Tuesday, December 12, 2017

Review Novel : Heart and Salsa

Novel terjemahan ini bercerita tentang seorang cewek remaja bernama Cat yang bosan dengan kehidupannya di Boston. Pada suatu libur musim panas, ia pun mendaftarkan diri pada program Students Across The Seven Seas (SASS) sebagai bentuk pelarian diri yang formal. Pertama, karena di sana ia akan bertemu dengan Sabrina –best friend forevernya saat masih tinggal di Scottsdale, Arizona. Kedua, ia bisa menghindar dari waktu ‘mengakrabkan diri’ dengan Tedd –ayah tiri barunya.


Judul : Heart and Salsa
Penulis : Suzanne Nelson
Penerbit : Wortel Books Publishing
Tahun terbit : 2010

Di Oaxaca, Meksiko tempat Cat belajar selama libur musim panas ternyata ia menemukan banyak pengalaman baru, teman baru, dan bahkan pemikiran baru tentang sesuatu yang sama. Bagian menariknya tentu saja proyek bukan-kencannya bersama Aidan. Cowok asal Manhattan yang juga peserta program SASS membuat Cat benar-benar menyadari sisi feminisnya. Apalagi saat mereka berdua berjalan di atas awan, ya benar-benar di atas awan karena mereka berjalan di atas jembatan di antara kanopi pohon-pohon di hutan awan sebuah perbukitan Sierra del Norte.
 
Selain Aidan, Izzie saudara angkatnya selama tinggal di rumah orangtua asuhnya di Meksiko juga memiliki sistem penyambutan yang menakjubkan. Cat awalnya selalu merasa was-was. Bahkan ia menulis kekhawatirannya di buku harian yang menjadi blurb di bagian belakang sampul novel ini.

sumber foto : google

Selain bertemu orang-orang baru, ia juga bertemu dengan Sabrina. Meski itulah tujuan utama Cat mengikuti program ini namun semuanya tak berjalan lancar. Ada Brian pacar baru Sabrina di antara mereka dan benar saja cowok itu ternyata mampu membuat persahabatan mereka berdua sekarat. Ah, satu semester yang seru apalagi selama itu mereka juga terus berjalan-jalan ke tempat yang penuh edukasi dan di akhir perjalanan mereka disuruh mengumpulkan esai dalam bahasa Spanyol. Keren. Aku jadi bermimpi akulah yang mengikuti program tersebut. 

Dulu saat SMP aku memang pernah bermimpi untuk ikut program pertukaran pelajar seperti ini. Beruntungnya aku bisa membaca ceritanya hampir persis seperti yang kuinginkan.

Judulnya sebenarnya tidak terlalu menggambarkan isinya. Kecuali jika yang dimaksud dengan Heart itu adalah kebimbangan hati seorang Cat tentang keluarganya, tentang prestasi loncat indahnya dan domisilinya di Boston. Sedangkan Salsa itu dengan jelas menggambarkan novel ini berlatar Meksiko. Meski bagian menari Salsa hanyalah ada bagian akhir novel.

Novel 348 halaman ini sangat ringan dinikmati, tidak berat. Amanatnya pun bagus yang tentang mensyukuri kebahagiaan yang dipunya, kecintaan siswa pada akademik, lingkungan, sejarah, dan nasionalisme. Sasaran pembaca jelas untuk para remaja. Tampilan covernya pun ringan dan menggoda.

Secara umum, novel ini cocok untuk dibaca sebagai hiburan. Terutama aku yang cinta banget sama novel terjemahan ini, terlebih setting tempat yang digambarkan novel ini sangat jelas di imajinasiku. Sehingga membuatku merasakan alam tropis Meksiko yang sebenarnya.

Artikel Terkait

34 komentar:

Zulaeha said...

Dari judulnya, aku kira ini soal romansa dan persaingan di dunia menari salsa mbak. Ternyata cuma nyangkut sedikit ya...��

Rima Angel said...

Ah, lama ga baca novel jadi kangen deh baca-baca novel gini.

Biar imajinasi tetap jalan yee kan kalau baca novel beginian. Hehe membayangkan lokasi-lokasi yg digambarkan. Serasa punya dunia sendiri kalo baca novel itu.

Bang Angga said...

aku pernah menjalani program pertukaran pelajar ke Jepang waktu SMP, dan punya pengalaman buruk sekali dengan negara itu!

penasaran aku dengan akhir persabahatan antara Cat dan Sabrina.

Bisa request review novel dengan judul Dunia Sofie?

unggulcenter said...

Wah tebal juga ya novelnya 348 halaman. Aku kalau baca buku suka loncat2 di bab2 berbeda hehe..

Latifika Sumanti said...

First time banget nih jalan2 ke blogmu mba Rindang. Salam kenal :) aku juga suka baca novel, tapi kalo terjemahan suka ga bisa nerusin, ga tau kenapa, mungkin udah kadung masuk ke novel lokal macam punya Bang Tere

Ira Guslina Duniabiza said...

wuooo novelnya segar kayakna ya mba...perjalanan penuh inspirasi, tapi memang sebuah perjalanan biasanya memberi sudut pandang baru bagi yang menjalankannya...

Antung apriana said...

Wah aku suka cerita-cerita young adult begini. Ini penerbit baru ya? Aku baru dengar

Rhoshandhayani KT said...

wihiiii keren banget nih bacaan
kumasukkikan list book aaah

kukira heart and salsa itu nama orang, eh ternyata harus pandai mendalami makna dulu ya sebelum mengartikan judulnya yang serba tersirat

Aswinda Utari said...

Novelnya cocok buat remaja ya. Kayaknya seru tp sayangnya aku ktk udah emak-emak kok mulai berubah buku yg suka dibaca. Huhu

Diah Kusumastuti said...

Judul bukunya kurang relevan sama isinya ya Mbak? Hehehe. Tapi menyimak review ini, sepertinya memang menarik nih ceritanya. Ringan, sebagai hiburan sambil minum teh plus cake :)

Perempuan November said...

aku udah lama nggak baca novel. pengennya ntar kalau ada waktu leyeh-leyeh ya baca novel-novel ringan kayak heart n salsa ini :)

eeeh,,, itu beneran ada jembatan di atas awan itu? aaak,,, aku jadi pengen kesana, suatu saat :D

Rani Yulianty said...

udah lama nggak baca bacaan fiksi,kayaknya kalau santai pengen jugabaca novel ringan seperti ini

Jiah Al Jafara said...

Belum baca novel ini atau sejenis
Tapi memang ya kalau progam pertukaran pelajar ini seru dan nantang. Kalau yg blm pernah jauh dr ortunya pasti bakal kerja keras

Liza said...

jadi kepingin baca juga, aku suka novel yang ringan soalnya kalau yang berat2 hidupku aja udah berat

lisa lim said...

Keren ya bisa punya mimpi yang kejadiannya sama persis kaya di novel wkwk lumayan mengobati rasa ingin pertukaran pelajar ..

Bdw, kayanya novel ini asik deh ceritanya.. 348 halaman menurut aku masih tebal, takut g kuat baca smpe slese wkwkwk

Nova Violita said...

Ntah mengapa...kalo dulu itu setiap ada novel langsung dilahap dan dibabat habis bacanya..m
Sekarang ..setelah punya anak..susahnya menikmati novel...

Bacanya seru ..jadi kepengen baca.

Marfa U said...

Novelna kayanya ringan ya ka tapi tetep menarik karena enaknya dibaca buat hiburan. Ngingetin ke jaman2 sekolah dulu gitu ya

Rindang Yuliani said...

Iya Mbak, pas untuk hiburan.

Rindang Yuliani said...

Susah ya Mbak nyuri waktu buat baca kalau sudah punya krucil.

Rindang Yuliani said...

Asyik banget. Lewat novel kadang mimpi kita bisa 'terwujud' meski bukan kita yang ngalamin.

Rindang Yuliani said...

Nah, sama klo gitu Mbak Liza ;)

Rindang Yuliani said...

Iya, dulu waktu sekolah aku pengen banget ikut program pertukaran pelajar kayak gini.

Rindang Yuliani said...

Yuk baca, Mbak. Refreshing ringan kalau baca buku mah.

Rindang Yuliani said...

Emm, jembatannya di atas pohon di atas bukit Mbak. Jadi awan terlihat dekat dari jembatan.

Rindang Yuliani said...

Iya, Mbak Diah.

Rindang Yuliani said...

Hehe, kalau saya masih suka baca novel remaja 😉

Rindang Yuliani said...

Iya kak Ros, setelah selesai baca novelnya baru aku sadar hubungan antara isi dan judul.

Rindang Yuliani said...

Sepertinya penerbit lama khusus untuk buku terjemahan, tapi kurang familiar.

Rindang Yuliani said...

Benar Mbak Ira, makanya aku suka traveling.

Rindang Yuliani said...

Waah, terima kasih sudah berkunjung ke blogku Mbak. Selera baca tiap orang2 beda2 Mbak, kalau aku suka keduanya lokal atau terjemahan.

Rindang Yuliani said...

Kalau loncat2 malah ceritanya jadi gak kontinu mas.

Rindang Yuliani said...

Wah, kerennya. Apa tuh pengalaman buruknya? Boleh2, nanti kalau aku sudah selesai baca Dunia Sofie, pasti akan kubuat reviewnya.

Rindang Yuliani said...

Betul Rim, imajinasi jadi terasah kalau sering baca novel.

Rindang Yuliani said...

Iya, sama. Aku juga ketipu judulnya.

Post a Comment

Terimakasih telah berkomentar dengan baik 🙆 Ditunggu kunjungan selanjutnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates