Thursday, November 22, 2018

[Fiksi] Anniversary

“Selamat tiga tahun, Sayang. Kamu bahagia?”

Status tersebut kuketik dengan perasaan campur aduk, berharap tidak banyak orang yang membacanya. Kontakku di media sosial Whatsapp tidak banyak, lagipula ini tengah malam. Aku akan segera menghapusnya ketika bangun pagi nanti.

Aku sudah bersiap untuk mematikan jaringan data smartphone dan beranjak tidur. Namun, dering nada pesan masuk membuatku urung melakukannya. Adit, wah tidak kusangka dia masih bangun. Dia kan bukan tipe nokturnal.


Adit: Gak mau ngenalin ke aku?
Mey: Dia bukan orang juga.
Adit: Jangan bilang aku enggak tahu apa-apa.
Mey: Kupastikan tidak.
Adit: Mau cerita?
Mey: Ini tengah malam.
Adit: Terus?
Mey: Aku enggak mau dikacangin dengan kamu tinggal tidur nantinya.
Adit: Emangnya cerita kamu sepanjang apa sampai bikin aku bisa tertidur? Aku insomnia.
Mey: Berterimakasihlah padaku, kamu pasti akan sukses tidur malam ini.
Adit: Ini pasti tentang pekerjaan kan?
Mey: Kamu cenayang?
Adit: Jadi, apakah kamu bahagia?
Mey: Mmm, ya dan tidak.

http://www.aulhowler.com

Adit: Karena?
Mey: Ya, aku bisa bertahan selama ini dengan kondisi yang baik-baik saja. Dengan kualitas yang sama dan mungkin meningkat, tapi aku tak menyadarinya.
Adit: Tidak?
Mey: Karena sepertinya aku mulai bosan.
Adit: Bahkan jika kamu ke tempat baru nanti pun, lama kelamaan akan bosan. Kamu hanya butuh piknik.
Mey: Ajak aku piknik.
Adit: Yuk, ke alam mimpi.
Mey: Kamu sudah mulai ngantuk?
Adit: Bahkan sudah mulai tidur.
Mey: Parah. Good night!
Adit: Zzz.

Tidak menunggu pagi. Segera setelah membaca pesan terakhir dari Adit, aku men-delete statusku barusan. Sepertinya status tersebut diciptakan memang hanya agar aku bisa bercerita dengan seseorang.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates