuk Si Biang Terlambat


Bikin janji bertemu seseorang. Tapi justru terlambat datang? Aduh, jangan membiarkan anda terbelenggu kebiasaan buruk ini. Bias-bisa kredibilitas anda menurun karenanya. Nah, kalau anda termasuk orang yang kurang bisa tepat waktu, coba ikuti trik berikut.


Tiap kali membuat janji temu, hitung waktu yang anda perlukan untuk menempuh perjalanan ke tempat pertemuan. Tambahkan 10-20 menit pada hitungan waktu tersebuut, lantas gunakan hasilnya sebagai acuan. Kapan anda harus berangkat. Dengan begini alasan-alasan yang biasa anda gunakan ketika terlambat memenuhi janji, seperti kemacetan dan hujan, tak perlu lagi diajukan.

Catat semua jajni temu anda dalam sebuah notes. Pilih notes yang kecil agar mudah dibawa-bawa. Dan ingat, jangan lupa melirik notes tersebut setiap ada kesempatan. Atau gunakan teknologi, seperti ponsel dengan fitur alarm sehingga nada deringnya bisa mengingatkan anda.

Semua trik di atas memang terlihat sulit, apalagi kalau tidak terbiasa melakukannya. Tapi hasilnya sangat luar biasa jika anda berhasil melakukannya. Coba mulai sekarang!

Saturday, August 27, 2011

Belajar Efektif, Nilai Bagus


Belajar melulu memang bikin bete. Tapi nggak ada cara lain untuk dapat nilai bagus, selain belajar. Nah, gimana caranya agar belajar kita bisa efektif?

1. Baca Ulang Semua Catatan
Beberapa hari sebelum ulangan, baca ulang semua catatan. Jangan menerapkan SKS (sistem kebut semalam), karena otak kita bakal overload. Ditambah lagi kalau harus bergadang semalam sebelum ujian, bikin kondisi kita keesokan paginya bakal payah banget.

2. Pentingnya Catatan Kecil
Catatan kecil berisi materi yang harus dihafal sangat penting lho. Eiits, bukan buat menyontek lho! Tapi untuk membiasakan kamu melihatnya dimanapun kamu berada sehingga lama-lama kamu jadi hafal dengan menaruh catatan kecil tersebut di tempat-tempat kamu biasa melewatinya. Misal, di cermin dan di dinding kamar. Jadi setiap kita melakukan sesuatu di tempat itu mau nggak mau, catatan kecil tersebut terbaca. Lumayan buat nabung hafalan di otak.

3. Belajar Kelompok Asyik Juga
Atur acara belajar kelompok bareng teman-teman. Enggak usah terlalu banyak, maksimal lima orang. Tiap orang menghafal bagian (bab) tertentu. Misal Anis kebagian bab 2, Maria bab 1 sementara Tara harus menghafal bab 3. Tiap orang kemudian harus menjelaskan masing-masing bab yang dikuasainya ke teman lain dengan bahasa sendiri. Kegiatan ini bikin kita lebih aktif dan gampang menyerap ilmu.

4. Soal Lama Jangan Dibuang
Kenapa? Karena para guru biasanya suka memakai soal-soal lama yang sudah pernah dikasih. So, simpan soal ulangan n PR yang pernah kita terima. Kalau kamu mau lebih aktif, minta soal lama ke kakak kelas kita juga bisa. Jawab lagi soal-soal tersebut dengan bantuan buku panduan kita.

5. Ajarin Donk!
Jangan ragu minta diajari orang yang lebih pintar. Seperti kakak kelas yang sudah akrab sama kita atau teman kita sekelas yang ilmunya lebih tinggi dari kita. kalau orang tua mengijinkan, bisa juga ikut les mata pelajaran tertentu yang menurut kita sulit.

6. Cari Tempat yang Enak
Coba ingat-ingat, di mana kamu bisa belajar dengan baik. Di kamar, di teras, atau di halaman belakang rumah? Tempat bisa sangat mempengaruhi hasil belajar seseorang lho. Penerangan yang cukup di tempat belajar juga merupakan hal yang penting. Jangan lupa juga atur waktu yang tepat, jangan terlalu malam dan terlalu lama.

7. Jaga Kesehatan
Kondisi fisik yang baik akan membuat tubuh mudah melakukan apa saja, termasuk belajar. Jaga kesehatan kita dengan makanan bergizi. Makanan yang mengandung protein sangat bermanfaat untuk kekuatan otak. Jauhi kafein dalam kopi yang membuat tubuh kita mudah lemah.

8. Finally
Malam sebelum ujian, baca-baca sekilas materi yang telah dipelajari hari-hari sebelumnya. Maksimal 2 jam, setelah itu tidur yang cukup. Supaya besok pagi bangun dengan tubuh segar.

Semoga tips ini membantu. Good luck!

Saturday, August 20, 2011

Aku dan Buku



Beberapa hari yang lalu aku membongkar kotak bukuku. Yup, bukuku sekarang jadi penghuni kotak. Lemari yang dahulu jadi tempat penyimpanannya sudah ga muat lagi, lemari belajar sih sebenarnya. Jadi aku harus benar-benar punya rak buku sekarang. Hoho. Sebenarnya koleksi bukuku tak terlalu banyak, Hanya saja buku-buku tersebut butuh tempat khusus untuk menyimpan dan perlu diketahui aku sayang sekali sama mereka.

Karena hobiku membaca, jadi wajar saja aku tergila-gila sama barang yang namanya buku [dan berimbas juga dengan memunculkan pasangan hobi membacaku, yaitu menulis]. Aku lupa kapan mulai benar-benar suka membaca, yah mungkin bisa dibilang sejak aku bisa membaca kali ya. Waktu TK dulu, aku sudah suka sekali membaca (atau mengeja ya?) majalah yang dibagikan TKku. Aku ingat nama majalahnya: Tiko. Sayang, karena aku dulu masih kecil jadi belum ngerti masalah penyimpanan barang dan juga mamaku tak menyimpan dengan baik majalah-majalah itu. Padahal kan bagus kalau masih ada, bisa jadi tambahan buat koleksi bukuku J.

Berlanjut saat SD, aku mulai berlangganan majalah anak yang lumayan terkenal. Bahkan sampai aku SMP, sebelum ganti dengan majalah remaja. Ini sih awalnya bapakku yang belikan, genre majalahnya islami, sejak itulah aku lebih dekat dengan agamaku. Terima kasih Bapak yang telah mengenalkan aku dengan majalah itu J. Sampai sekarang aku masih baca majalah tersebut, tapi karena sekarang majalahnya hanya tersedia dalam versi online saja. Jadi edisi cetak majalah tersebut sudah berhenti bertambah banyak dalam koleksiku. Hehe. Selain majalah-majalah tersebut aku juga suka mengoleksi buku-buku motivasi dan buku-buku non-fiksi yang berisi berbagai macam masalah.

Kalau untuk fiksi aku, punya lebih sedikit koleksi daripada non-fiksi. Beberapa novel bestseller dan komik remaja dan anak-anak. Oyya, aku juga punya koleksi cerita Petruk-Gareng, waktu kecil kan suka beli-beli gitu sama teman-teman. Sekarang aku baru nyadar, isinya ga bagus banget apalagi dibaca sama anak kecil. Haha, kesadaran yang terlambat. Entah bagaimana nasibnya buku-buku tersebut, rasanya ingin kubuang saja, tapi sayang. Kalau ga di buang, ga bagus juga buat dibaca. Dilema. Koleksi bukuku yang lainnya beragam sekali jenisnya, ada beberapa majalah (yang aku tak berlangganan) dan buku bonus-bonus gitu. Selain itu aku juga suka bikin klipingan dari koran atau majalah, yang paling banyak kukumpulkan sih tentang berbagai macam tips dan resep masakan. Eh, aku juga suka koleksi TTS, dulu sih suka beli. Masih banyak yang kosong tuh, haha. Ntar kalau lagi mumet pikiran, waktunya ngisi TTS.

Sekarang aku kepikiran buat bikin perpustakaan sendiri. Tujuannya untuk penyimpanan koleksi bukuku agar lebih terstruktur, sehingga aku lebih mudah nyarinya trus biar bisa dipinjam sama orang lain juga. Hmm, do’akan saja semoga dapat terwujud dalam waktu dekat. Aamiin

Wednesday, August 17, 2011

Rollercoaster Dufan

Bayangkan jika kau mengalami saat2 ini. Saat kau salah dan disalahkan. Susah memang, kalau kita terbiasa benar dan jarang disalahkan. Itu bisa jadi masalah tersendiri. Salah sedikit saja, alamat reputasi baikmu selama ini akan cacat. Padahal kalau dibandingkan dengan yang lain, kamu bahkan mungkin memiliki kesalahan 10% dari 100% kesempurnaan. Bayangkan pula jika kau mempunyai hati yang super sensitif dan jarang pernah mendapati celaan orang terhadapmu. Tambahan lagi bayangkan saat itu kau dalam bad-tempered yang sangat, yah kau tahulah siklus bulanan wanita, memberi kesempatan bagi para cewek untuk bisa meluapkan emosinya dengan lebih transparan :D. Bayangkan pula kawan, kau mempunyai ibu cerewet yang tak bisa melihat kesalahan dirimu secuil pun, kalau khilaf sedikit saja maka itu akan selalu disebutnya.



Tuesday, August 16, 2011

Unek-unek di Tahun ke-66 Kemerdekaan Indonesia

Ahaa, besok ulang tahun Negara Indonesia. mau kasih kado apa Rindang? Emm (berpikir -mode on). Ahh, apa yang bisa kuberi pada bangsa ini? Aku malah balik tanya. Aku sudah kuliah, sudah menyandang gelar mahasiswa -yang identik dengan beban sebagai agent of change- masih belum bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi bangsa sendiri. Uhh, aku garuk-garuk kepala yang tak gatal. Bukan sebagai pembelaan diri nih yaa, sepertinya bukan hanya aku yang berpikir tak bisa memberikan sumbangsih bagi negara. Bisa jadi hampir seluruh pemuda Indonesia berpikir yang sama seperti aku dan yang lebih ekstrem lagi mereka bahkan tak tahu apa yang harus diperbuat untuk itu.

Indonesia Merdeka?


Ahh, jangan terlalu dibahas Rindang, bikin malu saja. Tapi memang seperti itu kok keadaannya (suara hati nurani). Para pemuda sekarang lebih banyak memikirkan hal-hal sepele dalam kehidupannya. Lihat saja faktanya sendiri (atau bahkan ada dalam diri kamu?). Bandingkan dengan pemuda pada satu dasawarsa lebih yang lalu, para pemuda -khususnya mahasiswa adalah kepala pergerakan negeri ini, bahkan menjadi penyebab utama zaman reformasi yang kita nikmati sekarang. Duh, mengenaskan sekali nasib bangsa kita. Oleh karena itu marilah kita, para pemuda untuk berbenah diri (mengutip nasihat salah satu ustadz terkenal) mulai sekarang, dari hal yang yang paling kecil dan dari diri sendiri.

Friday, August 12, 2011

Mengisi Libur Ramadhan dengan Kegiatan Positif

Libur memang sangat menyenangkan. Tapi apakah libur pada bulan Ramadhan juga semenyenangkan libur di luar bulan Ramadhan? Sepertinya jawaban terbanyak adalah tidak. Apa pasal? Pada bulan Ramadhan kita –semua muslim- harus menjalankan puasa, menahan lapar dan dahaga serta nafsu semenjak subuh hingga bedug maghrib. Apa yang bisa dilakukan sepanjang waktu saat berpuasa? Oleh karena itu kita tak bisa sembarangan memilih kegiatan yang banyak menguras tenaga, karena mungkin akan membuat tubuh kita lemah. Namun, tak berarti juga kita hanya bisa tidur-tiduran untuk mengisi waktu luang menunggu bedug maghrib.

blog.lazada.co.id

Liburan akan membosankan jika tak ada yang bisa dikerjakan. Terutama bagi anak sekolah dan mahasiswa yang liburnya bisa hampir sebulan penuh. Wah, bisa terbayang kan betapa bete-nya jika tak ada kegiatan? Untuk mengatasinya isilah libur Ramadhan dengan kegiatan agama atau beribadah lebih intens dengan Allah yang belum tentu bisa kita lakukan di hari-hari biasa.

Wednesday, August 10, 2011

[Puisi] Sebuah Nasihat Saat Kau Jatuh Cinta

Kala kau merasakan cinta
Menanggung debar-debar itu
Memikul indahnya rindu
Segeralah berpaling dari hati objek yang kau puja
Karena rasa itu hanya akan menyakitkan
Akhirnya

Terlebih jika yang mencuri hatimu adalah seorang teman
Sekalipun, jangan kau hiraukan rasa itu menguasai kalbumu
Cukuplah cerita yang lalu bernoda
Jangan pernah jatuh dua kali ke lubang yang sama
Ingatlah; persahabatan jauh lebih kekal dari percintaan



 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates