Friday, October 19, 2018

[Fiksi] Princess 3

Suara pintu berderit di suatu pagi. Aku terkejut karena silau oleh cahaya yang datang dari pintu yang terkuak. Tunggu, bukankah hari ini sekolah libur?

“Kenapa harus ke sini Minggu pagi sih, aku tuh masih ngantuk. Besok-besok juga kan masih bisa,” omel sebuah suara perempuan.

“Biar sekalian jalan pagi di taman kota setelah ini, udaranya masih segar. Lagipula kalau hari kerja, kamu mau dilihatin murid-murid dan guru-guru baru yang enggak kenal kita?”

Aku ingat mereka! Mereka adalah Princess and her Prince yang dua tahun lalu berpamitan padaku untuk pergi dari sini. 

Princess seolah tak mendengar pertanyaan dari Alfa, ia malah berseru, “Aku kangen sekali dengan aroma buku-buku di sini!”

Alfa tertawa, “Welcome back to our corner!” Ia meraih tangan Princess ke arahku. Mereka akan melakukannya lagi, aku merasakan dejavu.

“Ya ampun, kamu! Aku juga kangen,” kata Princess sambil memelukku.

“Awas debu, Sayang,” Alfa mengingatkan.

Meski cemberut, Princess melepaskan pelukannya lalu mengelus-elusku dengan tangan kirinya.

“Ya sama aja, ngelus pakai tangan pun bisa kena debu juga,” Alfa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ini bersih kok, sepertinya Bu Ratna merawatmu dengan baik ya?” tanya Princess padaku. Aku mengangguk, meski kutahu Princess tak melihatnya.

“Jadi, kenapa kamu mengajakku ke sini sepagi ini?” Kali ini pertanyaan Princess jelas untuk Alfa.

“Aku hanya ingin membahagiakanmu, dengan membawamu kembali ke tempat yang dulu sangat kau sukai,” jawab Alfa.

Princess tersenyum, “Terima kasih. Aku selalu bahagia, asal berada di sampingmu.”

“Terima kasih kembali karena telah rela melepas semua yang kau miliki demi kumiliki.”

“Aku tidak pernah benar-benar melepaskan mereka. Toh, aku masih bisa mengunjungi papa mama sesekali. Mengajar pun masih bisa kulakukan di tempat-tempat baru meski tidak formal seperti di sini.”

“Kamu terbaik.” Tiba-tiba Alfa memeluk Princess. “Kamu harus menjalani hari-hari penuh tantangan demi menemaniku, terkadang aku merasa sangat egois.”

Princess menggeleng sambil meregangkan jarak di antara mereka. “Tidak banyak orang yang bisa menjalani hidup dengan melakukan cita-cita hati mereka, dan aku ingin kau menjadi salah satu yang spesial itu.”

Mata Alfa mengatakan segalanya, ia merasa sangat beruntung memiliki Princess. “Dan kehadiranmu semakin menambah spesial kehidupanku. Anak kita juga harus sespesial ibunya,” katanya berbinar. 

“Oh, I’m forget to introduce our little Princess to you.” Princess kembali memegang tubuhku, kali ini ia mendekatkan dirinya ke arahku.

“Mau kubantu?” Alfa bertanya tapi langsung mengangkatku tanpa menunggu jawaban dari sang istri. Ia memposisikan diriku tepat di samping perut Princess yang sedikit membuncit.

“Hai, Nak. Kenalkan, namanya Globby. Dia yang membuat ayahmu gila berkeliling dunia dengan menjadi relawan dan motivator. Dia juga yang hampir memisahkan kami, karena impian ayahmu begitu kuat sehingga ingin meninggalkan ibu di sini.”

https://direct.asda.co

Alfa tertawa terpingkal-pingkal mendengarkan sesi perkenalan absurd dari Princess. Aku tersenyum miring mendapati aku ternyata pernah dianggap Princess sebagai penghalang cinta mereka. Sial.

“Kita keluar sekarang ya, sudah habis kan kangennya?” Alfa kembali meletakkanku di tempat semula, di atas meja pajangan pada pojok ruangan.

Princess mengangguk, “Jangan sampai Pak Satpam mengira kita mau mencuri ya saking lamanya di sini.” 

Sekali lagi Alfa tergelak lalu menuntun istrinya keluar melewati pintu yang sama. Kalian, kembali lagi lah kapan-kapan, aku akan menunggu.[]

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates