Thursday, November 15, 2018

[Fiksi] Catatan Kecil Mey


Seminggu sudah berlalu pasca hari naas tersebut. Ya, aku menyebutnya sebagai hari naas. Karena hasil pengumuman yang di luar ekspekstasiku, aku merasa sial. Apakah aku sudah berhasil moving on seperti yang disarankan Adit? Entahlah, sepertinya belum sepenuhnya.

Aku sedang berada di perjalanan menuju kantor. Ya, kantor lama yang sebenarnya sudah ingin kutinggalkan. Tidak ada yang salah di sana, pekerjaannya sesuai latar belakang pendidikanku, rekan-rekan kerja menyenangkan, serta gaji yang lumayan. Hanya saja aku bosan.

Seperti yang pernah Adit bilang, sepertinya aku butuh tantangan agar merasa bersemangat. Aneh ya, tapi itu yang aku rasakan. Sayup-sayup terdengar lagu Adera dari earphone di telingaku, liriknya kok ngena banget ya di aku.


Bila ingin hidup damai di dunia
Bahagialah dengan apa yang kau punya
Walau hatimu merasa
Semua belum sempurna sebenarnya
Kita sudah cukup semuanya



Benar juga, sepertinya aku sudah cukup semuanya tapi aku merasa belum sempurna. Namanya manusia ya, selalu ingin mengejar lebih. Ah, aku membuat alasan lagi.

Bila dunia membuatmu kecewa
Karena semua cita-citamu tertunda
Percayalah segalanya
Telah diatur Semesta
Agar kita mendapatkan yang terindah

Ini aku banget! Rasanya cita-citaku menguap setelah pengumuman itu. Kata Adit sih aku lebay, huh.

Impianmu terbangkanlah tinggi
Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
Senyumlah kembali
Bahagiakan hari ini
Buatlah hatimu bersinar lagi

Sulit. Bagiku yang Ratu Denial, bangkit kembali dari kegagalan itu sulit. Rasanya ingin mengurung diri di dalam kamar saja meratapi kesedihan. Namun, bolehlah hiburan dari Adera pagi ini. Aku jadi teringat Adit, dia kok bisa nggak sesedih aku ya?

Bila ingin lebih damai di dunia
Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
Kini hatimu terasa
Semua lebih sempurna
Karena kau hidup
Dengan seutuhnya

Aku manggut-manggut sendiri. Tentu saja aku ingin hidup lebih damai di dunia, siapa yang tidak? Tidak terasa, aku sudah sampai di kantor. Di tempat aku akan berjuang kembali hingga aku mampu menata hati ke arah yang lebih baik.

Kubuka smartphone, masuk ke menu chat.

Mey: Terima kasih sudah mengajariku hidup damai.
Adit: Hah? Kamu sehat, Mey?[]

Artikel Terkait

7 komentar:

Nurul Hidayah said...

Hidup damai di dunia, dan bahagia diaherat 👩

Nurul Hidayah said...

Damai di dunia, dan bahagia di aherat

Yuliani Djaya said...

Keren nih

makopako said...

Everything happens for a reason..mari bersyukur :)

Wiwid Nurwidayati said...

suka dengan gaya berceritanya
keren

Fathin Faridah said...

Yaa ampuun paaas bgttttt lagunyaaaa :')

Lia Anelia said...

Baca sambil dengerin lagunya... Berasa di cafe cafe, hehehe...
*lagunya asik, menenangkan, liriknya menyemangati, mantap. 👍

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates