Friday, November 30, 2018

[Fiksi] Life is Simple


Aku ingin bercerita tentang Adit. Dia orang simpel yang pernah kukenal. Waktu aku bertanya apa yang paling ia takutkan di hidup ini, ia menjawab ketakutannya adalah kekurangan uang. Terdengar begitu matrelialitis. Waktu kukatakan padanya, ia hanya tertawa.

“Pikirkan saja, semua kekhawatiran di dunia pasti berujung ke sana.” Adit dengan santai mengunyah permen karet saat kami duduk di kursi taman kota.

Aku masih belum terima saat itu, tidak mengangguk tapi malah mengajukan pertanyaan absurd lain.

“Apa yang paling kamu inginkan saat ini?”

Aku tidak menyebut kata ‘mimpi’ di depan Adit, karena konsep mimpi di kepalanya hanyalah sebagai bunga tidur.

“Aku ingin membeli mobil,” jawabnya singkat.

Aku menggaruk kepala. Jangan harap mendapat jawaban panjang lebar dan visi masa depan. Aku sudah tahu, hanya saja penasaran.

Keinginan hidupnya sesederhana itu. Kesedihan hampir tak pernah menghinggapinya. Tengok saja saat kami gagal tes kemarin, dia dengan mudahnya moving on dari pencapaian yang semestinya berhasil ia raih.

Berbeda denganku yang terlalu banyak inginnya, Adit makan-tidur-bekerja dengan tenteram. Dia menjalani hari-harinya dengan perasaan damai. Tidak sepertiku yang was-was dengan masa depan.

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Seperti Nobita. Sedangkan Adit seperti Patrick yang selow. Tapi anehnya, dia begitu beruntung. Keberhasilannya dalam bidang apapun yang dia inginkan bahkan melebihi aku yang heboh ini.

Mungkin dia punya tips jitu agar bisa hidup simpel tapi tetap mendapatkan apa yang diinginkan. Aku harus menanyainya lain kali.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates