Rindang's Kaleidoscope 2019 II

14 komentar
Ini merupakan cerita lanjutan dari my kaleidoscope 2019 yang pertama. Silakan dibaca jika ingin mengetahui detail ceritanya.


Mama Operasi
Pada tahun 2019 ini ada kejadian yang cukup menyedihkan. Mama mertua sakit. Setelah ditelusuri dokter mendiagnosa penyakit beliau adalah batu ginjal sehingga harus diangkat lewat jalur operasi. Setelah melewati rawat inap dan rawat jalan yang cukup rumit. Sampai beberapa kali harus ke Banjarmasin juga, akhirnya beliau dioperasi.

Batu ginjal yang ada di ginjal beliau dikeluarkan.  Ukurannya luar biasa besar. Tidak heran jika beliau sering mengeluh sakit pinggang. Tapi alhamdulillah sekarang setelah melewati proses rawat jalan pasca operasi beliau sudah kembali pulih. Terima kasih ya Allah.


Bikin Paspor
Akhirnya aku bikin paspor. Yeay, ini satu langkah besar yang akan membuatku bisa lebih banyak jalan lebih jauh lagi. Amin. Cerita tentang proses pembuatannya kuceritakan di sini.


Wisata ke Danau Biru dan Rumah Adat Lewu Hante
Pada suatu weekend aku dan suami jalan-jalan. Tujuan kami kali ini adalah Danau Biru Amuntai. Selepas menikmati danau yang tidak sedang berwarna biru itu, aku dan suami melanjutkan perjalanan wisata ke perbatasan Kalsel-Kalteng di Desa Pasar Panas.


Di perbatasan ini terdapat situs sejarah berupa Rumah Adat Dayak bernama LewuHante. Rumah adatnya keren sekali. Instagramable juga. Cerita lengkap tentang kedua destinasi wisata tersebut bisa klik di masing-masing nama tempatnya ya.

Jalan-jalan ke Kota Tanjung
Tujuan utama kami sebenarnya adalah Tanjung Expo dengan bianglala besarnya. Sudah lama aku ngidam pengen naik bianglala. Tapi di perjalanan kami mampir-mampir. Salah duanya di RTH Batu Mandi dan Masjid Al-Akbar Paringin.


Di expo aku puas main wahana dan kulineran ala street food. Saking kurangnya hiburan di Kota Barabai, mesti ke kota tetangga untuk mendapatkannya. Itu pun karena ada expo.

Ultah Davin
Tanggal 26 Juli 2019 Davin ultah yang ke-2. Dia dapat banyak kado. Senang dong. Sekarang dia sudah semakin lihai saja bicara.


Surveillance
Tahun ini adalah tahun yang cukup mendebarkan untuk kantorku. Kantorku masuk masa reakreditasi sehingga ada banyak hal yang harus dipersiapkan sehingga beberapa kali kami harus lembur. Hasil surveillance? Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, tapi yang penting status akreditasi masih jalan.


Liburan Keluarga ke Amuntai
Keluargaku punya banyak cara untuk liburan. Memang sih destinasinya tidak bisa yang terlalu jauh karena faktor usia mama papa. Tapi liburan biasanya dilakukan bisa sambil sekalian ada yang dicari. Liburan ke Amuntai kali ini dalam rangka mencari barang dan makan-makan di rumah makan favorit.

Tasmiyah Ulang
Tasmiyah artinya pemberian nama. Pada prosesi tasmiyah ulang kali ini yang menjadi objek adalah adikku. 24 tahun yang lalu adikku tasmiyah dengan nama yang berbeda dengan surat-surat resmi kependudukan. Kali ini semuanya disamakan agar secara agama dan negara namanya tidak berbeda.

Resepsi Keluarga
Ada salah satu sepupu mama yang merayakan resepsi di Banjarbaru. Aku dan suami menghadirinya sekalian jalan-jalan tipis-tipis karena mesti nginap dan sebagainya.


Parijs van Borneo
Ada acara menarik di Barabai tahun 2019 ini yaitu Parijs van Borneo. Festival kebudayaan selama 3 hari berturut-turut. Luar biasa sih, aku hadir beberapa kali untuk menikmati rangkaian acaranya.


Kabut Asap
Tahun ini kabut asap kembali melanda, tak terkecuali di Kota Barabai. Meskipun sepertinya jika dibandingkan dengan kota lain, intensitas kabut asapnya lebih ringan. Tapi tetap saja bikin sesak bernapas.


Literasi Cahaya
Ini komunitas baru yang didirikan salah seorang teman di Barabai. Aku diajak bergabung. Aku ikut tapi jarang aktif. Pernah ikut di pertemuan pertama saja. Alasannya tentu saja kesibukanku yang gak selaras dengan waktu yang kupunya ini.


HP Baru
Secara keseluruhan aku ganti dua hp di tahun 2019. Hp besar (smartphone) dan hp kecil (khusus telepon dan sms). Tapi yang cukup berkesan adalah hp khusus telpon dan sms ini. Setelah 5 tahun lebih bersama Nokia C5 berwarna biru, akhirnya aku harus melepasnya karena fungsinya yang mulai berkurang. Cukup berkesan karena dulu aku belinya pakai uang hasil kerja keras sendiri. Sekarang berganti menjadi Nokia 105 berwarna putih.


Paminggir
Ada tempat yang lumayan berkesan selama pengambilan sampelku tahun ini, yaitu Kecamatan Paminggir HSU. Ini bukan pertama kalinya aku ke Pelabuhan Danau Panggang. Tapi kesempatan kemarin lebih spesial karena aku menjelajah sampai desa-desa terluar di Paminggir. Bayangkan berperahu selama 2 jam dari pelabuhan menyusur rumah-rumah penduduk yang sejak turun temurun tinggal di sana. What a wonderfull momment. Baca cerita selengkapnya di sini dan di sini.


Ultah FBB
FBB adalah satu-satunya komunitas bloger di Kalimantan Selatan yang aku ikuti. Pada tanggal 13 Oktober 2019 lalu, ulang tahunnya ke-3 dirayakan di Banjarmasin. Alhamdulillah aku bisa berhadir.


Menjelajah Margasari
Salah satu hobiku dan suami adalah menjelajah tempat baru. Salah satu tempat yang membuat kami puas saat melewatinya adalah jalan tembus Margasari yang menghubungkan Hulu Sungai - Banjarmasin. Kebetulan saat itu jembatan penyeberangan belum selesai jadi kami sempat merasakan naik fery. Sekarang sih jembatannya sudah selesai sehingga waktu antri naik fery pun bisa dihapus.


Hamil
Aku dan suami sangat senang sekali ketika aku dinyatakan hamil secara resmi tepat pada tanggal 24 Oktober 2019. Aku menjalani masa-masa ngidam yang menyenangkan meski tidak terlalu merepotkan juga.


Perkemahan
Dan dalam kondisi hamil muda, aku masih saja sempat ikut menengok perkemahan. Tidak sebagai peserta tapi hanya menyaksikan saja. Menyenangkan sekali masih bisa melihat api unggun hingga tengah malam.


Wedding Sahabat
Tahun ini sahabat dekatku waktu kuliah menikah. Beruntung aku bisa menghadirinya bersama teman akrab yang lain. Menginap juga. Itu menyenangkan. Rasanya seperti escape sebentar dari rutinitas sehari-hari. Bestie-ku membuat aku merasa tidak pernah terpisah mereka karena gap jarak dan waktu yang selama ini memisahkan kami menjadi tidak terasa saat kami bertemu.


Wedding Adik
Pengantin adikku sebenarnya sudah kami persiapkan sejak satu tahun terakhir. Tapi tetap saja waktu mendekati hari H-nya kami semakin sibuk. Dan alhamdulillah lancar hingga akhir.


Keguguran
Selain mama mertua yang harus operasi, kesedihan lainnya di tahun 2019 ini adalah aku keguguran di kehamilan pertamaku. Emm, cerita tentang keguguran kutuangkan di beberapa postingan, salah satunya di sini.


Escape, Please! Terbit
Akhirnya buku solo pertamaku terbit juga. judulnya Escape, Please! Non-fiksi. Meski jauh dari kata sempurna, aku sudah sangat bahagia bisa menerbitkan buku solo pertama.



Ke Pantai Asmara
Liburan akhir tahunku kemarin diisi dengan travelling ke Pantai Asmara. Kami menginap satu malam di sana. Cerita travelling-nya kubagi di sini.

Demikian kaleidoskop tahun 2019-ku semoga ada yang bisa diambil hikmahnya. Yang buruknya silakan dibuang. Semoga tahun 2020 aku bisa menjalani hidup dengan lebih baik.[]
Rindang Yuliani
Rindang Yuliani adalah seorang sarjana sains yang sedang menikmati proses sebagai bloger. Rindang juga sedang meladeni obsesinya untuk mendapatkan beasiswa S2 dan menerbitkan buku pertamanya. Wanita kelahiran 6 Maret ini juga selalu berusaha mengakrabi Tuhan melalui hobinya yaitu membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Related Posts

14 komentar

  1. Alhamdulillah, lega ya Mbak setelah bikin paspor. Negara mana nih yang pertama dikunjungi rencananya? Ditunggu ceritanya =(

    BalasHapus
  2. Perjalanan mbak Rindang di tahun 2019 cukup dinamis ya Mbak. Ada suka, ada duka. Alhamdulillah banyak sukanya.
    Setiap peristiwa disyukuri, sebagai bagian dari kehidupan.
    Semangat menyambut 2020 ya Mbak.

    BalasHapus
  3. semoga kaledidoskop 2020 makin lebih banyak dan membahagiakan juga ya kak. ternyata kalau nyatet momen dijadiin postingan gini bisa jadi pengingat bbahwa banyak waktu yang menyenangkan ya

    BalasHapus
  4. Ultah davin menjadi highlight aku, anak piyik ini ternyata baru segitu umurnya sedangkan pinternya udah kebangetan. Aku doain segera hamil lagi ya mbak, keep spirit

    BalasHapus
  5. banyak juga ya yang terjadi di 2019 kemarin, semoga 2020 ini kenangannya lebih banyak dan kalau bisa semua bahagia ya mbak! hihi aamiin,

    BalasHapus
  6. seru banget ini survive nya, dan saya juga baca-baca dari awal sangat mngesankan cerita perjalannnya. semoga saya juga bisa menuliskan cerita perjalannya seperti ini.

    BalasHapus
  7. Aamiin kak, Semoga tahun 2020 aku bisa menjalani hidup dengan lebih baik.
    Dan dilancarkan segala urusannya..

    BalasHapus
  8. Wah seru bikin kaleidoskop gini. Pengen bikin juga tapi kok lupa wkwkwk :D Next time awal tahun kyknya mau bikin, secara 2019 juga alhamdulillah banyak banget kejadian istimewa :)

    BalasHapus
  9. Rindang,
    Semoga Allaah ganti dengan yang lebih baik yaa...
    Aku suka banget ada perjalanan hidup sepanjang tahun 2019 yang bisa dituangkan dalam satu postingan. Ini menunjukkan betapa bersyukurnya Rindang akan hidup yang dijalani.

    Semangat, shayaang~

    BalasHapus
  10. MasyaaAllah keren banget semua dirangkum dalam satu cerita blogpost. Jadi bisa membuka kenangan jika ingin melihat-lihat lagi. Btw di danau biru kemarin juga aku sama keluarga ke sana, hehe

    BalasHapus
  11. Wah jadi keinget sama paspor saya yang sudah dibikin dari sejak lulus kuliah dulu beserta impian besar yang mengiringinya, *eaaaa*. Tapi impian itu tertunda dan paspornya ga kepake-pake sampai sekarang karena satu dan lain hal, hahhah.

    BalasHapus
  12. Wow perjalanan 2019 sangat luar biasa ya kak. Apalg di ketiga cobaan keguguran datang :')
    Baca kaleidoscope mba Rindang aku teringat kata2 Pram :
    org pandai akan menghilang saat ia tak menulis.

    BalasHapus
  13. Aku penasaran sama Danau Biru Amuntai soalnya baru dengar nah. Asik ya kalau punya pasangan yang sama-sama hobi jalan-jalan jadi bisa berpetualang bersama

    BalasHapus
  14. Perjalanan hidup di tahun 2019 naik turun seperti roller coaster ya Mba, Alhamdulillah lebih banyak kebahagiaan yang dijalani. Penasaran dengan buku yang diterbitkan deh,,

    BalasHapus

Posting Komentar